Sunday, January 30, 2011

End of Busy Week 2

0 comments
Seperti sudah aku duga, selama 1 minggu ini -tepatnya 10 hari- aku sibuk dengan tugasku sebagai koordinator survey. Dari hari senin sampai kamis, aku mengurus ijin survey ke 7 kecamatan dan sekitar 14 kelurahan di Surabaya. Bisa dibayangkan bagaimana ribetnya urusan administrasi di intansi pemerintah, yang kurang ini itu, harus balik lagi beberapa jam lagi atau malah beberapa hari lagi, dll. Belum lagi mencari alamat masing2 kantor kecamatan dan kelurahan. Salah belok sedikit aja atau kelewatan, muternya jauuuh banget, karena aku pakai mobil dan nyetir sendiri. Cuma ditemani adikku hari Senin aja. Aku mulai urus ijin jam 08.30 sampai 16.00 setiap harinya, kecuali hari rabu, karena aku harus membriefing surveyor2ku. Selesai mengurus ijin survey, aku juga tetap datang ke kantor sampai jam 19.00.

Menyiapkan briefing juga aku sendiri semua. Menurutku klimaksnya memang pada hari Rabu itu. Meskipun teman2 di kantor membantu aku menyiapkan kursi2nya, tapi semua dokumen aku yang menyiapkan.

Kamis para surveyor ku sudah mulai survey, dan aku sendiri masih melanjutkan mengurus ijin beberapa kelurahan yang tertinggal. Jum'at aku mengadakan evaluasi surveyorku di kantor, dan kemudian membantu surveyor-ku di dua kecamatan. Hari sabtu, meskipun seharusnya aku libur, aku tetap supervisi surveyor di 1 kecamatan. Begitu pula hari minggu, supervisi 1 kecamatan.

membicarakan hal2 yang nggak penting :))

Sabtu malam aku sempat keluar sama adik dan suamiku untuk makan malam di Galaxy mall. Minggu setelah supervisi, kami melanjutkan ke Royal plaza.
Minggu malam nanti kami harus jemput bapak di bandara.

kalau seperti ini baru kami terlihat cantik :p
Memang minggu ini benar2 melelahkan, tapi setelah semuanya terlewati dengan lancar, rasanya sangat senang. Apalagi nanti kalau hasil surveynya berkualitas. Setelah ini aku tinggal menganalisis hasil survey dan membuat laporannya.

How's my family? Alhamdulillah mereka semua nggak pernah protes atau apapun, termasuk suamiku sangat pengertian. Kami juga selalu bercanda setiap malam sebelum tidur. Memang sabtu kemarin suamiku ada permintaan, tapi sayangnya aku masih capek sekali, apalagi masih ada tanggungan supervisi weekend ini. Untunglah dia nggak marah...cuma agak cemberut sedikit..hehe..

That's all I can write for now...but it gave me a lot of new thoughts, I'll write it soon :)

Saturday, January 22, 2011

End of Busy Week

0 comments
Minggu ini benar2 melelahkan... Berangkat pagi, pulangnya juga malam selalu jam 19.30 bahkan jam 20.30. Selain itu tugas yang harus aku kerjakan benar2 banyak, cukup untuk membuat otakku terus bekerja, bahkan sampai di rumah pun, masih nggak bisa berhenti berpikir.

Aku harus menyiapkan kegiatan survei, jadi aku sudah mulai mengurus ijin surveinya. Aku merencanakan minggu depan mulai survei, tapi awal2 minggu masih harus mengurus ijinnya.

Alhamdulillah hari sabtu kemarin aku berhasil menjalankan niatku untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiranku. Aku mendengarkan CD alphamtic brainwave, kemudian hair spa (strawberry scent, sebagai aromatherapy juga, coz I love the smell!).
Malamnya aku mengajak bapak, adik dan suamiku ke rumah budhe, sudah lama kami nggak bertemu. Kemudian makan malam sederhana di steak kesukaan kami.
Sesampainya di rumah, aku dan suamiku nonton film Narnia terbaru di kamar.

Meski nggak ada yang bermewahan, tapi itu semua menyenangkan buat aku. Benar2 membuat relax pikiranku juga. 

Hari minggu aku berencana untuk mencoba ke mall baru di surabaya barat, sekalian mencari kecamatan yang akan aku datangi untuk mengurus ijin survey hari Senin. Jalannya sangat jauh dan kecil.

Sekarang aku bersiap menghadapi 1 minggu ke depan yang sepertinya juga akan sibuk. Aku akan menjalaninya satu per satu dengan tenang dan lancar semua tepat waktu sesuai yang aku jadwalkan. Bismillah...

Tuesday, January 18, 2011

Busy bee...Busy me..

0 comments
Beberapa hari ini aku cukup sibuk dengan pekerjaanku, untuk ukuran kesibukanku. Sabtu lalu aku masih harus ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RS klien bersama big bos dan salah satu rekan kerjaku. Cukup menyenangkan juga karena menambah pengalamanku, bisa tahu RUPS itu bagaimana, meski mungkin RUPS setiap RS berbeda. Karena aku tahu secara teori, RUPS adalah pengambil keputusan tertinggi di RS. Selain itu aku juga bisa ngobrol lebih banyak dengan big boss-ku, termasuk usulanku untuk menjual seminar, dan ternyata beliau langsung mendukung ide itu dengan antusias.

Kemudian senin kemarin aku harus mendampingi self assessment akreditasi di lontar jam 10-14. Kemudian langsung ke kantor sampai jam 19.30. Dan hari ini aku ada meeting dengan direksi RS klien jam 08 sampai jam 09.30. Otomatis aku nggak pulang lagi dan langsung ke kantor.


Ada tambahan proyek juga untuk aku, yaitu RS di Pamekasan, Madura. Selain itu sudah dipastikan aku akan berangkat ke Bintuni tanggal 15 Maret. Bismillah semoga itu semua menambah pengalaman berharga dan jam terbangku sebagai konsultan RS.


Seperti bisa diduga, alhamdulillah suamiku sangat mendukung semua kegiatanku. Suamiku menyebut bahwa itu artinya sedikit demi sedikit aku mulai dipercaya oleh big boss. Meskipun seringkali aku masih minder kalau berhadapan dengan level direksi. Tapi aku tahu aku memang masih butuh proses untuk mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri :) 

On the other side, hubunganku dengan suamiku sudah membaik seperti semula, meskipun aku juga jaga diri, supaya nggak berlebihan. Maksudnya pada saat seneng, nggak terlalu euphoria. Begitu juga saat ada masalah, nggak terlalu stres dan pikirannya nggak terlalu pendek. As everyone knows, including my husband, I'm too expressive.
 

Saturday, January 15, 2011

Balancing My Life and Enjoying It!

0 comments
Rabu malam aku sudah berencana untuk datang ke pameran laptop bersama suamiku. Jadi aku merencanakan untuk pulang cepat. Ternyata bapakku juga mau ikut. Memang kesamaan bapak dan suamiku adalah dalam hal teknologi. Sedangkan aku (seperti kebanyakan perempuan) cuma sebagai pengguna dan pengagum warna2nya yang lucu :)

Aku juga berniat untuk membeli netbook baru, karena netbook yang lama sering mati sendiri dan juga baterenya sudah drop. Lagi2 aku pakai alasan, karena mau ke Bintuni, dimana pasokan listriknya hanya beberapa jam sehari. 
Netbook yang sudah menemaniku selama 2 tahun
Sayangnya (kata suamiku) pamerannya kurang lengkap, sehingga pilihan netbook-nya terbatas. Tapi akhirnya aku beli juga, karena sudah ada yang cocok, dan lagi susah untuk mencari waktu yang pas buat aku dan suamiku untuk datang ke THR.



pink and brown


ini netbook baruku :)
Pagi ini tiba2 aku mendapatkan beberapa kalimat deskripsi diriku sendiri.


I'm a working woman though not the workaholic one. I have the academically career and also fashionepreuner. Though both are just at the beginning. I'm also a wife though not a housewife type. Still, I want to have fun and enjoy all the process!

Aku senang dengan pekerjaanku sekarang (meski ada nggak enaknya juga) sebagai konsultan RS karena sesuai dengan latar belakang pendidikanku dan sesuai dengan minatku juga (jadi nggak sia2 mamaku menyekolahkanku :) ). Selain itu aku juga mulai ketularan suamiku dalam hal bisnis, jadi sejak bulan puasa tahun 2010, aku memulai online shop-ku dengan fokus pada women's fashion, sementara ini mayoritas produkku adalah produk fashion muslimah.

Tapi kalau dibilang wanita karir, nggak juga, karena aku bukan tipe yang workaholic. Aku bahkan tipe yang senang di rumah dan bersenang2 (ke mall misalnya :) ).
Jadi aku memposisikan diriku juga sebagai istri, aku tetap menjalankan kewajibanku menyiapkan semua keperluan suami dan meng-komando urusan rumah (karena memasak masih jadi kelemahanku).

Dan yang menyenangkan, suamiku menyetujui semua itu. Karena dia tahu kalau aku di rumah saja, aku akan berubah menjadi wanita yang "menyusahkan" dia, karena aku memang nggak betah di rumah terus menerus. Jadi dia nggak pernah memaksa aku untuk selalu berada di rumah.

But still, I'm still balancing all aspects of my life, and I'm enjoying it!

Wednesday, January 12, 2011

How It Ends

0 comments
Hari senin lalu setelah menuliskan post terakhir-ku, aku mendapat setumpuk tugas yang harus diselesaikan hari itu juga. Tugas itu berkaitan dengan tugasku ke Papua.
Sempat merasa otakku "berasap", tapi aku ambil hikmahnya. Aku jadi bisa lebih mengikhlaskan masalahku dengan suamiku.

Seperti biasa, kalau sedang marah, suamiku akan menjadi diam. Termasuk juga sms. Saat pacaran, aku bisa jadi sangat kelimpungan. Karena aku bukan tipe pendiam :P
Tapi lama kelamaan aku belajar bahwa kalaupun aku memaksa dia untuk membicarakan masalah pertengkaran kami, itu nggak akan mempermudah atau menyelesaikan masalah. Suamiku memang tipe yang kalau sudah diam, nggak akan mau dipaksa bicara. Nanti dia akan bicara sendiri kalau memang dia sudah merasa lebih enak. Memang awalnya aku ngerasa nggak enak diem2an. Tapi akhirnya aku mulai bisa menerima.

Biasanya aku juga ikut diam, tapi pikiranku yang terus kepikiran masalah kami. Nah, alhamdulillah senin kemarin pikiranku teralihkan oleh tugasku itu. Bahkan aku baru pulang jam 9 malam. Karena mempertimbangkan suamiku yang masih diam, kalaupun aku kabari bahwa aku pulang malam dan responnya dingin2 saja, malah bikin aku nggak enak juga, jadinya aku nggak kasih kabar ke dia.

Pas perjalanan pulang, ada sms masuk. Tapi aku cuekin karena sudah mau sampai rumah. Sesampainya di rumah, aku baru tahu bahwa itu sms dari suamiku. Bunyinya cukup singkat: "kamu sengaja nggak pulang ta?".
Masih terdengar cukup kasar, tapi aku tahu karakternya. Itu berarti dia sebenarnya mencari aku, tapi (tentu saja) karena masih gengsi masih dalam rangka diem2an, makanya dia smsnya dibuat terdengar cukup cuek. 

Aku tersenyum dalam hati, perasaanku juga lumayan membaik. Aku ajak dia bicara sedikit mengenai alasan aku pulang malam. Setelah itu aku mandi, makan dan langsung tidur. Dia sudah mau diajak bicara. 

Keesokan harinya suamiku nggak masuk kerja karena masih ngerasa nggak enak badan. Aku siapkan semua keperluannya. Setelah itu aku berangkat kerja. Alhamdulillah suamiku sudah semakin membaik, sudah mau banyak bicara dan mulai bicara manja. Meskipun nggak banyak bicara karena tenggorokannya masih sakit.

Semoga Allah selalu membimbing kami di jalanNya, supaya kami nggak melakukan hal yang akan kami sesali nantinya...

Monday, January 10, 2011

Sorry..we're not perfect either..

0 comments
Aku menuliskan ini bukan dengan niatan untuk membuka aib keluarga kami, ataupun suamiku. Aku menuliskan ini sebagai catatan kami, juga sebagai bukti bahwa kami pasangan biasa. Aku nggak ingin sok terlihat selalu romantis, karena kami juga bukan pasangan sempurna.

Sebenarnya aku sudah tahu karakter suamiku sejak kami pacaran 6,5 tahun yang lalu. Suamiku berkarakter keras (yang sedikit demi sedikit bisa aku ubah), bahkan semua teman kuliahku heran waktu kami jadian. Karena karakterku jauh berbeda dengan dia, aku sangat ramai dan senang bercanda.

Tahun2 awal pacaran, kami sangat sering bertengkar. Tipe marahku adalah mudah marah, tapi mudah juga melupakannya. Sedangkan dia kebalikanku. Dia nggak mudah marah, tapi sekalinya marah, sangat susah untuk membuatnya kembali seperti semula. Jadi di awal2 pacaran, selalu aku yang "mendekatinya" untuk membuatnya luluh. Dan itupun nggak mudah.

Tapi entah kenapa, kami hanya putus satu kali selama masa pacaran 5,5 tahun. Dan itupun hanya 4 jam, kemudian kami jadian kembali. Jujur saja, kami pernah mengalami masa jenuh saat bertengkar.

Bahkan 1 minggu sebelum menikah, kami juga masih sempat2nya bertengkar. Waktu itu bertengkar lewat telepon sampai jam 3 pagi, aku sampai berpikiran ingin mundur dari pernikahan itu. Tapi otakku buntu karena tinggal 1 minggu lagi. Ternyata sorenya aku langsung jatuh sakit, german measles. Seminggu penuh badanku merah, bengkak dan panas. Padahal sudah menjelang pernikahan. Mungkin dia juga merasa bertanggungjawab, akhirnya dia mengantar aku ke dokter, merawat aku di rumah, sampai H-2 pernikahan aku sudah membaik.

Dia jarang sekali mengucapkan kata maaf, aku tahu dia memang bukan tipe yang bisa berkata2, tapi lebih pada perbuatan. Tapi aku pun manusia biasa, yang kadang butuh pengakuan secara verbal.
Jadi pada saat marah, aku selalu merasa apa yang aku lakukan diluar masa pertengkaran kami, lenyap begitu saja. Semua kata2 yang diucapkan pada saat marah, sangat menyakitkan. Pada saat2 seperti itu, aku selalu berpikir, kalau memang aku nggak ada baiknya di mata dia, kenapa dia masih tetap mempertahankan aku? Bahkan pernah dia menggunakan kata2 kasar (yang selalu aku tolak dan aku memperingatkannya untuk nggak bicara seperti itu lagi) dan juga menyakiti dirinya sendiri, misalnya meninju tembok dengan tangannya dan membenturkan gelas tupperware ke kepalanya (alasannya saking sebalnya dengan aku).

Tapi kelemahanku adalah nanti pada saat dia sudah membaik dengan sendirinya, aku pun dengan mudah memaafkannya. Itu pun yang terjadi setelah kami menikah. Memang kondisinya jadi berbeda, karena sekarang kami tinggal serumah. Mau nggak mau, kami pasti bertemu. 

Itu juga yang terjadi kemarin malam. Awalnya kami baik2 saja. Dia sedang nggak enak badan, jadi meskipun hari minggu, kami nggak kemana2. Malamnya kami sepakat untuk keluar sebentar untuk membeli sweater untuk dia. Sepulangnya, dia pamit mau ke warnet sebentar. Aku sudah mengingatkannya untuk jangan pulang malam2 karena dia masih sakit.
Ternyata 1 jam berlalu dia belum pulang juga. Aku sms, ternyata dia masih bertemu dengan kakak teman dekatnya. Teman dekatnya ini, sebut saja Arya, adalah teman SMA suamiku. Aku juga sudah lama diperkenalkan ke dia.

Ada satu kejadian yang membuat aku kurang suka dengan Arya ini. Dia dulu sering bermasalah dengan pacar2nya, sampai2 dia membuat statement bahwa cewek kota besar memang menyusahkan, keras kepala, dan lain yang jelek2. Bahkan suamiku waktu bertengkar dengan aku, sampai2 membawa2 statement itu. Itu sudah terekam di otakku.

Kemudian Arya menghilang dari kehidupan kami. Tiba2 ada kabar dia sudah menikah dengan cewek Jakarta. Pertamanya aku biasa saja. Aku memang nggak ada dendam atau apapun ke dia. Tapi belakangan ini dia sering kontak suamiku lagi. Bahkan yang membuat aku bertengkar dengan suamiku adalah dia meminjam kartu kredit suamiku untuk membelikan Blackberry istrinya. Aku baru tahu setelah itu terjadi. Aku sebenarnya marah karena:
  1. Suamiku nggak bilang aku sebelumnya (tapi kata suamiku, dia sudah pernah bilang ke aku, mungkin aku yang nggak dengar. Tapi aku benar2 merasa nggak pernah diberitahu oleh suamiku)
  2. Aku jadi semakin kecewa setelah tahu pinjamnya untuk beli Blackberry. Menurutku itu benar2 bukan suatu kebutuhan yang primer. Aku aja nggak punya Blackberry! Alasan suamiku Blackberry itu untuk pekerjaan Arya, tapi sayangnya istrinya nggak pengertian sehingga minta tukar. Istrinya yang pake BB baru, sedangkan Arya pake yang lama. Aku nggak peduli dengan itu.
Jadilah kami bertengkar karena dua sudut pandang yang berbeda. Suamiku berniat menolong temannya. Tapi aku merasa nggak dihargai karena tanpa sepengetahuanku, apalagi untuk kebutuhan BB!

Sayangnya suamiku juga kukuh dengan pendiriannya, bahwa yang dia lakukan itu nggak salah, dia cuma mau menolong temannya. Sedangkan aku menilai suamiku dan temannya sama2 salah. Kenapa juga temannya nggak berpikir atau merasa malu dengan permintaan itu? Aku juga sebal dengan suamiku karena terlalu percaya dengan orang. Dan aku nggak mau itu terulang lagi.


Semalam aku menawarkan opsi untu berpisah sementara. Karena aku merasa dia nggak butuh aku, dan melihat sikapnya semalam, aku merasa dengan adanya aku cuma membuat dia menderita.


Sampai saat aku menulis blog ini, aku dan suamiku masih diam2an. Aku tahu dalam ajaran agamaku bagaimana kedudukan suami dan istri. Istri harus menurut pada suaminya, sepanjang bukan mengajak ke kemusyrikan. Tapi aku juga berharap suami dan istri bisa saling menghargai, bekerja sebagai satu tim. Bukan semena2 mengikuti salah satu pihak. Bukankah nggak mustahil seorang suami juga bisa melakukan kesalahan?


Aku nggak tahu bagaimana ini akan berakhir. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik bagi kami, apapun itu...

Friday, January 7, 2011

Hot

0 comments
Caution: the content might be considered taboo for some people, but I write it from health perspective. It would be useful for some people too.


Beberapa hari yang lalu, aku dan suamiku berhubungan suami istri. Sejak hamil, kuret kemudian operasi, itu adalah kedua kalinya. Yang pertama, ada efek keesokan harinya. Perut bagian bawahku sangat sakit, sampai aku membungkuk2 saat berjalan. Selain itu, dua hari berikutnya aku sulit pipis lagi. Tapi waktu kontrol ke dr. Hari, beliau bilang semua normal. Mungkin cuma akunya aja yang tegang. Memang waktu itu aku masih agak takut karena baru 2 minggu paska operasi. Meski sebenarnya dr. Hari sudah bilang nggak papa kalau mau berhubungan.

Kemudian yang kedua, beberapa hari lalu, sama aja, aku masih agak tegang, jadi sampai terasa sakit. Entah karena aku yang tegang atau memang karena sudah lama nggak berhubungan, jadinya terasa sakit. Sampai akhirnya aku nangis...hehe... Tapi alhamdulillah keesokan harinya nggak ada rasa apa2.

Keesokan harinya aku penasaran, ada apa dengan aku ini? Akhirnya aku menemukan satu diagnosis yang mungkin aku alami, yaitu vaginismus. Vaginismus ada dua, yaitu primer dan sekunder. Kemungkinan aku yang sekunder, karena kalau primer, sejak pertama berhubungan sudah merasa sakit dan nggak pernah merasa enak. 
Sedangkan aku kemungkinan karena ada trauma dengan rasa sakit yang dulu pernah aku rasakan, ternyata karena ada endometriosisnya, kemudian sampai operasi segala. Jadi di bawah sadarku aku berpikiran kalau berhubungan itu identik dengan sakit. Makanya ada semacam trauma.

Semoga setelah aku menemukan penyebabnya ini, aku bisa mengatasinya..

Saturday, January 1, 2011

New Year 2011

0 comments
It's the first day of year 2011. Me and my hubby didn't get too excited about it. We just had dinner out with my father and my sister.

I am really grateful for having what I have now. All the goods and bads that I've been through, especially with my hubby. All of those makes who I am now.

My wish for this new year is to be a better woman for myself and my society, a better sister for my sister, a better daughter for my father, a better wife for my hubby and the best mom for my child-to-be.

I also wish that me and my hubby will be the best for each other, grow up together, holding hands reaching our goal together.


Happy New Year 2011! Hope Allah blesses us all...

Ke$ha - Take It Off

0 comments
   
There's a place downtown,
Where the freaks all come around.
It's a hole in the wall.
It's a dirty free for all.
When the dark
Of the night comes around.
That's the time,
That the animal comes alive.
Looking for
Something wild.
And now we lookin' like pimps
In my gold Trans-Am.
Got a water bottle full of whiskey
In my handbag.
Got my drunk text on
I'll regret it in the mornin'
But tonight
I don't give a
I don't give a
I don't give a
There's a place downtown,
Where the freaks all come around.
It's a hole in the wall.
It's a dirty free for all.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
There's a place I know
If you're looking for a show.
Where they go hardcore
And there's glitter on the floor.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
Lose your mind.
Lose it now.
Lose your clothes
In the crowd.
We're delirious.
Tear it down
'Til the sun comes back around.
N-now we're getting so smashed.
Knocking over trash cans.
Eurbody breakin' bottles
It's a filthy hot mess.
Gonna get faded
I'm not the designated
Driver so
I don't give a
I don't give a
I don't give a
There's a place downtown,
Where the freaks all come around.
It's a hole in the wall.
It's a dirty free for all.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
There's a place I know
If you're looking for a show.
Where they go hardcore
And there's glitter on the floor.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
Oh, oh, oh!
EVERYBODY TAKE IT OFF!
Oh, Oh, Oh!
EVERYBODY TAKE IT OFF!
Right now! TAKE IT OFF!
Right now! TAKE IT OFF!
Right now! TAKE IT OFF!
Oooh.
Right now! TAKE IT OFF!
Right now! TAKE IT OFF!
EVERYBODY TAKE IT OFF!
There's a place downtown,
Where the freaks all come around.
It's a hole in the wall.
It's a dirty free for all.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
There's a place I know
If you're looking for a show.
Where they go hardcore
And there's glitter on the floor.
And they turn me on.
When they Take It Off.
When they Take It Off.
Everybody Take It Off.
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review