Sunday, November 21, 2010

Soul-less Sunday

Sampai hari ini belum ada perubahan yang berarti dari suamiku. Dia masih tetap aja lebih banyak diam.

Pagi ini kami diundang untuk ke rumah budhe Wiwik (kakak dari mama) untuk merayakan ulang tahun sepupu2ku dan adikku. Mereka semua ultah di bulan November.


Malam ini aku berusaha bicara lagi dengan suamiku. Meskipun sebenarnya aku malas, aku cuma ingin semua kembali normal. Akhirnya setelah aku desak terus, dia mulai bicara.


Dia nggak suka dengan sikapku hari jum'at kemarin, dimana aku panik untuk periksa lab, sehingga memaksa2 orang lain dan bikin stres juga. Aku juga mengakui kejelekanku itu. Aku memang sangat mudah panik yang kemudian akan berlanjut jadi stres. Itu nggak baik untuk kesehatanku juga sebenarnya. Dia memintaku untuk membiarkannya karena dia sendiri diam karena memikirkan aku terutama soal biaya operasinya. Aku sedih juga karena aku jadi merepotkan orang lain. Biaya operasi ini nggak sedikit, belasan juta rupiah. Biasanya aku nggak pernah memikirkan soal biaya apalagi untuk hal yang premier, seperti kesehatan ini. Biasanya semua sudah ditanggung mamaku. Sekarang karena jumlahnya yang sangat banyak bagi kami, aku juga harus mengeluarkan uang dari tabungan pribadiku. Biasanya tabungan pribadiku hanya digunakan untuk kebutuhan sekunderku sendiri, misalnya les bahasa, beli baju atau buku, dll.


Yang jelas sejak hari jum'at kondisi psikologisku jelek sekali. Aku ngerasa nggak yakin dengan semua yang aku lakukan lagi, sepertinya semua yang lakukan adalah sekadar kewajiban dan rutinitas aja. Nggak ada keyakinan sama sekali. Aku bahkan berpikir negatif, jangan2 Allah juga menganggap aku nggak mengalami perubahan yang baik setelah mendapat cobaan ini. Semua pikiranku serba jelek.


Astaghfirullahaladzim...

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review