Saturday, June 12, 2010

Pre Marriage Thinking

Pernikahan bukanlah suatu cerita cinderella ataupun cerita fantasi lainnya yang selalu berakhir dengan happy ending. Pernikahan juga bukanlah suatu tujuan, melainkan suatu perjalanan baru yang juga merupakan bagian dari perjalanan hidup kita sebagai manusia.

Ada dua kecenderungan pola pikir orang2 sebelum menikah (terutama di Indonesia, sejauh yang saya amati), yaitu:

Yang pertama, menerapkan pola agama, bahwa pernikahan haruslah disegerakan (lepas dari faktor kesiapan calon pasangan). Sebenarnya alasan agama tidaklah salah, karena untuk menghindari zina (mengenai ini, akan saya bahas berikutnya). Yang menurut saya kurang tepat adalah apabila segera menikah hanya karena alasan agama, tanpa melihat kesiapan mental dan finansial calon pasangan. Seolah-olah pernikahan adalah suatu tujuan akhir, tanpa memikirkan bagaimana kehidupan setelah pernikahan. Ada kalimat yang seringkali diucapkan oleh penganut fanatik pola ini, yaitu "rejeki yang mengatur adalah Tuhan, jadi pasti nanti ada rejekinya sendiri2". Ini adalah suatu pemikiran yang kurang tepat menurut saya.


Yang kedua, bersikap seolah-olah tidak membutuhkan pernikahan, dengan alasan bahwa menikah itu harus mapan secara finansial sampai dengan merasa masih muda sehingga merasa masih harus mencari yang terbaik. Dengan demikian, tidak salah bila mereka berganti-ganti  pasangan. Padahal memang benar seperti yang tertulis di AlQur'an, bahwa sangatlah banyak godaan selama proses yang mereka sebut sebagai "pencarian yang terbaik" ini. Di sisi lain, kemungkinan mereka yang menganut pola pikir ini sebenarnya juga merasa takut akan mendapat pasangan yang tidak baik, seperti misalnya suka menyakiti, selingkuh, dll. Juga sudah tertulis di AlQur'an, bahwa perempuan baik-baik adalah untuk lelaki baik-baik, dan perempuan tidak baik adalah untuk lelaki tidak baik pula. Jadi sebenarnya solusinya sangat mudah, kalau memang merasa masih muda dan ingin mencari pasangan yang baik, ya sudah, tinggal jadikan saja diri kita sendiri sebagai orang yang baik pula.
Tuhan Maha Adil, Tuhan akan memberikan yang terbaik sesuai usaha kita. 


Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-lakilaki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS. An-Nur: 26)


Jangan berpikir semua sudah ditakdirkan Tuhan. Memang yang ditakdirkan Tuhan adalah kelahiran, jodoh dan kematian. Tapi bagaimana kelahiran itu didapat, jodoh seperti apa yang didapat ataupun bagaimana kita meninggal nanti merupakan hasil dari usaha atau perbuatan kita sendiri.


Dalam Islam juga sudah dijelaskan, apabila sudah mampu, maka segerakanlah menikah. Namun apabila belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Kalimat yang pendek dan general ini seharusnya bisa dikaji lebih dalam. Dan saya pikir sudah banyak orang pintar agama di luar sana.


0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review