Thursday, December 27, 2012

Refleksi Akhir Tahun

0 comments
Kejadian besar yang terjadi di tahun 2012? Tentu saja kelahiran anak pertamaku, Afshayra Charmaraiza Addyn, pada tanggal 16 Mei 2012. 
Kejadian besar itu banyak merubah aku dalam waktu singkat, hingga saat ini, 7 bulan 2 minggu setelah Ayra lahir.

Yang terakhir adalah munculnya kesadaranku sebagai orang dewasa untuk mengelola uang. Ya....masalah uang adalah masalah yang jarang dibicarakan ataupun diajarkan oleh kebanyakan orang tua ke anaknya, termasuk orang tuaku. Terutama pada anak perempuan, jarang diajarkan bagaimana mengelola uang atau bahkan memperoleh uang. Entah karena masalah uang adalah hal yang tabu untuk dibicarakan di masyarakat kita, atau karena anak perempuan dianggap tidak bertanggungjawab untuk mencari nafkah ataupun mengelola keuangan keluarga, perempuan hanya diproyeksikan untuk membelanjakan uang yang sudah diberikan oleh suaminya, meski untuk kebutuhan keluarga.

Kelahiran Ayra membawa dampak besar bagi aku dan suami. Terutama untuk aku :D
Kelelahan fisik setelah melahirkan, kemudian mengurus Ayra sendirian, dst dst sempat membuat aku dan suami merenggang. Puncaknya adalah saat ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, 4 Oktober. Kami bertengkar hebat hingga kami hampir nggak berbicara selama 4-5 hari. Sangat sedih karena melihat Ayra juga semakin tidak dipedulikan oleh bapaknya, demi menghindari aku. Tapi Allah ternyata punya cara lain untuk kami. 1 minggu kemudian, tanggal 9 Oktober 2012, usaha suami yang sedang berada di puncaknya, mengalami musibah kebakaran. Semua habis terbakar. Suami shock. Setelah kejadian itu, dia sering berada di rumah karena ingin "mengasingkan" diri dari dunia luar. Dia juga masih tetap diam ke aku, tapi dia jadi lebih banyak ngobrol dengan Ayra. Aku sangat bersyukur.
Itulah cara Allah...

Titik balik hubungan kami adalah pada musibah itu. Kami mulai bisa bicara lagi dengan normal. Membicarakan hal-hal dewasa, seperti cara pengasuhan anak, pengelolaan uang keluarga, dll. Bukan berarti waktu luang kami semakin banyak, tidak...tapi kami jadi lebih sadar diri untuk mau meluangkan waktu untuk berdiskusi.


Aku sadar sekali, ini masih awal perjalanan kami sebagai orang tua. Semoga kami selalu dibimbing oleh Allah selama perjalanan ini.

Monday, December 17, 2012

Busy...busy...every mother is busy!

0 comments
Galau....lagi lagi galau.....aku capek! Capek dengan pikiranku sendiri...hehehee.... Rasanya waktu berjalan begitu cepat, hampir nggak punya waktu untuk bersenang-senang seperti dulu (kemana2 bisa sendiri, nggak perlu pikir panjang, dll)...happiness when I was young and restless!
Not that I am old enough now, but it's just different. Ada banyak hal yang menjadi tanggung jawabku. Melihat aktivitas teman2ku yang sebaya (bukan seumuran ya), ada yang belum menikah, ada yang sudah menikah belum punya anak, ada yang sudah menikah dan punya anak 1, punya anak 2 serta ada juga yang sudah bercerai!

Melihat yang masih single (dan umurnya di atasku), betapa senangnya bisa kemana2 sendiri, peningkatan karir yang stabil (bahkan ada yang bekerja di LN). Sedangkan aku, harus mengurangi laju karirku. Bukan terpaksa, memang inilah kewajibanku sebagai seorang ibu dan istri.

Melihat yang sudah menikah dan belum punya anak, juga masih bersenang2 berdua dengan suami, foto2 di tempat2 berbeda2 setiap weekend. Sedangkan aku, begitu banyak yang harus aku lakukan (apalagi dengan pembantu yang on-off).

Melihat yang sudah menikah dan punya anak (1 ataupun 2), ada yang bisa tetap berkarir tinggi di kantoran (bahkan sampai ditugaskan ke LN), ada yang rela ikhlas melepas karirnya dan menjadi full stay-at-home-mom, atau juga work-at-home-mom.

Melihat ada temanku yang sudah bercerai (dan ada yang sudah menikah kembali), rasanya begitu cepatnya perjalanan hidup seorang manusia.

Di usiaku 28 tahun sekarang, apa aku sudah puas? Puas belum, bersyukur iya. Meski seringkali masih melihat2 "rumput tetangga", seharusnya kita selalu bersyukur dengan yang sudah kita punya. Serba serbi kehidupan manusia, terutama kehidupan perempuan dewasa muda sangat beragam dan menantang. Contohnya soal anak, mau jarak usia anak dekat dengan pertimbangan biar sekalian repotnya? Atau diberi jarak usia ideal (3 tahun) agar anak pertama bisa tumbuh kembang optimal dan ortu bisa mempersiapkan segalanya dengan lebih baik, tapi artinya sang ibu harus siap "repot" lebih lama?
Ada banyak variasi, ada banyak pertimbangan dan pemikiran. Mana yang lebih baik? Tidak ada. Karena situasi setiap keluarga berbeda. Ada banyak variabel dalam hidup. Yang pasti, aku yakin semua perempuan waras pasti menginginkan yang terbaik untuk anak dan keluarganya. Standar terbaik itulah yang berbeda.

Anyway, karena ini blog-ku, jadi back to my story. Sampai hari ini, Ayra berumur 7 bulan, aku merasa masih banyak merasakan kegalauan. But yeah, sepertinya itu karakterku, jadi bukan masalah kondisinya. Solusinya seharusnya adalah bagaimana mengelola stresku, mengubah pola pikirku dan mengelola waktuku.

Pola pikir nggak bergantung pada angka (baca: usia), it just takes practice.

Here are my activities:

  1. Urus Ayra
  2. Urus rumah
  3. Hospital management consultant - part time
  4. Lecturer
  5. AIMI Jatim's committee
  6. Regular exercise: daily yoga and monthly swim
  7. Body care: body massage, hair-spa
  8. Re-activate my online shop
How do/will I manage these?

Here's my plan:

  1. Urus Ayra --> every day; making the food every sunday; grocery shop satnite
  2. Urus rumah --> every day
  3. Hospital management consultant - part time --> weekdays
  4. Lecturer --> weekdays
  5. AIMI Jatim's committee --> weekend and any free time
  6. Regular exercise: daily yoga and monthly swim --> yoga everyday; swim on sunday once a month
  7. Body care: body massage, body or hair-spa --> any free time
  8. Re-activate my online shop --> saturday
I'll update you later!



Wednesday, November 28, 2012

Gratefully Amazed

0 comments


Alhamdulillaaahhh....tepat pada tanggal 16 November 2012 Ayra berhasil juga sampai jadi S1 ASIX.... Ayra berhasil hanya menyusu ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Semua tentu karena dukungan orang di sekitar saya, keluarga terutama suami. Bantuan sahabat saya, Tika, yang memperkenalkan saya pada AIMI yang kemudian menuntun saya untuk belajar sendiri lebih jauh.

Perjuangan awal menyusui, dengan puting lecet, posisi yang belum pas yang menyebabkan badan pegel2 sampai terasa hangat. Kemudian umur3-4 bulan saat saya sudah mulai kembali bekerja, Ayra nursing strike sampai 3x, berjuang memberikan ASIP dengan media apapun, bertahan nggak menggunakan dot (dengan saran orang2 di lingkungan kerja yang menyarankan pakai dot), sampai akhirnya saya memutuskan untuk menjadi part timer.

Begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang kami lalui selama 6 bulan ini. Terutama saya, belajar sabar, tenang dan mengambil keputusan. Saya dan suami juga banyak sekali beradaptasi dengan kehidupan baru ini. Bagaimana suami saya tiba2 "takut" saya tinggal, selama 8 tahun kami bersama (5 tahun pacaran, 3 tahun menikah), baru kali ini dia selalu menanyakan kapan saya pulang. FYI, bahkan waktu saya ditugaskan ke Papua selama 1,5 bulan pun, suami nggak melarang dan telepon pun masih tetap jarang seperti biasanya. Ayra-lah yang mengubah suami saya :D

Sampai di umur 6 bulan ini, alhamdulillah Ayra nggak pernah sekalipun sakit dan minum obat. Cuma 1x panas setelah imunisasi DPT 1, setelah itu DPT 2 dan 3 nggak pernah panas lagi.
Subhanallah... meski capek badan ini, tapi saya benar2 sangat bersyukur dengan semua yang sudah kami jalani.
Subhanallah....saya masih begitu takjub dengan makhluk kecil ini....makhluk kecil pemberian Allah yang mampu mengubah, "memporakporandakan" hidup kami..

Saya masih selalu takjub...I'm amazed how this little creature does it all!
Saya tahu dia akan terus mengajarkan saya berbagai hal baru dalam kehidupan kami ke depannya...

I'm proud to be your mother, Ayra, and I'll always be..
I'm so blessed to be given chance by Allah to have you in my life, my Afshayra Charmaraiza Addyn...








Solid Foods: Baby-led or Mummy-led?

0 comments




MPASI day 12.
Setelah menjalani pemberian MPASI selama kurleb 10hari, aku mulai frustasi karena Ayra tetep nggak mau disuapin..bahkan dia sampai nangis2 kalau disuapin. Aku sendiri mudah panik & stres, apalagi ditambah komentar2 dari bapakku. Yang nggal bersih lah, yg cara masaknya salah, dll.
Akhirnya aku "dendam", aku harus baca bukunya Gill Rapley ttg Baby-led Weaning secara lengkap!
Masih belum selesai sih...tapi acara makan hari ini sudah aku pakai metode BLW. Belum fix banget karena kami masih mencari metode apa yang nyaman buat kami. 


Saat sepertii inilah yang menyiksa saya Ayra terlihat seperti tersiksa :'(





Thursday, November 15, 2012

Ayra's First Solid Foods

0 comments

Ga kerasa sudah waktunya mpasi untuk Ayra...yaayyy!
Beda dengan persiapan menyusui yg ada kelasnya, untuk mpasi ini aku ga sempat ikut kelasnya :( jadilah aku cuma baca2 majalah dan website...

Aku memutuskan untuk memberikan buah sbg makanan pertama Ayra. Rencana awal adalah alpukat, sayangnya malam sebelum hari H nggak menemukan alpukat yang matang :(

Sudah menduga hal ini, aku sudah menyiapkan plan B yaitu buah pear.

Selanjutnya kebingunganku adalah menentukan metode yang akan kami gunakan: baby-led weaning atau puree.
Kelebihan BLW utk aku adalah bayi bisa menikmati acara makannya, nggak perlu menyiapkan makanan yg aneh2 (tinggal potong buah aja). Sdgkan kelemahannya adalah nggak bisa cepat, kalau pas aku libur sih oke aja, tp kalau aku harus pergi tanpa Ayra ini yg agak susah.

Karena aku sendiri belum mantap menggunakan metode yang mana (memang jangka panjang rencanaku kombinasi aja) untuk hari pertama ini, jadi aku menyiapkan 2: puree dan buah potong.

Waktu disuapin puree, Ayra masih merasa aneh, sama seperti waktu disuapin asip. Masuk banyak, tp tumpahnya jg banyak. Sedangkan buah potong, Ayra baru pegang-emut sekitar 5 menit sudah bosan. Mungkin krn terlalu lama nunggu aku menyiapkan makannya. Dan jg biasanya setelah mandi, Ayra langsung nyusu. Jadi mungkin tadi sudah dalam kondisi lapar dan ngantuk.

Meski sudah baca pengalaman orang lain bahwa jangan berharap terlalu banyak di hari pertama mpasi, aku tetap aja sedikit kecewa.

Oya kenapa aku mulai mpasi tgl 15 bukannya 16? Karena pas tgl 15 tanggal merah, jadi bisa ada suami jg di rumah :)


Friday, October 5, 2012

3rd Anniversary: New Month, New Life-Balancing

0 comments
Jum'at 28 September 2012, akhirnya bos-ku memberikan jawaban: aku diijinkan menjadi part-time consultant...alhamdulillah...yaayy!!
Tentu saja dengan penyesuaian gaji bulanan, tapi untuk fee proyek (sepertinya) akan tetap mekanismenya :)

Berita ini menutup mingguku dengan menyenangkan.

Sayang sekali, hari minggu aku bertengkar lagi dengan suamiku :( masalahnya hanya karena kesibukan kami berdua dan cara2 kami meresponnya. Aku kurang sabar dalam menghadapi semuanya...bla bla..
Jadilah kami 'perang dingin' selama 3 hari, bicara kalau ada perlunya aja. Dan memang kami berdua jarang bertemu karena kesibukan suamiku dengan jabatan barunya dan juga usaha sampingannya yang baru.

Kamis 4 Oktober 2012 adalah hari jadi pernikahan kami yang ke 3, suami masih agak 'gengsi' untuk bicara, tapi aku sudah memulainya dengan mengucapkan selamat jam 2 pagi. *memang jam 2-3 pagi aku terbiasa bangun untuk nyusuin Ayra, yang mana hari itu juga mengejutkan: jam 2 dini hari tiba2 Ayra ndusel2 ke arahku dan tiba2 jadi tengkurep sendiri! It's sooo cute!
Oya Ayra sudah bisa tengkurap sendiri sejak 29 September 2012, cuma masih jarang2.

Back to my work-life, minggu ini aku sudah memulai sebagai part-time. Selasa aku tetap mengajar. Dan alhamdulillah bosku sempat meminta aku untuk mengoreksi laporan salah seorang temanku, dan aku selesaikan dalam 1 hari. Nanti malam aku juga diminta datang untuk pertemuan dengan klien yang mana proyeknya rencananya akan aku handle.
Alhamdulillah....

Sekarang, aku mau mulai menata hidup kami, keluargaku dan pekerjaanku...finding new life-balance :)

Doaku tahun ini, setelah 3 tahun menikah dan sekarang sudah ada Ayra, semoga aku dan suamiku menjadi orang yang lebih baik secara individu, saling melengkapi dan terus belajar menjadi orang tua yang terbaik untuk Ayra. Amiinnn...

Tuesday, September 18, 2012

I've Made My Decision

0 comments
Yes, I have made my decision.

Setelah 3 minggu kembali bekerja dan tanpa ada pembantu di rumah, aku dan suami "berakrobat" menyesuaikan diri antara Ayra, pekerjaan rumah dan kantor. Bagaimanapun juga memang naluri perempuan lah yang lebih besar untuk mengurus rumah dan anak. 

Singkat cerita, aku memutuskan untuk bernegosiasi dengan bos-ku untuk menjadi part-time consultant aja. Untuk mengajukan ini pun, aku harus berpikir panjang. Karena aku sudah hampir 3 tahun di sini, perkembangan karirku ke depan juga bisa diprediksi baik. Kalau aku memaksakan diri untuk terus bekerja full time di sana, yang mana aku tau juga bisa saja, tentu aku harus menyerahkan Ayra untuk diasuh oleh babysitter. Itu pun aku berarti harus bisa membagi waktu dengan sangat baik, mempersiapkan babysitter dan melatihnya supaya sesuai dengan pola asuhku. Belum lagi kalau tiba2 babysitter keluar mendadak.

Dengan berbagai pertimbangan tadi, aku memutuskan bahwa aku bernegosiasi untuk menjadi part-time. Untuk pekerjaan sebagai dosen, masih aku jalani karena cuma 1x per minggu. Sekarang tinggal menunggu jawaban dari big boss.

InsyaAllah aku yakin dengan keputusan ini. Karena aku yakin, Allah pasti sudah menyediakan rejeki ke setiap manusia. Aku juga yakin apapun keputusan bos-ku, itulah yang terbaik buat aku.

Sekarang prioritasku adalah mengurus Ayra dan keluargaku. Pekerjaanku mungkin bukan punyaku, tapi karir adalah selalu punyaku. Karir berhubungan dengan passion, bukan dengan instansi tertentu.
Suamiku nggak pernah meminta atau menyuruh aku apa2, tapi dia menyerahkan semua keputusan ke aku.

Bismillah...

Thursday, September 13, 2012

She Never Asked to be Born

0 comments
Heya!

Sudah lama aku nggak post lagi di blog ini. Bukan apa2, tapi aku benar2 nggak sempat. Pembantu nggak balik paska lebaran, plus aku sudah mulai kerja. Beruntunglah aku punya kantor yang fleksibel, sehingga membolehkan aku untuk membawa Ayra ke kantor.

Rencana awal adalah bawa Ayra mulai masuk kantor jam 10 sampai jam 14, kemudian aku pulangin untuk dimandikan, sambil nunggu suami pulang jam 16, kemudian aku balik kantor lagi. Itu teorinya. Prakteknya? Luar biasa susah!

Bukan susah apanya, tapi namanya bayi itu benar2 unpredictable. Hari pertama bawa Ayra, bisa ditepati rencanakuu itu, meski aku nggak bisa optimal kerjanya. Semakin lama semakin susah, selain karena aku juga semakin capek karena urus rumah juga, naik-turunin barang2 Ayra setiap harinya, tapi juga Ayra kadang bisa diajak kompromi, kadang nangis nggak karuan di kantor. Pernah baru datang buka laptop, Ayra rewel, disusuin nggak mau, digendong juga masih rewel. Otomatis cuma setengah jam aja, aku langsung balik pulang. Karena aku sendiri jadi sungkan kalau suara tangisnya Ayra ganggu teman2 lain yang kerja.

Kemudian lagi, setiap Selasa jam 07.40-11.10 aku mengajar kuliah Prodi S1 Administrasi RS. Sesuai dengan minatku juga. Ayra tinggal di rumah dengan suamiku. Dia ijin masuk siang sampai malam, meski sebenarnya jabatan struktural seperti dia seharusnya masuk pagi. Tapi gimana lagi.

Tambah lagi lah urusanku: bikin modul kuliah yang akan dipakai setiap Selasa. Kejar tayang pastinya!

Capek? Pasti! Aku sudah mengeluh sampai akhirnya sekarang juga kehabisan tenaga untuk mengeluh. Bertengkar dengan suami? Sudah pernah juga. Masalahnya memang kami berdua sama2 sibuk. Dia sibuk sebagai kepala departemen baru, yang tugasnya semakin banyak. Sedangkan aku sibuk mengatur keseimbangan urusan Ayra-kerjaan-rumah.

Nggak pernah terbayang sebelumnya bakal seperti ini. Mungkin orang lain nggak seribet ini karena masih ada eyang2nya yang bisa dititipin cucunya. Tapi aku nggak. Selain bapakku masih aktif kerja, beliau juga nggak berani pegang bayi yang masih kecil. Adikku? Apalagi...
Mamaku sudah meninggal dan mertuaku di luar kota.

Tapi aku pun sebenarnya nggak rela kalau Ayra diasuh orang lain, apalagi pembantu. Setiap kali liat wajahnya waktu nyusu, keliatan sekali dia sangat senang, antusias dan berbagai macam ekspresi yang nggak bisa diungkapkan kata2. She really needs me dan aku juga sadar dia belum bisa hidup tanpa aku.

Mengingat betapa "kacau"nya hidupku sekarang, nggak tertata lagi seperti dulu, aku selalu kagum betapa bayi kecil ini mampu "mengguncang" duniaku. Setiap kali aku mengeluh atau marah2 sama suami, aku sadar bahwa itu berarti aku nggak mensyukuri kehadiran Ayra. Padahal dia nggak salah apa2, dia bahkan nggak minta untuk dilahirkan. She never asked to be born.

Aku belum tahu posisi pekerjaan apa yang paling tepat buat aku saat ini. Semua masih berproses, masih mencari sebuah keseimbangan baru dalam keluarga kami. Doakan kami dapat melaluinya dengan indah. Amiinn...

Friday, August 17, 2012

Ayra's 3 months old and my 1st day at office

0 comments
 Kemarin adalah hari pertamaku masuk kerja

Wednesday, August 8, 2012

Midnight Talk

0 comments
Sejak Ayra lahir, aku dan suamiku sama2 sibuk. Sampai Ayra sekarang berumur 2,5 bulan kami hampir nggak pernah bicara serius lagi. Aku sibuk mengurus Ayra, suamiku sibuk dengan jabatan barunya di RS dan 3 usaha sampingannya. Kami sibuk adaptasi dengan hadirnya Ayra

Sementara aku banyak menghabiskan waktu di rumah, aku banyak belajar tentang parenting dari internet, terutama twitter...thanks to Blabkberry. 
Kami memang dua orang yang berbeda. Kalau dulu kami sering bisa menyempatkan diri untuk diskusi tentang berbagai hal, sejak Ayra lahir, nggak pernah lagi.

Akhirnya, tanpa direncanakan, kemarin malam kami bisa bicara. Nggak direncanakan karena kami jadi sedikit bertengkar saat Ayra nggak mau tidur saat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Suami yang seharian bekerja tentu saja capek, sedangkan aku sendiri juga ngantuk karena seharian Ayra lebih banyak ajak main.

#MidnightTalk kemarin membahas pola pengasuhan dan pengelolaan keuangan kami. Pola asuh kami sepertinya berbeda. Pada dasarnya suami memang tipe orang yang learning by doing, nggak suka banyak teori, nggak suka banyak bicara, langsung aja dikerjakan. Dan aku kebalikannya. Aku suka baca, mempelajari segala sesuatunya sebelum dilakukan, bahkan seringkali nggak jadi dilakukan karena kelamaan action-nya.

Back to the topic, #MidnightTalk tadi malam belum menghasilkan satu hal yang final. Ini baru permulaan. Mengenai pengelolaan uang, suami termasuk tipe agresif, dia lebih suka menggunakan uang diputar sebagai modal usaha. Sdangkan aku tipe konservatif, bisanya cuma nabung aja. Sadar kalau biaya sekolah sekarang tinggi (FYI, biaya masuk playgroup mencapai 7 digit!), aku mulai belajar tentang financial planning, investasi, reksadana, dll.

Suamiku yang sama dengan aku, kurang paham dengan finplan, kurang suka dengan ide investasi. Karena menurutnya, uang kami belum berlebih, jadi seharusnya diputar untuk jadi modal usaha, instead of diinvestasikan.


Hasil terakhir #MidnightTalk pertama kami, suami setuju kalau aku mulai mengelola uang dengan caraku. Karena selama ini uang masih dikelola semua oleh suami. Belum ada keputusan final....it was just the beginning.. But I'm sure it'll lead us somewhere better...amiinn :)

Sunday, July 29, 2012

Motherhood

0 comments
Sebagai perempuan, kita (atau aku aja?) nggak pernah mendapatkan pelajaran lengkap tentang menjadi seorang ibu. Setelah punya anak sendiri, aku baru menyadarinya. Dan juga menyadari bahwa nggak akan pernah ada pelajaran lengkap menjadi seorang ibu, karena nggak ada satu tipe ibu yang sempurna atau cocok untuk semua tipe anak. Karena anak diciptakan dengan berbagai macam karakter dan kepribadian, maka ibu pun akan menyesuaikan diri dengan anaknya.

Nenek dari pihak mamaku adalah seorang bidan. Para perempuan dari keluarga mamaku semuanya bekerja lebih banyak di bidang swasta dan wirausaha. Sedangkan perempuan dari keluarga bapakku hampir semuanya adalah PNS dan beberapa di perusahaan swasta. Semakin sekarang semakin banyak perempuan bekerja yang resign setelah mempunyai anak dan dilanjutkan dengan berwirausaha.

Ini juga yang membuat aku jadi galau tingkat khayangan. Setiap kali lihat Ayra menyusu dengan lahap, matanya yang berbinar2 setiap kali lihat saya atau sambil tersenyum, rasanya aku pingin menghentikan semua kegiatanku cuma buat dia. Dia tahu kalau sudah dekat dengan dadaku, dia senang sekali, berceloteh dan ketawa2.
Bukan cuma menyusui aja, waktu memandikan pun, dia terlihat senang, ketawa2. Mungkin dia belum tahu istilah "mamanya", tapi aku rasa dia bisa merasakan bahwa akulah orang yang paling banyak menyentuh dia dan sentuhanku selalu membuatnya nyaman. Sehingga bisa dipastikan sebagian besar tangisannya langsung diam kalau sudah aku sentuh.
Inilah hasil dari 10 minggu bersama Ayra, nggak pernah se-jam pun aku meninggalkannya. Bahkan sudah 2x rapat, aku bawa Ayra.

Aku nggak rela dia kehilangan rasa bahagianya. Karena aku tahu sumber bahagia seorang anak dimulai dari ibunya. Meski setelah besar, anak banyak beraktivitas di luar, tapi hanya ibu lah tempat yang selalu menerima dia apa adanya. Kenapa aku yakin bilang seperti ini? Karena aku juga seorang anak dari seorang ibu. Lebih2 aku adalah anak yang dulu sangat nakal, baru dekat dengan mamaku "hanya" 5 tahun terakhir sebelum mamaku meninggal. Rasanya? menyesal luar biasa!
Aku merasa waktuku sangat kurang dengan mama. Ya..mamaku seorang dokter yang bekerja di 2 RS, dosen di FK dan sebagai pembicara di seminar2. Mamaku sangat sibuk, berbanding terbalik dengan bapakku. Bapakku memang seorang yang lebih pendiam.

Kalau aku mau ikut tradisi, mestinya aku ya terus kerja aja. Tapi kan kondisinya beda. Mamaku sibuk kerja salah satunya karena nggak mau anak2nya merasakan kekurangan seperti mama waktu kecil, sedangkan bapakku orangnya pasif. Sekarang alhamdulillah suamiku orang yang aktif, dia kerja di RS, juga punya 2 warnet dan 1 jasa persewaan LCD proyektor. Jangan salah, hasil di warnet lebih besar daripada gaji PNS.

Selain itu, banyak hal lain yang memang membedakan aku dan mamaku. Jadilah aku mengambil kesimpulan, memang nggak ada satu tipe ibu sempurna yang cocok untuk semua tipe anak.

Back to the topic, kegalauanku sejak hamil adalah apa yang aku inginkan. Jelas aku nggak betah diam di rumah, kalaupun aku nggak kerja, pastilah aku akan keluar2 yang justru menghabiskan uang. Di sisi lain, aku bukan tipe perempuan yang mengulurkan tangan meminta gaji suami. Gaji suamiku nggak pernah aku pegang, karena aku juga lemah dalam pengaturan keuangan. Tapi semua keperluan rumah tangga sudah langsung dipenuhi suami. 
Jadi yang menjadi masalahku adalah tipe pekerjaan seperti apa yang aku inginkan? 
Bikin usaha sendiri, jadi karyawan aja atau gimana?
Saat ini aku kerja sebagai salah satu konsultan di perusahaan jasa konsultansi dan baru2 aja ditawari sebagai tenaga pengajar di sebuah PTS.

Yang jelas, saat ini aku sudah memutuskan, apapun pilihan pekerjaanku nanti, prioritasku adalah sbb:
  1. Skala pengurusan Ayra oleh aku dibanding ART adalah 70:30
  2. Sebisa mungkin Ayra selalu ikut aku dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanannya 
Jadi untuk saat ini aku menjalani yang sudah ada dulu, which is aku akan kembali kerja setelah masa cutiku habis, sambil melihat apakah bisa menyesuaikan dengan kehidupanku sebagai ibu dan perkembangan Ayra.


Nggak selalu ibu yang full di rumah berhasil mendidik anaknya menjadi sehat dan cerdas, dan juga nggak selalu ibu yang sibuk bekerja gagal mendidik anaknya sehingga menjadi anak yang nakal.

Sunday, July 22, 2012

My 28th birthday and Ayra's 2 months old

0 comments
woooww...sudah lama banget aku nggak update blog ini..emang aku masih cuti, tapi ngurus bayi sendiri itu ternyata lumayan merepotkan yaaa...literally sendiri! nggak ada bantuan dari ortu (krn mamaku sudah meninggal dan mertua di luar kota) dan ART (meski 2 minggu terakhir sudah ada yang khusus untuk pegang Ayra setelah aku balik kerja).

Aku mau update perkembangan Ayra yaa...
Soo..tanggal 10 Juli 2012 kemarin Ayra imunisasi BCG. Sudah aku niati untuk berangkat sendirian naik taxi. Suami nyusul kalau sudah mau masuk ke ruang dokter, karena hari itu pas hari Selasa, jadi dia harus kerja dulu. Seperti biasa, sebelumnya pasti ditimbang berat badannya dan diukur panjang badannya. 
Ayra usia 7 minggu beratnya 5kg dan panjang 57cm! Pantesan udah kerasa berat...alhamdulillah...

Proses suntik imunisasi BCG ini di lengan kanan atas (yang ortu kita jaman dulu pasti menimbulkan bekas). Kalau jaman dulu katanya kalau nggak berbekas artinya nggak berhasil imunisasinya. Tapi itu nggak betul, sejak jamanku sudah nggak berbekas lagi kok ;)
Suntikan BCG dilakukan intra derma alias di bawah kulit dan sengaja dibuat sampai muncul timbul dipermukaan kulit (kalo orang Jawa bilang melentung). Pastinya sakit doong...ternyata dokternya sudah biasa yaa..jadi pas disuntik, Ayra disusuin, untuk mengurangi rasa sakitnya. BCG ini vaksin dengan kuman yang dilemahkan jadi bekas suntikan nggak boleh kena air, sabun atau alkohol supaya kumannya nggak mati. Setelah imunisasi ini Ayra agak rewel dengan cara banyak minta menyusu.

Selanjutnya hari Senin tanggal 16 Juli 2012 pas ulang tahunku yang ke 28, Ayra imunisasi DPaT, Hib, Polio dan Rotavirus. Aku bayangin this would be a great one, karena aku bisa keluar berdua Ayra. Skenarionya masih sama dengan sebelumnya, dengan harapan sepulang dari RS bisa mampir ke mana sebentar dengan suami.
Oya saat itu Ayra umur 2 bulan dengan berat 5,3kg dan panjang 58cm....dalam waktu 6 hari Ayra naik 300gram...alhamdulillah...
Aku sudah tahu kalau vaksin DPT bikin panas, makanya aku minta yang nggak panas dengan harga lebih mahal yaitu DPaT. Meski dokter sudah memperingatkan kalau "nggak panas" bukan berarti tanpa panas sama sekali, cuma panasnya dikurangi. Malamnya Ayra lemeesss banget.. Tapi ternyata keesokan harinya Ayra panas hebat sampai 38,3 derajat Celcius yang merupakan batas panas bayi yang harus diberi penurun panas. Alhasil Ayra diberikan obat drop penurun panas.

Sesaat setelah pulang dari RS
Sejak saat itu Ayra suka ngajakin begadang lagi deh...padahal 2 minggu sebelumnya ritme tidurnya sudah "menyenangkan", terakhir minum jam 12 bangun lagi jam 4 pagi. Tapi sejak panas itu, Ayra bangun sepanjang malam untuk menyusu meski sampai ketiduran. Kalau ditaruh, bangun lagi dan nyusu lagi.
Hari itu, suami cuma mengucapkan selamat ultah jam 4 pagi setelah sholat subuh. Alhasil hari ultahku terlewat begitu saja...kecuali malam harinya suami belikan rainbow cake pesananku. Sederhanaaaa banget...tapi aku juga nggak bete atau ngeluh karena ngeliat Ayra lemes banget malam itu. Padahal tahun2 sebelumnya aku selalu minta ada yang spesial di hari ultahku.
Aku berubah di ulang tahunku yang ke 28 secara alami tanpa paksaan. Aku sadar bahwa Ayra lebih penting daripada semua itu.
 
Happy 28th birthday to myself and happy 2 months old my little baby Ayra :*





Friday, June 22, 2012

Attachment Parenting

0 comments
Hi all!

Sooo....posting terakhirku adalah tentang perkembangan Ayra. Daaann...setelah kontrol tanggal 16 kemarin, berat Ayra sekarang 3,9kg dan panjangnya 54cm. Alhamdulillaaahh.. Berat lahir 3,3kg dan panjang lahir 49cm.

Yang mau aku tulis sekarang adalah tentang Attachment Parenting. Buku ini aku beli karena ada hari tertentu Ayra nangis teruusss..yang bikin aku capek, dan lagi saran kebanyakan orang yang jenguk bahwa kalau nangis dibiarkan aja sampai berhenti sendiri, itu nggak manjur.

Aku pernah membiarkan Ayra nangis 1 jam, karena aku merasa sudah menyusui dia cukup lama. Ya Ayra nggak berhenti nangisnya, malah tambah keras. Yang mana jelas aja bikin dia tambah laper doong..

Cover buku itu cukup "provokatif", bahwa menggendong anak itu perlu. 
Ternyata Attachment Parenting sebenarnya bukan hal baru, bahkan sebenarnya itulah pola pengasuhan jaman dulu sebelum adanya barang2 berteknologi tinggi, seperti stroller, bouncer, dll untuk mengambil alih peran orang tua dalam pengasuhan anak.

Perangkat Attachment Parenting terdiri dari 7 perangkat Baby B:
  1. Bonding (keterikatan)
  2. Breastfeeding (menyusui)
  3. Babywearing (menggendong bayi)
  4. Balance (keseimbangan)
  5. Bedding close to baby (tidur berdekatan dengan bayi)
  6. Belief in the signal value of baby's cry (percaya pada nilai sinyal tangisan bayi)
  7. Beware of the baby trainers (waspada terhadap para pelatih bayi)


Pada intinya, AP mengajarkan para orang tua untuk mempercayai nalurinya. Bahwa bayi tidaklah manipulatif. Bayi menangis karena dia membutuhkan sesuatu, hanya dengan menangis dia berkomunikasi.

Bayangkan, seorang bayi kecil yang baru lahir, asing di dunia yang ramai dan dingin ini, nggak tau caranya untuk berkomunikasi. Bayi memerlukan kenyamanan seperti sebelumnya di dalam kandungan ibunya. Kalau orangtuanya nggak merespon tangisannya, bayi akan semakin merasa stres karena merasa caranya berkomunikasi nggak dihargai. Padahal tangisan itulah satu2nya cara komunikasi yang dia bisa.

Memang penerapan AP ini agak melelahkan, tapi hasilnya sangat layak untuk diperjuangkan. Bayi AP lebih ceria, jarang rewel, percaya diri dan patuh pada orang tua karena sejak bayi setiap tangisannya selalu direspon menyebabkan bayi percaya bahwa orang tuanya selalu ada untuknya, memberikan kenyamanan, dll.
Sedangkan manfaat untuk orang tua adalah memberikan rasa percaya diri bahwa dia tau apa yang diinginkan anaknya. Ortu AP juga jarang beradu argumen dengan anaknya karena ortu sudah tau pola pikir anaknya (istilahnya sudah selaras) dan anak juga akan selalu berusaha membahagiakan ortunya (karena sejak bayi dia merasakan kasih sayang ortu yang begitu nyata)

Apakah AP membuat bayi menjadi manja? Dari penelitian, ternyata nggak. Bayi AP akan bertumbuhkembang sesuai usianya. Dia akan mandiri pada tingkatnya sesuai usianya.

Sudah 3 hari ini aku menerapkan AP, capek memang, tapi nggak lebih capek dari biasanya karena sekarang Ayra dan aku sudah bisa selaras. Dia nggak pernah nangis keras lagi dan nggak pernah susah untuk didiamkan kalau nangis.

Love love baby Ayra :*

Friday, June 15, 2012

Baby Ayra's First Month

0 comments
Bulan pertama sejak kelahiran Ayra, sangat banyak yang terjadi.. Kadang semua terasa begitu lambat (terutama 2 minggu pertama waktu aku mengalami baby blues), tapi alhamdulillah setelah minggu ketiga aku sudah mulai bisa menikmati perubahan keadaan ini.
Seperti yang aku tulis di posting sebelumnya, aku sangat capek fisik. Akhirnya hari Minggu lalu, suami mencarikan tukang pijit yang bisa dipanggil ke rumah. 
Tentu aja nggak langsung sembuh dan kembali seperti semula, tapi lumayan membantu.

Sekitar 1 minggu terakhir ini, Ayra jadi lebih sensitif. Cepat kaget kalau dengar suara dan agak manja kalau pagi-siang, minta tidur di pangkuan.
Alhamdulillah aku sudah mulai bisa memahami karakter Ayra, lebih tepatnya sudah mulai menyatukan ritme kami berdua. Aku sadar perjalanan ini masih panjang, masih akan banyak perubahan2 yang akan terjadi. Dan aku juga tahu bahwa motherhood is a lifetime process, nggak akan pernah berhenti selama aku masih hidup.

Besok sabtu tanggal 16 Juni 2012, Ayra tepat 1 bulan. Itu artinya Ayra waktunya kontrol ke dokter anak dan imunisasi Hep B yang kedua.
Semoga semua sehat.. while I can't hardly wait to know her latest weight and length :)




Wednesday, June 6, 2012

Baby Blues Syndrome: How I Deal with It

0 comments
Baby blues syndrome, pasti sudah sering kita dengar kan? Begitu juga aku, sejak sebelum hamil sudah sering dengar istilah itu. Saat hamil sekitar 7-8 bulan semakin sering baca2 yang berkaitan dengan psikologis ibu baru, termasuk juga baby blues ini.

Jadi ceritaku dimulai dari sejak aku dan Ayra rawat gabung di RS (yang memang atas permintaanku, sebagai salah satu langkah ASI eksklusif). Karena rawat gabung, semua aktivitas Ayra dilakukan di kamarku oleh aku dan suami. Ayra cuma diambil perawat dua kali saat mandi pagi dan sore, juga kalau pup (yang mana pup-nya newborn masih sangat jarang).

Oya selama hari Rabu paska operasi, aku masih pakai infus dan kateter, jadi otomatis, aku nggak bisa duduk ataupun jalan. Kamis-nya infus dan kateter sudah dilepas, karena dr. Hari lihat perkembanganku sudaa baik. Meski Rabu itu aku masih di tempat tidur seharian, tapi aku sudah disarankan untuk belajar menyusui. Dan ternyataaa...menyusui itu sakit lhoo...ini yang nggak ada di literatur manapun.


Karena aku sudah banyak baca, aku tahu bahwa sampai hari ketiga kelahiran, ASI yang dikeluarkan sangat sedikit (yang namanya kolostrum) sehingga kadang nggak bisa dilihat mata. Dan memang, ASI-ku kelihatannya nggak keluar, tapi aku nggak panik, karena aku sudah tahu. Perawat2 di RS Husada Utama juga sangat suportif, justru yang nggak suportif adalah salah satu tamu yang datang jenguk. Beliau seorang dokter, tapi belum2 sudah bilang ASI-ku belum keluar, siap2 ditambahkan sufor aja. Padahal itu masih hari ke-2... Hellooo...kemana aja sih, buu...ga pernah update ilmu ASI yaaa? Bete deh..


Waktu yang sama, juga datang temanku dari AIMI, untuk sekalian cek pelekatanku. Karena aku memang bilang, kok terasa sakit ya...terutama di payudara kiri. Apalagi Ayra terasa nggak suka nyusu di payudara kiri.
Setelah di-cek temanku AIMI juga beberapa perawat RS (karena sampai hari terakhir di RS, aku masih mengeluh sakit), posisi dan pelekatanku sudah benar.


Jum'at siang aku sudah diperbolehkan pulang bersama Ayra...alhamdulillah.. Meski Ayra terlihat sedikit kuning, aku juga sudah tahu bahwa 80% bayi sehat memang mengalami kuning (jaundice/icterus) pada beberapa minggu pertama kelahirannya. Tapi beberapa dokter anak nggak mau ambil risiko, jadilah bayi2 kuning tersebut di-fototerapi. Sebenarnya ada ukuran indikator jumlah bilirubin yang masih dianggap aman (silakan baca di sini).



Nah alhamdulillah karena dokter anakku pro ASI, jadi beliau membolehkan Ayra pulang dengan syarat terus dijemur 30 menit setiap hari dan harus disusui setiap 2-3 jam. Aku sangaaat senang dan berjanji akan menyehatkan Ayra. Senin depannya harus kontrol lagi ke dokter anak tsb.


Sabtu pagi tiba2 salah satu pembantuku pulang, dan minggu pagi pembantu yang baru bekerja 1 minggu juga ikut pulang. Jadilah di rumah nggak ada pembantu sama sekali. Pengalaman tanpa pembantu dulu2 nggak masalah, tapi kali ini ada bayi kecil, yang aku sendiri masih harus adaptasi. Tentu aja di awal aku sudah bilang bahwa aku nggak bisa mengerjakan pekerjaan rumah lagi seperti dulu (menyapu, mengepel, cuci & setrika baju), kecuali untuk kamarku sendiri.

Sampai hari Senin suamiku masih ada di rumah. Karena Senin kami juga harus kontrol ke dokter anak. Selain itu kami juga memutuskan tepat hari ke 7nya yaitu hari Rabu, kami akan mengaakan aqiqoh-nya Ayra. Jadi hanya ada waktu dua hari sebelum Rabu. 
Jadwal tidur, bangun, menyusu, pipis, dan pup Ayra nggak bisa ditebak. Ditambah lagi selama hari kerja, aku harus stand by kalau ada telpon, tamu atau rantang yang datang ke rumah. Padahal sebelum ada Ayra, aku adalah tipikal orang yang terorganisir. Misalnya, selalu nyapu & ngepel kamar sebelum aku mandi. Tapi setelah ada Ayra, nggak bisa lagi. Mau nunggu Ayra selesai mandi (karena mandinya di kamar, jadi supaya sekalian dibersihkan kalau ada air2 yang tumpah), tapi setelah mandi ternyata Ayra nangis. Harus disusuin dulu, padahal aku juga belum mandi. Yahh..hal2 kecil seperti itu tapi terjadi dalam intensitas tinggi bikin aku lama kelamaan stres juga.


Menyusui juga masih menyakitkan buat aku, Ayra sendiri terlihat masih belajar menyusu, nggak selalu dalam sekali posisi dia bisa nyaman untuk menyusu. Bahkan hari kedua putingku sempat lecet, tapi aku masih tetap semangat menyusui supaya Ayra bisa cepat sehat.


Puncaknya pada hari Rabu, pelaksanaan aqiqoh Ayra berjalan lancar, alhamdulillah. Tapi selama acara itu, kepalaku terasa sangaaat pusing. Sejak hari itu, aku ngerasa sangat nggak enak, nggak mau ditinggal sendirian dengan Ayra, minimal ada orang lain di rumah. Bahkan pernah berharap Ayra tidur terus supaya aku nggak perlu menyusui. Tapi nggak menyusui pun ternyata menyakitkan buat aku. Ya karena produksi ASI sudah banyak jadi kalau nggak dikeluarkan payudara malah akan terasa sakit, yang lebih parah malah jadi mastitis...naudzubillah..


Perasaan nggak enak ini terus aku rasakan sampai hari Minggu atau sekitar hari ke 10 paska melahirkan. Selama hari Rabu sampai Minggu (yang terasa sangat lama buat aku), aku selalu merengek ke suami untuk nggak masuk kerja, selalu sms suami setiap jam untuk hal2 yang nggak penting. Dan ujung2nya aku bilang jujur bahwa perasaanku nggak enak dan kemungkinan kena baby blues. Pembicaraan ke suami nggak terlalu berat, nggak terlalu maksa dia untuk ngertiin aku. Karena dia sendiri pulang kerja sudah jam 5 sore, kadang lebih malam. Belum lagi untuk urusan warnetnya.


Dari beberapa sumber yang aku baca, solusi untuk menghadapi baby blues antara lain: bicara dengan orang lain, hindari sebisa mungkin untuk sendirian, adakan waktu untuk relaks (dengan menitipkan bayi sementara ke orang lain), kalau dalam 2 minggu belum hilang, disarankan mengunjungi psikiater atau bicara dengan dokter obsgyn.
Solusi2 itu nggak ada yang bisa aku lakukan selain bicara dengan orang lain. Yaitu suamiku dan adikku.
Akhirnya suamiku sedikit demi sedikit mengerti dan mengijinkan aku unuk ikut pergi bersama dia dan Ayra keluar rumah (tujuan pertama adalah ikut suami ke dokter gigi!). Hari itu adalah hari Minggu dan Ayra baru genap berusia 10 hari. Malamnya, aku minta makan malam di luar, di resto dekat rumah. 

Solusi yang berhasil di aku:
  1. Cerita dengan orang terdekat, kalau aku: adikku & suamiku
  2. Minta dukungan suami, misalnya meminta persetujuan suami untuk pergi ke tempat yang disukai
  3. Lakukan hal yang disukai dan bisa dilakukan sendirian di sela2 kesibukan baru sebagai ibu, kalau aku: menyempatkan diri untuk nulis blog dan baca komik
  4. Istirahat setiap kali bayi tidur
  5. Ingat2 lagi hal2 yang harus disyukuri, kalau bisa tulis di social media, jadi nggak cuma sekadar bayangan
  6. Berinteraksi dengan sesama ibu muda yang punya perilaku positif (karena ada beberapa ibu muda yang sukanya membanding2kan dg anaknya kemudian membangga2kan anaknya sendiri, ini yang nggak akan membantu)

Sementara ini dulu yang berhasil aku jalani...I'll update it if I have something new :)

Tuesday, June 5, 2012

Ayra's Birth Process

2 comments
Sesuai janjiku, aku mau ceritakan detil proses kelahiran Ayra melalui operasi caesar (sectio caesaria/SC).

Metode kelahiran yang SC sudah direncanakan sejak kehamilan 4 bulan, sejak dr. Hari tahu kalau aku skoliosis di bagian lumbal. dr. Hari menjelaskan kalau tulang yang bengkok di bagian lumbal kemungkinan akan mengakibatkan tulang panggul nggak simetris sehingga menyulitkan bayi keluar lewat jalan lahir normal.

Meski demikian, sampai kehamilan usia 38 minggu lebih, dr. Hari nggak pernah kasih tanggal pasti operasinya. Itu yang bikin aku juga kadang jadi galau :D Sempat terpikir mau normal di akhir2 kehamilan, apalagi sebenarnya ada temanku yg skoliosis juga dengan lokasi dan derajat yang lebih parah dari aku, bisa melahirkan normal. Tapi belakangan setelah Ayra lahir, aku baru sadar, mungkin dr. Hari juga nggak mau ambil risiko kalau nanti dg persalinan normal ternyata ada hambatan. Karena sebelumnya aku pernah keguguran dan ada riwayat endometriosis, jadi bisa dibilang kalau Ayra ini bayi mahal, meski sebenarnya proses pembuahannya juga alami aja :D
Sedangkan bapakku juga mengkhawatirkan kalau pakai proses normal dan bayi susah keluar, nanti malah kehabisan oksigen di jalan lahir. FYI, bapakku juga dokter, meski dokter mata :D

Soo...aku pasrah lah untuk operasi, apapun caranya yang penting bayiku bisa lahir selamat dan lancar.

Awalnya aku juga nggak tau prosedur melahirkan di RS, terutama untuk yang SC terencana seperti aku ini. Setelah telepon ke dua RS, aku jadi punya gambaran. Untuk di RS pertama, SC bisa didaftarkan terlebih dahulu. Cuma untuk kepastiannya harus menunggu konfirmasi dari dokter yang bersangkutan dan ketersediaan kamar operasi di RS tsb. Sedangkan di RS Husada Utama, nggak bisa daftar operasinya dulu.
Tapi di kedua RS ini sama nggak bisa booking kamar rawat inapnya. Semua info ini baru aku dapatkan pada H-2 dan H-1.

Jadi aku MRS tanggal 15 Mei 2012 jam 19.00, tapi baru masuk kamar jam 21.00. Kemudian dilakukan pemeriksaan lab, pasang infus, pemeriksaan doppler dan cukur bulu pubis untuk persiapan operasi keesokan harinya.
Operasi dimulai tepat jam 7 pagi. Karena dari awal aku minta untuk dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), jadi bius yang digunakan adalah bius lumbal. Bagian bawah tubuh aja yang dimatirasakan, sedangkan dada ke atas, masih terasa.
Suami masuk kamar operasi belakangan, jadi aku nggak tau kapan tepatnya dia masuk karena aku sudah sibuk sendiri.


Di meja operasi, aku tiduran telentang dengan tangan kiri dipasang infus dan tangan kanan dipasang semacam tensimeter untuk memantau tekanan darahku. Kemudian di dadaku dipasang alat lagi, aku nggak tau namanya :D
Di bagian bawah dada dipasang semacam tirai, jadi aku nggak bisa melihat ke bagian bawah tubuhku. Selain itu aku juga dipasang selang oksigen di hidung. Semua proses itu berjalan dengan sangat cepat. Ya aku juga sudah tau bahwa untuk proses SC dengan IMD memang harus dilakukan cepat untuk menghindari biusnya mempengaruhi bayi. 


Dengan semua alat terpasang di tubuh dan kita masih sadar, rasanya gimana? Rasanya sangat melayang...deg2an? nggak terlalu, tapi lebih ke arah powerless, nggak berdaya. Apalagi yang bikin nggak nyaman adalah adanya selang oksigen di hidung di saat kita masih bisa napas sendiri. Rasanya seperti naik sepeda motor yang sangat kencang dan tanpa helm, tapi ini oksigen fresh ya..jadi lebih kerasa banget, bikin nggak bisa napas :D


Setelah semua peralatan terpasang, dr. Hari masuk, menyapa aku (dan aku jawab dg lemah krn nggak bisa napas). Salah satu perawat membacakan panduan operasinya, kemudian dr. Hari membaca basmalah dan bilang ke aku, "mulai ya operasinya". Kira-kira 10 menit kemudian aku merasakan ada yang menekan di bagian bawah payudara atau sekitar diafragma. Rasanya seperti ada organ dalam tubuhku yang ditarik keluar, disedot keluar. Nggak sakit, tapi rasanya ketarik semua. Nggak lama kemudian, terdengarlah suara tangis Ayra yang superrr kencaaang! Saat itu, aku meneteskan air mata, nggak ada kata2 yang keluar seperti aku rencanakan, misalnya alhamdulillah, allahuakbar atau apalah...
Saat itu, suamiku memegang kepalaku, tapi aku nggak bisa melihat wajahnya (atau nggak konsen juga utk liat wajahnya).


Saat itu aku nggak tau proses selanjutnya, tapi dari video hasil rekaman suamiku, ternyata Ayra dibersihkan sedikit, dokter anak dijelaskan kelengkapan fisiknya dan diukur berat dan panjang badannya ke suamiku.
Setelah itu, Ayra diletakkan di dadaku oleh dokter anaknya, yang belum pernah aku temui sama sekali (tapi beliau ini dokter pilihanku, atas rekomendasi bapakku dari rekomendasi temannya yang juga dokter anak).
Sementara dr. Hari masih memperbaiki bagian bawah sana, dr. Hartoyo (dokter anakku) membimbing kami melakukan proses IMD dan menjelaskan setiap prosesnya. Aku cuma diam aja, bahkan sampai dr. Hartoyo bilang, ibunya jangan diam aja, ayo diajak bicara. Tapi aku tetap diam, cuma memeluk Ayra. Rasanya aneh juga, mau bicara dengan seseorang yang baru aku temui pertama kalinya dan dia nangis super kencang, selagi aku juga masih lemas karena efek biusnya.


Proses IMD itu cuma berjalan sekitar 20 menit, karena Ayra menggigil kedinginan. Jadi Ayra cuma sampai memegang putingku aja, tapi belum sampai memasukkan ke mulutnya. Setelah itu Ayra diambil, aku sudah selesai operasinya, aku dibawa ke Recovery Room. Sampai di RR, aku ketemu lagi dengan Ayra di box bayinya dan juga ada suamiku. Di situlah suamiku meng-adzani Ayra. Aku? Masih tetap lemas dan speechless.
Nggak lama kemudian, perawat membawa Ayra dan suamiku mengikutinya. Aku masih tetap di RR, dan perawat menyuruhku untuk istirahat dulu. Sebenarnya aku sudah pingin ketemu Ayra lagi, tapi perawat bilang istirahat dulu, kumpulkan tenaga untuk menyusui nanti.

Sekitar 2 jam kemudian (aku masih nggak aware dengan waktu), aku didorong menuju kamarku. Di kamar sudah ada bapak, suami, budhe dan tentu aja Ayra... Lagi-lagi aku masih belum seberapa 'sadar' siapa aja yang ada di kamarku, ini bahkan terjadi sampai kira2 seminggu kemudian (cerita detilnya aku tulis berikutnya yaa...)


Yang jelas, aku sangat bersyukur dan legaaaa sekali semua proses berjalan lancar. Alhamdulillah..

Friday, June 1, 2012

Ayra's Aqiqoh

0 comments
Alhamdulillah...sudah kami tunaikan kewajiban aqiqoh untuk Ayra tepat di hari ke7-nya, tanggal 23 Mei 2012. Dengan persiapan yang begitu singkat dan tanpa pembantu, alhamdulillah Allah telah melancarkan acara ini.
Meski selama acara, aku sangat capek dan kepalaku pusing karena masih adaptasi dengan ritme hidupnya Ayra :D



























 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review