Friday, August 19, 2011

Patience and Ikhlas

Sorry for missing in while, nggak ada alasan spesifik. Aku sedang ingin lebih mendalami pengembangan internalku, menyeimbangkan perkembangan kedewasaanku, nggak mau terlalu banyak bercerita (takutnya, no action talk only), banyak pekerjaan di kantor, ingin lebih fokus beribadah di bulan Ramadhan ini, dan masih banyak lagi.

Seperti yang aku sampaikan, aku sangat menantikan Ramadhan tahun ini, berharap berkah dari Allah di bulan Ramadhan ini. Post-ku kali ini, maaf sekali, nggak aku ceritakan secara gamblang, karena aku ingin menceritakan segalanya setelah mendapat ridho dari Allah SWT.

Yang ingin aku tulis adalah, bahwa hari ini aku menyadari sesuatu. Tentang ikhlas dan sabar. Seperti diketahui, aku mendalami Quantum Ikhlas meski nggak sampai mengikuti pelatihannya. Baca review-nya di sini atau sini dan sini.

Aku belum bisa menceritakan the whole story, tapi alhamdulillah aku sudah mendapatkan jalan yang positif sekitar 50%, kemudian mendapatkan sinyal2 positif 25%. Sehingga total sudah 75%, hanya tinggal menunggu hasil yang positif, sehingga jadi genap 100%.
Sebagai manusia biasa, aku sangat penasaran dengan hasilnya, apakah bisa mencapai 100% atau tidak? Meskipun aku berusaha ikhlas dan sabar, tapi rasa penasaranku membuat aku menjadi nggak sabar. Seperti orang berpuasa, meski nggak ada orang yang melihat, tapi apabila dia makan, dia akan merasa dia telah melakukan kecurangan. Meski tentu saja nggak akan ada orang yang tahu. Oke mungkin ini bukan analogi yang tepat, karena kecurangan yang tadi mengakibatkan orang tersebut harus membayar hutang puasanya yang batal (meski nggak ada orang yang tahu).

Sedangkan kecuranganku "hanya" mengakibatkan berkurangnya tingkat ikhlas dan kesabaranku. Aku sendiri (dan Allah tentunya) bisa menilai seberapa ikhlas dan sabarnya aku saat ini.

Jadilah aku melakukan "kecurangan" itu, aku ingin mempercepat melihat hasilnya, meski aku tahu ini belum saatnya. Dan tentu saja, aku kecewa, karena seperti orang yang menunggu hasil ujian di internet, kalau memang belum tanggal pengumuman, meskipun kita menunggu di depan komputer 24/7, nggak akan ada hasilnya.

Ujungnya aku kecewa dan frustasi sendiri, meskipun bukan yang stres berat. Hingga akhirnya aku mencari2 cara untuk lebih rileks dalam hidup di internet. Kemudian aku menyadari, ternyata aku masih memikirkan yang negatif daripada yang positif!

Aku berfokus pada ketidaksabaranku dalam menanti yang 25% daripada mensyukuri dan berfokus pada 75% hal positif yang sudah menuju ke 100% positif! Aku masih melihat setengah gelas kosong daripada setengah gelas penuh!

Astaghfirullahaladzim...

Semoga kalian bisa mengerti dan mengambil hikmah dari yang aku alami, insyaAllah...

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review