Monday, June 14, 2010

Having a Baby!

Lagi-lagi pagi ini saya ditanya oleh teman saya via online, apakah saya sudah hamil atau belum. Waktu saya jawab belum karena memang saya planning alias sementara saya tunda dulu, kebanyakan akan terkejut, kenapa harus ditunda, serta ditambahkan kalimat, "padahal punya anak itu enak lhoo". Inilah yang kadang saya pikir kecenderungan masuk ke pola pertama (penjelasan)
Memang ada yang tidak begitu strict memegang prinsip itu, alias masih terbuka terhadap alasan orang lain.

Kalau alasan saya pribadi, awalnya adalah karena saya masih ingin mencari beasiswa ke luar negeri, meskipun saya sendiri agak berat kalau nanti harus meninggalkan suami selama 1 tahun (suami sudah mengijinkan selama belum ada anak). Pertimbangan saya, itu adalah cita-cita saya sejak lama (meski sebenarnya saya sudah S2 dari salah satu PTN dalam negeri) dan saya memutuskan bahwa apabila nanti saya mempunyai anak, sudah tidak mungkin lagi bagi saya untuk mencari beasiswa yang long-term seperti itu, karena saya berkomitmen anak akan jadi prioritas saya.
Selain alasan itu, saya juga berpikir bahwa saya dan suami harus benar-benar mempersiapkan segalanya untuk anak kami kelak. Mempunyai anak bukan sekedar hamil dan melahirkan. Lebih dari itu, kami ingin memberikan sandang, pangan dan pendidikan yang terbaik bagi dia. Tentu saja hal itu membutuhkan kesiapan finansial. Saya tidak mau berprinsip "apa kata besok saja lah..".

Mohon maaf, saya jadinya juga kurang setuju dengan kuantitas banyak, tapi kualitas rendah. Memang Allah memberikan rejeki kepada setiap manusia, namun menurut saya, itu juga harus diawali dengan usaha. Mana ada uang turun dari langit? Memang hidup bukan hanya untuk mencari uang. Prinsip saya adalah mencari uang untuk hidup sehingga dapat hidup berkecukupan, dengan demikian kita akan dapat beribadah juga dengan lebih optimal. Bagaimana mau menyantuni anak fakir miskin, apabila kita sendiri kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup kita?

Saya bukannya kontra terhadap pasangan yang langsung mempunyai anak, karena who knows pasangan itu memang sudah mampu segalanya, baik mental maupun finansial. Jadi pada dasarnya, lagi-lagi, menurut saya, kalau memang sudah mampu, ya silakan. Kalau belum, janganlah hanya sekedar untuk gengsi-gengsian apalagi hanya sebagai akibat dari nafsu saja. Karena dengan mempunyai anak, berarti kita telah memproduksi seorang manusia yang kelak juga akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. 

ps. anyway, who could resist this cute baby?

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review