Time Management

Almost these two months, my work life is sooooo hectic! Seperti yang aku ceritakan pada post terakhirku, sampai2 aku mengalami stres kerja, bahkan bayiku ikut bergerak2 agresif.
Setelah kejadian minggu itu, aku berusaha me-manage emosiku, meskipun deadline tugas belum selesai.

Dua minggu terakhir, aku bisa mengelola emosiku, meski dua kali weekend terakhir ini, diisi dengan lembur di rumah sampai jam 1 malam. Alhamdulillah hari ini semua tugasku selesai! Yaay! Tinggal menunggu hasilnya hari Senin depan. Aku sudah menyiapkan kalau akan ada revisi, dsb.

Sampai semalam (yang mana aku masih lembur sampai jam 1 pagi), suamiku menyuruhku untuk istirahat. Karena aku sangat ingin selesai kemarin (jadi supaya sabtu & minggu aku bisa bersantai), aku jadi sebal. Entah sebal sama siapa. Suamiku bertanya, kok bisa sampai kerjaannya seperti membebani aku sekali?


Aku jadi berpikir, iya juga ya... Selama ini aku memang mencari penyebab pekerjaanku yang jadi beban di akhir2 deadline. Ya memang ada kesalahan di awal, karena MoU dengan klien tidak dibuat dengan jelas, tidak memperhitungkan beban pekerjaan dengan durasi waktu pengerjaan. Begitu juga kurang jelasnya spesifikasi pekerjaan di MoU, sehingga klien minta tambah ini-itu, kami tidak bisa menolak.


Tapi tadi malam aku juga tersadar. Sepertinya ini menunjukkan suatu hal pada diriku. Aku nggak bisa mengelola waktu dan staf asisten-ku dengan baik.
Ini bukan kali pertama aku mendapatkan staf temporer sebagai asistenku, dan selama ini proyekku selalu berhasil dengan baik dan selesai tepat waktu.
Tapi memang kali ini aku dengan kondisi hamil, sepertinya aku belum bisa me-manage dengan kondisiku yang baru ini. Awal proyek, aku memang masih mual, kemudian juga keluar masuknya pembantu rumah, jadi aku lebih sering "melepaskan" asisten2ku bekerja sendiri. Aku tidak mengontrol pekerjaan mereka 100% dan tidak mengontrol beban tugas klien 100%. Sehingga pada akhir2 deadline, aku harus memeriksa semua pekerjaan mereka, dan baru tersadar bahwa banyak yang harus diperbaiki, termasuk dampak ketidakjelasan MoU tadi.


Jadilah aku tersadar satu hal, ini status dan kondisi baruku. Belum lagi kalau nanti anakku sudah lahir, aku sangat harus bisa mengelola waktuku, plus kalau sudah kerja lagi nanti.
Bismillah...hidup adalah sebuah perjalanan, sebuah proses yang akan terus berjalan, terus berubah hingga kita mencapai suatu akhir yang sudah ditentukan Allah, suatu destini kehidupan selanjutnya yang kita tentukan sendiri, surga (amiinnnn) atau neraka (naudzubillah min dzaliik).


Semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, dan dikumpulkan bersama keluarga kita di surga-Nya. Amiinn

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives