Long Day

Sejak menuliskan post blog terakhirku kemarin malam, tiba2 hari terasa sangat panjang. Setelah menulis blog, aku turun ke bawah untuk makan dan berkumpul bersama keluargaku. Tanpa tanda2 sebelumnya, tiba2 bapakku terdiam. Aku cuma menanyakan kenapa dan masih bercanda. Ternyata bapak minta di antar ke IRD RS dr. Soetomo saat itu juga. Awalnya aku meminta suamiku saja yang mengantar, karena aku pikir cuma periksa saja. Tapi bapak minta aku ikut, yang otomatis adikku juga minta ikut. Di mobil bapak mulai menggunakan Oxycan, sisa punya mama dulu. Aku mulai menganggap serius. Aku kaget dan khawatir. Apakah benar bapakku sakit? Terlalu banyak yang aku rasakan saat itu, sehingga membuat aku nggak sempat untuk merasa stres atau sedih. Sesampainya di IRD, kami semua sangat sibuk. Bergantian menghubungi dokter spesialis jantung yang kami kenal, mengurus administrasi, mengurus pemeriksaan laboratorium dan foto thoraks.


Sampai akhirnya bapakku dikirim masuk ICCU (Intensive Cardiac Care Unit). Seumur hidup aku belum pernah mengurus orang tuaku tanpa ada 'pembimbing'. Ini pertama kalinya ada yang opname di RS setelah mamaku meninggal. Keesokan harinya adikku ujian, sehingga suamiku mengantarnya pulang jam 12 malam. Kemudian suamiku kembali menemani aku sampai pagi. Semalaman kami berdua tidur di mobil, karena memang ruang jenis ICU nggak memperbolehkan ada penunggu di dalam ruangan. Begitu pula area sekitar itu, termasuk area steril, sehingga nggak disediakan ruang tunggu. Yang membuat aku sebal adalah meski kami nggak disediakan ruang tunggu, tapi kami harus tetap stand by untuk mengurus keperluan pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat, dll. Jadi aneh rasanya, kami yang membawa sampel darah bapak untuk diserahkan ke laboratorium. Dan lagi, laboratorium tidak berada satu gedung dengan ICCU. 


Malam itu menurutku penuh perjuangan, karena bahkan untuk buang air kecil saja, kami harus berjalan ke gedung lain. Ditambah lagi kemarin adalah hari mens keduaku. 
Paginya, aku pulang untuk mandi, setelah itu aku kembali dan suamiku yang pulang. Kami terus melakukan berbagai kegiatan seperti mengurus askes, mengantar dan mengambil pemeriksaan laboratorium, yang ke semuanya berbeda gedung dan menurutku nggak sistematis. 

Waktu suamiku pulang, badan ini rasanya capek sekali, sedangkan bapak belum ada kejelasan diagnosis. Aku berusaha nggak mengeluarkan emosi. Tapi sempat juga aku emosi, waktu aku dan suamiku duduk di gedung GBPT, tempat ICCU berada, kami sempat diusir oleh satpam dengan nggak menyenangkan, seakan kami ini pengangguran yang hanya duduk2 di situ. Sebal sekali rasanya. Tapi aku nggak mengungkapkannya pada suamiku, karena aku tahu kami sama2 capek.


Sekitar jam 12 siang, dokter memutuskan untuk memindah bapak ke ruang rawat inap biasa, tapi kami harus mencari sendiri kamarnya (meskipun satu RS). Dan seperti bisa diduga, karena RS itu adalah RS terbesar di asia tenggara, sulit sekali mendapatkan kamar kosong. Akhirnya setelah menelepon sana sini, aku memutuskan untuk memindahkan bapak ke salah satu RS swasta yang menerima askes PNS dan juga tempat praktek dokter yang merawat bapakku. Akhirnya setelah mengurus proses administrasi, kami sampai di RS baru jam 15.00. Aku menyuruh adikku langsung menuju RS baru, setelah dia datang, aku dan suamiku pulang. Aku kembali lagi jam 19.45 sendirian. Rencananya malam ini suamiku yang tidur di sana, kemudian besok pagi aku yang menggantikan dia, sedangkan dia harus kerja dan adikku kuliah.


Alhamdulillah aku bisa melewati ini semua. Semoga bapak segera sembuh dan bisa pulang ke rumah besok. Amin ya Robbal 'alamin..

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives