Tuesday, December 28, 2010

It's Just Flare Up

Kemarin malam aku kontrol ke dr. Hari. Seperti biasa, aku ditemani suamiku. Sudah ada beberapa pertanyaan yang aku siapkan untuk dr. Hari.

Yang pertama, mengenai bleeding yang aku alami 3 hari terakhir. Beliau menjelaskan itulah yang disebut flare up. Padahal aku menjelaskan bentuknya seperti mens. Beliau menjelaskan memang seperti mens. Saat aku ditanya sudah berapa hari dan apakah masih keluar banyak, aku jawab 3 hari dan masih keluar banyak. Beliau mengartikan bahwa hormonku masih tinggi, karena Tapros ini memang berfungsi untuk menekan hormon Gonadotrophin.
Tapi setelah ini, beliau memastikan aku nggak mens selama 3 bulan. Dan ternyata aku nggak perlu suntik Tapros lagi. 
Artinya setelah 3 bulan selesai terapi Tapros yang pertama ini, aku tinggal menunggu siklus mensku kembali lagi. Kemudian bisa dilanjutkan dengan program hamil. Meskipun nanti masih akan terus dipantau kondisiku. Tapi yang jelas, dr. Hari memastikan aku nggak perlu kontrol lagi sampai nanti aku mens, which means masih 4 bulan lagi, sekitar bulan Maret-April.

Yang kedua, aku menanyakan apakah aku diperbolehkan untuk tugas ke Bintuni. Beliau langsung antusias, menanyakan untuk apa aku ke sana. Aku jawab ada tugas untuk mendampingi pendirian RS di sana. Respon pertama beliau adalah "wah hebat! Kamu dipercaya untuk mendampingi RS di sana, itu suatu kepercayaan yang tinggi". Responnya di luar dugaanku. Beliau melanjutkan menjelaskan bahwa aku sangat bebas untuk pergi ke sana. Karena secara teori, bulan April-Mei aku masih belum hamil dan kondisiku juga sudah membaik. Malah aku jadi ditanya2 mengenai proyek itu. Mengenai endemi malaria, beliau juga mengatakan menggunakan repellent aja sudah cukup. Nyamuk malaria tergantung tempatnya juga, insyaAllah aku juga nggak akan berada di semak2. Beliau juga menjelaskan kalaupun minum Chloroquine, nggak akan kontra dengan terapi Tapros-ku (jawaban untuk kekhawatiran bapakku).
Sekeluarnya dari ruang dr. Hari, aku bilang suamiku, kok semua orang sepertinya mendukung aku pergi ke sana ya? Bahkan sampai dr. Hari menganggap hal itu sebagai sesuatu yang membanggakan.. *jadi nggak punya alasan untuk menolak berangkat..hehe*

Kemudian dr. Hari sempat memeriksa luka operasiku, katanya sudah bagus, bekasnya sudah tipis dan nggak ada keloid. Jadi penggunaan salep bisa dihentikan.

Jadilah aku punya satu pandangan berbeda mengenai proyek Bintuni. Aku tetap pasrah sama Allah, kalau memang itu yang terbaik buat aku dan keluargaku, insyaAllah aku berangkat.
*Tapi aku minta "imbalan" dari suamiku, sebagai "pengalih perhatian" selama berada di Bintuni berupa laptop (karena memang laptop-ku mengkhawatirkan untuk dibawa travelling, terutama di tempat yang ketersediaan listriknya belum meyakinkan) dan NDS! Hehehe...untungnya suamiku bersedia :)

Lepas dari itu semua, aku patut bersyukur atas membaiknya kondisiku. Alhamdulillahirabbil'alamin..

Informasi lebih lengkap tentang injeksi Tapros 3M bisa dibaca di sini

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review