Rest Day

Hari ini aku mengijinkan diriku sendiri untuk beristirahat. Sejak subuh aku tahu aku mens, aku cuma membangunkan suamiku untuk sholat, dan aku mulai merasakan nyeri mens biasanya. Jadi aku nggak langsung tidur lagi, tapi membuat jus wortel dan apel (yang sudah seminggu ini rutin aku minum setiap hari) dan langsung ke toilet. Rasa sakitnya sama dengan mens biasanya (yang biasanya aku minumi obat, tapi kali ini aku berniat untuk nggak menggunakan obat kimiawi sebisa mungkin), tapi cuma terasa nggak nyaman.


Setelah kembali ke kamar tidur, aku mempraktekkan QI lagi, aku menutup mata dan merasakan rasa nyeri itu. Aku berkata dalam hati,
Ya Allah, aku menerima semua rasa sakit ini dan aku berniat nggak akan minum obat pereda nyeri seperti sebelumnya. Aku hanya meminta agar seluruh darah jahat dalam kista bisa keluar semua bersamaan dengan darah mens itu. Sesakit apapun aku akan terima agar aku sembuh dari kista2 itu. Aku pasrahkan semua kepadaMu, ya Allah...
Setelah itu aku berusaha tidur lagi. Namun kurang bisa karena nafas suamiku terdengar memburu. Bukan ngorok, tapi seperti nafasnya saat tidur kalau ada pikiran. Mungkin dia juga memikirkan aku? Karena setelah mens ini selesai, aku harus kontrol lagi ke dokter obsgyn, melihat bagaimana kondisiku dan kemudian diputuskan langkah selanjutnya.


Selama hampir dua minggu ini aku berdoa meminta agar seluruh kista dan myoma-ku hilang secara alami dan segera hamil lagi. Amin ya Robbal 'alamin..

Baru saja ada kejadian menarik. Bapakku datang ke kamarku dan menanyaiku kenapa aku nggak masuk kerja hari ini. Aku bilang aku istirahat, bersiap2 dengan rasa nyeri haid. Ehh..nggak disangka2 bapakku malah mengomeli aku, kenapa aku malah berharap2 sakit? Kok malah bersiap2 ngerasa sakit? Wah sungguh omongan yang di luar dugaanku, karena bapak biasanya orang yang banyak berpikiran "hati2", "jangan ini, itu" dan segala "kekhawatiran negatif" lainnya.

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives