Wednesday, October 20, 2010

Daily Report

Sebelum berangkat kerja, aku mengambil hasil pemeriksaan USG kemarin. Setelah aku baca sebentar, tertulis "bilateral ovarian cysts, suspected of endometrioma". Aku kaget, karena bilateral berarti ada kista di kedua ovariumku. Meski yang satunya 'hanya' berdiameter 4 cm. Aku pikir dokter obsgyn-ku tidak memberitahuku tentang ini karena untuk menghindari aku semakin stres, toh ya beliau sudah memberitahu tentang kista di ovarium kiri dengan diameter 6 cm, yang harus dioperasi. Jadi meskipun ada lagi di sebelah kanan, mungkin nggak ada bedanya.

Tapi aku merasa kecewa sekali, kenapa hampir setiap hari dalam dua minggu ini, aku harus menghadapi kenyataan baru tentang tubuhku. Aku capek dan takut.
Jadi aku datang ke kantor dengan perasaan kalut.

Aku sempat bercerita sedikit dengan salah seorang temanku, kemudian bercerita banyak dengan temanku yang lain. Sebenarnya aku nggak berharap bisa bercerita dengan siapapun, karena aku memang merasa nggak punya teman dekat yang masih tinggal di surabaya. Dan aku sendiri terlalu pemilih untuk teman dekat, aku nggak mudah percaya sama orang lain.
Alhamdulillah, setelah bercerita dengan temanku ini, aku sudah merasa agak membaik. Karena pada dasarnya langkahku sudah benar, tapi aku cuma merasa butuh mengeluarkan segala perasaan yang selama ini aku kontrol sendiri, mengingat suamiku sangat sibuk minggu ini dengan tujuan untuk pembiayaan operasiku.

Ada beberapa hal yang bisa aku ambil sebagai pelajaran adalah:
  • Dia mengungkapkan bahwa dia salut dengan pengalaman hidupku sebelumnya, seperti bagaimana aku menyelesaikan tesis S2 bersamaan dengan meninggalnya mamaku dan persiapan pernikahanku; bagaimana aku bisa terlihat tegar di hadapan semua orang dan tetap menjalankan semua proses hidupku.
  • Dia juga menyarankan aku untuk belajar menikmati hidup, sesulit apapun itu.
Mungkin pada dasarnya aku hanya butuh "didengarkan" dan "direspon secara wanita", karena selama ini aku cenderung lebih dekat dan nyaman untuk bercerita dengan laki-laki (mengingat sifat wanita yang selalu menggunakan perasaannya).
Seperti kata temanku tadi, bercerita pada wanita, berarti kita membutuhkan pembenaran. Tapi kalau bercerita pada laki-laki, berarti kita membutuhkan solusi atau kenyataan.

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review