Wednesday, July 27, 2011

LovAdventure™ : part quatre

0 comments
Nggak butuh waktu lama, kami sudah mencapai stasiun Harbourfront. Dan ternyata, seperti di Malaysia, semua sudah tersambung dengan tunnel bawah tanah, jadi kami nggak perlu keluar dari stasiun MRT (yang berada di bawah tanah). 
Kami langsung menuju VivoCity. Karena hari itu hari Senin, mungkin pengunjung ke Sentosa Island nggak terlalu ramai. Kami langsung menuju lantai 3 yang terhubung dengan Sentosa Island. Ada 3 pilihan cara menuju Sentosa Island dari VivoCity: 1) menggunakan cable car, 2) menggunakan train monorail (Sentosa express), dan 3) berjalan kaki melalui jalan penghubung (lupa namanya).


Aku pilih yang kedua, karena takut untuk naik cable car...hehehe...
Tarifnya cukup murah, kalau nggak salah Sin$3/orang, itu sudah return ticket.
Akhirnya sampailah kami di Sentosa Island jam 17.00 waktu setempat. Jangan dibayangkan jam segitu sudah gelap seperti di Indonesia. Karena di sana matahari baru tenggelam jam 19.00.





Memang waktu kami sangat singkat berada di Singapore, karena itu kami memanfaatkan sebaik2nya untuk memasuki wahana yang cukup murah dan menyenangkan dan tentu saja foto2!


Menyesal krn nggak membeli lebih banyak di Candylicious!
Pertunjukkan terakhir adalah Songs of The Sea, yang memang dimulai pada saat sudah mulai gelap. Selesai pertunjukkan jam 20.30, kami cepat2 kembali ke Sentosa express untuk kembali ke pulau utama Singapore. Kembali lagi ke Vivo City dan menuju ke stasiun Harbourfront. Tujuan kami berikutnya adalah Orchard road.


Sayangnya karena sudah jam 21.00, banyak toko yang sudah akan tutup. Kami jadi terburu2 untuk membeli oleh2 untuk keluarga. Tapi kami tetap menyempatkan diri untuk berfoto2 :)


Jam 23.00, bus kami berangkat kembali menuju Kuala Lumpur. Perjalanan lebih cepat, sekitar 4,5 jam, karena nggak pakai berhenti untuk makan dan imigrasi juga lebih sepi.

Jam 5.30 hari Selasa, kami sudah sampai di Kuala Lumpur. Kami langsung menuju penginapan di Bukit Bintang menggunakan monorail dari Imbi (tempat bus).

Pesawat kembali ke Indonesia jam 16.00, jadi kami sudah harus berada di airport jam 14.00. Jadi kami menghabiskan hari terakhir untuk berjalan2 di pertokoan di daerah Bukit Bintang.


Semua sangaaat menyenangkan, karena kami menyusun sendiri semua rencana perjalanan dan memecahkan berbagai masalah yang ada berdua. It's not like a common honeymoon :)

ps. Setelah sampai di Sub, kami menghitung selisih antara uang saku yang kami siapkan pertama dengan sisa uang yang ada selesai perjalanan. Sehingga didapatkan total pengeluaran kami adalah Rp 4jt per orang, sudah termasuk tiket, hotel, paspor, semua makan dan jajan kecil, dll. Seandainya paspor bisa kami urus sendiri, tentu saja bisa lebih murah lagi!
Lagipula, kami memang bukan backpacker murni kok, we're just an extraordinary couple :)

Tuesday, July 26, 2011

LovAdventure™ : part trois

0 comments
Setelah dari KL Aquaria, kami menuju daerah Bukit Bintang sekitar jam 13 waktu setempat. Kami harus mencari penginapan yang lebih murah di daerah Bukit Bintang. Akhirnya kami mendapatkan penginapan Greenland dengan tarif RM38/malam, seharusnya bisa lebih murah lagi kalau mau masuk lebih dalam ke gang-gangnya. Tapi lagi2 karena kami bukan backpacker murni dan aku mau kamar yang bersih, jadi kami mengambil di penginapan tersebut.


Jarak penginapan kami ke kompleks pertokoan Bukit Bintang sekitar 30m. Lumayan dekat :)
Setelah menaruh backpack kami, sholat dan tiduran sebentar, kami melanjutkan petualangan kami lagi. 
Sekitar jam 14, kami berangkat menuju KL Bird Park yang berada di ujung barat Kuala Lumpur. Dari penginapan, kami berjalan kaki ke stasiun monorail Bukit Bintang. Ternyata perjalanannya cukup jauh dari stasiun monorail terdekat kami turun. Jadinya kami terpaksa melanjutkan perjalanan menggunakan taksi. 


Sampai di KL Bird Park sekitar jam 16, ternyata tempatnya seperti Kebun Raya Bogor, area kompleks dengan KL Butterfly park. KL Bird Park seperti kandang burung raksasa dan kita harus berjalan di dalamnya. Karena kami sudah capek berjalan, jadi kami cuma makan siang saja di sana. Harga tiket masuk RM45/adult, cukup mahal bagi kami saat itu. Lagipula kami sudah cukup capek kalau harus berjalan lagi.



Selesai makan siang, kami memutuskan untuk ke Central Market, dengan harapan bisa membeli beberapa oleh-oleh dan shawl jualan. Tapi ternyata nggak bisa dapat shawl jualan. Jadi kami hanya membeli beberapa oleh2 yang ringan untuk dibawa. 
Sekitar jam 19, kami berjalan mencari makan malam dan kemudian ikut duduk di tengah kota.


Sampai jam 21.30, kami kembali ke penginapan. Setelah sholat, kami bersiap2 merencanakan perjalanan keesokan harinya di Singapore, kemudian tidur.


Hari Senin jam 06.00 waktu setempat, kami bangun kemudian sholat subuh. Bersiap2 sebentar kemudian jam 07.15 berangkat mencari sarapan. Kami sarapan di KFC dekat penginapan, sekalian kami membeli 2 buah twister untuk bekal makan siang di bus. 








Jam 08.30 bus berangkat menuju Singapore. Perjalanan memakan waktu 5 jam, plus 1 jam untuk berhenti makan siang dan melewati imigrasi Singapore. Sampai di Singapore jam 15.30. Kami langsung menuju stasiun Mono Rail Train (MRT).



Beli tiket train-nya di mesin ini!
Hasil googling-ku menunjukkan bahwa kami harus ke VivoCity atau stasiun Harbourfront untuk bisa ke Sentosa Island.Target kami memang hanya menuju Sentosa Island, karena kami memang tidak menginap di Singapore. Stasiun terdekat dari tempat penurunan bus adalah Nicholl-Highway. Untunglah kami sudah pernah di KL sebelum ke Singapore, karena sistem transportasinya hampir sama, bahkan lebih canggih di Singapore. Tidak ada loket penjualan karcis. Untuk naik train, kita bisa membeli di sebuah mesin, seperti mesin ATM. 


Karena masih pertama kali, kami masih bingung. Untunglah ada petugas informasi. Jadi aku bertanya. Oya di Singapore meskipun etnisnya bermacam2, tapi bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Ada satu perbedaan lagi dengan Malaysia, penduduk Singapore sangat hectic, terlihat mereka individualis (bukan berarti tidak ramah). Saking sibuknya Singapore, bahkan petugas informasi nggak mau repot2 sedikit berbasa-basi (seperti yang kami alami di Malaysia) dan hanya memberikan satu peta kecil tentang alur sistem transportasi MRT di Singapore.


To be continued...

Sunday, July 24, 2011

LovAdventure™ : part deux

0 comments
Kami nekat memulai perjalanan di tengah hujan angin yang kencang, kami nggak mau menyia-nyiakan waktu kami di sana. Kami bertanya pada resepsionis hotel dan kemudian diberi sebuah peta. Kami agak kesulitan membacanya, karena belum terbiasa membaca peta yang begitu lengkap dengan alur transportasi-nya. Kami nekat berjalan dari hotel menuju stasiun Monorail terdekat. Hotel kami berada di daerah Medan Tuanku.

Kereta Monorail ini juga membuat kami terkagum-kagum. Semua sudah tertata. Setelah kami membaca beberapa papan petunjuk, kami memutuskan untuk ke Petalling Street, Chinatown malam itu. Setelah membeli kartu (seperti kartu telepon di Indonesia jaman dulu), kami segera masuk ke area tunggu. Hanya jeda 2 menit sudah ada kereta berikutnya.




Di Petalling Street, kami jalan2, foto2 kemudian makan malam. Kami nggak beli apa2 dengan tujuan memperingan barang bawaan kami. Apalagi ini masih hari pertama. Karena masih takut salah makan, kami membeli makan malam di McD.
Sambil makan, kami merencanakan perjalanan kami ke Singapore. Karena sayang sudah sampai di Malaysia, tapi nggak melanjutkan ke Singapore. Jadilah kami bertanya di stasiun monorail, dimana kami bisa menemukan agen perjalanan ke Singapore. Ternyata letaknya sangat dekat dengan stasiun monorail Imbi.

Setelah menanyakan harga tiket per orang kami memutuskan berangkat ke Singapore pada hari ketiga yaitu hari Senin. Karena tarif perjalanan keesokan harinya cukup mahal karena hari Minggu. Kami membeli tiket pulang pergi untuk dua orang. Berangkat dari KL jam 08 waktu setempat dan kembali dari Singapore jam 23.00 waktu setempat pada hari yang sama. Kami tidak menginap di Singapore dengan beberapa alasan:
  1. Tiket pesawat dari Surabaya lebih murah bila dilakukan untuk return ticket alias Sub-Kul-Sub daripada Sub-Kul-Sing-Sub.
  2. Tarif hotel di Singapore lebih mahal daripada di Kuala Lumpur.
Setelah membeli tiket bus ke Singapore, kami kembali ke hotel dengan Monorail lagi jam 22.00 waktu setempat.


Kami memutuskan untuk check out keesokan harinya, karena kami ingin mencari penginapan yang jauh lebih murah. Karena kami sendiri jarang berada di kamar hotel kecuali untuk tidur malam dan mandi saja.


Hari kedua, kami check out dari Tune Hotel jam 8 pagi. Kemudian kami menuju KLCC menggunakan Monorail lagi dan bekal peta yang lebih valid (karena kami dapatkan dari stasiun Monorail malam sebelumnya). Jadi pagi itu kami berpetualang dengan membawa full backpack dan sling bag. Tujuan kami adalah Petronas Twin Building dan KL Aquaria. How did I know all this? I've been googling when I still in SUB.


Kami harus transfer kereta menggunakan Kelana Jaya Line alias jalur Long Rapid Train (LRT) underground train. Apa bedanya dengan Monorail? Monorail berada di atas jadi seperti jalan layang khusus Monorail, gerbongnya lebih pendek, hanya 2 gerbong. Sedangkan LRT berada di bawah tanah dengan gerbong yang lebih panjang, sekitar 10 gerbong.


Oke sekarang kami sudah lebih memahami cara membaca petanya :)) Kapan kami harus transfer kereta, dll. Dan senangnya, semuanya mudah!





Here are some of the photos:




To be continued...



 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review