Saturday, October 30, 2010

Daily Report

Kemarin malam sebelum tidur, aku sempat berdiskusi dengan suamiku. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya aku ingin sekali menceritakan ke suamiku mengenai kekhawatiranku dan juga usaha yang aku lakukan terkait QI, tapi aku berusaha menahannya dan berusaha mengatur pikiranku. Lagipula aku juga berpikir kalau sedikit2 aku cerita kesulitanku ke suamiku, bukankah itu sama saja dengan mengeluh? Jadi aku berusaha bersabar juga dengan kekhawatiranku.

Yang aku diskusikan kemarin malam dengan suamiku adalah bagaimana aku menerapkan QI (karena dia sudah paham prinsip QI dan dia setuju dengan itu) dan semua kendala dan perasaan yang aku rasakan. Pada dasarnya aku menyadari bahwa sebenarnya suamiku juah lebih pintar dalam hal ini. Sejak sebelum menikah, seringkali dia mengingatkanku untuk ikhlas atas semua hal yang mengecewakan kita. Memang sejak kami pacaran, suamiku itu orang yang paling pintar mengenai bagaimana berpikir positif dan selalu ikhlas sejauh yang aku kenal. Sekarang setelah aku memahami mekanisme ikhlas dari buku Quantum Ikhlas, aku baru mengerti semua yang dia lakukan. 

Dia juga sangat paham sifat dan pikiranku. Aku takut untuk berharap terlalu tinggi, karena takut kalau harapan itu tidak terwujud, maka aku akan sangat kecewa atau sedih. Itulah yang berbeda dari suamiku. Dia bercerita bahwa dia sedari dulu selalu membayangkan apa yang menjadi cita2nya, misal mempunyai usaha sampingan sendiri, lengkap dengan deskripsinya. Dia bilang gambaran dari harapannya itu menjadi suatu penyemangat baginya. Jauh berbeda dariku. 

Setelah aku menceritakan usahaku mempraktekkan QI, meski hanya baru sekitar satu minggu ini, dia terus mendukung aku untuk melanjutkannya. Aku sangat bersyukur mendapatkan suami yang jauh lebih dewasa. 

Setelah aku menyadari betapa kelakuan, pikiran dan perasaanku dulu kebanyakan negatif, aku jadi bertanya pada suamiku, mengapa dia bisa bertahan denganku selama 5 tahun sebelum akhirnya menikah? Dia sendiri menjawab tidak tahu (tipikal suamiku yang nggak terlalu suka menganalisis sesuatu). Aku jadi merasa malu sendiri, mengetahui bahwa aku dari dulu mungkin tidak membawa manfaat banyak bagi orang di sekitarku. Waktu aku tanya apakah aku membawa pengaruh positif untuk dia, suamiku menjawab bahwa aku membuat dia terbiasa untuk menjadi bersih dan hidup teratur.

Alhamdulillah aku masih membawa pengaruh positif untuk suamiku. Semoga juga untuk semua orang di lingkunganku. Amin ya Robbal 'alamin..

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review