The Result

Kemarin di kantor berjalan seperti biasa, aku sibuk mengerjakan tugasku-yang sudah kukerjakan 3 hari terakhir. Malamnya aku berencana ke dokter obsgyn-ku. Aku berusaha biasa aja meskipun jujur ada rasa deg2an sedikit mengetahui hasilnya.

Malamnya aku ijin pulang lebih dulu. Setelah sholat dan mandi di rumah, aku dan suamiku berangkat. Kami baru dipanggil masuk jam 21.15, karena memang pasiennya banyak sekali, mungkin antrian setelah 1 minggu dokternya ke luar negeri.

Di dalam, aku langsung disuruh periksa laboratorium. Itu artinya persiapan operasi. Tanpa ada pemeriksaan USG. Aku tanya ke dokternya, apakah mungkin kistanya hilang sendiri. Jawab dokternya, mungkin saja tapi kalau sudah menopause. Aku bertanya lagi, apa efeknya kalau nggak dilakukan operasi. Beliau menjawab, efeknya semakin lama akan semakin memperjelek kondisi. Nantinya akan selalu menyebabkan keguguran kalau aku hamil. Beliau sampai bilang, "kalau kamu anakku, sudah pasti aku paksa untuk operasi".
Akhirnya aku pasrah. 


Di mobil dalam perjalanan pulang, suamiku terus menghibur. Tapi itu malah membuat aku menangis. Rasanya kecewa, entah kecewa pada apa atau siapa. Aku tahu ini yang terbaik buat aku dan aku sudah separuh jalan untuk sembuh. Tapi tetap aja, aku cuma manusia biasa yang punya perasaan nggak enak.


Ya Allah, sabarkanlah dan kuatkanlah aku dan suamiku dalam menjalani ini semua. Amin ya Robbal'alamin..

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives