Ikhlas

Pada awal hari ini sebenarnya aku sempat merasa sial terus. Beberapa pekerjaan rumah harianku agak kacau, meskipun akhirnya selesai juga. Sudah beberapa hari ini aku mempelajari lagi mengenai Quantum Ikhlas dan mempraktekkannya. Dan aku juga sadar bahwa sebenarnya perasaanku nggak enak, meskipun aku berusaha menutupinya dengan berpikir positif. 

Lama kelamaan aku merasa aku harus jujur, bahwa sebenarnya aku masih kepikiran mengenai masa lalu yang datang ke kantor. Dan sampai tadi pagi aku masih belum menemukan solusi yang tepat yang terasa enak di hatiku (it's about Quantum Ikhlas)
Akhirnya dalam perjalanan ke kantor, aku mengakui kegalauanku kepada Allah dan aku pasrah dengan solusi yang diberikan Allah. Tiba2 saja aku berpikir, bagaimana jika sebenarnya masa lalu itu tiba2 saja datang saat ini dengan alasan Allah memberikan aku kesempatan untuk "memperbaiki" jalan cerita hidupku? Hingga akhirnya aku berniat untuk membantu rekan kerjaku menangani proyek yang dibawa oleh masa lalu itu, bila memang proyek itu jadi deal. Ternyata sesampainya di kantor, rekan kerjaku mengatakan proyeknya batal. Seketika itu juga aku lega...sepertinya Allah telah memberikan jalan yang terbaik untukku, hanya dengan menunggu aku memberi "jawaban" apa keputusanku. Alhamdulillah...

Satu lagi, waktu aku hamil aku sempat menjual produk Belly band maternity. Tapi sejak aku kuret, rasanya aku tersiksa melihat produk itu. Tapi karena sudah telanjur dipromosikan, ada beberapa orang yang mau order. Sempat aku "gantung" beberapa saat karena nggak mood. Tapi setelah aku belajar untuk ikhlas beberapa hari ini, sekarang malah lebih banyak lagi yang order. Ini merupakan suatu "penyelamatan" dari Allah, terutama untuk image online shop-ku, karena kalau aku tiba2 membatalkan penjualan produk itu, rasanya aku nggak profesional.
Alhamdulillah...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives