Sunday, December 26, 2010

Happy Holidays

Beberapa hari belakangan ini sebenarnya berjalan cukup menyenangkan, terutama dengan suamiku. Karena dia semakin perhatian sejak kami baikan.

Namun ada sedikit kabar yang kurang menyenangkan dari kantor. Kamis lalu diumumkan bahwa aku juga termasuk yang dijadwalkan berangkat untuk proyek RS di Bintuni, Papua selama 1,5 bulan. Jadi jumat lalu pun kami masuk kantor meskipun setengah hari, salah satunya untuk membahas proyek tersebut.

Kemudian Jumat malam, suamiku pulang ke Jember, setelah 3 bulan dia nggak pulang kampung. Aku memang memutuskan nggak ikut karena aku merasa tubuhku masih belum stabil. Minggu lalu aja masih sulit pipis. Dan ternyata dugaanku benar, aku mengeluarkan darah, seperti mens. Benar-benar seperti mens. Padahal seharusnya setelah suntik Tapros aku nggak mengalami mens. Dr. Hari memang sempat memperingatkan bahwa sekitar 2 minggu setelah suntik, akan muncul light bleeding. Tapi ini sudah 3 minggu setelah suntik, dan bleeding-nya lebih menyerupai mens. Karena sampai hari ini aku juga masih bleeding. Aku jadi nggak yakin, jadi aku nggak sholat. Aku berencana kontrol lagi ke dr. Hari dalam 1-2 hari ini. Sekalian untuk mengkonsultasikan kemungkinan aku berangkat ke Bintuni. 


Hal ini agak membingungkan buat aku karena aku dijadwalkan berangkat bulan april-mei. Beberapa pemikiranku mengenai hal ini, bisa dibaca di sini. Sedangkan kondisiku masih belum pasti. Memang saat ini aku terlihat dan merasa sehat, karena aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi program terapi Tapros-ku ini masih harus dilihat dulu progress-nya. Sepengetahuanku, suntiknya bisa 1 kali (untuk 3 bulan) atau 2 kali (3 bulan berikutnya). Sedangkan aku belum diberitahu, apakah aku akan suntik 1x atau 2x. Setelah terapi ini selesai, barulah diprogram untuk hamil.

Aku juga sangat bersyukur suamiku sangat support terhadap aku, termasuk juga soal proyek itu. Dia memang merasa keberatan karena aku tinggal 1,5 bulan. Tapi dia nggak mau egois untuk melarang aku pergi hanya karena haknya sebagai suami. Malah aku yang sempat sebal karena aku ngerasa dia nggak kehilangan aku. Suamiku bilang, kalau aku mau menggunakan alasan suami yang melarang, aku dipersilakan bilang ke bosku demikian. Karena dia memikirkan akibat yang ditimbulkan dari alasanku itu. Mungkin di-cap nggak profesional, dan sebagainya.

Aku sebenarnya juga berat meninggalkan bapak dan adikku. Tapi bapakku juga nggak melarang, cuma sempat khawatir. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk aku. Amin..

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review