This Uncertainty Makes Me Sick

Baru juga 1 hari mendapat kabar yang, menurutku sudah agak pasti, tiba-tiba tadi malam rekan seniorku, yang menjadi penanggungjawab pihak kami untuk proyek ini, meneleponku dan mengabarkan bahwa karena kuota dari Surabaya (yang hari Selasa tanggal 15) sudah penuh, maka aku dialihkan yang melalui Jakarta hari Senin tanggal 14 Maret. 

Semua serba berubah-ubah. Tapi rencanaku untuk mengadakan pengajian hari Sabtu malam, insyaAllah bisa dilaksanakan. Aku sudah menceritakannya pada suamiku. Bahkan sikapku yang biasanya banyak bicara, sangat manja dan ceria, sudah mulai berubah. Aku sendiri menyadarinya. Aku jadi malas berbicara, kalau nggak perlu.

Tadi malam aku juga meminta maaf ke suamiku dan janji jadi anak baik setelah pulang dari Bintuni. Bukan berarti sekarang aku nakal, tapi lebih karena aku merasakan ini sebagai suatu beban atau 'hukuman'. Tiba-tiba mata suamiku berkaca-kaca. Hehe...

Mungkin memang selama ini dia juga menutupi perasaan keberatannya. Memang pada dasarnya dia tertutup tentang perasaannya (mayoritas laki-laki memang begitu), terutama dengan keberatannya kalau aku tinggal dia untuk 1,5 bulan.

Back to the trip, kalau memang jadi hari Selasa, berarti dalam waktu 24 jam aku akan berada di 4 kota: Surabaya - Jakarta - Biak - Babo. Berarti pula dalam waktu 24 jam aku menggunakan 3x pesawat. Sedangkan dari Babo ke Bintuni menggunakan boat.

Ya Allah, lancarkanlah semuanya dan tenangkanlah perasaanku...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives