Tuesday, October 5, 2010

Post Curretage Day 3

Semalam aku merasakan kesakitan yang sangat. Sekitar jam 3.30 dini hari. Saat itu aku masih dalam kondisi tidur dan mata terpejam, tapi karena sakit, aku mulai meringis2. Sepertinya suamiku memperhatikan aku. Dia mulai pegang2 tanganku dan perutku.
Tapi karena semakin lama, semakin sakit, aku mulai mengeluarkan air mata. Antara sakit dan takut kalau ini nggak normal.

Akhirnya aku minum ponstan, dan suamiku mengambilkan roti. Karena aku punya sakit maag, lambungku nggak tahan dengan obat analgesik.
Ternyata ponstan ini bikin kembungku semakin parah. Dan lagi untuk kentut, aku merasa sakit sekali. Tidak bisa dipaksa untuk dikeluarkan, tapi kalau nggak dikeluarkan, bikin sakit juga di dalam.
Perasaan bahwa aku orang sakit, orang yang nggak normal itulah musuh terbesarku. Aku takut aku dikasihani orang lain, dipandang sebelah mata, dll.

Di saat2 sakit seperti itu, dimana aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi rasa sakitnya tanpa menimbulkan rasa sakit lagi di lain tempat, pikiranku juga melayang ke mama. Saat sakit terakhirnya mama, pasti mama juga merasa nggak tahan dengan rasa sakit itu, apalagi dengan vonis sebelumnya bahwa penyakitnya nggak bisa disembuhkan. Sedangkan aku, rasa sakit paska kuret ini semestinya temporer. Meski setiap orang berbeda2, ada yang 1 minggu, ada yang 10 hari, dll. 

Semoga dengan rasa sakit yang aku (dan mama) rasakan, dapat menghapus dosa2 yang ada. Semoga rasa sakit ini sebagai kompensasi pengampunan dari Allah.

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review