Sunday, October 31, 2010

Cloudy Sunday, yet Enjoyable

2 comments
Hari minggu ini nggak ada acara yang aku rencanakan khusus, semua berjalan apa adanya. Selesai sholat subuh, aku mendengarkan CD alphamatic brainwave bersama suamiku (biasanya pada hari kerja aku menunggu suamiku berangkat dulu). Meski dia kurang begitu suka, tapi dia mau ikut mendengarkan. 

Setelah itu sekitar jam 07.30, aku mulai mengerjakan tugas rumah seperti biasa. Setelah itu kami ziarah ke makam mama, dilanjutkan dengan belanja di Hypermart. Ada satu kejadian menarik di sini, saat akan keluar suamiku menghilangkan karcis parkir mobil kami. Rasanya sebal sekali, karena akhirnya kami harus membayar denda sebesar 20ribu rupiah. Aku kesal karena suamiku seringkali seperti itu, teledor meletakkan benda2. Tidak hanya di luar, tapi juga di rumah kami. Kalau di rumah, aku masih bisa mengingatkannya. Tapi kalau sudah di luar, kan nggak mungkin aku mengawasinya setiap saat?


Setelah hampir seminggu ini aku bisa terbebas dari perasaan negatif, ternyata tadi siang muncul lagi perasaan negatif itu (sebal), meski hanya sebentar. Sempat heran juga, ternyata hanya gara2 masalah sepele, perasaan negatif itu bisa langsung muncul.


Malamnya aku dan keluargaku hanya berkumpul di rumah. Karena besok aku ada tugas luar kantor, membimbing salah satu RS klien. Dan tugas ini aku jalankan sendirian. Memang ini bukan pertama kalinya aku tugas sendirian, tapi menurutku ini agak lebih dari biasanya karena cakupannya luas.


Dalam buku QI, ada satu cerita yang menarik hatiku. Penulis bercerita bahwa dia sering ditanya, mengapa dalam berdoa kita harus memintanya dengan jelas alias spesifik? Bukankah Allah Maha Tahu? Jawaban penulis sungguh tidak aku duga. Allah memang Maha Tahu, tapi apakah kita tahu apa yang kita mau?
Itu benar2 seperti yang aku alami selama ini. Aku selalu minta yang terbaik dari Allah, misal mengenai pekerjaan. Sampai akhirnya aku sendiri bingung dengan apa yang aku minati untuk aku jadikan pekerjaan. Aku benar2 tersenyum mengetahui jawaban ini. Alhamdulillah sekarang aku mempunyai pemahaman baru mengenai bagaimana kita berdoa.


Yang ada di pikiranku sekarang adalah mulai mengumpulkan gambaran kehidupan yang aku inginkan, dari aspek manapun. Setelah itu tentu saja aku akan berdoa dan berusaha untuk mencapai kehidupan yang aku inginkan itu.
Sementara ini gambaran kehidupan yang menjadi doaku adalah:
  1. Aku hamil dengan sehat dan melahirkan seorang anak yang sehat dan sempurna, yang menjadi ladang amal bagi kedua orang tuanya, dan membahagiakan bapakku, adikku serta semua orang yang berinteraksi dengannya.
  2. Aku bekerja sesuai bidang dan minatku, yaitu manajemen RS, aku mempunyai sebuah kantor konsultan independen, dengan aku sebagai salah satu konsultan bersertifikasi internasional (CHBC). Jam kerjaku sangat fleksibel, sehingga aku bisa dengan leluasa mengatur jadwal kegiatanku yang disesuaikan dengan kegiatan mengurus keluarga.
  3. Aku juga mempunyai usaha sampingan yang bergerak di bidang yang aku minati juga, fashion, dimana aku hanya sebagai owner dan pengawas saja.
Inilah gambaran kantor konsultanku, di salah satu ruko Patoz, nggak jauh dari rumahku.









Amin ya Robbal 'alamin...

Saturday, October 30, 2010

Daily Report

0 comments
Hari ini aku melewati pagiku di rumah saja, mengerjakan kegiatan sehari2 kemudian mendengarkan CD alphamatic brainwave dan ketiduran sampai siang.
Setelah itu aku menikmati menonton serial TV Charmed, kemudian mengurus online shop-ku.

Ada satu hal yang menarik, mungkin ini hal yang sepele tapi menurutku sudah merupakan suatu bukti bahwa Quantum Ikhlas benar2 bekerja.
Kemarin aku berkata dalam hati, aku ingin sofa kesayangan mama dikembalikan di ruang tamu lagi. Memang sejak mama meninggal sofa itu dipindah ke garasi, karena terlalu besar, sedangkan waktu itu rumah memang sedang dikosongkan untuk menerima pelayat. Setelah itupun masih ada acara2 tahlilan 7 hari, 40 hari, dan lain sebagainya. Jadi kami memutuskan untuk meletakkan sofa itu di garasi dulu. FYI, sofa itu sangat besar dan bagian bawahnya terbuat dari kayu murni, sehingga sangat berat untuk dipindahkan hanya dari anggota keluargaku saja.

Nah aku merasa sayang kalau sofa itu diletakkan begitu saja di garasi, yang sekarang menjelma menjadi gudang. Makanya kemarin aku berniat untuk bilang ke bapakku untuk memasukkan sofa itu lagi.
Ternyata malam ini bapakku tiba2 bilang sofanya dimasukkan saja. Padahal aku belum sempat bilang apa2 ke bapakku.
Inikah suatu pertanda dari Allah? Yang akan membantuku untuk memiliki rasa percaya diri atas doaku. Karena seringkali aku merasa nggak pede dengan doaku, apa iya akan dikabulkan? Jadinya aku mencoba dengan suatu permintaan yang sederhana terlebih dahulu.
Alhamdulillah..

Semoga dengan demikian semakin kuatlah keyakinanku atas doaku, sehingga doaku terkabul. Amin ya Robbal 'alamin...

Daily Report

0 comments
Kemarin malam sebelum tidur, aku sempat berdiskusi dengan suamiku. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya aku ingin sekali menceritakan ke suamiku mengenai kekhawatiranku dan juga usaha yang aku lakukan terkait QI, tapi aku berusaha menahannya dan berusaha mengatur pikiranku. Lagipula aku juga berpikir kalau sedikit2 aku cerita kesulitanku ke suamiku, bukankah itu sama saja dengan mengeluh? Jadi aku berusaha bersabar juga dengan kekhawatiranku.

Yang aku diskusikan kemarin malam dengan suamiku adalah bagaimana aku menerapkan QI (karena dia sudah paham prinsip QI dan dia setuju dengan itu) dan semua kendala dan perasaan yang aku rasakan. Pada dasarnya aku menyadari bahwa sebenarnya suamiku juah lebih pintar dalam hal ini. Sejak sebelum menikah, seringkali dia mengingatkanku untuk ikhlas atas semua hal yang mengecewakan kita. Memang sejak kami pacaran, suamiku itu orang yang paling pintar mengenai bagaimana berpikir positif dan selalu ikhlas sejauh yang aku kenal. Sekarang setelah aku memahami mekanisme ikhlas dari buku Quantum Ikhlas, aku baru mengerti semua yang dia lakukan. 

Dia juga sangat paham sifat dan pikiranku. Aku takut untuk berharap terlalu tinggi, karena takut kalau harapan itu tidak terwujud, maka aku akan sangat kecewa atau sedih. Itulah yang berbeda dari suamiku. Dia bercerita bahwa dia sedari dulu selalu membayangkan apa yang menjadi cita2nya, misal mempunyai usaha sampingan sendiri, lengkap dengan deskripsinya. Dia bilang gambaran dari harapannya itu menjadi suatu penyemangat baginya. Jauh berbeda dariku. 

Setelah aku menceritakan usahaku mempraktekkan QI, meski hanya baru sekitar satu minggu ini, dia terus mendukung aku untuk melanjutkannya. Aku sangat bersyukur mendapatkan suami yang jauh lebih dewasa. 

Setelah aku menyadari betapa kelakuan, pikiran dan perasaanku dulu kebanyakan negatif, aku jadi bertanya pada suamiku, mengapa dia bisa bertahan denganku selama 5 tahun sebelum akhirnya menikah? Dia sendiri menjawab tidak tahu (tipikal suamiku yang nggak terlalu suka menganalisis sesuatu). Aku jadi merasa malu sendiri, mengetahui bahwa aku dari dulu mungkin tidak membawa manfaat banyak bagi orang di sekitarku. Waktu aku tanya apakah aku membawa pengaruh positif untuk dia, suamiku menjawab bahwa aku membuat dia terbiasa untuk menjadi bersih dan hidup teratur.

Alhamdulillah aku masih membawa pengaruh positif untuk suamiku. Semoga juga untuk semua orang di lingkunganku. Amin ya Robbal 'alamin..

Friday, October 29, 2010

Ikhlas

0 comments
Kemarin nggak ada kejadian yang menarik, semua berjalan lancar dan tenang. Meskipun aku harus mengakui menjaga hati dan pikiran agar selalu positif itu bukan pekerjaan yang mudah. Mungkin karena aku belum terbiasa seperti itu. Aku mengakui memang beberapa hari ini setelah mendengarkan CD alphamatic brainwave dan mempraktekkan QI, aku menjadi jauh lebih tenang. Tapi sesekali ada keraguan dan kekhawatiran.


Hari ini tiba2 aku juga mengakui dan menerima sepenuh kesadaran bahwa mamaku meninggal karena kanker paru, yang artinya aku punya faktor risiko lebih tinggi dibanding orang lain yang nggak punya keluarga yang terkena kanker. Selama ini aku memang sadar, tapi seringkali aku berprinsip kalau terlalu dipikirkan, nanti malah terjadi sungguhan. Termasuk juga soal makanan dan lifestyle. Biasanya aku nggak peduli dengan makanan yang aku konsumsi, dengan terus berpikir positif. Tapi sepertinya aku harus merubah itu. Percuma saja meski aku menyiapkan perasaan dan pikiranku selalu positif di zona ikhlas, tapi perilakuku nggak ikut berubah. Atau justru kesadaran baruku ini adalah hasil dari perasaanku yang positif dan ikhlas? Alhamdulillah...


Sebenarnya sudah sejak kuret, aku nggak nafsu makan makanan yang aneh2, misalnya terlalu berbumbu (terasa ada vetsin, dsb). Tapi sekitar seminggu ini nafsu makanku sudah mulai kembali, tapi tetap aku menghindari makanan yang nggak baik, misalnya yang mengandung terlalu banyak lemak, pewarna dan perasa.


100% Ikhtiar + 100% Ikhlas = 100% Sukses (atau dalam kasusku, Sembuh). Amin ya Robbal 'alamin...

Thursday, October 28, 2010

Daily Report

0 comments
Kemarin malam sepulang kerja, suamiku masih di tempat usaha sampingan kami, setelah sebelumnya dia pulang kerja untuk berisitirahat terlebih dahulu. Jadi aku memanfaatkan "kesempatan" itu untuk mendengarkan CD alphamatic brainwave. Seperti aku ceritakan, sudah ada kurang lebih 1 minggu ini aku mempraktekkan Quantum Ikhlas. 

Setelah mandi, aku turun untuk makan bersama keluargaku di lantai bawah (kamarku di lantai atas). Sempat ngobrol2 sebentar dengan keluargaku, membahas bencana alam yang ditayangkan di TV.

Malamnya sebelum tidur, aku menjelaskan mengenai Quantum Ikhlas kepada suamiku. Dia malas sekali untuk membaca buku, karena pada dasarnya dia tipe orang yang practical, lebih suka praktek langsung, nggak pakai teori. Sangat berkebalikan denganku. Aku sangat suka membaca, menganalisis dan menyimpulkan teori2 baru, tapi susah sekali untuk mempraktekkannya.
Alhamdulillah suamiku setuju dengan isi buku itu dan mendukung aku untuk mempraktekkannya. Meski aku baru menjelaskannya separuh dari buku itu.

Tuesday, October 26, 2010

Daily Report

0 comments
Alhamdulillah hari ini berjalan lancar. Sebenarnya yang membuat jadi menyenangkan adalah hari ini orderan untuk salah satu produk yang aku jual di online shop-ku laris manis. Produk ini baru datang kemarin, tapi langsung banyak pemesannya. Alhamdulillah...

Jadi ingat salah satu kalimat di Quantum Ikhlas, tidak ada yang mustahil bagi Allah...

Selanjutnya hari ini berjalan seperti biasa, aku bertemu suamiku di rumah tanpa ada masalah berarti.
Couldn't ask for more...alhamdulillah...

Monday, October 25, 2010

Ikhlas

0 comments
Pada awal hari ini sebenarnya aku sempat merasa sial terus. Beberapa pekerjaan rumah harianku agak kacau, meskipun akhirnya selesai juga. Sudah beberapa hari ini aku mempelajari lagi mengenai Quantum Ikhlas dan mempraktekkannya. Dan aku juga sadar bahwa sebenarnya perasaanku nggak enak, meskipun aku berusaha menutupinya dengan berpikir positif. 

Lama kelamaan aku merasa aku harus jujur, bahwa sebenarnya aku masih kepikiran mengenai masa lalu yang datang ke kantor. Dan sampai tadi pagi aku masih belum menemukan solusi yang tepat yang terasa enak di hatiku (it's about Quantum Ikhlas)
Akhirnya dalam perjalanan ke kantor, aku mengakui kegalauanku kepada Allah dan aku pasrah dengan solusi yang diberikan Allah. Tiba2 saja aku berpikir, bagaimana jika sebenarnya masa lalu itu tiba2 saja datang saat ini dengan alasan Allah memberikan aku kesempatan untuk "memperbaiki" jalan cerita hidupku? Hingga akhirnya aku berniat untuk membantu rekan kerjaku menangani proyek yang dibawa oleh masa lalu itu, bila memang proyek itu jadi deal. Ternyata sesampainya di kantor, rekan kerjaku mengatakan proyeknya batal. Seketika itu juga aku lega...sepertinya Allah telah memberikan jalan yang terbaik untukku, hanya dengan menunggu aku memberi "jawaban" apa keputusanku. Alhamdulillah...

Satu lagi, waktu aku hamil aku sempat menjual produk Belly band maternity. Tapi sejak aku kuret, rasanya aku tersiksa melihat produk itu. Tapi karena sudah telanjur dipromosikan, ada beberapa orang yang mau order. Sempat aku "gantung" beberapa saat karena nggak mood. Tapi setelah aku belajar untuk ikhlas beberapa hari ini, sekarang malah lebih banyak lagi yang order. Ini merupakan suatu "penyelamatan" dari Allah, terutama untuk image online shop-ku, karena kalau aku tiba2 membatalkan penjualan produk itu, rasanya aku nggak profesional.
Alhamdulillah...

Sunday, October 24, 2010

Beautiful Sunday

0 comments
Lagi-lagi aku mengucap syukur, alhamdulillah...karena hari ini semua berjalan menyenangkan dan lancar. Dimulai dengan aktivitas pagi biasanya, kemudian mengantar pembantuku pulang kampung, dilanjutkan ziarah ke makam mama, trus sarapan dan belanja kebutuhan rumah di hypermart di mall yang baru buka di perumahanku (cuma 3 menit dari rumah!).
Siangnya, suamiku menggorengkan lauk untuk makan siang, seperti biasa pembantuku menyiapkan lauk siap goreng yang dibekukan selama dia pulang. Alhamdulillah...semua terasa nikmat.


Malamnya kami makan di salah satu restauran di mall di perumahanku. Rasanya cepat sekali perjalanan pulang dan pergi kami. Sepulang makan malam, suamiku masih kembali ke tempat usaha sampingan kami.











Baru saja aku chat dengan teman kerja suamiku, dia menyatakan turut berduka atas kejadian yang aku alami dengan kehamilanku yang lalu. Aku heran dia baru tahu sekarang. Dari situlah aku menyadari bahwa sebenarnya suamiku juga sangat bersedih dengan kejadian itu. Tapi lagi2 tipikal suamiku (atau semua cowok ya?) yang memang nggak banyak bicara.

Kenapa aku menyimpulkan demikian? Karena aku ingat, saat pertama kali mengetahui aku hamil, dia langsung menyebarkan berita itu pada teman2 kantornya dan juga keluarganya. Padahal waktu itu aku ingin ke dokter dulu sebelum menyebarkan berita baik itu. Namun, hal itu berbeda saat aku mengalami perdarahan dan kandunganku harus digugurkan, sampai 2 minggu setelahnya, temen2 kantornya nggak banyak yang tahu dengan berita sedih itu. Sepertinya suamiku juga sangat bersedih, tapi dia berusaha kuat demi aku yang waktu itu juga sangat stres.
Satu lagi hal baru yang aku ketahui dari suamiku...

Saturday, October 23, 2010

Daily Report

0 comments
Hari ini cukup menyenangkan. Memulai hari dengan aktivitas biasa, menjelang siang suamiku sms bertanya apa aku mau ikut pergi bersama dia ke WTC untuk mencari baterai HP. Aku mengiyakan ajakannya. Di jalan dia menawarkan untuk makan siang dulu. Ini hal yang jarang dilakukannya, mengingat biasanya dia cukup cuek, dia biasanya jarang mengajak aku duluan.
Pokoknya hal itu membuatku senang. Alhamdulillah...

Malam ini dia pergi lagi untuk mengurus usaha sampingan kami. Sedangkan adik dan bapakku ke supermarket.


Past is Come

0 comments
Sebenarnya kemarin adalah hari yang cukup menyenangkan dan lancar, kalau saja tidak ada seseorang dari masa lalu yang datang ke kantor. Perasaanku langsung nggak enak, antara marah tapi juga malas berurusan lagi dengannya. Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku, mau apa dia ke sini, karena aku tahu orang2 sana nggak percaya dengan jasa konsultan kami. Mereka bukan tipe orang yang bisa menerima masukan obyektif dari orang luar.
Jadi aku meragukan alasannya meminta bantuan konsultan. Dan lagi aku tau sifatnya, kalau dia menginginkan sesuatu, dia akan mengejarnya.

Pikiran2 burukku terus berdatangan. Aku sampai benar2 stres. Untungnya malamnya aku mengadakan pengajian di rumahku, mengundang anak2 panti asuhan langganan keluargaku. Malamnya aku juga cerita suamiku mengenai kedatangan dia ke kantorku, tapi suamiku nggak berkomentar apa2. Aku tahu sifat suamiku, dia memang nggak suka banyak omong.

Semoga aku bisa mengatasi masalah dari masa lalu ini. Aku juga ingin sekali menghilangkan dendam yang terpendam ini. 
InsyaAllah aku bisa menjalani semuanya dengan cara yang halus, aku yakin karena semua sudah berubah sekarang. Sudah banyak yang aku lalui, dan sekarang aku punya suamiku yang, insyaAllah akan terus menjagaku.. 

Friday, October 22, 2010

Daily Report

0 comments
Kemarin sepulang kerja (aku pulang lebih cepat), aku mandi dan menjemput suamiku di tempat usaha sampingan kami. Dia minta diantar ke salah satu hypermart untuk membeli lemari dan beberapa peralatan untuk usaha sampingan kami. Setelah hampir seminggu ini kami jarang bertemu, senang juga bisa keluar bareng sama dia.
Setelah belanja untuk keperluan pengajian nanti malam, kami langsung pulang. Jam 22.30 suamiku sudah pulang ke rumah. 

Thursday, October 21, 2010

Ikhlas

0 comments
Tadi malam suamiku pulang jam 4 dini hari, menyelesaikan pengembangan usaha sampingan kami. Otomatis, kemarin aku nggak bisa bercerita apapun kepada suamiku. Meski kecewa, tapi aku berusaha sabar dan tenang. Alhamdulillah, pagi ini berangkat ke kantor seperti biasa. Aku berniat untuk ikhlas atas semua yang sudah, sedang dan akan terjadi padaku. Nggak mudah memang.. Tapi sms suamiku kemarin siang "aku ikhlas menjalani semuanya sama kamu" yang membuat aku bertekad untuk jadi lebih kuat.

Hari ini aku ada pertemuan dengan RS klien. Aku menjalaninya juga tanpa perasaan apa2. Aku cuma berniat, apa yang bisa aku lakukan bermanfaat untuk orang lain, akan aku lakukan selagi aku masih mampu.
Sesampainya di sana, aku dan seorang rekan kerjaku menjalankan tugas. Selesai pertemuan, ada beberapa orang yang mengajakku berbicara mengenai akreditasi RS. Salah seorang di antaranya adalah bidan. Dia menanyakan apakah aku hamil. Aku jawab sudah nggak lagi. Jadi kami sedikit berbicara tentang kondisiku. Dan dia bilang bahwa aku nggak perlu khawatir mengenai kemungkinan aku untuk hamil. Bahkan dia juga mendukung untuk segera dilakukan operasi.

Ya Allah...aku senang sekali, rasanya legaaa sekali... Alhamdulillah, setelah beberapa hari ini banyak sekali berita negatif masuk ke telingaku, sekarang ada kalimat positif dari seorang yang punya background medis. Meskipun kami bicara hanya kurang dari 5 menit, tapi itu sangat melegakanku. Terimakasih ya Allah...

Wednesday, October 20, 2010

Rollercoaster Feelings

0 comments
Baru saja aku pulang kerja, aku memberikan hasil pemeriksaan USG ke bapakku (who's a doctor), aku juga sedikit menjelaskan bahwa ternyata kistaku ada di dua ovarium. 
Bapakku seperti biasa, tanpa ekspresi, cuma menyarankan aku makan sayur dan buah yang banyak karena mama dan salah satu budheku sudah terkena kanker. Bahwa meskipun di tubuhku sekarang ini bukan sesuatu yang ganas, tapi itu adalah sesuatu yang abnormal. Apalagi sampai 4 buah benda abnormal ada di tubuhku!

Setelah tadi siang berusaha menenangkan diri dan menata hati dan perasaanku lagi, ternyata malam ini bapakku bilang seperti itu. Aku tahu niat bapakku mungkin baik, beliau mungkin sangat khawatir dengan kondisiku. Tapi itu membuat aku down lagi. How can I be optimist?


Sampai2 aku berpikiran, apa yang Allah rencanakan untuk aku. Rasanya emosiku seperti rollercoaster dalam dua minggu ini.
Aku berdoa kepada Allah, semoga meski aku berusaha untuk kuat dan aku terlihat kuat, tapi aku memohon dengan sangat, tidak akan ada yang lebih buruk lagi daripada ini. 
Aku pasrah, aku capek....

Daily Report

0 comments
Sebelum berangkat kerja, aku mengambil hasil pemeriksaan USG kemarin. Setelah aku baca sebentar, tertulis "bilateral ovarian cysts, suspected of endometrioma". Aku kaget, karena bilateral berarti ada kista di kedua ovariumku. Meski yang satunya 'hanya' berdiameter 4 cm. Aku pikir dokter obsgyn-ku tidak memberitahuku tentang ini karena untuk menghindari aku semakin stres, toh ya beliau sudah memberitahu tentang kista di ovarium kiri dengan diameter 6 cm, yang harus dioperasi. Jadi meskipun ada lagi di sebelah kanan, mungkin nggak ada bedanya.

Tapi aku merasa kecewa sekali, kenapa hampir setiap hari dalam dua minggu ini, aku harus menghadapi kenyataan baru tentang tubuhku. Aku capek dan takut.
Jadi aku datang ke kantor dengan perasaan kalut.

Aku sempat bercerita sedikit dengan salah seorang temanku, kemudian bercerita banyak dengan temanku yang lain. Sebenarnya aku nggak berharap bisa bercerita dengan siapapun, karena aku memang merasa nggak punya teman dekat yang masih tinggal di surabaya. Dan aku sendiri terlalu pemilih untuk teman dekat, aku nggak mudah percaya sama orang lain.
Alhamdulillah, setelah bercerita dengan temanku ini, aku sudah merasa agak membaik. Karena pada dasarnya langkahku sudah benar, tapi aku cuma merasa butuh mengeluarkan segala perasaan yang selama ini aku kontrol sendiri, mengingat suamiku sangat sibuk minggu ini dengan tujuan untuk pembiayaan operasiku.

Ada beberapa hal yang bisa aku ambil sebagai pelajaran adalah:
  • Dia mengungkapkan bahwa dia salut dengan pengalaman hidupku sebelumnya, seperti bagaimana aku menyelesaikan tesis S2 bersamaan dengan meninggalnya mamaku dan persiapan pernikahanku; bagaimana aku bisa terlihat tegar di hadapan semua orang dan tetap menjalankan semua proses hidupku.
  • Dia juga menyarankan aku untuk belajar menikmati hidup, sesulit apapun itu.
Mungkin pada dasarnya aku hanya butuh "didengarkan" dan "direspon secara wanita", karena selama ini aku cenderung lebih dekat dan nyaman untuk bercerita dengan laki-laki (mengingat sifat wanita yang selalu menggunakan perasaannya).
Seperti kata temanku tadi, bercerita pada wanita, berarti kita membutuhkan pembenaran. Tapi kalau bercerita pada laki-laki, berarti kita membutuhkan solusi atau kenyataan.

Tuesday, October 19, 2010

Daily Report

0 comments
Hari ini aku datang ke kantor agak siang, karena aku merasa agak capek. Hari ini dimulai dengan kegiatan biasa di rumah, trus membuat janji pengajian untuk jumat malam minggu ini dan bikin janji untuk periksa ke radiolog (one of my mom's junior) di RS tempat suamiku bekerja. Sayangnya suamiku pulang lebih cepat karena dia agak nggak enak badan, since he's been overworking to do our internet cafe

Aku dan adikku dapat jadwal periksa jam 15.30. Tapi ternyata kami harus antri, dan kami dapat giliran diperiksa jam 16.30. 
Hasil pemeriksaanku sama seperti hasil pemeriksaan terakhir dokter obsgyn-ku sebelum kuret. Ada 1 kista endometriosis di ovarium kiri dan 2 myoma. Diameter kista 6 cm, which is quite large, because actually cyst with diameter under 5 cm doesn't need to be operated.

Selain itu, aku juga menemukan fakta bahwa bentuk rahimku terbalik, atau bahasa medisnya retrofleksi atau retroverted. Kondisi rahim seperti ini adalah normal, meskipun hanya 20% wanita di seluruh dunia yang mempunyainya. Tadi sore adikku sempat berkata "wah berarti kamu makhluk langka, mbak.."
Awalnya aku kaget, aku berpikir kelainan apa lagi yang aku punya.
Tapi setelah aku membaca beberapa referensi, aku pikir itu bukan masalah utamanya.


Tapi memang kondisi rahim yang seperti ini butuh posisi bersenggama khusus agar sperma bisa masuk ke rahim, yaitu doggy style. Seperti yang aku bilang tadi, ini bukan masalahku yang utama saat ini. Aku harus membersihkan tubuhku dari kista dan myoma.
Saat ini yang bisa aku lakukan adalah tetap menjaga tubuh dan pikiranku tetap sehat.


Referensi: http://www.mommeworld.com/post/view/58/posisi-rahim-terbalik/
                http://pondokibu.com/kehamilankelahiran/rahim-
                   http://www.womens-health.co.uk/retrover.asp

Daily Report

0 comments
Kemarin hari yang cukup sibuk untuk aku, sebenarnya menyenangkan, tapi ada sedikit "drama" di bagian akhirnya.
Dimulai kemarin pagi jam 9, aku ada meeting dengan klien bersama dua bosku. It was fun. It reminds me again about the feeling and the reason of being consultant, just by watching my big boss spoke.
Aku dan salah satu bosku kembali ke kantor agak siang, kemudian aku mengerjakan tugasku seperti biasa di kantor. Juga mencuri2 waktu untuk menulis tentang healthcare management di blog-ku yang lain
Semua berjalan lancar dan cukup menyenangkan, sampai salah seorang temanku mengeluh sakit.

Sunday, October 17, 2010

Daily Report

0 comments
Kemarin siang, aku melakukan hair spa dan gunting rambut di salon langgananku. Selepas itu, menurutku nggak ada sesuatu yang istimewa, selain aku bisa jadi orang yang lebih tenang atau sabar. Kemarin malam, bapak dan adik menghadiri acara resepsi salah satu anak teman bapak. Sedangkan suamiku lembur untuk menyelesaikan renovasi warnet kami (usaha sampingan kami), dia baru berangkat jam 19.30, bahkan dia baru pulang jam 02.30 dini hari. Biasanya aku akan ngambek, karena ditinggal di rumah sendiri. 
Pagi ini aku meminta untuk pergi bersama, at least untuk merayakan ultah bapak. Karena hari ini suamiku lembur lagi di warnet.

Herannya aku nggak merasa ngambek atau apapun, karena aku merasa suamiku berusaha keras untuk menyiapkan biaya operasiku. Kadang aku sedih juga mengingat hal ini, karena sebenarnya kami sudah menyiapkan tabungan untuk (calon) anak kami sejak kami menikah, meski waktu itu kami menunda punya anak. Tapi tabungan ini sepertinya akan langsung habis untuk biaya operasiku. Dulu aku berpikiran aku harus menyiapkan segala keperluan untuk (calon) anak kami, seandainya saja proses kelahirannya harus melalui C-section. Tapi ternyata, operasi yang aku lakukan bukan untuk mendapatkan seorang anak, tapi karena adanya penyakit.

Aku sendiri sejak awal bulan puasa, memulai suatu usaha bersama adikku, yaitu membuka online shop. Memang aku masih belajar untuk membuat suatu usaha sendiri, selain itu aku juga bertujuan untuk membiasakan adikku untuk mempunyai usaha sendiri.
Tapi sejak adanya kejadian ini, aku mulai lepas kontrol atas usahaku ini. 
Tapi sekarang aku sudah memulainya lagi. Bahkan salah satu supplierku sampai mengatakan seharusnya aku masih istirahat dulu karena baru saja kuret. Well it seems that I'm a tough girl :)

Saturday, October 16, 2010

My Father's Birthday

0 comments
Hari ini ulang tahun bapakku. Oleh karena itu, kemarin malam sepulang kerja, aku dan suamiku mencari kado di salah satu mall dekat kantorku. Karena ultah bapak ini tepat dua minggu setelah aku kuret, yang menyebabkan aku belum sempat kemana2 untuk membeli kado.
Rencana awal aku ingin mengadakan pengajian nanti malam, tapi ternyata bapak ada undangan nikahan. Sedangkan pengajian juga nggak bisa diadakan besok malam, karena suamiku harus ke dokter gigi.
Jadilah aku membelikan kado berupa barang. Aku ingat bapak ingin sepatu olah raga. Ternyata carinya susah juga, karena ukuran bapak yang kecil, sedangkan sepatu untuk laki2 minimal ukuran 40. Akhirnya kami mencari yang aman saja, yaitu kemeja.
Setelah mencari2 dengan ukuran yang pas, kami mendapatkan kemeja lengan panjang dari The Executive.
Setelah itu kami berdua makan malam karena sudah jam 20.30. Selesai makan, kami melanjutkan membeli gift box dan kartu ucapan. Gift box nggak ada yang aku suka, tapi ya sudahlah. Untungnya aku menemukan kartu ucapan dengan tulisan "Dear Daddy" di depannya. Alhamdulillah...
Akhirnya tadi malam kami baru pulang jam 21.30.
Pagi ini aku langsung memberikannya pada bapak. Bapak terlihat senang.

Dengan hadirnya hari ultah bapak, ini berarti juga hari terakhir pendaftaran untuk lowongan dosen. Dan aku tidak mendaftar. Karena sejak beberapa hari yang lalu, aku memutuskan untuk menunggu kesempatan berbicara dengan bosku, tapi ternyata itu tidak bisa dilakukan. Jadi aku menyimpulkan itu bukan jalan terbaikku saat ini.
Semalam waktu makan malam dengan suamiku, kami juga membahas hal itu. Suamiku selalu membesarkan hatiku, meski yang aku inginkan sebenarnya hanya membuat bapak bangga.
Namun kata suamiku, bukan hanya itu caranya. Dan seharusnya aku bangga karena aku akan terlihat lebih profesional di tempat kerjaku, karena aku akan menjadi satu2nya lulusan S2 yang full time di kantorku. 
Aku sempat merasa rendah hati karena merasa nggak ada orang yang bangga terhadap aku. Tapi lagi2 suamiku membesarkan hatiku, dia bilang dia bangga dengan aku *terharu...*

Friday, October 15, 2010

Daily Report

0 comments
Alhamdulillah 2 hari ini berjalan lancar dan tubuhku pun sudah terasa normal seminggu ini. Aku agak "menjauhkan" diri dari pembicaraan2 yang negatif. Semoga aku bisa terus seperti ini, bisa baik pada semua orang dengan tulus, bukan berpura2, tapi nggak terlalu "baik" sampai2 membicarakan hal2 yang negatif, misalnya gosip atau keluhan2 yang negatif.

Sejak aku mengalami masalah dengan kehamilanku, intensitasku menonton serial TV Charmed meningkat tajam. Aku bisa melupakan keadaanku sejenak dengan nonton film itu. Sampai2 seringkali aku cuek pada suamiku. Dia sering menggodaku waktu aku nonton film, tapi aku nyuekin dia dan lebih memilih film-nya. Padahal jarang2 suamiku mau menggodaku, biasanya dia tipe pendiam :)

Thursday, October 14, 2010

Daily Report

0 comments
Keadaan kemarin sangat bagus, alhamdulillah. Sangat jauh dari yang aku harapkan. Sebenarnya kemarin nggak ada kejadian apa2, kecuali ada hal yang tidak aku duga yang positif (yang terkait dengan postingku dua hari lalu).
Hal ini juga yang membuat aku sekarang jadi bimbang.

Tuesday, October 12, 2010

TELL ME SOMETHING Music Video

0 comments

Here's another fun video and great music!

Everybody tells me,
That it's so hard to make it, 
Yet so hard to break it,
And there's no way to fake it,
Everybody tells me that it's wrong what I'm feeling,
I shouldn't believe in,
The dreams that I'm dreaming,

I hear it everyday,
I hear it all the time,
I'm never gonna amount to much,
But they're never gonna change my mind.
Oh!

Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know,
Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know.

How many inches in a mile,
What it takes to make you smile
get ya not to treat me like a child, baby

Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know

Tell me, tell me something I don't know,
Tell me, tell me something I don't know

Everybody tells me I don't know what I'm doing,
This life I'm pursuing,
The odds are be loosing

Everybody tells me that it's one in a million,
More like one in a billion,
Or one in a zillion.

I hear it everyday,
I hear it all the time,
I'm never gonna mount to much,
But they're never gonna change my mind.
Oh!

Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know,
Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know.

How many inches in a mile,
What it takes to make you smile,
get ya not to treat me like a child, baby

Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know

[RAP]
So here's the track
Like Katrina make you work like machine
And make 'em say "i'm ready!

Are you ready for it?
Yeah I'm ready for it.
Really ready for it?
Yeah I'm ready for it.
Let's get ready for this

I'm on my way,
I know I'm gonna get there someday,
It doesn't help when you say,
It won't be easy.

Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know,
Tell me, tell me, tell me,
Something I don't know,
Something I don't know,
Something I don't know.

How many inches in a mile,
What it takes to make you smile,
Getcha not to treat me like a child, baby.

Tell me, tell me, tell me,
something I don't know,
something I don't know,
something I don't know,
Tell me, tell me, tell me,
something I don't know,
something I don't know,
something I don't know,
Tell me, tell me, tell me,
something I don't know,
something I don't know,
something I don't know.

How many inches in a mile,
What it takes to make you smile,
Getcha not to treat me like a child, baby.

Tell me, tell me, tell me,
something I don't know,
something I don't know,
something I don't know!

Daily Report

0 comments
Secara keseluruhan hari ini lumayan baik buat aku. Dimulai bangun pagi, langsung sarapan, bersih2 kamar dan cuci bajuku dan suami (by hand!), trus melanjutkan urusan ke kampus, ke bank, ke salah satu RS klien dan cuci mobil. Sesampainya di kantor jam 12.30, sholat dhuhur, kemudian diajak makan siang di luar dengan teman2 kantor (ada yang ultah). Balik ke kantor jam 15.00.
Dan aku bisa bertahan tanpa keluhan apapun di tubuhku sampai jam kantor selesai, jam 19.00.
 
Hanya ada beberapa omongan orang2 yang kurang menyenangkan. Entah mereka sengaja atau tidak. Semoga Allah mengampuni mereka.
Waktu aku menceritakan ke suamiku, dia cuma berkomentar, "wah dia ini kayak anak kecil aja ya...ngomong nggak pake dipikir"
Waaw...komentar yang jauh dari dugaanku, karena biasanya suamiku cuma bilang, "ya nggak usah didengerin atau nggak usah dipikirin, itu kan pikirannya orang lain".

Sepertinya aku harus mulai bisa menghadapi "dunia luar" dimana banyak orang bermuka manis di depan, tapi berkebalikan di belakang. Atau orang baik dengan tujuan tertentu. Atau banyak juga orang yang terlihat baik, padahal nggak baik.
Semoga aku bisa menjadi peka terhadap lingkungan, tapi juga nggak terlalu sensitif...

Semangat ya Sayang

0 comments

Itulah satu kalimat dari suamiku hari ini yang bikin aku terharu.
Aku dan suamiku bukan tipe pasangan yang setiap saat selalu memantau atau menghubungi pasangannya. Di awal jadian, aku juga agak keberatan dengan sifatnya ini, karena aku merasa dia cuek. Lucu juga kalau mengingat kami sangat sering bertengkar gara2 masalah ini. Aku merasa dia terlalu cuek, sedangkan dia merasa aku terlalu sensitif.
Kemarin malam aku juga berterimakasih karena dia sudah bersabar menemani aku selama sakit. Eehh...dia bilang sebenarnya dia juga nggak sabar, tapi karena nggak tega sama aku. Hehe...dia memang bukan tipe orang yang romantis :)
Setelah kami menikah 1 tahun ini dan juga masa pacaran 5,5 tahun, dia jauh lebih "berperasaan" sekarang.

Kalimat itu juga mungkin karena beberapa minggu terakhir ini aku merasa begitu banyak cobaan yang diberikan kepadaku. Termasuk juga beban pikiran (dan perasaan, secara aku perempuan).
Dan semua cobaan itu belum menunjukkan jalan terang, dalam artian mungkin belum waktunya aku untuk mendapatkan hal yang indah saat ini.

Dan dia bilang, semangat ya, sayang...

Monday, October 11, 2010

Lots of Thoughts causing Heavy Headache

0 comments

Hari ini pertama kali aku meniatkan diri untuk masuk kerja full day setelah kuret. Tapi sayang ternyata tubuh ini masih belum kuat. 
Jam 10an bapakku sms, menginformasikan ada lowongan dosen di almamaterku. Memang bapakku nggak bilang apa2, atau menyuruh aku mendaftar. Tapi aku merasa, mungkin bapakku pingin aku daftar.

Rasanya aku sedih sekali karena aku pingin bisa membuat bapak bangga sekali aja...tapi aku tahu kesempatanku kali ini sangat kecil, karena departemen yang aku tuju sudah mempunyai calon sendiri (who is my mentor at work). 
Ternyata perasaanku seperti itu sangat mempengaruhi aku.
Selain itu, ada saran dari temanku yang menyarankan untuk menggunakan pengobatan alternatif dan bahwa operasi akan mempunyai dampak buruk. Tentu saja itu juga membuat beban pikiran tersendiri buat aku.
Entah dari awal aku memang belum sehat banget, akhirnya aku mulai pusing sekitar jam 12. Setelah makan siang pun, pusingku nggak mereda. Setelah sholat ashar, aku mencoba tiduran di musholla, juga nggak membawa hasil. Akhirnya aku ijin pulang lebih cepat, jam 16.30 aku sudah sampai rumah.
Di perjalanan pulang, aku sempat meneteskan air mata lagi, karena aku sangat berharap nggak membuat bapakku kecewa lagi, karena aku merasa bapakku agak sedih juga setelah aku keguguran kemarin dan juga ada kista yang harus diangkat. Aku sendiri nggak terlalu terobsesi untuk mendaftar sebagai dosen, karena aku merasa kondisiku saat ini belum memungkinkan, baik kondisi eksternal maupun internal (baca: kesehatanku).

Alhamdulillah sampai di rumah, aku langsung ketemu bapakku. Aku langsung berbicara seolah tanpa beban, menjelaskan bahwa lowongannya hanya ada satu di fakultasku dan kemungkinan besar sudah ada calon kuatnya. Bapakku juga langsung menjawab "ooh..berarti memang udah di-plot untuk calonnya itu ya?" 
Aku sedikit menjelaskan. Setelah agak lega bicara dengan bapakku, aku pikir pusingku bisa hilang. Ternyata nggak hilang juga.
Setelah sholat Isya dan malamnya diajak makan di luar berdua sama suamiku, aku bicara banyak dengan suamiku. Tapi pusingnya tetap ada. Dia juga dengan sabar (meski kadang konyol) menasehati aku. Suamiku bilang bahwa pikiranku terlalu rumit, hal kecil bisa dipikirkan terlalu dalam. Aku sih bilang, memang minggu2 ini aku lebih banyak menggunakan perasaan alias lebih sensitif. Suamiku bilang bahwa bapak pasti juga sedih waktu aku keguguran, tapi bapak pasti juga nggak sampai stres seperti aku. Begitu juga dengan lowongan dosen itu, bapak pasti juga nggak akan kecewa yang sampai berlebihan. Karena menurut suamiku, bapakku bukan tipe seperti aku. Ya iya lah...mereka kan laki2...lebih pakai logika daripada perasaan :p

Aku sendiri merasa mungkin belum waktuku untuk mendaftar sebagai dosen. Hey...I'm still 26, right? Calon kuat alias mentorku ini sudah berusia 33 tahun dan ada kakak kelasku yang juga menjadi dosen di umurnya yang ke 29.

Alhamdulillah lagi, suamiku selalu mendukung aku. Dia tahu posisiku dan juga kondisiku. Aku sangat bersyukur dia tipe orang yang nggak mudah panik dan stres seperti aku, selalu bisa melihat sisi positifnya, beda juga sama aku :)
Setelah malam, aku minta diukur tekanan darahku oleh bapak, sambil ngobrol2. Ternyata aku pusing karena hipotensi alias tekanan darah rendah. 

Setelah minum kopi dan bicara banyak dengan bapakku, perasaanku sudah mulai lega.
Alhamdulillah...

Sunday, October 10, 2010

First Appearance in The Mall after the Curretage

0 comments
Seperti yang sudah aku niatkan kemarin malam, ada sedikit "cahaya" yang membuat aku mau mencoba keluar ke keramaian. Meski aku sebenarnya cuma pingin nyoba berada di keramaian, tapi sendirian atau dalam artian, nggak banyak yang harus aku ajak ngobrol.
As I imagined last night, I just want to eat fro-yo and spend some time sitting at some cafe.
Meski sempet ngambek karena suami ada urusan kerjaan sebentar, jadi berangkatnya kesiangan.
Tapi aku benar2 bersyukur bahwa suamiku memaklumi aku. Aku lebih banyak diam, jelas bukan aku yang biasanya. Dia berusaha mengajak aku bercanda, meski nggak terlalu ngoyo. That's what I like from him, sometimes he just seem too cool to express his feelings :)

Setelah beberapa saat, aku mulai bisa menikmati, meski kakiku capek sekali dan agak pusing berada di tempat yang ramai. Mungkin karena sudah 1 minggu lebih ini aku benar2 bedrest, semua makanan diambilkan ke kamarku. Rabu mulai masuk kerja juga cuma duduk aja di kantor. Dan seperti sudah kuduga, sepulang dari mall, aku mengeluarkan darah, meski sedikit dan encer. Sepertinya bagian bawah tubuhku memang belum bisa diajak bermain fisik.
Malam ini badanku terasa hangat, kakiku juga capek sekali.

Selain itu, aku agak sedikit memikirkan mengenai pekerjaanku. I love my job. Tapi sepertinya aku belum bisa tugas keluar kota, mengingat dalam beberapa minggu ke depan, aku akan operasi. Setelah itu tentu aku harus recovery dulu. Kemudian setelah itu ada beberapa program terapi paska operasi dan program hamil. Dan tentu program2 itu belum bisa ditentukan durasinya, prosesnya atau bagaimana tubuhku akan menerimanya. Semua serba belum pasti, yang jelas tubuhku kemungkinan tidak akan seperti sebelumnya, yang kemana2 aku nggak perlu khawatir.
Saat ini aku belum tahu kemampuan kekuatan tubuhku sampai seberapa. Apalagi beberapa bulan ke depan.

Semoga aku, suamiku dan keluargaku bisa melalui semua cobaan ini dengan baik.

Saturday, October 9, 2010

Eminem - Love The Way You Lie ft. Rihanna

0 comments
 
 Eminem - Love The Way You Lie ft. Rihanna

It's been a very tough week for me, and I didn't say that it's gonna disappear easily, or I'm gonna be fine instantly. I realize that.
But hearing this song and all of these kind of songs makes me feel a little alive, off from being dead-walking-girl.
It's been a while since I haven't heard this kind of song. 
Maybe it's not bad that I start listening this kind of music unless I don't change to be a better person after everything that happened to me.


I hope it will bring my strong-and-bit-rebel side back and still my more-grown-up-and-wise inside of me...

A Week After

0 comments
Hari ini satu minggu yang lalu, aku menjalani kuret di RS. One of my most horrible day in my life. Bukan hanya prosesnya, tapi lebih pada apa yang aku rasakan dan aku pikirkan malam sebelumnya.

Aku merasa it was the end of my life. Well, mungkin terdengar over-dramatic, tapi heii..apa yang seharusnya aku rasakan saat aku mendengar bahwa janinku tidak tumbuh, kami harus menggugurkannya dan juga ada kista di rahimku yang berisiko membuat aku sulit untuk hamil, at least aku harus menjalani operasi pengangkatan kista dan diprogram untuk hamil? All in one night?
It was too much for me, then and now, I think.

Meskipun beberapa hari sesudahnya aku fokus untuk menyembuhkan tubuhku dulu, tapi pikiranku masih tetap menjalankan tugasnya, thinking all my worries.
Semua terjadi pada tanggal yang aku anggap istimewa. Tanggal 2 Oktober, hari aku kuret, adalah tanggal pernikahan mama dan bapak, juga tanggal pengajianku sebelum menikah. Tanggal 4 Oktober kemarin adalah ulang tahun pernikahanku yang pertama. Apa yang bisa aku harapkan lagi di ulang tahun pernikahanku yang pertama, saat tubuhku masih menyesuaikan diri paska kuret?
It supposed to be special.

Akhirnya hari ini, setelah melewati banyak proses menangis, bersedih, menyesali, khawatir, bingung menyalahkan siapa, khawatir akan masa depan, beberapa hari ini aku merasa aku tidak mau stres memikirkan hal itu, tapi juga tidak mau berharap berlebihan.
Aku nggak tahu lagi apa yang harus aku pikirkan. Aku menghindari semua kegiatan di hidupku, seperti kerja, menjalankan bisnis online-ku, keep in touch in social networking, etc.

Aku merasa kehilangan semangat hidup, bukan berarti aku menyesali aku hidup atau semacamnya. Aku cuma tidak punya semangat untuk aku terlihat lebih "hidup".

Friday, October 8, 2010

Post Curretage Day 6

0 comments
Kondisi tubuhku semakin membaik, alhamdulillah. Sudah dua hari ini nggak ada nyeri dan nggak keluar darah lagi. Hari ini di kantor juga sudah nggak terlalu lemas. 
Tapi kondisi tubuhku semakin membaik nggak selalu sebanding dengan kondisi perasaanku. Yang paling terasa hari ini adalah tingkat sensitivitasku sedikit meningkat.
Baru saja aku melihat foto2 traktiran salah seorang teman kerjaku. Acaranya sekitar 2-3 minggu yang lalu, tapi baru saja di-upload di facebook.
Apa yang aku pikirkan? Aku berpikir, aku di foto itu masih dalam keadaan hamil. 
Lalu, yang terasa, hanya sedih..

Thursday, October 7, 2010

Live the Life

0 comments
Setelah beberapa hari ini aku berfokus pada kesehatanku, perasaanku dan keluargaku, serta lebih banyak berada di rumah, satu hari kemarin aku merasakan keseimbangan hati dan pikiranku. Aku nggak banyak memikirkan masalah "dunia luar", seperti misalnya apa yang jadi trending topics di antara teman2ku, bagaimana teman yang satu menyikapi masalah pacarnya, bagaimana sikap teman yang lainnya dalam menghadapi pekerjaan, dll.

Nggak bisa dipungkiri, yang namanya manusia tentu saja ada keluhan, curhat, bahkan sampai gosip. Banyak hal yang terjadi, meskipun di antara teman2 sendiri, adalah energi negatif.
Dan hari ini aku mulai merasakannya lagi. Well, sebenarnya mulai kemarin, sejak aku mulai masuk kerja lagi.
Hal ini membuat aku berpikir tentang mama yang, tanpa kami sadari, sangat "protektif" terhadap anak2nya.

Namun demikian, aku juga nggak yakin, staying at home akan membuat seseorang menjadi umatNya yang optimal dalam beribadah. Karena menurutku, beribadah itu bukan hanya menjalankan perintahNya saja atau menjalankan Rukun Islam. Namun juga bagaimana seseorang bermanfaat sebanyak2nya untuk orang lain dan lingkungannya, dalam bidang apapun. Staying at home menurutku juga tidak menjamin seseorang menjalani proses pendewasaan yang sempurna. Meskipun tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Menurutku menjalani kehidupan ini dengan baik bukan berarti kita harus mendekam di rumah, mencari tempat yang "aman", menghindari "dunia luar" yang kita belum tahu baik buruknya. Namun lebih kepada, bagaimana kita menjalani proses kehidupan ini sesuai dengan tuntunanNya.
Itu juga masih pendapatku saat ini, karena aku juga masih berproses :)

Wednesday, October 6, 2010

Post Curretage Day 4

0 comments
Hari ini pertama kali aku masuk kerja lagi paska kuret. Semalam aku sudah mulai menata pikiran dan hatiku. Aku meniatkannya untuk latihan dulu, sekuatku. Aku nggak akan memaksakan diri, tapi juga nggak mau memanjakan diri.
Dimulai sepulang dari kontrol dokter, sebelum tidur. Suamiku terlihat sangat capek, meski nggak diucapkan. Aku meyakinkan suamiku untuk tidur duluan dan bahwa aku baik2 saja.
Aku mengucapkan dengan pelan kepada Allah dalam posisi tiduran dan tanganku di atas perutku. Aku mencoba untuk rileks dan merasakan apapun yang terasa di tubuhku.
Aku menerima semua rasa sakit dan semua rasa yang ada di tubuhku. Aku nggak akan menolaknya lagi. Aku menerima kenyataan yang sudah terjadi. Aku percaya bahwa semua yang terjadi atas kuasa Allah. Aku percaya bahwa Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Aku percaya bahwa Allah hanya menunda pemberian anugerah anak dalam beberapa bulan, sampai aku dan suamiku dianggap siap. Aku percaya bahwa dr. Hari hanyalah merupakan sarana dari pertolongan Allah.

Aku rela merasakan semua sakit yang sekarang aku rasakan demi untuk menebus semua dosa dan perbuatan burukku di masa lalu. Aku sudah menyesali semua perbuatan burukku dan sudah membuktikan bahwa aku tidak pernah mengulanginya lagi. Semoga aku dan suamiku mendapatkan bimbingan  dari Allah dalam menjalani semua ini.
Alhamdulillah setelah mengucapkan semua itu dengan sungguh2 dan perasaan pasrah kepada Allah, aku sudah mulai bisa mengendalikan rasa sakitku. Bukan berarti rasa sakitnya langsung hilang, aku cuma berusaha mengalahkan rasa sakitku dengan ridho Allah.

Tuesday, October 5, 2010

Post Curretage Day 3

0 comments
Semalam aku merasakan kesakitan yang sangat. Sekitar jam 3.30 dini hari. Saat itu aku masih dalam kondisi tidur dan mata terpejam, tapi karena sakit, aku mulai meringis2. Sepertinya suamiku memperhatikan aku. Dia mulai pegang2 tanganku dan perutku.
Tapi karena semakin lama, semakin sakit, aku mulai mengeluarkan air mata. Antara sakit dan takut kalau ini nggak normal.

Akhirnya aku minum ponstan, dan suamiku mengambilkan roti. Karena aku punya sakit maag, lambungku nggak tahan dengan obat analgesik.
Ternyata ponstan ini bikin kembungku semakin parah. Dan lagi untuk kentut, aku merasa sakit sekali. Tidak bisa dipaksa untuk dikeluarkan, tapi kalau nggak dikeluarkan, bikin sakit juga di dalam.
Perasaan bahwa aku orang sakit, orang yang nggak normal itulah musuh terbesarku. Aku takut aku dikasihani orang lain, dipandang sebelah mata, dll.

Di saat2 sakit seperti itu, dimana aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi rasa sakitnya tanpa menimbulkan rasa sakit lagi di lain tempat, pikiranku juga melayang ke mama. Saat sakit terakhirnya mama, pasti mama juga merasa nggak tahan dengan rasa sakit itu, apalagi dengan vonis sebelumnya bahwa penyakitnya nggak bisa disembuhkan. Sedangkan aku, rasa sakit paska kuret ini semestinya temporer. Meski setiap orang berbeda2, ada yang 1 minggu, ada yang 10 hari, dll. 

Semoga dengan rasa sakit yang aku (dan mama) rasakan, dapat menghapus dosa2 yang ada. Semoga rasa sakit ini sebagai kompensasi pengampunan dari Allah.

Monday, October 4, 2010

1st Anniversary

0 comments
ps. 4 October 2010

Hari ini setahun yang lalu, aku dan suami melakukan suatu ikatan dengan ridho Allah dan untuk mengharap ridho Allah. Sejak hari itu kami secara sah di mata Allah, mulai melakukan perjalanan baru hidup kami secara berdampingan.

Sebelumnya kami telah melakukan suatu proses pengenalan yang cukup lama yaitu selama 5 tahun 5 bulan. Selama masa pengenalan itu kami mengenal hal yang baik maupun yang buruk. Cukup banyak pengalaman kami, meski menurutku sekarang, masa pengenalan yang cukup lama itu sebenarnya sangat menghabiskan energi dan sumber daya dan sepertinya kurang bermanfaat dibandingkan dengan masa pernikahan. 

Apapun itu, aku nggak akan menyesalinya. Perjalanan panjang kami sebelum menikah merupakan suatu pengalaman yang harus diambil manfaatnya.
Bukan berarti selama satu tahun pernikahan kami ini semua berjalan lancar tanpa masalah. Kami masih cukup sering bertengkar (meski tidak bisa dibandingkan dengan pertengkaran masa pengenalan dulu). 
Tapi mungkin di mata Allah, kami masih kurang bisa menjadi pribadi yang baik, kurang bisa menjadi suami dan istri yang baik.

Selesai bulan Ramadhan kemarin, kami sempat dianugerahi calon anak. Namun dua hari yang lalu, anugerah itu diambil dari kami. Jelas bukan gambaran peringatan ulang tahun pernikahan yang aku harapkan. Sangat jauh dari yang aku bayangkan. Kehilangan seseorang yang sempat akan dianugerahkan kepada kami. Bahkan sekarang aku menerima cobaan lain yang harus aku hadapi setelah ini.

Tadi malam aku sempat berbicara dengan suamiku tentang perasaan ini. Tepat jam 12 malam, dia mengucapkan happy anniversary dan berjanji kita akan menjadi orang yang lebih baik lagi dan dapat menjalani cobaan ini dengan sebaik-baiknya. 
Saat ini aku nggak bisa bercerita kepada siapapun tentang perasaanku, selain aku menuliskannya di sini. Karena aku juga nggak mau membuat orang lain khawatir, terutama bapakku. Selain itu aku juga nggak mau terlihat seperti mengeluh, meskipun sama suamiku sendiri. Aku yakin dia juga sangat memikirkan cobaan ini, meski dia memendamnya sendiri, tipikal suamiku.

Apapun itu, ijinkan aku mengucapkannya di sini, meski aku nggak tahu apakah suamiku akan membacanya.

Happy 1st anniversary, my dear hubby. I hope we can pass the obstacle that Allah gives, especially this one, right on our 1st anniversary. And I hope Allah gives a better way out of it. Hope Allah will guide us and our marriage and our entire family through our life.
Love you always....

Sunday, October 3, 2010

Endometrioma

0 comments
Aku baru aja menemukan (dan menyadari) bahwa endometriosis dan endometrioma itu beda! 
Stupid andin!!!
Ternyata hasil USG ku yang pertama sudah tertulis endometrioma. Aku pikir itu nama lain dari endometriosis. Bodohhhh!!
Yang sudah aku ketahui lama, endometriosis adalah timbulnya jaringan endometrium di luar uterus, yang penyebabnya belum diketahui pasti. Jadi letak endometriosis ini bisa bermacam2, bahkan sampai di organ tubuh lain, misalnya paru2 atau mata. Tapi...kalau endometrioma, itu adalah endometriosis yang letaknya di ovarium!
Ya Allah......ini artinyaa.........

Reference: endometriosis

Post Curretage Day 1

0 comments
What do I suppose to feel? How do I suppose to act? 
Semua orang berkata, sabar, ini adalah jalan terbaik, ada rencana Tuhan yang lebih baik nantinya, everything happens for a reason...
Aku tahu!!
Aku nggak mau bersikap sedih, meratapi nasib, menyalahkan siapapun atau menyalahkan keadaan, mencari apa yang salah, kenapa ini terjadi. Aku tahu, semua ini ada hikmahnya. Aku tahu!
Tapi aku juga nggak mau bersikap seakan2 kuat, seakan2 semuanya baik2 saja, bahwa aku baik2 saja, bahwa aku adalah orang yang sabar dan ikhlas menjalani ini semua, bahwa aku salah seorang umat yang percaya akan kehendakNya. Aku tahu itu semua! Tapi aku nggak mau sok seperti itu, karena aku cuma seorang manusia biasa.
Aku memang nggak sedih sangat, sampai2 meratapi nasib. Tapi bukan berarti aku nggak sedih kehilangan calon janinku yang 4 minggu terakhir sudah aku ajak ngobrol, aku ajak dia mengenal kehidupan calon ibunya, bagaimana aku mulai sadar bahwa aku memasuki tahap selanjutnya, bahwa aku akan memiliki seseorang untuk aku rawat dan aku bimbing, sadar bahwa aku akan memiliki sebuah tanggungjawab baru yang besar.
Setiap kali aku mengungkapkan perasaanku atau kekhawatiranku ke suamiku, aku takut dia akan merasa aku seperti mengeluh. Tapi kalau aku bersikap biasa, itu bohong kalau aku mengaku nggak ada perasaan yang berubah.

Sampai saat ini pikiran dan hatiku masih ingin aku kosongkan. Aku bahkan nggak punya keinginan untuk rencana karirku ke depan, nggak usah terlalu jauh, aku bahkan nggak ingin memikirkan apa yang harus aku lakukan atau putuskan dengan pekerjaanku, yang notabene long-hours dan banyak tugas luar.

Satu lagi yang membuat aku sedih adalah besok, tanggal 4 Oktober 2010 adalah first anniversary pernikahan kami. Apalagi yang aku harapkan?? Suamiku mungkin terlalu banyak yang dipikirkannya terkait rencana operasiku juga. Sementara aku, nggak ada lagi yang bisa aku lakukan.
 
Entahlah...

Saturday, October 2, 2010

Selamat Jalan, Dekcil 2..

0 comments
Sampai dua hari yang lalu semua terasa berjalan sempurna, dan aku berusaha untuk menjalani yang terbaik. Tapi mungkin Allah berkehendak lain. Jumat pagi tanggal 1 Oktober 2010, saat aku berganti pakaian untuk kerja, tiba2 aku merasa ada yang merembes dari bawah sana. Rasanya seperti mens. Aku periksa, dan memang benar, itu darah segar. Meskipun sedikit, aku mulai panik. Tapi aku berusaha tenang. Siapa tau itu memang gejala yang wajar pada kehamilan. Aku telpon suami dan menceritakannya. Kemudian aku telpon dokter obsgyn-ku. 
Kata dokterku, kalau darahnya sedikit, aku cukup istirahat dan malamnya diperiksa. Tapi kalau banyak, diperintah langsung ke RS. Mengingat aku hamil dengan kondisi adanya kista endometriosis, sepertinya wajar kalau aku berpikiran negatif.
Malamnya, aku diantar suami, bapak dan adik, periksa ke dokter. Setelah dilakukan USG luar dan USG transvaginal, diketahui bahwa janinku tidak berkembang, malah justru mengecil. Kaget dan sedih, pasti.
Setelah itu dijelaskan bahwa kista endometriosis mengeluarkan toksin, nah toksin ini yang menyebabkan janinku nggak bisa tumbuh. Selain itu ditemukan lagi 1 myoma baru. Jadi total ada 2 myoma dan 1 kista endometriosis, meski aku belum tahu dimana saja letaknya. Yang pasti letaknya akan mempengaruhi perkembanganku selanjutnya. Aku belum berani memikirkannya.
Saat itu juga dokter menyarankan untuk dikuret, aku langsung setuju, karena memang pendarahanku nggak berhenti, meski keluarnya sedikit2.
Jadi dipastikan besok paginya jam 7 aku harus kuret di RS Darmo.
Malam sebelumnya aku nangis2, stres dan bingung, tapi juga capek dengan semua perasaanku yang kacau balau itu. Akhirnya Sabtu tanggal 2 Oktober 2010 jam 6 pagi kami berangkat dari rumah. Aku sudah nggak punya perasaan dan pikiran apa2 lagi. Ini kehamilan pertamaku dan ada semua macam kondisi ini. Wish my mom were here..
Aku diterima di tempat penerimaan pasien operasi. Setelah menunggu sekitar 15 menit dan mengganti pakaian dengan pakaian operasi (alias telanjang bulat, hanya menggunakan selembar pakaian operasi), aku masuk ke kamar operasi. Rasanya dinggiiiinn sekali...selain itu aku mungkin juga takut (seumur hidup baru kali ini masuk kamar operasi, as a patient, of course), sampai2 waktu aku disuruh tiduran di meja gynec, badanku bergoyang gemetar. Benar2 gemetar, sampai2 terlihat dengan jelas, bahkan aku sendiri tidak bisa mengontrol tubuhku sendiri.
Aku berusaha menarik nafas panjang, tapi tetap saja badanku gemetar. Dengan posisi tiduran, kakiku mengangkang ke atas, kedua tangan direntangkan ke samping, rasanya powerless...
Setelah obat bius dimasukkan, aku mulai merasa agak tenang dan tanpa terasa sudah tertidur.
Mungkin sekitar 15 menit rasanya aku tertidur mati, kemudian aku merasakan tidur yang nyaman. Ternyata waktu aku dibangunkan oleh perawat, aku sudah berada di ruang pulih sadar (recovery room). Waktu sudah menunjukkan jam 8.45. Berarti aku tertidur sekitar 1 jam.
Tapi alhamdulillah aku merasa lega, sudah melewati satu tahap yang mengerikan. Entah tahap apa lagi yang ada di depanku.
Aku masih belum berani untuk berpikir ke depan.
Yang jelas, sampai di rumah, setelah makan dan memulihkan kekuatanku, suamiku bilang jaringan yang dikuret dibawa pulang. Tentu saja jaringan itu adalah Dekcil 2, meskipun dia belum berbentuk manusia apalagi bernyawa. Tapi tetap saja aku merasa dia adalah calon janinku dulu. Akhirnya kami menguburkannya di halaman depan rumah kami.
Selamat jalan, Dekcil 2...
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review