Saturday, June 12, 2010

Dating!

Istilah pacaran sudah tidak asing lagi, terutama bagi remaja. Secara singkat, pacaran adalah suatu proses dimana dua orang berlainan jenis yang diawali dengan rasa ketertarikan satu sama lain. Rata-rata rasa ketertarikan itu muncul pada usia puber, yaitu sekitar umur belasan. Namun, seiring perkembangan jaman, belakangan ini kata pacaran sering juga muncul dari bibir seorang anak kecil setingkat TK. 

Secara agama Islam, pacaran memang dilarang. Alasannya cukup masuk akal, karena dikhawatirkan mendekati zina. Karena biasanya pada proses pacaran, dua orang berlainan jenis pergi kemana-mana berdua. Meskipun perginya bersama teman-temannya, namun dua orang yang berpacaran cenderung untuk menunjukkan bahwa pasangannya adalah miliknya dengan berbagai cara, misalnya bergandengan tangan, duduk selalu bersebelahan, dan lain sebagainya. 

Sebenarnya apakah ada manfaat dari berpacaran? (Saya tidak menyangkutpautkannya dengan agama, ini analisis pribadi saya secara umum). Ada beberapa hal yang sebenarnya bisa menjadi manfaat dari berpacaran apabila dilakukan dengan jalan yang benar. Misalnya: menambah semangat belajar ataupun berprestasi. Apabila berkomitmen pacaran untuk hal yang positif saja, misalkan yang cowok berprestasi dalam hal olahraga, maka yang cewek seharusnya merasa tertantang untuk berprestasi juga. Hal ini tentu akan menambah perasaan bangga dari pasangannya. 
Manfaat lainnya, dia akan mulai belajar beradaptasi dengan pasangannya, tidak lagi memikirkan kepentingannya sendiri. Juga mulai belajar menerima bahwa semua orang berbeda dan itu harus dihargai.

Menurut saya, orang tua juga harus berperan dalam proses ini. Jangan langsung menolak atau melarang mentah2 bahwa anaknya berpacaran. Karena dari analisis saya (dan pengalaman pribadi saya sebagai anak), remaja cenderung untuk memberontak apabila dilarang. Apalagi  dewasa ini lingkungan sangatlah permisif terhadap hal-hal yang dulunya dianggap tabu.
Sebaiknya orang tua bersikap terbuka dan seperti layaknya sahabat. Libatkan pacar anak dalam kegiatan non formal keluarga, misalnya ajak ngobrol pacar anak apabila sedang menjemput anak. Tentu saja pendidikan dini dari keluarga sejak kecil juga harus dilakukan, untuk menanamkan nilai-nilai moral yang dianut keluarga.

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review