Sunday, September 18, 2011

I am a Wife

Kemarin aku masak udang goreng tepung, sebenarnya rasanya sudah enak, hanya saja penampakan masih jelek banget. Trus juga ternyata susah membuat tepung tetap garing sampai malam. Selain itu, aku juga masak sup kimlo dari paketan di supermarket.
Ini nih penampakannya 
udang goreng tepung

Sup Kimlo
Malamnya aku bikinkan spaghetti atas permintaan suami dan adikku. Memang dari bahan instan semua, cuma saus spaghetti-nya dimasak lagi dengan tambahan bawang bombay dan daging giling. Langsung habis dalam sekali makan!

Spaghetti Sauce
Hari ini, Minggu, setelah sepedaan sama bapak, aku mulai masak jam 9. Targetku kali ini adalah capcay goreng. Hanya satu jenis, karena siangnya bapak ada acara resepsi nikahan, jadi pasti nggak makan di rumah. Dan malamnya kemungkinan kami akan keluar.

Cap Cay Goreng
Selesai masak jam 10.30, aku bersih2 kamar, nyapu dan ngepel, kegiatan harianku. Setelah semua selesai, aku berkeinginan untuk refreshing sebentar di Galaxi Mall atau salon. Karena ingin sama suamiku, jadi aku pilih ke Galaxi Mall. Tapi ternyata suamiku nggak mau!
Rasanya sebeeell banget! Jadilah kami bertengkar, aku yang merasa capek, terutama sejak pembantuku baru, jadi semua aku harus ikut turun tangan. Ditambah lagi dia nggak bisa masak, jadinya aku yag putar otak untuk mengatur menu harian kami. Kasihan bapak kalau harus terus beli makan di luar. Karena pasti bahan2nya banyak penyedap, dsb.
Aku merasa suamiku nggak mau menyenangkan aku. Sebel sekali rasanya. Jadinya kami berdebat...bla bla bla.... Memang semua yang dia katakan juga masuk akal, tapi tetep aja, perasaan wanita masih mendominasi. Dia menjelaskan semua kegiatannya, sehingga dia sendiri merasa nggak punya waktu untuk kesenangan pribadinya. Karena dia punya pekerjaan tetap (di RS) dan dua usaha warnet.

Akhirnya aku merasakan pengorbanan seorang istri. Memang tugas seorang istri demikian, apalagi yang bekerja di luar juga seperti aku. Tapi memang sudah pilihanku untuk tetap bekerja di luar. Kadang memang terasa nggak adil, karena pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab seorang perempuan.
Waktu aku masih single, tentu saja semua terserah aku. Aku punya penghasilan sendiri (meskipun nggak besar), aku bebas mengalokasikannya semauku. Begitu pula waktu. Aku bebas mengatur kegiatanku, asalkan bisa dikompromikan dengan keluargaku. Tapi dengan suami, rasanya beda. Melihat dia istirahat di saat aku sibuk mengurus rumah, membuat aku sebal. Padahal dia yang bertanggungjawab untuk mencari nafkah. Dan memang pada kenyataannya memang penghasilan dia jauh lebih tinggi di atasku. Dalam debat kami tadi, dia mengatakan kalau memang aku nggak mau kerja di luar lagi, dia setuju saja. Karena pada dasarnya dia nggak pernah memaksakan aku untuk bekerja.
Tapi setelah aku pikir2 lagi, sepertinya aku nggak bisa diam saja di rumah. Mungkin untuk 2-3 hari aku masih bisa tahan (bukan berarti di rumah nggak banyak pekerjaan, karena aku sendiri mengalaminya 2 minggu terakhir ini), tapi untuk selamanya....hmmm...aku masih pikir2 dulu. Aku orang yang bosanan, paling suka travelling (on a daily basis, I love to travel around city). Bukan tipe perempuan rumahan banget deh...

Tapi memang itulah tugas seorang istri dengan berbagai macam bentuknya. Memang ada istri yang full time di rumah, ada juga yang berkarir di luar rumah. Keduanya pasti mempunyai tantangan tersendiri. Dan Allah sudah menetapkan peran dan tanggungjawab perempuan dalam AlQur'an.
Astaghfirullah....semoga aku nggak termasuk perempuan yang dibenci Allah...

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review