Negative Mind

Tadi dalam perjalanan menuju ke bank, sebelum ke kantor, suamiku menelepon aku untuk mengabari bahwa dokter obsgyn-ku hari ini berangkat ke luar negeri dan baru kembali kamis minggu depan. Jujur aja, aku kecewa. Padahal kemarin beliau ikut dalam rapat, karena beliau salah satu direksi RS klienku. Sebenarnya aku juga sedikit menyadari bahwa dalam hatiku kemarin ada satu 'ketakutan' bahwa beliau akan pergi hari ini. Entah apakah itu yang dimaksud dalam buku QI "Allah selalu memberi apapun yang kita fokuskan (doa-pikiran-perasaan), baik yang sesuai dengan keinginan kita maupun nggak".


Di perjalanan menuju kantor, setelah dari bank, aku memikirkannya lagi hikmah dari kejadian ini. Mungkin Allah tahu bahwa aku beberapa hari ini kurang ikhlas lagi, semua pikiran dan perasaanku mulai tercemar oleh nafsu. Nafsu ingin segera mengetahui hasilnya, nafsu ingin segera mendapatkan apa yang aku inginkan. Memang aku akui 2-3 hari belakangan ini, aku ingin segera tahu hasil pemeriksaannya. Bukan hanya itu, aku mulai merasa terbebani dengan keingintahuanku terhadap hasil dan langkah selanjutnya. Aku jadi merasa aku harus bersedih2 dulu, sebelum mengetahui hasilnya.

Mungkin dengan kepergian dokter obsgyn-ku ini, Allah ingin aku memperbaiki niatku lagi, memperbaiki doa, pikiran dan perasaanku lagi. Karena Allah tahu, kalau aku masih tetap dengan kondisi seperti sekarang, hasilnya mungkin nggak akan sebaik kalau aku benar2 ikhlas.


Ya Allah, maafkan aku karena nggak bisa menjaga hati ini untuk tetap ikhlas..

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives