How It Ends

Hari senin lalu setelah menuliskan post terakhir-ku, aku mendapat setumpuk tugas yang harus diselesaikan hari itu juga. Tugas itu berkaitan dengan tugasku ke Papua.
Sempat merasa otakku "berasap", tapi aku ambil hikmahnya. Aku jadi bisa lebih mengikhlaskan masalahku dengan suamiku.

Seperti biasa, kalau sedang marah, suamiku akan menjadi diam. Termasuk juga sms. Saat pacaran, aku bisa jadi sangat kelimpungan. Karena aku bukan tipe pendiam :P
Tapi lama kelamaan aku belajar bahwa kalaupun aku memaksa dia untuk membicarakan masalah pertengkaran kami, itu nggak akan mempermudah atau menyelesaikan masalah. Suamiku memang tipe yang kalau sudah diam, nggak akan mau dipaksa bicara. Nanti dia akan bicara sendiri kalau memang dia sudah merasa lebih enak. Memang awalnya aku ngerasa nggak enak diem2an. Tapi akhirnya aku mulai bisa menerima.

Biasanya aku juga ikut diam, tapi pikiranku yang terus kepikiran masalah kami. Nah, alhamdulillah senin kemarin pikiranku teralihkan oleh tugasku itu. Bahkan aku baru pulang jam 9 malam. Karena mempertimbangkan suamiku yang masih diam, kalaupun aku kabari bahwa aku pulang malam dan responnya dingin2 saja, malah bikin aku nggak enak juga, jadinya aku nggak kasih kabar ke dia.

Pas perjalanan pulang, ada sms masuk. Tapi aku cuekin karena sudah mau sampai rumah. Sesampainya di rumah, aku baru tahu bahwa itu sms dari suamiku. Bunyinya cukup singkat: "kamu sengaja nggak pulang ta?".
Masih terdengar cukup kasar, tapi aku tahu karakternya. Itu berarti dia sebenarnya mencari aku, tapi (tentu saja) karena masih gengsi masih dalam rangka diem2an, makanya dia smsnya dibuat terdengar cukup cuek. 

Aku tersenyum dalam hati, perasaanku juga lumayan membaik. Aku ajak dia bicara sedikit mengenai alasan aku pulang malam. Setelah itu aku mandi, makan dan langsung tidur. Dia sudah mau diajak bicara. 

Keesokan harinya suamiku nggak masuk kerja karena masih ngerasa nggak enak badan. Aku siapkan semua keperluannya. Setelah itu aku berangkat kerja. Alhamdulillah suamiku sudah semakin membaik, sudah mau banyak bicara dan mulai bicara manja. Meskipun nggak banyak bicara karena tenggorokannya masih sakit.

Semoga Allah selalu membimbing kami di jalanNya, supaya kami nggak melakukan hal yang akan kami sesali nantinya...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives