Saturday, January 28, 2012

Time Management

0 comments
Almost these two months, my work life is sooooo hectic! Seperti yang aku ceritakan pada post terakhirku, sampai2 aku mengalami stres kerja, bahkan bayiku ikut bergerak2 agresif.
Setelah kejadian minggu itu, aku berusaha me-manage emosiku, meskipun deadline tugas belum selesai.

Dua minggu terakhir, aku bisa mengelola emosiku, meski dua kali weekend terakhir ini, diisi dengan lembur di rumah sampai jam 1 malam. Alhamdulillah hari ini semua tugasku selesai! Yaay! Tinggal menunggu hasilnya hari Senin depan. Aku sudah menyiapkan kalau akan ada revisi, dsb.

Sampai semalam (yang mana aku masih lembur sampai jam 1 pagi), suamiku menyuruhku untuk istirahat. Karena aku sangat ingin selesai kemarin (jadi supaya sabtu & minggu aku bisa bersantai), aku jadi sebal. Entah sebal sama siapa. Suamiku bertanya, kok bisa sampai kerjaannya seperti membebani aku sekali?


Aku jadi berpikir, iya juga ya... Selama ini aku memang mencari penyebab pekerjaanku yang jadi beban di akhir2 deadline. Ya memang ada kesalahan di awal, karena MoU dengan klien tidak dibuat dengan jelas, tidak memperhitungkan beban pekerjaan dengan durasi waktu pengerjaan. Begitu juga kurang jelasnya spesifikasi pekerjaan di MoU, sehingga klien minta tambah ini-itu, kami tidak bisa menolak.


Tapi tadi malam aku juga tersadar. Sepertinya ini menunjukkan suatu hal pada diriku. Aku nggak bisa mengelola waktu dan staf asisten-ku dengan baik.
Ini bukan kali pertama aku mendapatkan staf temporer sebagai asistenku, dan selama ini proyekku selalu berhasil dengan baik dan selesai tepat waktu.
Tapi memang kali ini aku dengan kondisi hamil, sepertinya aku belum bisa me-manage dengan kondisiku yang baru ini. Awal proyek, aku memang masih mual, kemudian juga keluar masuknya pembantu rumah, jadi aku lebih sering "melepaskan" asisten2ku bekerja sendiri. Aku tidak mengontrol pekerjaan mereka 100% dan tidak mengontrol beban tugas klien 100%. Sehingga pada akhir2 deadline, aku harus memeriksa semua pekerjaan mereka, dan baru tersadar bahwa banyak yang harus diperbaiki, termasuk dampak ketidakjelasan MoU tadi.


Jadilah aku tersadar satu hal, ini status dan kondisi baruku. Belum lagi kalau nanti anakku sudah lahir, aku sangat harus bisa mengelola waktuku, plus kalau sudah kerja lagi nanti.
Bismillah...hidup adalah sebuah perjalanan, sebuah proses yang akan terus berjalan, terus berubah hingga kita mencapai suatu akhir yang sudah ditentukan Allah, suatu destini kehidupan selanjutnya yang kita tentukan sendiri, surga (amiinnnn) atau neraka (naudzubillah min dzaliik).


Semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, dan dikumpulkan bersama keluarga kita di surga-Nya. Amiinn

Monday, January 9, 2012

Happy New Year 2012!

0 comments
Hey hoo!!

Sorry for missing for a while...
Minggu lalu sebenarnya aku mengawali tahun baru dengan sangat semangat, terutama karena sudah ada pembantu baru, jadi aku lebih bersemangat menyelesaikan tugas kantor. Yang kebetulan, salah satu proyekku mendekati deadline di minggu ketiga Januari 2012 ini. Dengan begitu banyak ketidakjelasan di awal (yang membuat kontrak awal adalah orang lain) yang menyebabkan keruwetan pada prosesnya, aku berusaha keras untuk mengerjakan proyek ini dengan baik. 

Sayangnya, semangat tinggiku itu ternyata juga berjalan seiring dengan tingkat sensitivitasku. Aku jadi lebih sensitif, lebih mudah tersinggung. Blame the hormones?
Alhasil, dalam seminggu kemarin, aku sudah memarahi anak buahku 2 hari berturut2, berdebat dengan 3 bos-ku di sisa waktu lainnya secara bergantian. Memang aku yakin aku benar, jadi aku berani berdebat dengan para bos-ku itu. Cuma sayangnya, pengaruh agresivitasku itu nggak baik buat calon bayiku. Dia terus bergerak2 heboh, lebih seperti panik tanpa henti, sampai beberapa kali aku seperti merasakan kontraksi (meski aku kurang tau juga rasanya kontraksi), ada rasa menjalar dari uterus bawah sampai ke liang vagina paling bawah, yang sangat jelas aku rasakan. Meski "kontraksi" itu nggak langsung aku rasakan tepat waktu aku marah2, tapi itu terjadi selama seminggu ini kurang lebih 3x.

Akhirnya weekend datang, aku nggak terlalu terobsesi dengan pekerjaanku. Aku lebih banyak fokus membersihkan rumah selama 2 hari liburku ini. Lumayan karena semua orang turun tangan, termasuk panggil cleaning service RS suamiku, jadi lumayan banyak barang nggak berguna yang disingkirkan.

Minggu malam, aku mulai lagi memikirkan apa yang akan aku lakukan setelah melahirkan. Sementara bapakku masih berkeinginan aku menjadi dosen Unair, aku sudah sangat malas berurusan dengan perkantoran apalagi yang namanya politik kantor. 
Satu sisi, aku nggak ingin mengecewakan bapakku (karena aku sudah mengecewakan mama dulu), tapi di sisi lain, aku merasa nggak sanggup dengan ritme kerja di Dept.AKK Unair (yang aku lihat dari bos2ku).
Berangkat jam 7 kurang dan pulang jam 8 malam, nggak jarang keluar kota. Bahkan salah satu bosku bisa2 dalam 1 minggu berada di 2-3 kota berbeda. Memang beliau juga perempuan, tapi anak2nya sudah besar semua.

Mungkin kalau aku memaksakan diri, aku juga pasti bisa. Buktinya mamaku juga bisa. Tapi kapan aku bisa menikmati hidup? Rasanya seperti dikejar2 obsesi kita sendiri. Punya jabatan dan titel mentereng (meski gaji nggak seberapa), karena dengan jabatan dan titel yang mentereng itu bisa mendapatkan fasilitas resmi dan nggak resmi (seperti misalnya pandangan kagum dari orang2, jaminan pelayanan dari layanan publik, dll).

Memang dalam 1 malam saja, aku belum bisa mendapatkan solusinya. Tapi aku berusaha sabar dan ikhlas, meminta petunjuk dari Allah. Aku menginginkan bapak bangga sama aku, nggak malu dengan status pekerjaanku, aku juga bisa mandiri dan masih bisa mengatur keluargaku, terutama anak2ku nantinya.
Sampai saat ini yang terpikir masih tetap, aku ingin menjadi konsultan independen, tapi mungkin dalam waktu dekat yang aku upayakan adalah mencoba menjadi penulis buku di bidang perumahsakitan. Selagi aku masih bernaung di salah satu company, aku harus memanfaatkan ini.

Sepertinya Allah memang memberikan petunjuk untukku. Di koran hari ini ada artikel mengenai self-publishing. Aku akan mempelajari itu, tapi juga nggak ngoyo. Selain itu, targetku untuk mencapai Certified Professional of Healthcare Quality (CPHQ) juga masih ada. Rencanaku aku ambil sembari cuti melahirkan (yang kemungkinan aku perpanjang 4-6 bulan) nanti.
Bismillah...

Yang jelas, aku sangat memegang pemikiran, bahwa rejeki itu semua milik Allah bukan embel2 dari nama seorang manusia ataupun sebuah instansi yang bernama besar. InsyaAllah nama pribadi pun bisa menjadi "besar" jika Allah mengijinkan.

Last, as I mentioned in my FB acc.
not every good appearance has a good attitude.
Not every good beginning has a good ending. Nor every bad beginning has bad result.
It's just how we response to it and how wise we are to handle it #justmyownquote
 

After all, happy new year 2012!

Thursday, January 5, 2012

Relax, Release and Let Go

0 comments
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review