Thursday, December 22, 2011

Exhausted!

0 comments
Genap 2 minggu tanpa pembantu, aku merasa sangat capek sekali. Bahkan sejak kemarin malam aku merasa sakit kepala yang dibarengi dengan pundak dan leher yang kaku. 

Berikut ini kegiatan yang harus dilakukan di rumah setiap harinya (nggak selalu aku, bisa adik, bapak atau suamiku kalau ada waktu):
  1. Sapu-pel lantai 1
  2. Cuci piring kotor
  3. Cek-masak nasi
  4. Terima-menempatkan katering
  5. Terima/buka pintu saat ada tamu
  6. Cuci baju (4 orang)
  7. Jemur baju (4 orang)
  8. Beli lauk (kalau katering nggak cukup)
Sedangkan jadwal adikku harus kuliah jam 06.30, paling dia cuma bisa cek-masak nasi aja setiap harinya. Kadang kalau pas dia mau bangun lebih pagi, dia yang sapu-pel lantai 1. Sore dia bisa diminta tolong untuk mencuci baju dan angkat jemuran. Untungnya sejak minggu ini dia libur, meski nggak selalu ada di rumah.
Bapakku berangkat jam 08.30, bapak cuma buang sampah setiap pagi. Suamiku berangkat jam 07.45, nggak bisa apa2 sebelum berangkat, paling cuma angkat galon aqua (kalau pas habis) dan buang sampah (kalau belum dibuang bapak). Jadi bisa dibayangkan, sebagian besar pekerjaan itu aku yang melakukannya. Yang membuat aku semakin capek adalah kamarku di lantai 2, jadi kalau pas aku sendirian, dan aku sedang mengerjakan sesuatu di atas dan tiba2 ada orang datang, aku harus turun lagi ke bawah.


Sedangkan pekerjaan rumah yang HARUS aku yang melakukannya (setiap hari):
  1. Menyiapkan sarapan suami
  2. Sapu-pel kamar
  3. Bersih2 kamar
  4. Setrika baju (4 orang) (aku nggak kuat kalau setiap hari)

Selain pekerjaan rumah harian, ada juga pekerjaan yang (terpaksa) nggak aku lakukan setiap hari karena capek:
  1. Cuci-bersih2 mobil (dalam dan luar)
  2. Bersih2 rumah bagian lain, seperti garasi, teras, carport, dll cuma dilakukan bapak atau suamiku kalau senggang
Selain itu, aku juga tetap harus bekerja. Memang jam kerjaku fleksibel, selama ini aku ijin untuk datang siang, tapi jam pulangnya paling cepat setelah maghrib. Pekerjaanku sebagai konsultan memang nggak membutuhkan fisik terlalu banyak, sebagian besar duduk di kantor atau mengunjungi RS klien. Kemana2 aku juga masih nyetir sendiri.


Tapi sekarang aku sangat sangat capek. Bahkan setiap saat aku membunyikan sendi2 tangan dan kakiku, masih saja terasa capek. Fokus utamaku hanyalah aku nggak boleh stres, apapun yang terjadi. Mungkin karena rasa capekku ini juga, aku nggak merasakan gerakan bayiku lagi :( cuma 1x waktu pertama itu aja....


Berikan aku kekuatan ya Allah....

Wednesday, December 14, 2011

First Baby Move: Felt!

0 comments
Seperti yang aku tulis di post terakhirku, beberapa hari ini aku gampang bete, terutama karena capek nggak ada pembantu.

Tapiiii....tadi malam semua perasaan itu hilang!
Karena merasa capek & mengalami hari yang panjang, aku berniat tidur cepat. Jam 21.00 aku sudah berada di tempat tidur. Sempat main NDS sebentar, kemudian aku bersiap2 tidur. Waktu mau tidur itu, aku meletakkan tanganku di perutku dan tiba2 aja, aku merasakan ada gerakan aneh di perutku. Kalau di tangan, memang kurang begitu terasa, tapi dari dalam perut terasa seperti ada gelembung udara bergerak, tapi aku tau itu bukan dari lambung (seperti kalau kita lapar atau mau buang angin). Karena aku tau gerakan itu berada di perut bagian bawah.


Langsung aja aku panggil suamiku. Dia langsung ikut tiduran di sebelahku dan meletakkan tangannya di perutku. Dia bilang dia sudah sering merasakan itu, ternyata dia sering pegang perutku ketika aku sudah tidur. Tapi waktu dia bilang aku, aku masih nggak percaya karena aku nggak merasakannya sendiri.


Sekarang setelah terasa dari luar dan dari dalam, aku sangat excited!! Meski gerakannya masih jarang terasa, tapi aku senang sekali. Sampai2 aku nggak jadi ngantuk, malah jadi susah tidur lagi.


So, baby movement first felt on 16w2d....alhamdulillaaahhh!

Tuesday, December 13, 2011

Cobaan Emosional

0 comments
Stres? Sedikit. Banyak pikiran? Ya.

Sejak kepulangan pembantuku minggu lalu (yang mana pembantu yang nggak sopan), sampai saat ini aku belum mendapatkan pembantu pengganti. Awalnya aku berpikir, mungkin memang Allah menggariskan demikian karena pembantu terakhirku memang "nggak bener". Dan mungkin memang hanya "ditempatkan" selama 3 bulan selama aku mengalami masa mual.

Sejak minggu ke 15, mualku memang berkurang. 
Senin pagi kemarin, aku sudah berpikir banyak mengenai ini. Dan yang ada malah membuat hariku terasa berat. Aku memikirkan kekhawatiranku dalam menemukan pembantu yang cocok, apalagi insyaAllah dalam 5 bulan lagi aku akan melahirkan. 

Jadi semakin takut dan khawatir mengenai kehidupanku setelah anakku lahir, kalau nggak ada pembantu seperti sekarang.
Kekhawatiranku itu menjadikan hari kemarin terasa melelahkan! Apalagi ditambah dengan aku lupa membawa dompet, padahal aku ada kegiatan di RS klien. Capek!

Pagi ini juga aku awali dengan perasaan hambar. Apalagi nggak ada suami (dia sedang tugas untuk RSnya). Suamiku juga minta tolong untuk kirim barang lewat kurir. Tapi sempat ditolak, dan harus cari kurir lain. Sebal sekali rasanya!
Karena aku capek dan sudah kesiangan untuk berangkat kerja, tapi masih harus disuruh muter2.
Astaghfirullah

Tuesday, December 6, 2011

4 months!

0 comments

Alhamdulillah!!
Setelah flu di minggu ke 13, aku merasa nggak semangat lagi. I was wondering how my baby is. Is he/she okay?
Setelah tadi malam kontrol ke dr. Hari, alhamdulilaaahhh....dia sehat, aktif bergerak2. Malah dr. Hari tanya apa aku nggak merasakan gerakannya? Tapi aku memang belum kerasa sih, atau kalaupun sudah, tapi aku nggak tau bahwa itu gerakan bayi :D


Seneeeng banget! Apalagi minggu ini aku akan mengadakan pengajian rutin bulanan plus 4 bulan hamilku, semoga baby A terus sehat sampai lahir dan selamanya, sehat jasmani rohani, mental spiritual, selalu dilindungi Allah!


Apa perubahanku? Selain mualku sudah berkurang (tapi masih males makan), perutku sudah mulai terasa keras :)

Friday, December 2, 2011

Negative Emotion

0 comments
Malaaasss! Sejak 1 minggu sebelum testpack positif, aku sudah mulai merasa kurang enak badan dan malas. Sampai sekarang, rasa malas masih ada. Untungnya beberapa minggu terakhir ini sudah mulai ada keinginan2, seperti misalnya, sudah mulai suka lihat2 model2 pashmina, baju, gamis meskipun secara online. Keinginan lain seperti kecintaan terhadap buku2 juga mulai muncul.

Sejak kemarin suamiku tugas ke Bandung, suatu kota yang sangat aku ingini sejak jaman duluuu... Mama, bapak & adik sudah pernah ke sana waktu aku masih S1 dan aku ada halangan untuk ikut. Kemudian adikku ke Bandung lagi untuk acara kampusnya. Sekarang suamiku??
Whaaat?? Kapan gilirankuuu? Semakin aku sebal karena aku tahu aku nggak mungkin keluar kota dalam waktu dekat, riskan dengan kehamilanku. Kalau sampai ada apa2, pasti aku sangat menyesal! Selain itu, setelah melahirkan, aku juga nggak mungkin pergi sendiri meninggalkan anakku. Kalau membawa anakku juga nggak mungkin, minimal harus menunggu dia umur 1 tahun. Sebaaal! Saking sebalnya, rasanya seperti anak SD yang nggak terpenuhi keinginannya, dan yang ada jadinya pingin nangis!


Tapi tadi siang aku sempat berpikir, kenapa aku sering terbawa emosi? Terutama emosi negatif seperti ini, jelas nggak baik buat calon bayiku. Seharusnya aku bersyukur dengan anugrah yang sudah diberikan oleh Allah ini, dan aku wajib mensyukurinya dengan menjaganya. Sepertinya inilah awalnya pengorbanan seorang ibu, nggak bisa memaksakan ego-nya sendiri.


Kalau aku masih single, dalam kondisi seperti ini pasti aku "memaksakan" diri bagaimanapun caranya supaya keinginanku bisa tercapai, entah langsung atau harus menabung dulu.
Yah aku harus belajar mengurangi keinginan2 pribadiku...

Friday, November 25, 2011

Lazy Me!

0 comments
I'm one of super lazy pregnant woman!

Yeah...aku malas melakukan semuanya! Termasuk untuk makan :(
Ini minggu ke 14, aku baru saja sembuh dari flu minggu lalu, masih mual dan susah makan.
Aku bahkan malas untuk curhat dengan teman2ku (kalau nggak terpaksa), malas nge-blog, you name it!

Btw, aku akhirnya mendapatkan nama untuk my baby inside my womb... Aku sudah melihat di berbagai forum pregnancy, kebanyakan mereka menyebutnya "little peanut", "little pea", etc.
Lucu2 sih...tapi rasanya aneh juga kalau aku menamainya tanpa merasakan ikatan dengan nama itu. Akhirnya secara nggak sengaja, aku dan suami menyebutnya "ncil-nya ncil".


Sejak awal pacaran, suamiku memanggilku "dek", kemudian jadi "dek sayang", jadi "dek tayang", jadi "deta" dan sekarang aku menyebut diriku sendiri "dek kecil", jadi "dekcil" yang akhirnya jadi "ncil".
Sedangkan aku memanggil suamiku "mas", kemudian jadi "mas sayang", jadi "mas tayang", jadi "mata"...dan akhirnya aku memanggil dengan satu suku kata terakhir "ntah".



Tuesday, November 8, 2011

Vanishing Twin Syndrome

0 comments
Finally, last night I had my USG result printed out.


Ini pertama kalinya juga suamiku ikut lihat proses USG-nya. Sebelum2nya dia cuma menunggu di ruang konsultasi dokter (ruang USG & konsul memang terpisah tapi terhubung oleh pintu).
Suamiku sangat takjub melihat hasil USG di layar, karena sudah mulai terlihat tangan dan kaki si baby. Tangan dan kakinya terlihat bergerak2.

Sementara itu, dr. Hari juga menyatakan bahwa kantung satunya (yang awalnya kosong, nggak ada fetus-nya), sekarang sudah mulai mengempes. Aku sedih. Meskipun aku sudah memprediksi sebelumnya, karena aku sudah banyak browsing. Namanya Vanishing Twin Syndrome.


Itu merupakan suatu kondisi dimana salah satu dari janin kembar tiba2 menghilang pada trimester pertama. Kondisi itu nggak berbahaya. Justru berbahaya kalau hilangnya pada trimester kedua atau ketiga.

Setelah itu, suamiku masih sangat antusias dengan calon anaknya yang bisa bergerak2, sedangkan aku masih sedih memikirkan hilangnya satu janinku.
Suamiku memarahi aku, karena seharusnya aku bersyukur janin satunya masih sehat dan aktif. Aku juga tahu itu, tapi entahlah....aku sadar itu, tapi juga membiarkan perasaanku berjalan alami.

Semoga aku dan calon anakku selalu sehat sampai kelahirannya dan seterusnya. Amiinn...

Friday, October 28, 2011

Yoga in pregnancy - relaxation

0 comments


 
 
Hiya!
Sudah lama aku nggak post anything in any of my blogs... Rasanya malaaaaasss sekali!
Bukan hanya untuk menulis blog, tapi juga untuk semua hal. Nggak ada hal yang rasanya menarik untuk dilakukan, termasuk juga jalan2 ke mall :O

Mual masih tetap ada, tapi masih bisa terkontrol. Beberapa kali ditambah dengan sakit kepala (yang sepertinya karena hipoglikemi, alias kurang makan).
Bahkan kemarin, hari Kamis, setelah sarapan aku malah jadi pusing sekali. Rupanya jumlah kalori yang masuk hari sebelumnya masih kurang. Kemudian aku tidur malam yang panjang, jadi waktu bangun pagi, sudah terlambat untuk memenuhi kebutuhan kalori itu.
Meskipun demikian, seperti biasa setelah sarapan, aku mual. Jadi antara aku butuh makan lagi untuk mengurangi pusingnya dan nggak mau makan karena mual.

Dibuat tidur nggak bisa, makan yang asin2 juga nggak mengurangi mualnya. Akhirnya aku nangis di kamar sendirian.

Tuesday, October 18, 2011

Lebay deh!

0 comments
Hiya!

Tadi pagi suamiku sudah berangkat ke Jakarta. Seperti bisa diduga, karakter suamiku yang memang selalu bersemangat dalam melakukan apapun. Jadi dalam kegiatannya kali inipun, bisa ditebak, dia akan all out. Dengan kata lain, dia juga akan jarang sms aku. Kalaupun sms, pasti jawabannya pendek2. Sebenarnya pada hari biasa pun dia juga seperti itu, tapi masih bisa dikompensasi karena malamnya aku masih bisa bertemu dia.

Other thing is...Maha Besar Allah, Allahuakbar! Semua yang terjadi memang mempunyai hikmah di baliknya. Mungkin itu kenapa tahun lalu aku mengalami keguguran dan sebagainya. Mungkin Allah ingin menyiapkan aku sebaik2nya. Dibandingkan sekarang, dulu aku lebih mudah panik, mood swing sangat fluktuatif.

Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena sekarang juga ada teman yang sedang hamil muda, dan perilakunya sama seperti aku tahun lalu. Awalnya aku agak merasa terganggu ("apa sih orang ini lebay deh"), tapi di sisi lain aku jadi lebih jaga sikap untuk nggak lebay. Aku jadi bisa lebih tenang dan santai karena aku nggak mau bersikap seperti temanku itu...hehehe....

Anyhow, kehamilan setiap orang berbeda, hanya Allah yang Maha Tahu dan Maha Mengerti. Hope my pregnancy always in good condition...amiinnn

Friday, October 14, 2011

Healthy Baby(ies)

0 comments
Hai haiiii.........how am I? Beberapa hari ini yang aku keluhkan cuma mual dan hilangnya nafsu makan. Tapi alhamdulillah bukan yang sampai hyper-emesis dan nggak bisa makan. Aku masih bisa makan, tapi sangat pemilih. Aku dari dulu nggak suka makanan yang ada bawang putihnya, nah sekarang setelah hamil, indra perasa bawang-ku jauh lebih sensitif. Bahkan yang nggak kelihatan bawangnya, tapi aromanya terasa bawang aja aku sudah nggak mau makan. Aku lebih suka yang plain.

Kalau yang manis-manis, aku masih bisa, seperti kue, coklat, susu, ice cream dan puding. Cuma memang susu hamilku yang kemarin (Anmum materna rasa coklat), terasa agak "berat". Sampai akhirnya kemarin lusa, aku muntah dengan suksesnya untuk pertama kali (semoga yang terakhir). Untungnya memang yang rasa coklat itu tinggal sedikit, tinggal 1 x minum lagi (aku kasihkan ke suamiku, tanpa sepengetahuannya..hehehe). Sekarang aku ganti dengan Anmum Materna rasa Vanila Mango. Dan ternyata kebetulan, rasa baru ini memang dikhususkan untuk mengurangi rasa mual.

Kondisi lainnya? Alhamdulillah tetap seperti biasa. Cuma memang agak sedikit sensitif, karena sebentar lagi suamiku akan ditugaskan ke Jakarta, yang entah untuk berapa lama. Sugesti aja, mesti kalau pas hamil, suami mesti sibuk, entah di warnetnya maupun di RS-nya. Itu juga yang aku rasakan waktu aku hamil tahun lalu. Entah aku yang lebih sensitif atau gimana.

Semoga sehat terus my baby(ies), nggak papa deh akunya mual2 atau apapun. Be healthy baby(ies)! Amiiinn...

Tuesday, October 11, 2011

Twin Dots

0 comments
Tadi malam, akhirnya, aku periksa ke dr. Hari, setelah hasil testpack yang positif minggu lalu. 
Seperti biasa, antriannya panjang banget.
Dari kantor aku ijin pulang cepat jam 16.00, pulang dulu ke rumah utnuk mandi dan jemput suami. Tapi suamiku baru sampai rumah jam 17.00, jadi aku sampai di tempat praktek dr. Hari jam 17.40.

Karena sudah tahu bakalan lama, aku pamit petugasnya untuk cari makan dulu di luar. Selesai makan, kami kembali jam 19.00. Antriannya masih cukup panjang. Akhirnya aku baru masuk jam 20.20.

Pertama dr. Hari menanyakan kabarku. Kemudian meminta aku untuk USG. Waktu di-USG, dr. Hari langsung bilang, "wah alhamdulillah, ini hamil beneran, ndin. Ini sudah kelihatan dan kelihatannya ini kembar. Tapi masih kecil sekali, 2 minggu lagi kontrol lagi ya"

Waakks...aku masih belum sadar, aku cuma masih menekankan apakah kondisiku sehat, nggak ada endometriosis/kista lagi. dr. Hari bilang "insyaAllah sehat".
Setelah itu aku disalami, kemudian aku duduk di tempat USG itu, dan...langsung dipeluk sama dr. Hari!

Setelah itu aku kembali di ruangan utama bersama suamiku. Aku dinasihati untuk nggak berhubungan dulu sampai usia kandungan 12 minggu (saat ini usia kandunganku masuk minggu ke 7). Untuk makanan nggak ada yang dilarang, aku diperbolehkan makan apapun yang aku suka, karena aku memang mual (tapi dr. Hari bilang "nggak dikasih obat mual dulu ya?" dan aku mengiyakan), tapi disuruh makan kecil dan sering. Aku diberi obat Duphaston lagi (1x1 tab) untuk 30 hari dan Folamil Genio (1x1 tab) untuk 30 hari.


Setelah itu di perjalanan pulang aku menceritakan semua ke suamiku. Suamiku sangaaat kaget bahwa ada kemungkinan aku hamil kembar. Karena kami berdua memang nggak punya keturunan kembar. Apapun itu, kami cuma berdoa dan berharap, anak kami (satu ataupun kembar) sehat fisik, mental dan spiritual.

 

Friday, October 7, 2011

Beat Music

0 comments
Aku lupa menceritakan, bahwa pada hari aku melakukan testpack, paginya aku langsung sms dr. Hari (dokter obsgyn-ku). Aku mengabarkan bahwa aku terakhir mens tanggal 21 Agustus 2011 dan testpack pagi ini hasilnya positif. Aku menanyakan apakah aku bisa kontrol malam itu juga. Nggak lama, dr. Hari membalas smsku. Beliau mengatakan aku untuk minum Duphaston 2x1 dulu karena beliau sedang di India sampai hari Sabtu, tanggal 8 Oktober 2011.

Siangnya sebelum berangkat kerja, aku menyempatkan diri untuk ke apotik. Lumayan mahal juga harganya, @ Rp 12rb-an.

Aku perhatikan beberapa hari belakangan ini, mualku mulai muncul sekitar sore-malam. Pagi juga agak mual, tapi nggak seberapa. Yang paling berasa sehat adalah waktu siang jam 12-16an.

Pagi ini aku agak mual, sampai2 aku nggak berniat makan sama sekali. Tapi sekitar jam 11an, aku di kamar, aku mendengarkan radio, dengan lagu2 Numb-Linkin Park dan I Love You like a Love Song-Selena Gomez, it feels good!

Thursday, October 6, 2011

Pregnant

0 comments
Sempat bingung kemarin, antara memberitahu teman2 kantor atau menunggu selesai trimester pertama. Kebingungan itu bermula karena aku masih ada sedikit trauma dengan kejadian tahun lalu. Sedangkan kalau nggak bilang, aku khawatir akan diperlakukan seperti biasa, misalnya diberi proyek yang membutuhkan tenaga banyak atau hal yang simpel aja, diminta membantu mengangkat benda2 berat.
Rencana awal adalah aku dan suami sepakat untuk nggak menceritakan ke siapa2 dulu.

Aku sempat sms suamiku, dan dia bilang nanti akan dibahas di rumah. Sampai di rumah, aku memberitahu bapakku dan juga mengungkapkan kebingunganku tadi. Bapak bilang nggak perlu dibikin stres.
Setelah suamiku pulang, dia juga mengatakan hal yang sama. Kalau belum hamil2, stres. Sekarang alhamdulillah sudah hamil, juga masih aja bingung.
Bilang atau nggak bilang, apapun yang dilakukan, jangan dibuat stres. Jangan terlalu dipikirkan. Jangan selalu berpikir akan ketakutanku di masa lalu.

Aku setuju dengan ucapan suamiku. Bismillah ya Allah, semoga aku bisa selalu istiqomah menjadi perempuan yang stabil, sehat fisik dan mental :)

Tuesday, October 4, 2011

Happy 2nd Anniversary!

0 comments


Selasa, 4 Oktober 2011 genap dua tahun pernikahanku dan suami. Karena bertepatan dengan hari kerja, aku nggak berharap banyak akan ada something special. Tapi aku memang sempat menyinggung hal ini ke suamiku. Dia cuma bilang, ayo kita dinner di luar. Aku cuma mengiyakan tanpa berharap banyak. Jujur aja, belakangan ini aku agak nggak enak badan (dan aku juga sudah terlambat mens 13 hari, tapi aku nggak mau GR). Suamiku sudah bilang kalau akan pulang tepat waktu.
Sedangkan aku mengusahakan untuk pulang agak cepat, aku targetkan setelah sholat maghrib.

Ribs dengan mushroom sauce dan mashed potato
Alhamdulillah aku bisa pulang jam 18.30. Badanku agak nggak enak lagi, sedikit mual sejak siang. Jadi sampai rumah aku pasrah aja, cuma pingin mandi dan istirahat. Ternyata suamiku juga sudah siap. Jadilah kami cuma pergi makan malam di Food Festival. Kami mencoba di salah satu steak resto. 
Enak memang, tapi karena pilihan menuku full dengan rasa susu (minumku teh tarik), sedikit saja aku makan, aku sudah merasa mual. Padahal harganya mahal!
Untungnya aku bisa menghabiskan ribs-nya.
Tenderloin dengan saus barbeque dan garlic potato

Sedangkan suamiku memesan dengan saus barbeque dengan minum Bobby Brown (coca cola plus susu kental manis).
Untungnya suamiku sadar bahwa aku kemungkinan hamil (amin!), jadi memang agak mual.
Sesampainya di rumah, aku bertanya sama suamiku bahwa aku sudah telat mens 13 hari, kapan dia mau aku melakukan testpack? Besok (Rabu), lusa atau Jum'at?
Dia jawab besok aja. Aku minta ditemenin waktu melakukan testpack. Dia setuju, tapi dia mengajukan syarat, apapun hasilnya aku nggak boleh nangis, aku harus sabar. Hatiku semakin cemas akan hasilnya.

Aku tiba2 terbangun jam 3 dini hari Rabu,padahal aku merencanakan melakukan testpack sesaat sebelum sholat subuh. Karena aku nggak bisa tidur lagi, aku akhirnya keluar diam2 melakukan testpack di kamar mandi. Rasanya takut dan cemas, sampai2 waktu menunggu hasil garisnya keluar, aku tutup mata dengan handuk. Rasanya melayang. Sudah bingung mau berdoa apa lagi sama Allah.
Alhamdulillah dua garis!

Dan ini hasilnya :)

Alhamdulillahirabbil'alamiiinn.....aku sangat senang dengan hasilnya. Aku nggak mau salah lihat, jadi aku ke kamar untuk memanggil suamiku. Ternyata dia juga sudah bangun, dia sudah tahu aku keluar kamar tadi. Aku langsung mengajaknya ke kamar mandi. Mungkin karena melihat aku tersenyum, dia bisa menebaknya. Setelah dia melihat sendiri, aku tanya, itu satu garis atau dua garis?
Dia jawab, dua garis, apa artinya? Positif ya? Aku langsung memeluknya, mataku berkaca2.

Alhamdulillah....insyaAllah aku siap kali ini, siap untuk menjadi lebih serius tapi santai, insyaAllah. Alhamdulillah lagi karena Allah memberikan kado istimewa di hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua.

Thursday, September 29, 2011

Happy 28th Birthday, My Dear Hubby!

0 comments
Waaaahh.....aku lupa untuk menuliskan tentang ulang tahun suamiku!
Ulang tahun suamiku sebenarnya adalah kemarin, tanggal 27 September 2011. Agak susah juga mau merencanakan sesuatu, karena pas hari kerja. Aku sejak minggu ini masak setiap pagi sebelum berangkat kerja. Alhamdulillah kantorku memiliki jam kerja yang fleksibel.

Rencananya kemarin aku bangun tepat jam 12 malam, tapi ternyata aku nggak bisa bangun, aku baru bangun jam 3 pagi, berniat untuk sahur. Suamiku masih ngantuk2, tapi sepertinya dia memang menantikan ucapan dari aku :D

Aku memberinya hadiah 2 buah kemeja.

I wish he'll be a better person, husband and father-to-be :) 

Tuesday, September 27, 2011

Colleagues

0 comments
Memang nggak mudah mempunyai teman kerja yang nggak cocok 100% dengan kita, tapi memang mustahil juga menemukan orang yang cocok 100% dengan kita.
Tapi teman kerja ini menurutku agak lebih sulit meng-handle-nya karena setiap hari kita harus bertemu dengannya.

Ada berbagai macam teman kerja yang aku miliki di kantorku sekarang. Ada yang suka sekali ngobrol, bahkan hampir semua topik pembicaraannya sesuai dengan kesukaanku. But sometimes, it is annoying to have someone too talkative when we're not in the mood of talking.

Ada lagi yang super sensitif dan suka mengeluh, padahal menurutku hidupnya nyaris sempurna as a single woman.

Ada juga yang sok berperan sebagai "atasan" kami, padahal dia nggak mempunyai jabatan apapun, kecuali masa kerjanya yang jauh di atas kami semua. Dia merasa berhak tau atau semua rekan kerja wajib lapor ke dia kalau ada apa2. Satu lagi, dia sering sekali meremehkan cerita apapun dari rekan kerja (kecuali gank-nya sendiri). Misalnya, aku menceritakan kesibukanku belakangan ini yang mengharuskan aku memasak, mengurus rumah dan suami disamping juga bekerja, dia cuma bilang "masak kan cepet toh? Nggak perlu waktu lama".
Hellooo....aku nggak berniat mengeluh, aku cuma sharing pengalaman. Lagipula dia belum menikah, so what the hell does she know?


Okay, I admit, I was just annoyed with this last person this morning.

Monday, September 26, 2011

What a Busy Weekend!

0 comments

Weekend kemarin cukup sibuk buat aku dan suamiku. Dimulai hari Sabtu, ada resepsi teman kerjaku di Lamongan. Sebenarnya lokasinya dekat, tapi karena ada acara yang mengakibatkan macet di tol, maka kami baru sampai di lokasi jam 15.45 WIB. Dan kami harus melewati jalur alternatif yang sangat jauh dan kecil. Suamiku nyetir sendiri. Pulang sampai rumah jam 19.00 WIB. 

Keesokan harinya, hari Minggu, ada acara nikahan lagi, yaitu di salah satu desa di Mojokerto. Kali ini teman SMA suami yang menikah. Sayangnya ada insiden kecil dalam perjalanan kami, anak teman suami muntah di dalam mobil.
 
Pulang sampai rumah jam 14.30 WIB. Kami langsung bersih2 diri, sholat kemudian istirahat. Jam 16.30 WIB suamiku pergi untuk mengurus warnet kami.
Setelah sholat maghrib, aku, bapak & adikku ke Galaxy Mall, karena aku pingin sekali makan pempek sejak minggu lalu. Suamiku baru pulang jam 21.00 WIB, dan mengeluhkan kepalanya pusing sekali.
Aku sudah berpikir karena dia kecapekan dan banyak pikiran tentang warnetnya.

Hari ini dia berangkat ke kantor sebentar kemudian memasukkan mobilku ke salon mobil untuk membersihkan interior. Ternyata setelah itu, dia langsung pulang ke rumah karena ternyata dia sakit dan sudah diberi obat oleh dokter di kantornya. Tadi pagi aku masak ayam goreng berbumbu, dan nanti sore aku akan ijin pulang cepat karena mau mengambil mobil dan langsung pulang untuk mengurus suami, selain juga karena aku sendiri sangat capek..

Thursday, September 22, 2011

Characteristic Type: Now and Then

0 comments
Iseeeng....aku mencoba aplikasi kuis Empat Kepribadian di Facebook. Ini hasilku.


Aku plegmatis! hahaa...padahal aku pernah mengikuti kuis yang sama sewaktu kuliah S1, tapi bukan di facebook, dan hasilnya adalah Sanguin!
Memang aku menyadari adanya perubahan karakter dalam diriku, seperti misalnya aku sudah nggak berapi2 seperti dulu, aku cenderung lebih mengendalikan diri sekarang, sehingga terlihat seperti orang yang pemalu. Sekarang aku juga lebih banyak menjaga diri untuk nggak sepolos dulu lagi, berusaha utuk nggak terlibat banyak dengan orang lain.


Sedangkan suamiku, sejak dulu sampai sekarang tetap sama: tipe Koleris!

Recipe for Tomorrow Morning

0 comments

Resep Tumis Daging Bumbu Ketumbar

TUMIS DAGING BUMBU KETUMBAR Resep Tumis Daging Bumbu Ketumbar

Bahan Tumis Daging Bumbu Ketumbar :
  • Daging lulur dalam, 400 gram, iris tipis lalu pukul-pukul
  • Bawang bombay, 1 butir, iris memanjang
  • Kecap manis, 5 sendok makan
  • Air, 300 ml
  • Margarin, 1 sendok makan
Bumbu Halus :
  • Bawang merah, 4 butir
  • Bawang putih, 3 siung
  • Ketumbar sangrai, 1 sendok teh
  • Merica, 1 sendok teh
  • Garam, 1 sendok teh
Cara memasak Tumis Daging Bumbu Ketumbar :
  1. Panaskan margarin, tumis bumbu halus hingga harum.
  2. Masukkan daging, masak hingga berubah warna.
  3. Tuang kecap manis dan air, masak hingga air menyusut.
  4. Sajikan.
Untuk 3 porsi Tumis Daging Bumbu Ketumbar

Lecturer

0 comments
Okay, jadi 2 hari terakhir ini aku memikirkan satu hal, yaitu mengenai tawaran menjadi dosen tetap di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) swasta dengan program studi Administrasi RS.

Ada beberapa hal yang menjadi kebimbanganku.

Pro:
  1. Program studi yang akan dikembangkan sesuai dengan bidang keilmuanku.
  2. STIKES ini dimiliki oleh orang2 yang berkompeten di bidangnya (sebagian besar staf utama RS terbesar di kotaku), jadi bukan sekadar STIKES biasa.
  3. Lokasi kampus yang nggak jauh dari rumah dan kantorku.
  4. Pengurus yayasan sepertinya sangat senang aku bergabung di sana, karena aku juga satu2nya yang paling muda.
Kontra:
  1. Bapakku agak keberatan karena nggak yakin dengan prospek ke depannya, karena STIKES ini tergolong baru dan masih di level sekolah tinggi. Beliau ingin aku masuk di Unair karena sudah instansi yang mapan.
  2. Aku masih belum tahu pendapat bos2ku sekarang, apakah akan menganggap pekerjaan ini suatu hal yang saling komplementer (melengkapi) atau malah bertolak belakang.
Berikut ini adalah hasil browsing-ku:
Paparan Sekilas Penghasilan Dosen PNS dan Dosen PTS
Penghasilan dosen PNS:
1) Gaji Pokok menurut Lampiran PP 11 Tahun 2011
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/pns/PP11-2011Lampiran.pdf
2) Tunjangan Keluarga menurut Kepres No. 17 tahun 2000
http://www.beacukai.go.id/library/data/kepres1700.pdf
3) Tunjangan Pangan/Beras menurut PerDirjen No. 67/PB/2010
http://www.pu.go.id/satminkal/itjen/peraturan/per_67_pb_2010.pdf
4) Tunjangan Dosen
- Tunjangan Jabatan Dosen bagi yang memiliki jabatan akademik, terdapat di Perpres no 65 tahun 2007 tentang Tunjangan Dosen Lampiran I
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Perpres65-2007Tunjangan.pdf
- Tunjangan tugas tambahan sebagai pimpinan PTN, terdapat di Perpres no. 65 tahun 2007 tentang Tunjangan Dosen Lampiran II
- Tunjangan Profesi, khusus dan kehormatan dosen bagi yang sudah laksanakan Serdos silakan baca :
PP no. 41 tahun 2009 tentang tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan Profesor.
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/PP41-2009Tunjangan.pdf
Permendiknas No. 18 tahun 2008 tentang Penyaluran Tunjangan Profesi Dosen
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen18-2008TunjanganProfesiDosen.pdf
Permendiknas No. 19 tahun 2009 tentang Penyaluran Tunjangan Kehormatan Profesor
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen19-2009.pdf
5) Tunjangan Khusus Papua terdapat di Keppres no. 68 tahun 2002
http://www.bpkp.go.id/unit/hukum/kp/2002/068-02.pdf diberikan kepada dosen PNS termasuk CPNS dosen yang bekerja/bertugas pada daerah Provinsi Papua
6 ) Uang makan dan lembur menurut Standar Biaya Umum (SBU) 2011
http://www.anggaran.depkeu.go.id/peraturan/PMK%20100%20-%202010%20-%20SBU%202010_3.pdf
Uang makan PNS Rp 20.000
uang makan lembur Rp. 20.000,
uang lembur PNS
Gol I Rp.7.000
Gol II Rp.9.000
Gol III Rp.11.000
Gol IV Rp.13.000
7 ) Tunjangan Hari Tua dan Pemelihara Kesehatan menurut PP no.25 tahun 1981
http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/1981/25TAHUN~1981PP.htm
8). Tunjangan Pensiun menurut Lampiran PP 14 Tahun 2011
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/PP14-2011Lampiran1-8.pdf
9 ) Tunjangan cacat, bantuan kematian, uang duka dan biaya kematian terdapat di PP 12 tahun 1981
http://www.jdih.bpk.go.id/index.php?option=com_remository&Itemid=40&func=fileinfo&id=1364
10 ) Honor lain-lain, bantuan rapat, pelatihan, seminar, perjalanan dsb silakan baca Standar Biaya Umum (SBU) 2011
11) Berbagai hibah penelitian P2M Dikti atau lembaga lain
12) Beasiswa Dikti seperti Program Pascasarjana di LN, PAR, Sandwith, BPPS dalam negeri atau beasiswa dari pihak di luar Dikti
13 ) Tunjangan Perbaikan Penghasilan/kinerja/remunerasi ( sedang diperjuangkan Kemdiknas)

Lalu penghasilan apa yang diperoleh dosen PTS?

  • Gaji tetap bulanan ( tergantung kemampuan PTS)
  • Honor per jam atau per sks ( tergantung kemampuan PTS)
  • Uang yudisium bagi dosen penguji
  • Uang bimbingan bagi dosen pembimbing
  • Uang koreksi kertas ujian
  • Tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tunjangan kehormatan dari pemerintah bagi yang sudah serdos dan memenuhi persyaratan ( PP no.41 tahun 2009, Permendiknas no. 18 tahun 2008 dan no. 19 tahun 2009)
  • Berbagai hibah penelitian dari P2M Dikti atau lembaga lain
  • Beasiswa Dikti seperti Program PAR, Sandwith, BPPS dalam negeri atau beasiswa dari pihak di luar Dikti
  • Kebebasan menuntut ilmu, tak perlu tunggu 3-4 tahun setelah diangkat jadi dosen. (berbeda dengan Dosen PNS yang harus sabar menanti setelah 2 tahun terhitung pengangkatan sebagai PNS baru bisa studi lanjut baik tugas belajar maupun ijin belajar)
  • Pelaksanaan ikatan kerja tak seketat dosen PNS
  • Tak dibayangi PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS
Ada lagi hasil browsing-ku:

AKADEMI = 1 JURUSAN

SEKOLAH TINGGI  = 1 FAKULTAS, BANYAK JURUSAN

INSTITUT = 1 DISIPLIN, BANYAK FAKULTAS

UNIVERSITAS = MULTI DISIPLIN

Kenapa namanya STT ? Karena di sana hanya mengurusi 1 disiplin yaitu Teknologi dan punya 1 fakultas yaitu Teknologi Telekomunikasi.

Kenapa dinamakan Akademi Polisi? Karena cuma satu jurusan : Kepolisian.

Kenapa dinamakan IPB? Karena punyan banyak fakultas (Sains, Teknik, dll) namun 1 disiplin yaitu Pertanian.

Kenapa dinamakan UGM? Soalnya ada kedokteran, ada MIPA, ada teknik, ada ekonomi, ada semuaaa. Jadi bukan masalah kualitas.



Apa sih beda nya Sekolah Tinggi dan Universitas? Banyak yg bilang kalo Univ itu lebih bergengsi.. padahal lulusannya sama-sama sarjana. Mengenai fasilitas juga tidak jauh beda. Hanya jurusan yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi tidak sebanyak yang dimiliki oleh sebuah Universitas. Bagaimana menentukan kriteria sekolah yang baik?

Perbedaan SEKOLAH TINGGI & UNIVERSITAS adalah :

Kalau SEKOLAH TINGGI, bidang ilmunya lebih spesifik misalnya khusus untuk ilmu komputer (TI), ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu komunikasi. makanya disebut :
STMIK : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer
STIE : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
STIH : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum
STIKOM : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi

Kalau UNIVERSITAS lebih universal artinya rumpun ilmunya lebih banyak tidak spesifik seperti SEKOLAH TINGGI, makanya di universitas banyak fakultas seperti fakultas ekonomi, fakultas ilmu komputer, fakultas hukum, fakultas ilmu komunikasi dsb. 


So, should I accept this offer or not?

Wednesday, September 21, 2011

Telur Puyuh Bola Daging

0 comments
Hari ini aku masak Telur Puyuh Bola Daging. Baru selesai masak jam 12...huaahh.....baru juga nyampe kantor, sudah capek :(

Ini hasilnya. 

ini setelah dibelah dua, disajikan dengan brokoli :)
Suamiku suka dengan masakan yang ini, dalam semalam masakanku ini langsung habis...alhamdulillah :)

Tuesday, September 20, 2011

Perkedel Daging

0 comments
Alhamdulillah.....perasaanku tenang....

Hari ini aku masak perkedel daging. Mulai jam 9.30 (aku bersih2 kamar dulu), selesainya jam 11 kurang. Lumayan pegel karena berdiri terus.Ini resepnya:
Bahan:
  • 3 siung bawang putih, dikeprek
  • 2 buah bawang merah, diiris halus
  • Merica secukupnya
  • Pala secukupnya
  • Garam secukupnya
  • 400 gram kentang
  • 100 gram daging sapi cincang
  • 1 kuning telur
  • 1 putih telur
  • Minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
  • Kentang diiris selebar 2 cm lalu digoreng sampai kecoklatan.
  • Bawang putih dan merah ditumis lalu diulek bersama merica, pala, dan garam.
  • Masukkan gorengan kentang satu persatu sambil diulek halus.
  • Daging dicincang halus.
  • Campur daging, kentang dan kuning telur sambil diuleni sampai rata.
  • Bentuk adonan seperti bola lalu digepengi.
  • Masukkan ke dalam putih telur apabila siap digoreng.

Ini hasilnya.
Aku belum tahu rasanya karena aku puasa hari ini, insyaAllah.
Hari ini aku ijin datang sore ke kantor. Karena kemarin mendadak aku mendapat undangan untuk rapat koordinasi dosen tetap jam 13. Seperti bisa ditebak, mulainya molor, jadi aku baru selesai rapat jam 15.30.
Tadi di tengah rapat, suamiku sms, mengabarkan dia ada masalah, jadi dia pulang cepat. Nanti dia mau cerita ke aku. Semoga bukan sesuatu yang besar dan negatif.

Monday, September 19, 2011

Kosong Sekosong Perutku

0 comments
Pagi ini aku sahur dengan perasaan nggak nyaman, sangat negatif. Setelah sholat subuh, aku tidur lagi dan bangun jam 7, tetap aja perasaanku nggak enak.
Aku sudah bersikap biasa ke suamiku, tapi dia masih agak diam, belum seperti biasanya. 
Jam 7.15 aku mulai masak ayam goreng tepung. Ini hasilnya.

Ayam goreng tepung
Aku puasa insyaAllah.
Oya tadi jam 8, aku mendapat telepon dari Stikes Apikes yang memintaku untuk datang dalam acara pembahasan rencana pembukaan program studi S1 Administrasi RS. Sebenarnya aku sudah lama diminta mendaftar karena mereka juga membutuhkan nama2 dosen untuk pengurusan ijin pendirian stikes tersebut.

Aku bersyukur, tapi juga terbayang bagaimana kehidupanku ke depannya? Dengan semakin sibuknya aku. Memang perubahan terasa berat di awal.
Bagaimana perasaanku sekarang? Nggak bersemangat sama sekali...bukan perasaan benci atau marah lagi, tapi bukan juga perasaan semangat seperti biasanya. Perasaanku kosong....sekosong perutku :))

Sunday, September 18, 2011

I am a Wife

0 comments
Kemarin aku masak udang goreng tepung, sebenarnya rasanya sudah enak, hanya saja penampakan masih jelek banget. Trus juga ternyata susah membuat tepung tetap garing sampai malam. Selain itu, aku juga masak sup kimlo dari paketan di supermarket.
Ini nih penampakannya 
udang goreng tepung

Sup Kimlo
Malamnya aku bikinkan spaghetti atas permintaan suami dan adikku. Memang dari bahan instan semua, cuma saus spaghetti-nya dimasak lagi dengan tambahan bawang bombay dan daging giling. Langsung habis dalam sekali makan!

Spaghetti Sauce
Hari ini, Minggu, setelah sepedaan sama bapak, aku mulai masak jam 9. Targetku kali ini adalah capcay goreng. Hanya satu jenis, karena siangnya bapak ada acara resepsi nikahan, jadi pasti nggak makan di rumah. Dan malamnya kemungkinan kami akan keluar.

Cap Cay Goreng
Selesai masak jam 10.30, aku bersih2 kamar, nyapu dan ngepel, kegiatan harianku. Setelah semua selesai, aku berkeinginan untuk refreshing sebentar di Galaxi Mall atau salon. Karena ingin sama suamiku, jadi aku pilih ke Galaxi Mall. Tapi ternyata suamiku nggak mau!
Rasanya sebeeell banget! Jadilah kami bertengkar, aku yang merasa capek, terutama sejak pembantuku baru, jadi semua aku harus ikut turun tangan. Ditambah lagi dia nggak bisa masak, jadinya aku yag putar otak untuk mengatur menu harian kami. Kasihan bapak kalau harus terus beli makan di luar. Karena pasti bahan2nya banyak penyedap, dsb.
Aku merasa suamiku nggak mau menyenangkan aku. Sebel sekali rasanya. Jadinya kami berdebat...bla bla bla.... Memang semua yang dia katakan juga masuk akal, tapi tetep aja, perasaan wanita masih mendominasi. Dia menjelaskan semua kegiatannya, sehingga dia sendiri merasa nggak punya waktu untuk kesenangan pribadinya. Karena dia punya pekerjaan tetap (di RS) dan dua usaha warnet.

Akhirnya aku merasakan pengorbanan seorang istri. Memang tugas seorang istri demikian, apalagi yang bekerja di luar juga seperti aku. Tapi memang sudah pilihanku untuk tetap bekerja di luar. Kadang memang terasa nggak adil, karena pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab seorang perempuan.
Waktu aku masih single, tentu saja semua terserah aku. Aku punya penghasilan sendiri (meskipun nggak besar), aku bebas mengalokasikannya semauku. Begitu pula waktu. Aku bebas mengatur kegiatanku, asalkan bisa dikompromikan dengan keluargaku. Tapi dengan suami, rasanya beda. Melihat dia istirahat di saat aku sibuk mengurus rumah, membuat aku sebal. Padahal dia yang bertanggungjawab untuk mencari nafkah. Dan memang pada kenyataannya memang penghasilan dia jauh lebih tinggi di atasku. Dalam debat kami tadi, dia mengatakan kalau memang aku nggak mau kerja di luar lagi, dia setuju saja. Karena pada dasarnya dia nggak pernah memaksakan aku untuk bekerja.
Tapi setelah aku pikir2 lagi, sepertinya aku nggak bisa diam saja di rumah. Mungkin untuk 2-3 hari aku masih bisa tahan (bukan berarti di rumah nggak banyak pekerjaan, karena aku sendiri mengalaminya 2 minggu terakhir ini), tapi untuk selamanya....hmmm...aku masih pikir2 dulu. Aku orang yang bosanan, paling suka travelling (on a daily basis, I love to travel around city). Bukan tipe perempuan rumahan banget deh...

Tapi memang itulah tugas seorang istri dengan berbagai macam bentuknya. Memang ada istri yang full time di rumah, ada juga yang berkarir di luar rumah. Keduanya pasti mempunyai tantangan tersendiri. Dan Allah sudah menetapkan peran dan tanggungjawab perempuan dalam AlQur'an.
Astaghfirullah....semoga aku nggak termasuk perempuan yang dibenci Allah...

Sunday Morning with My Dad

0 comments
Sunday morning!!!

Alhamdulillah aku bisa bangun tepat waktu untuk sholat dan dilanjut sepedaan sama bapak. Yaay!!
Here's the pictures.


Kami cuma keliling kompleks perumahan, bukan cluster kami aja lho ya...jadi total ya lumayan jauh, sekitar 7km. Dan ternyata begitu banyak cluster baru dengan desain rumah yang bagus2...huaaa...jadi pingin!

Friday, September 16, 2011

Thrilling Thursday

0 comments
Begitu banyaknya kegiatanku minggu ini membuat badanku terasa capek dan tidur cepat, kecuali kalau sedang on a baby program :)

Yang pertama, sepedaan! It was fun! 
Yang kedua, cooking! Memikirkan menu untuk keluarga setiap harinya. Karena meski minggu ini kami menggunakan jasa katering, ternyata menunya tidak sebanyak yang kami harapkan. Hanya cukup untuk satu kali makan. Hal ini membuat aku harus memikirkan bagaimana makanan hari ini, kalau tidak cukup, apa yang harus dilakukan.

Kemarin malam, ada acara tambahan yaitu perayaan ulang tahun big boss-ku. Acara dimulai jam 19.00 sampai jam 21.00. Hufftt....sampai rumah aku langsung mandi, sholat dan tanpa sadar sudah ketiduran!

Hal yang cukup menyenangkan buatku adalah aku sempat ngobrol santai dengan bosku lainnya mengenai ide pelatihan yang sudah aku sampaikan kepada big boss-ku berbulan2 lalu. Alhamdulillah bosku ini juga setuju dengan ideku. Dan menyuruh aku segera menyusun konsepnya :)

Thursday, September 15, 2011

Ternyata Curhat Tidak Membuat Lega

0 comments
Curhat atau mencurahkan isi hati kepada seseorang bisa dalam artian positif maupun negatif. 
Positif kalau curhat dilakukan sesekali dan membuat ringan perasaan. Negatif kalau sudah mengarah sebagai keluhan dan dilakukan terlalu sering (alias tukang mengeluh).

Aku pribadi, saat ini jarang curhat (mungkin ketularan suami yang sedikit menggunakan perasaan, lebih banyak menggunakan logika). Sekarang seringkali aku rasakan bahwa curhat sekarang nggak mengurangi beban apapun. Kecuali kalau curhat pada suami, karena suami pasti menghasilkan solusi. Karena suami memang nggak suka kebanyakan basa basi alias omong doang. Dia selalu berprinsip nggak perlu banyak teori, tapi langsung dilakukan.

Back to my story, tadi pagi aku sempat curhat mengenai masalah pekerjaanku kepada seorang rekan kerjaku. Tapi setelah curhat, aku malah merasa ga ada gunanya bercerita, yang aku khawatirkan adalah cerita itu akan semakin menyebar dan membesar. Jadi sepertinya setelah ini aku nggak akan membahas masalah ini lagi dengan siapapun :)

Wednesday, September 14, 2011

New Thought: It Is What It Is

0 comments
Begitu mendapatkan pemahaman ini, aku ingin segera menuliskannya. Pemahaman apa?

Here's the story. Selama ini aku selalu berpikiran bahwa kondisiku saat ini (apapun itu) adalah konsekuensi atas perbuatan yang aku lakukan di masa lalu. Terutama bagian2 yang buruk atau musibah. Atau lebih tepatnya, karma atau hukuman dari Allah.
Mulai dari meninggalnya mamaku, aku merasa sangat menyesal, and so on. Aku merasa mungkin mama meninggal salah satu penyebabnya adalah karena kenakalanku dulu. Aku terus memikirkannya, mencari2 penyebab kenapa Allah mengambil mamaku begitu cepat. Mungkin karena ini, mungkin karena itu. Meskipun di sisi lain, aku percaya itu semua takdir Allah. Tapi aku terus bertanya2, kenapa mamaku? Kenapa bukan dia, dia atau dia? Yang menurut pandangan mataku, memiliki kehidupan yang tidak Islami, tidak sehat gaya hidupnya, dll.

Yang kedua, mengenai kesehatanku, seperti diketahui, aku pernah hamil, keguguran karena endometriosis, and so on. Aku berpikir menyalahkan diri atas perbuatan jelekku di masa lalu, menyesalinya, bertobat, mohon ampun kepada Allah. Tapi nggak berhenti di situ, aku terus menyesali diri. Aku mengingat2, apakah mungkin karena aku berkata sedikit kasar kepada A? Apakah karena aku diangga sombong oleh beberapa orang? Apakah karena aku tidak mau mendengarkan keluh kesah seseorang (yang menurutku terlalu sering mengeluh)?

Inilah yang kemudian sekarang aku pahami. Memang benar, kita harus menyesali semua perbuatan buruk di masa lalu karena manusia memang tidak luput dari salah. Kemudian memohon ampunan dari Allah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Tapi setelah itu, let it go. 
Tidak semua kejadian memiliki alasan yang berhubungan dengan aku. Karena memang semua kejadian di dunia ini sudah diridhoi oleh Allah, baik itu berkah ataupun musibah. Keduanya diberikan Allah sebagai cobaan. Ya, kesenangan pun merupakan cobaan dari Allah, apakah kita bersyukur kepada Allah atas berkah itu atau malah bersenang2 melupakanNya. 


Merasa aneh? Nggak adil? Merasa bertanya2, lalu untuk apa kita diciptakan kalau seperti dipermainkan seperti itu? Dulu aku merasa seperti itu, tapi sedikit demi sedikit kita memang harus menerima bahwa memang kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Maka dulu pertanyaanku berlanjut, buat apa Allah menciptakan kita dengan tujuan seperti itu? Wallahu'alam bishawab. Hanya Allah yang mengetahui jawaban itu.


Back to the topic, setiap kejadian memang terjadi atas kehendakNya, kita memang bisa (bahkan diwajibkan) berusaha merubahnya, tapi tetap saja keputusan akhir berada di tangan Allah. It is what it is.

Jadi sekarang aku sedikit lebih kalem menghadapi kehidupan. Memang kadang aku masih terpancing emosi, seperti post-ku beberapa hari lalu. Memang manusia akan selalu seperti itu, iman manusia akan selalu naik turun. Itulah sebabnya diajarkan di Islam untuk selalu mengajak dalam kebaikan, saling mengingatkan, tapi bukan memaksakan :)

Tuesday, September 13, 2011

White Bicycle

0 comments
Alhamdulillahirabbil'alamin....ternyata memang benar semakin kita mengikhlaskan sesuatu, meringankan perasaan kita, semakin membaiklah kehidupan kita.
Seperti status fb-ku hari ini:
Problems always come and go. Allah has solutions for every problems. Why would we overthink just one that feels bad when we have so many blessed things in our life? Alhamdulillah... 
Tadi malam, karena ada 2 masalah di kantor, pikiranku agak kacau. Untunglah suamiku mau menemaniku bersepeda sepulang aku kerja which is at 7.30 pm.
Pulang kerja langsung bersepeda!
Suamiku bilang 2 masalah itu nggak perlu dipikirkan. Masalah pertama karena hal itu di luar kendaliku, lagipula insyaAllah para bosku nggak akan menilai aku jelek karena 1 hal tersebut.
Masalah kedua, suamiku mengatakan memang nggak perlu dipikirkan karena teman kerjaku yang responnya berlebihan (alias sensitif).

Rasanya bersyukur sekali punya suami yang bisa menenangkan aku, memang pada dasarnya suamiku berkarakter lebih tenang dan stabil dibanding aku.
Alhamdulillah...
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review