Big Brother for My Little Sister

Beberapa hari ini sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan, tapi entah kenapa rasanya ada saja halangan untuk menuliskannya di sini. Awal minggu ini sebenarnya dimulai dengan rasa sedikit sebal dengan seseorang, tapi alhamdulillah aku bisa mengontrol responku, jadi aku bisa mengungkapkan keberatanku secara nggak langsung, tapi nggak terlihat marah. Alhamdulillah lagi, orang tersebut sepertinya mengerti dengan maksudku. Semoga demikian...

Suasana di rumah juga menyenangkan. Adikku sering sekali bercanda dengan suamiku, karena aku tahu adikku senang punya seseorang yang bisa dianggap sebagai kakak laki2nya. Bahkan bercandanya cenderung "nggak penting" dan kekanak2an, meskipun adikku sudah mahasiswa semester 5.

Besok rekan kerjaku urutan ke3 berangkat ke Bintuni, sedangkan aku urutan ke4. It means, 3 weeks from now will be my turn to go to Bintuni and stay there for the next 1,5 month. Sempat stres juga karena khawatir meninggalkan keluargaku. Tapi aku berusaha ikhlas bahwa semua ini ada manfaatnya untuk kami semua; aku, suamiku, adikku dan bapakku; bahkan juga insyaAllah untuk tim RS yang aku dampingi.

Aku tahu pasti, insyaAllah, aku cuma berat meninggalkan mereka di awalnya saja, setelah itu insyaAllah aku bisa menjalani semuanya dengan baik, bahkan membawa pengalaman baru buat aku. Juga membawa manfaat bagi suamiku, karena dia akan mengembangkan usaha warnetnya yang kedua (dan semoga dia jadi bisa merasakan apa "manfaat" adanya aku buat dia). 

Untuk bapakku, mungkin untuk melatih karena bapak nggak pernah ditinggal lama oleh anak2nya (padahal nanti adik juga pasti harus PTT minimal 1 tahun di daerah, kecuali dia langsung ambil pendidikan spesialis). Adikku juga mungkin akan mendapatkan manfaat sebagai perempuan satu2nya di rumah, mulai mengambil posisi sebagai wanita, meski hanya untuk 1,5 bulan, nggak seperti aku dulu yang kelimpungan ketika mama meninggal. Amin ya Robbal'alamin...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives