24th Week of Pregnancy

Last night I did my Obsgyn monthly check-up. Semuanya baik, alhamdulillah, air ketuban cukup banyak, detak jantung bayi juga bagus, pertumbuhan bayi juga bagus.
Cuma ada 1 hal yang dikatakan dokterku, ari2nya di bawah. Hah? Aku bingung, harusnya di mana emangnya? Hehehe...dodol banget yah? First time mom :)


Dokterku menjelaskan, seharusnya ari2nya berada di bagian atas rahim, atau biasa disebut fundus uteri. Tapi dokterku nggak mengatakan apa2 lagi, kecuali larangan untuk berhubungan suami istri :D
Sampai di rumah, aku browsing mengenai hal itu. Ternyata ari2 di bawah itu bisa disebut juga placenta previa. 
Artikel lengkap ada di sini
Dampaknya kalau di kehamilan usia 8 bulan ke atas, maka kemungkinan ari2 akan menutup jalan lahir, sehingga harus lahir dengan operasi sectio. Karena aku juga skoliosis, maka dari awal memang kemungkinan besar, aku juga sectio.


Tapi kalau di usia kehamilan seperti aku ini, maka yang dikhawatirkan adalah perdarahan. Alhamdulillah aku nggak pernah mengalami flek ataupun light bleeding. Kalau kata bapakku, kemungkinan aku bukan placenta previa yang sampai menutup jalan lahir. Tapi cuma berada di bagian bawah.


Sehari setelah periksa, aku banyak baca2 lagi, dan semakin membuatku khawatir beraktivitas. Tapi bismillah, aku hilangkan semua pikiran dan perasaan negatif itu, tapi dengan tetap menjaga badanku. Suamiku juga jadi lebih perhatian, meski bukan yang secara fisik, tapi dia jadi lebih care. Aku sendiri nggak mau memanfaatkan ini sebagai alasan untuk bermanja2 dengan suami, minta apa2 yang harus dituruti suami.


Aku sering bilang ke bayiku, sehat terus ya, nak..meskipun aku belum tahu apakah dia benar2 bisa menerima komunikasiku. Jadilah aku membeli buku ini:


Dengan metode hypnobirthing, (katanya) semua ibu hamil bisa berkomunikasi dengan bayi di dalam kandungannya. Aku baru aja belinya, jadi belum aku baca apalagi dipraktekkan :D


Untuk buku kedua ini, sudah aku beli sejak usia kandungan 4 bulan lebih, karena aku merasa sangat2 buta dengan kehamilan dan pernak perniknya. Apalagi aku anak pertama, dan mamaku juga sudah meninggal. Aku butuh gambaran lengkap setelah kelahiran anakku, apa saja yang perlu dipersiapkan, gimana proses kehidupan, psikologis dan sosial orang tua, terutama sang calon bunda.
Buku ini sangat bagus menurutku, karena penulisnya lulusan psikologi, jadi topik bahasannya nggak terlalu medis. Aku sudah pernah membaca buku kehamilan dari sisi medis. Jadi yang aku butuhkan justru dari sisi psikologis dan sosialnya.

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives