LovAdventure™

Setelah 1,5 tahun menikah, akhirnya aku dan suamiku bisa pergi ke luar kota (ke luar negeri, tepatnya) berdua saja. Sejak mama meninggal, aku nggak pernah tega untuk pergi (bersenang2) tanpa mengajak bapak dan adikku.

Sebenarnya ini sudah pernah kami rencanakan tahun lalu, untuk keberangkatan tepat 1 tahun pernikahan kami. Tapi ternyata Allah punya rencana lain. Aku sempat hamil, kemudian kuret. Sehingga kami membatalkan tiket pesawat yang sudah dibeli dan hangus-lah uang kami. Tapi kami ikhlas..

Hingga akhirnya setelah aku pulang dari Papua, suamiku sempat mengajakku ke luar kota. Tapi aku mencoba menghitung dan memperkirakan budget kalau ke luar negeri. Semua aku susun sendiri, termasuk pengurusan passport yang aku lewatkan travel agent. Keputusanku itu agak aku sesali karena ternyata sesampainya di Kantor Imigrasi Surabaya, terlihat bahwa pengurusan passport tidak sesulit dulu. Bahkan harganya hanya @ Rp 225.000 per orang. Sedangkan yang aku bayarkan ke travel agent 2x lebih daripada harga resmi.


3 minggu setelah kepulanganku dari Papua, tepatnya 21-24 Mei 2011, aku dan suamiku melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Sentosa Island-Orchard Rd, Singapore.
Kami sepakat untuk menggunakan backpack saja, tanpa koper, untuk memudahkan mobilisasi kami. Meski aku nggak mau menjadi backpacker murni, karena nggak yakin bisa kuat untuk berjalan dengan memanggul backpack terus menerus. Selain itu aku juga nggak mau memilih hostel/guesthouse khusus backpacker yang belum terjamin kebersihannya apalagi yang bermodel dorm (seperti bangsal dengan tempat tidur sekitar 20 dan 1 kamar mandi).

Kami berangkat dari rumah jam 08.15 WIB, sampai di Juanda jam 09.10 WIB dan langsung cek in. Kemudian jam 10.40 WIB tepat sesuai jadwal, pesawat take off. Oya kami membeli tiket pesawat return melalui internet. Akhirnya kami dapat 2 tiket return dengan Malaysian Airlines seharga Rp 1,8 juta. Kami membelinya 2 minggu sebelum keberangkatan. Seharusnya dengan Air Asia bisa lebih murah kalau kami membeli minimal 3 bulan sebelumnya. Pengalaman kami membeli tiket Air Asia tujuan Malaysia tahun lalu (yang kemudian batal) adalah tiket return untuk 2 orang adalah Rp 1,2 juta. Tapi lagi2 aku takut kalau memesan jauh2 hari, tiba2 ada suatu kondisi/acara pada tanggal yang sama.

Mendarat di KL tepat sesuai jadwal jam 14.15 waktu setempat (waktu Malaysia lebih cepat 1 jam daripada WIB). Kemudian kami harus antri untuk imigrasi sekitar 1 jam. Antrian sangaaat panjang, mungkin karena saat itu adalah weekend.
Setelah selesai imigrasi, kami langsung mencari informasi untuk transport ke Tune Hotel (kami sudah booking untuk 1 malam sejak di Surabaya). Hingga akhirnya kami mendapatkan bus Star Shuttle dengan harga RM18/orang. Menurutku perjalanan menggunakan bus kali ini kurang nyaman, karena perjalanan muter2 (harus mengantar orang satu per satu ke tujuan masing2), selain itu kami harus pindah ke mobil travel untuk masuk ke dalam kota (sepertinya bus tidak bisa sembarangan berhenti di tengah kota). Tapi memang bus cocok digunakan untuk first-timer seperti kami, sehingga benar2 diantarkan sampai ke tujuan.
Sejak perjalanan dari airport, hujan sudah turun. Sampai di hotel jam 17.00 (waktu Malaysia), setelah check in, hujan tidak juga mereda. Setelah duduk 10 menit di teras hotel, kami nekat membeli sebuah payung dan 2 buah sandal jepit di hotel, dan langsung memulai petualangan kami.
To be continued....

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives