Live the Life

Setelah beberapa hari ini aku berfokus pada kesehatanku, perasaanku dan keluargaku, serta lebih banyak berada di rumah, satu hari kemarin aku merasakan keseimbangan hati dan pikiranku. Aku nggak banyak memikirkan masalah "dunia luar", seperti misalnya apa yang jadi trending topics di antara teman2ku, bagaimana teman yang satu menyikapi masalah pacarnya, bagaimana sikap teman yang lainnya dalam menghadapi pekerjaan, dll.

Nggak bisa dipungkiri, yang namanya manusia tentu saja ada keluhan, curhat, bahkan sampai gosip. Banyak hal yang terjadi, meskipun di antara teman2 sendiri, adalah energi negatif.
Dan hari ini aku mulai merasakannya lagi. Well, sebenarnya mulai kemarin, sejak aku mulai masuk kerja lagi.
Hal ini membuat aku berpikir tentang mama yang, tanpa kami sadari, sangat "protektif" terhadap anak2nya.

Namun demikian, aku juga nggak yakin, staying at home akan membuat seseorang menjadi umatNya yang optimal dalam beribadah. Karena menurutku, beribadah itu bukan hanya menjalankan perintahNya saja atau menjalankan Rukun Islam. Namun juga bagaimana seseorang bermanfaat sebanyak2nya untuk orang lain dan lingkungannya, dalam bidang apapun. Staying at home menurutku juga tidak menjamin seseorang menjalani proses pendewasaan yang sempurna. Meskipun tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Menurutku menjalani kehidupan ini dengan baik bukan berarti kita harus mendekam di rumah, mencari tempat yang "aman", menghindari "dunia luar" yang kita belum tahu baik buruknya. Namun lebih kepada, bagaimana kita menjalani proses kehidupan ini sesuai dengan tuntunanNya.
Itu juga masih pendapatku saat ini, karena aku juga masih berproses :)

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives