Thursday, December 22, 2011

Exhausted!

0 comments
Genap 2 minggu tanpa pembantu, aku merasa sangat capek sekali. Bahkan sejak kemarin malam aku merasa sakit kepala yang dibarengi dengan pundak dan leher yang kaku. 

Berikut ini kegiatan yang harus dilakukan di rumah setiap harinya (nggak selalu aku, bisa adik, bapak atau suamiku kalau ada waktu):
  1. Sapu-pel lantai 1
  2. Cuci piring kotor
  3. Cek-masak nasi
  4. Terima-menempatkan katering
  5. Terima/buka pintu saat ada tamu
  6. Cuci baju (4 orang)
  7. Jemur baju (4 orang)
  8. Beli lauk (kalau katering nggak cukup)
Sedangkan jadwal adikku harus kuliah jam 06.30, paling dia cuma bisa cek-masak nasi aja setiap harinya. Kadang kalau pas dia mau bangun lebih pagi, dia yang sapu-pel lantai 1. Sore dia bisa diminta tolong untuk mencuci baju dan angkat jemuran. Untungnya sejak minggu ini dia libur, meski nggak selalu ada di rumah.
Bapakku berangkat jam 08.30, bapak cuma buang sampah setiap pagi. Suamiku berangkat jam 07.45, nggak bisa apa2 sebelum berangkat, paling cuma angkat galon aqua (kalau pas habis) dan buang sampah (kalau belum dibuang bapak). Jadi bisa dibayangkan, sebagian besar pekerjaan itu aku yang melakukannya. Yang membuat aku semakin capek adalah kamarku di lantai 2, jadi kalau pas aku sendirian, dan aku sedang mengerjakan sesuatu di atas dan tiba2 ada orang datang, aku harus turun lagi ke bawah.


Sedangkan pekerjaan rumah yang HARUS aku yang melakukannya (setiap hari):
  1. Menyiapkan sarapan suami
  2. Sapu-pel kamar
  3. Bersih2 kamar
  4. Setrika baju (4 orang) (aku nggak kuat kalau setiap hari)

Selain pekerjaan rumah harian, ada juga pekerjaan yang (terpaksa) nggak aku lakukan setiap hari karena capek:
  1. Cuci-bersih2 mobil (dalam dan luar)
  2. Bersih2 rumah bagian lain, seperti garasi, teras, carport, dll cuma dilakukan bapak atau suamiku kalau senggang
Selain itu, aku juga tetap harus bekerja. Memang jam kerjaku fleksibel, selama ini aku ijin untuk datang siang, tapi jam pulangnya paling cepat setelah maghrib. Pekerjaanku sebagai konsultan memang nggak membutuhkan fisik terlalu banyak, sebagian besar duduk di kantor atau mengunjungi RS klien. Kemana2 aku juga masih nyetir sendiri.


Tapi sekarang aku sangat sangat capek. Bahkan setiap saat aku membunyikan sendi2 tangan dan kakiku, masih saja terasa capek. Fokus utamaku hanyalah aku nggak boleh stres, apapun yang terjadi. Mungkin karena rasa capekku ini juga, aku nggak merasakan gerakan bayiku lagi :( cuma 1x waktu pertama itu aja....


Berikan aku kekuatan ya Allah....

Wednesday, December 14, 2011

First Baby Move: Felt!

0 comments
Seperti yang aku tulis di post terakhirku, beberapa hari ini aku gampang bete, terutama karena capek nggak ada pembantu.

Tapiiii....tadi malam semua perasaan itu hilang!
Karena merasa capek & mengalami hari yang panjang, aku berniat tidur cepat. Jam 21.00 aku sudah berada di tempat tidur. Sempat main NDS sebentar, kemudian aku bersiap2 tidur. Waktu mau tidur itu, aku meletakkan tanganku di perutku dan tiba2 aja, aku merasakan ada gerakan aneh di perutku. Kalau di tangan, memang kurang begitu terasa, tapi dari dalam perut terasa seperti ada gelembung udara bergerak, tapi aku tau itu bukan dari lambung (seperti kalau kita lapar atau mau buang angin). Karena aku tau gerakan itu berada di perut bagian bawah.


Langsung aja aku panggil suamiku. Dia langsung ikut tiduran di sebelahku dan meletakkan tangannya di perutku. Dia bilang dia sudah sering merasakan itu, ternyata dia sering pegang perutku ketika aku sudah tidur. Tapi waktu dia bilang aku, aku masih nggak percaya karena aku nggak merasakannya sendiri.


Sekarang setelah terasa dari luar dan dari dalam, aku sangat excited!! Meski gerakannya masih jarang terasa, tapi aku senang sekali. Sampai2 aku nggak jadi ngantuk, malah jadi susah tidur lagi.


So, baby movement first felt on 16w2d....alhamdulillaaahhh!

Tuesday, December 13, 2011

Cobaan Emosional

0 comments
Stres? Sedikit. Banyak pikiran? Ya.

Sejak kepulangan pembantuku minggu lalu (yang mana pembantu yang nggak sopan), sampai saat ini aku belum mendapatkan pembantu pengganti. Awalnya aku berpikir, mungkin memang Allah menggariskan demikian karena pembantu terakhirku memang "nggak bener". Dan mungkin memang hanya "ditempatkan" selama 3 bulan selama aku mengalami masa mual.

Sejak minggu ke 15, mualku memang berkurang. 
Senin pagi kemarin, aku sudah berpikir banyak mengenai ini. Dan yang ada malah membuat hariku terasa berat. Aku memikirkan kekhawatiranku dalam menemukan pembantu yang cocok, apalagi insyaAllah dalam 5 bulan lagi aku akan melahirkan. 

Jadi semakin takut dan khawatir mengenai kehidupanku setelah anakku lahir, kalau nggak ada pembantu seperti sekarang.
Kekhawatiranku itu menjadikan hari kemarin terasa melelahkan! Apalagi ditambah dengan aku lupa membawa dompet, padahal aku ada kegiatan di RS klien. Capek!

Pagi ini juga aku awali dengan perasaan hambar. Apalagi nggak ada suami (dia sedang tugas untuk RSnya). Suamiku juga minta tolong untuk kirim barang lewat kurir. Tapi sempat ditolak, dan harus cari kurir lain. Sebal sekali rasanya!
Karena aku capek dan sudah kesiangan untuk berangkat kerja, tapi masih harus disuruh muter2.
Astaghfirullah

Tuesday, December 6, 2011

4 months!

0 comments

Alhamdulillah!!
Setelah flu di minggu ke 13, aku merasa nggak semangat lagi. I was wondering how my baby is. Is he/she okay?
Setelah tadi malam kontrol ke dr. Hari, alhamdulilaaahhh....dia sehat, aktif bergerak2. Malah dr. Hari tanya apa aku nggak merasakan gerakannya? Tapi aku memang belum kerasa sih, atau kalaupun sudah, tapi aku nggak tau bahwa itu gerakan bayi :D


Seneeeng banget! Apalagi minggu ini aku akan mengadakan pengajian rutin bulanan plus 4 bulan hamilku, semoga baby A terus sehat sampai lahir dan selamanya, sehat jasmani rohani, mental spiritual, selalu dilindungi Allah!


Apa perubahanku? Selain mualku sudah berkurang (tapi masih males makan), perutku sudah mulai terasa keras :)

Friday, December 2, 2011

Negative Emotion

0 comments
Malaaasss! Sejak 1 minggu sebelum testpack positif, aku sudah mulai merasa kurang enak badan dan malas. Sampai sekarang, rasa malas masih ada. Untungnya beberapa minggu terakhir ini sudah mulai ada keinginan2, seperti misalnya, sudah mulai suka lihat2 model2 pashmina, baju, gamis meskipun secara online. Keinginan lain seperti kecintaan terhadap buku2 juga mulai muncul.

Sejak kemarin suamiku tugas ke Bandung, suatu kota yang sangat aku ingini sejak jaman duluuu... Mama, bapak & adik sudah pernah ke sana waktu aku masih S1 dan aku ada halangan untuk ikut. Kemudian adikku ke Bandung lagi untuk acara kampusnya. Sekarang suamiku??
Whaaat?? Kapan gilirankuuu? Semakin aku sebal karena aku tahu aku nggak mungkin keluar kota dalam waktu dekat, riskan dengan kehamilanku. Kalau sampai ada apa2, pasti aku sangat menyesal! Selain itu, setelah melahirkan, aku juga nggak mungkin pergi sendiri meninggalkan anakku. Kalau membawa anakku juga nggak mungkin, minimal harus menunggu dia umur 1 tahun. Sebaaal! Saking sebalnya, rasanya seperti anak SD yang nggak terpenuhi keinginannya, dan yang ada jadinya pingin nangis!


Tapi tadi siang aku sempat berpikir, kenapa aku sering terbawa emosi? Terutama emosi negatif seperti ini, jelas nggak baik buat calon bayiku. Seharusnya aku bersyukur dengan anugrah yang sudah diberikan oleh Allah ini, dan aku wajib mensyukurinya dengan menjaganya. Sepertinya inilah awalnya pengorbanan seorang ibu, nggak bisa memaksakan ego-nya sendiri.


Kalau aku masih single, dalam kondisi seperti ini pasti aku "memaksakan" diri bagaimanapun caranya supaya keinginanku bisa tercapai, entah langsung atau harus menabung dulu.
Yah aku harus belajar mengurangi keinginan2 pribadiku...
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review