Ikhlas

Tadi malam suamiku pulang jam 4 dini hari, menyelesaikan pengembangan usaha sampingan kami. Otomatis, kemarin aku nggak bisa bercerita apapun kepada suamiku. Meski kecewa, tapi aku berusaha sabar dan tenang. Alhamdulillah, pagi ini berangkat ke kantor seperti biasa. Aku berniat untuk ikhlas atas semua yang sudah, sedang dan akan terjadi padaku. Nggak mudah memang.. Tapi sms suamiku kemarin siang "aku ikhlas menjalani semuanya sama kamu" yang membuat aku bertekad untuk jadi lebih kuat.

Hari ini aku ada pertemuan dengan RS klien. Aku menjalaninya juga tanpa perasaan apa2. Aku cuma berniat, apa yang bisa aku lakukan bermanfaat untuk orang lain, akan aku lakukan selagi aku masih mampu.
Sesampainya di sana, aku dan seorang rekan kerjaku menjalankan tugas. Selesai pertemuan, ada beberapa orang yang mengajakku berbicara mengenai akreditasi RS. Salah seorang di antaranya adalah bidan. Dia menanyakan apakah aku hamil. Aku jawab sudah nggak lagi. Jadi kami sedikit berbicara tentang kondisiku. Dan dia bilang bahwa aku nggak perlu khawatir mengenai kemungkinan aku untuk hamil. Bahkan dia juga mendukung untuk segera dilakukan operasi.

Ya Allah...aku senang sekali, rasanya legaaa sekali... Alhamdulillah, setelah beberapa hari ini banyak sekali berita negatif masuk ke telingaku, sekarang ada kalimat positif dari seorang yang punya background medis. Meskipun kami bicara hanya kurang dari 5 menit, tapi itu sangat melegakanku. Terimakasih ya Allah...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives