Daily Report

Hari ini berjalan menyenangkan. Pagi aku melakukan aktivitas seperti biasanya. Tapi hari ini nggak ada novel yang bisa aku baca lagi. Jadi aku menghabiskan waktu nonton film Shrek 3D dan beberapa film yang kurang bagus, sambil menghabiskan sisa pizza semalam sebanyak 3 slices. Mungkin gara2 pizza itu, siangnya aku jadi nggak ngerasa laper. Jadi aku makan siang sedikit sekali, terpaksa, takut sakit maag lagi karena harus minum obat. Akhirnya setelah berhasil menyelesaikan makan siangku, aku mulai tidur siang jam 14.30.

Tapi baru dapat satu jam kurang, aku terbangun karena suara petir yang sangat keras. Bahkan langitnya sangat gelap. Petirnya nggak berhenti2 meskipun sudah mulai hujan. Sampai sekitar jam 17, petirnya mulai mereda.

Sewaktu terbangun karena petir itu, rasanya sungguh nggak nyaman, karena aku sendiri memang nggak suka musim hujan dari dulu. Apalagi siang tadi, aku sendirian di kamar. Suami dan adikku belum pulang. Aku cuma bisa buka2 internet dari hape. Yang akhirnya menjadi aku menuliskan status 'terbuka' di facebook. Aku memang menghindari status yang bersifat personal di facebook, karena sebagian friendlist-ku adalah teman profesional alias orang2 yang sudah berumur dan dari berbagai macam profesi.

Tapi ternyata yang merespon statusku cukup banyak. Dan mereka cukup memberikan dukungan positif. Yang sangat membantu aku secara mental adalah ada 2 temanku yang share pengalaman mereka atau teman mereka yang mempunyai kasus mirip dengan aku.

Temanku yang pertama, namanya Heny. Dia tinggal di Italy mengikuti suaminya yang memang WN Italy. Ternyata dia juga mempunyai cerita tentang pengalamannya sakit di sana. Aku jadi merasa meski kasusnya berbeda (dia keguguran dengan penyebab yang berbeda), tapi kondisi di Italy yang tanpa saudara dan teman dekat, tentu membuatnya menjadi berat. Dia juga takut membuat khawatir keluarganya di Indonesia. Jadinya dia cuma nangis aja sama suaminya. Makanya suaminya sering mengajaknya jalan2 (seperti yang terlihat dari foto2nya di facebook).

Temanku yang kedua, adalah kakak kelasku. Dia kenal teman kerjanya yang juga mengalami kasus sama seperti aku. Keguguran, kemudian operasi. Singkat cerita, temannya sekarang sudah punya anak.

Satu pelajaran yang aku ambil hari ini adalah kalau aku membuka hati, pikiran dan mata, sebenarnya banyak teman kita yang peduli dengan kita. Nggak semua orang itu jahat, seperti hasil dari pengalaman traumaku.

Malamnya suamiku mempunyai waktu bebas, jadi aku mengajaknya untuk membeli kue untuk dikirim ke dr. Hari. Secara cepat, aku langsung menelpon adikku (karena dia belum pulang kuliah, langsung belikan novel untuk aku) dan memberitahu bapakku. Setelah memesan kue, kami sempatkan makan sup kaki kambing. Sampai di rumah lagi pas jam 21.00.

Alhamdulillahirrabbil'alamin...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives