Daily Report

Kemarin siang, aku melakukan hair spa dan gunting rambut di salon langgananku. Selepas itu, menurutku nggak ada sesuatu yang istimewa, selain aku bisa jadi orang yang lebih tenang atau sabar. Kemarin malam, bapak dan adik menghadiri acara resepsi salah satu anak teman bapak. Sedangkan suamiku lembur untuk menyelesaikan renovasi warnet kami (usaha sampingan kami), dia baru berangkat jam 19.30, bahkan dia baru pulang jam 02.30 dini hari. Biasanya aku akan ngambek, karena ditinggal di rumah sendiri. 
Pagi ini aku meminta untuk pergi bersama, at least untuk merayakan ultah bapak. Karena hari ini suamiku lembur lagi di warnet.

Herannya aku nggak merasa ngambek atau apapun, karena aku merasa suamiku berusaha keras untuk menyiapkan biaya operasiku. Kadang aku sedih juga mengingat hal ini, karena sebenarnya kami sudah menyiapkan tabungan untuk (calon) anak kami sejak kami menikah, meski waktu itu kami menunda punya anak. Tapi tabungan ini sepertinya akan langsung habis untuk biaya operasiku. Dulu aku berpikiran aku harus menyiapkan segala keperluan untuk (calon) anak kami, seandainya saja proses kelahirannya harus melalui C-section. Tapi ternyata, operasi yang aku lakukan bukan untuk mendapatkan seorang anak, tapi karena adanya penyakit.

Aku sendiri sejak awal bulan puasa, memulai suatu usaha bersama adikku, yaitu membuka online shop. Memang aku masih belajar untuk membuat suatu usaha sendiri, selain itu aku juga bertujuan untuk membiasakan adikku untuk mempunyai usaha sendiri.
Tapi sejak adanya kejadian ini, aku mulai lepas kontrol atas usahaku ini. 
Tapi sekarang aku sudah memulainya lagi. Bahkan salah satu supplierku sampai mengatakan seharusnya aku masih istirahat dulu karena baru saja kuret. Well it seems that I'm a tough girl :)

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives