Saturday, May 26, 2012

Afshayra Charmaraiza Addyn

0 comments
Our new baby girl has arrived!


Hari Rabu tanggal 16 Mei 2012, anak perempuan pertamaku lahir melalui operasi caesar karena kelainan tulang belakangku.
Awalnya mau melahirkan di suatu RSB dekat rumah, tapi H-1 pindah RS karena khawatir RSB tsb nggak pro-ASI. Dari hamil aku sudah berencana untuk ASI eksklusif, termasuk juga proses IMD saat persalinannya.


Akhirnya aku pilih RS Husada Utama yang sudah lumayan terkenal pro-ASI dan juga dokterku bisa di sana.
Selasa 15 Mei 2012 jam 19.00 aku berangkat untuk MRS. Setelah menunggu beberapa saat, jam  21.00 aku masuk kamar. Dilakukan pemeriksaan doppler (kalo nggak salah) untuk mencatat detak jantung bayi dan gerakannya. Jam 22.00 diambil darah, pasang infus dan cukur bulu pubis untuk persiapan operasi keesokan harinya jam 07.00. Malam itu juga aku ditunggui suami aja. Dan perawat bilang kalau suami boleh ikut masuk kamar operasi. Jadilah suami deg2an mempersiapkan diri, karena di RS sebelumnya suami dilarang masuk. 


Rabu 16 Mei 2012 jam 06.30 aku sudah digiring untuk persiapannya.
Detil cerita operasinya akan aku tulis berikutnya ya..


Yang jelas, perasaanku masih sangat blank waktu pertama menerima Ayra, tapi air mataku keluar juga. Ada perasaan haru dan bersyukur Ayra dilahirkan dengan sehat dan selamat.
Aku minta rawat gabung, salah satu tahapan untuk ASI eksklusif, yaitu meletakkan bayi bersama ibunya di kamar rawat inap ibu, bukan dipisahkan di kamar bayi seperti pada umumnya.
Sejak itulah kami sudah belajar untuk merawat Ayra sendiri, meski kalau mandi dan pup tetap perawat yang mengurusi. H+1 infus dan kateterku sudah dilepas, jadi aku sudah bisa belajar jalan. Satu hal yang pasti sejak hari pertama aku memegang Ayra sendiri, ternyata menyusui itu sakit. Ini juga yang akan mewarnai hari2ku di minggu pertama paska melahirkan, yang juga akan aku ceritakan berikutnya.


Afshayra Charmaraiza Addyn berasal dari kata:
Afsha: beauty, adornment, shining, glitter
Ayra: the beginning, the principle, the breathe of life, air
Charm: mempesona
Rai: Cahaya
Iza: penolong
Addyn: agama (addien), singkatan namaku dan suami

Jadiii..kalo disimpulkan kira2 artinya begini niih: anak perempuan pertama Adi dan Andin yang terhormat, mempesona dan sebagai cahaya penolong di jalan Islam. Amiin ya rabbal 'alamin..

Saturday, May 12, 2012

Role Idol

0 comments
Hiya!
Seperti yang sudah aku ceritakan di postingan sebelumnya, entah kenapa sejak awal hamil, aku langsung drastis nggak berminat untuk dandan. Selain karena mual, tapi juga terasa males sekali untuk dandan, pakai baju yang lucu2 dsb.
Ini juga menimbulkan prediksi (waktu itu) kalau bayiku laki2. Tapi USG berkali2 menyatakan perempuan...well we'll see in a few next days..insyaAllah..


Daann...entah kenapa juga, dalam 1 bulan terakhir ini, aku sudah mulai suka lagi lihat video Amena. Padahal jauh sebelum hamil, aku sangat suka lihat video Amena, bahkan hanya vlog-nya aja, bukan hijab tutorial. Dia terlihat begitu menyenangkan, cantik dan punya karakter yang baik.




Tapiii....sekeras2nya aku meniru gaya berhijabnya, aku tetap nggak nyaman dengan style dia. Style Amena sebenarnya cukup simple, cukup dililit2kan aja. 
Menurutku selain karena dia punya wajah oval dan hidung yang mancung, jadinya terlihat bagus. 
Gaya berhijab yang langsung menempel dahi sebenarnya juga sedang jadi tren di Indonesia. Sangat banyak perempuan muda yang pakai pashmina menempel dahi dan mereka pede2 aja. But not me...


Selain itu, style Amena yang dililit2kan itu kalau aku yang pakai, terlihat seperti...mmm.....pocong..*ups sorry* hehehe....


Akhirnya aku menyerah...aku kembali menggunakan inner neck yang bagian dahinya nggak menempel ke dahi.

Thursday, May 10, 2012

Different Story of Snow White!

0 comments

It's on my maternity leave day 3, I finally watched Mirror Mirror with hubby!


Film ini adalah versi lain dari Snow White. Memang ceritanya nggak jauh dari kerangka utama Snow White: the king, the 7 dwarfs, the prince charming, the evil queen and also the hunter. What do you expect?


Tapiii.....di film ini Snow White digambarkan sebagai putri dengan karakter remaja masa kini, punya rasa bimbang dan keinginan memberontak. Dan memang itulah yang menjadi pembeda utama film ini dengan film Snow White lainnya.


Snow White yang menyelamatkan Sang Pangeran dari mantra Evil Queen; Snow White yang berlatih pedang, melawan, meskipun nggak selalu menang; Snow White yang mencium duluan Sang Pangeran untuk menyelamatkannya dari mantra Evil Queen; Raja ternyata yang masih tetap hidup dan Snow White yang nggak terperdaya dengan apel racun dari Evil Queen di hari pernikahannya.


She was cool! Snow White nggak sok menjadi rebel girl atau terlalu innocent girl. Siapa yang membawa belati di hari pernikahannya kalau bukan Snow White yang ini :D 


Dia pintar untuk mengetahui apel beracun yang diberikan Evil Queen yang menyamar di hari pernikahannya, memotong apelnya dengan belatinya dan memberikan sebagian apelnya kembali kepada nenek tua alias Evil Queen. And she did it with smiles!


Film ini diakhiri dengan lagu I Believe in Love yang dinyanyikan sendiri oleh Lily Collins, pemeran Snow White. FYI, she's the daughter of Phil Collins. Lagu ini keluar di akhir cerita, berbarengan dengan credit scene. Lagunya mirip lagu India, but I like it!
Lucu juga, lagu bernada India, ada tari2annya juga, tapi yang nari orang2 kaukasia semua.




Monday, May 7, 2012

Hubby Support in Pregnancy

0 comments
Topik kali ini spesifik niihh....tentang dukungan suami selama kehamilan. Sebelumnya, aku mau menggambarkan seperti apa suamiku :D

Waktu pacaran, suami adalah tipikal laki-laki yang keras (termasuk soal kuliah dan kerja), punya pendirian kuat, leader-type (pernah jadi presiden BEM, ketua Pecinta Alam, dan ketua2 lainnya) daann nggak bisa ngomong romantis. Sebenernya aku sendiri sih juga nggak seberapa suka dengan yang sok romantis, tapi sebagai perempuan, wajarlah kalau aku juga pingin "digombalin" sedikit :D 

Kalimat "aku sayang kamu" dan sejenisnya mungkin sudah biasa dikatakan oleh pasangan2 lain, tapi nggak begitu dengan suamiku (waktu itu). Apalagi di awal pacaran, aku bener2 nunjukkin kalo nggak suka diromatisin *kena batunya deh*
Aku sendiri punya karakter yang sangat jauuuh berbeda. Aku sangat ramai kalau bersama teman2, suka becanda, manja dan cenderung childish.

Fast forward, 5,5 tahun pacaran, akhirnya kami menikah. Banyak cobaan dan suamiku membuktikan rasa sayangnya. Mulai dari aku opname, mamaku opname sampai meninggal, suamiku selalu mendampingi aku. Bukan hanya mendampingi, dia benar2 memperlakukan orang tuaku seperti orangtuanya sendiri.
Setelah menikah, aku masih belum mau hamil karena menurutku emosiku masih belum stabil atas meninggalnya mama dan mungkin keegoisanku (aku masih mau mencari beasiswa waktu itu). Suamiku tetep setuju aja, itulah yang aku suka, dia selalu dukung apapun yang positif untuk aku. 7 bulan setelah menikah dan nggak ada tanda2 positif untuk beasiswa, akhirnya aku setuju untuk hamil. Sebulan setelah lepas kontrasepsi cowok, aku langsung hamil. Sayangnya sampai usia kandungan 9 minggu, aku keguguran. Baca ceritanya di sini

Perjalanan panjang setelah itu (baca di sini dan sini), suamiku terus memberikan dukungannya. Nggak dengan cara berlebihan, dia cuma selalu ada buat aku (bukan secara fisik selama 24 jam yaa) dan  masih tetap kasih tau aku kalau aku salah, nggak cuma membesar2kan hatiku aja.


Dengan karakternya yang "cuek" dan serba apa adanya, ada ketakutan juga kalau2 dia ikut mitos yang beredar di masyarakat. Oya salah satu perbedaan kami adalah dia nggak suka baca, sedangkan aku adalah book lover. Jadi aku khawatir, dia mengikuti mitos yang berkembang di masyarakat tanpa tahu dasar ilmiahnya, sedangkan aku sendiri juga nggak punya pengetahuan apapun about being new mom.


Jadi aku mulai searching, browsing di internet (babycenter.com, whattoexpect.com dan theurbanmama.com) selain juga mulai aktif di twitter (follow @aimi_asi, @ID_AyahASI, @mamaperah). Mulai aktif tambah pengetahuan sih sekitar hamil 4-5 bulanan.
Nah suami ini tipikal yang nggak bisa dipaksa. Kalau bukan keinginannya sendiri, meski aku nangis gulung2, dia nggak akan mau melakukannya. Tapi sekarang aku tau triknya, ya memang nggak boleh dipaksa. Paparkan suami sedikit demi sedikit tentang pengetahuan yang kita dapatkan.


Contohnya soal menyusui, dulu dia berpendapat menyusui itu hal yang alami, nggak perlu dipelajari (mindset kebanyakan orang nih, yang berpotensi menggagalkan ASI eksklusif). Memang menyusui itu hal yang alami, tapi tentu aja tetap butuh persiapan. Contohnya seperti kita mau masuk SMP atau SMA, itu hal yang alami (asalkan ada dana), tapi mau masuk sekolah yang mana itu kan butuh persiapan juga, baik finansial maupun pilihan2 sekolahnya. Akhirnya sedikit demi sedikit, aku paparkan dia dg topik menyusui, sedikit2 aja dan dengan nada yang santai.
Alhamdulillah dia sekarang sudah paham mengenai pentingnya ASI. Dulu mana mau dia follow twitter-nya @ID_AyahASI, karena dia malas banyak omong tanpa ada tindakan. Tapi sedikit2 aku bacakan isi twitter-nya atau aku ketawa2 sendiri, trus dia mulai tertarik deh...


Terakhir hari minggu kemarin, aku berniat ikut Seminar Imunisasi yang diadakan AIMI Jatim. Tapi juga ga memaksakan diri krn aku sudah hamil 37 minggu, nggak mungkin nyetir sendiri ke tempat sejauh itu. Alhamdulillah dengan kesadarannya sendiri, suamiku bilang pingin ikut seminarnya (bukan sekadar nganterin lho yaa..). Itu karena sebelumnya aku paparkan dengan artikel di majalah mengenai jenis2 imunisasi dan pemahaman yang salah di masyarakat tentang imunisasi.


Dalam waktu dekat, aku sudah mempersiapkan suamiku untuk memperjuangkan IMD dan rawat gabung saat persalinan di RS nanti. Karena nggak menutup kemungkinan, saat aku masuk di proses persalinan, aku nggak bisa "ngeyel" sendiri. InsyaAllah...

Thursday, May 3, 2012

Pregnant 35-36 weeks

0 comments
love her cute little foot :*


Sudah lamaaa banget aku nggak isi blog ini, meski sebenernya sudah banyak ide yang ingin aku tuliskan. Tapi mesti adaaa aja yg bikin tertunda.

Sooo.....hamil minggu ke 35 aku kontrol lagi ke dr. Hari, tepatnya hari Senin. USG saat itu masih membuat dr. Hari ragu karena adanya perbedaan usia kandungan menurut hitungan hari pertama haid terakhir (HPHT) dan usia kandungan berdasarkan ukuran bayi dari USG.
Ukuran berat bayi dari USG lebih kecil daripada usia kandungan HPHT, meskipun masih dalam range normal. Jadi jaraknya cuma 1 minggu. Sepertinya karena dr. Hari nggak yakin, maka beliau merujuk ke salah satu dokter obsgyn di RS Putri. Diminta secepatnya periksa, dan kembali ke dr. Hari kalau sudah dapat hasilnya.

Singkat cerita, aku baru dapat jadwal hari Kamis jam 15.30 dengan dr. Aditiawarman di RS Putri. Jadi malamnya aku langsung daftar untuk kontrol di dr. Hari.
USG 4D kali ini nggak gratis, tapi alhamdulillah bisa di-klaim ke tempat kerja suami :D

Dan karena kali ini nggak gratis, hasilnya juga lebih lengkap. Antara lain hasil bacaannya yaitu: ukuran2 bagian tubuh bayinya, misalnya ukuran telapak kakinya 5cm, panjang tungkai kakinya 7cm, dll. Aiihhh...lucunyaaa... 
Dan yang paling penting memang ternyata berat bayiku nggak sesuai dengan umur kandungannya. Waktu itu berat bayi 2,4kg, padahal harusnya 2,6kg.


Gestational ageLength (US)Weight (US)Length (cm)Mass (g)
 (crown to rump)(crown to rump)
8 weeks0.63 inch0.04 ounce1.6 cm1 gram
9 weeks0.90 inch0.07 ounce2.3 cm2 grams
10 weeks1.22 inch0.14 ounce3.1 cm4 grams
11 weeks1.61 inch0.25 ounce4.1 cm7 grams
12 weeks2.13 inches0.49 ounce5.4 cm14 grams
13 weeks2.91 inches0.81 ounce7.4 cm23 grams
14 weeks3.42 inches1.52 ounce8.7 cm43 grams
15 weeks3.98 inches2.47 ounces10.1 cm70 grams
16 weeks4.57 inches3.53 ounces11.6 cm100 grams
17 weeks5.12 inches4.94 ounces13 cm140 grams
18 weeks5.59 inches6.70 ounces14.2 cm190 grams
19 weeks6.02 inches8.47 ounces15.3 cm240 grams
20 weeks6.46 inches10.58 ounces16.4 cm300 grams
 (crown to heel)(crown to heel)
20 weeks10.08 inches10.58 ounces25.6 cm300 grams
21 weeks10.51 inches12.70 ounces26.7 cm360 grams
22 weeks10.94 inches15.17 ounces27.8 cm430 grams
23 weeks11.38 inches1.10 pound28.9 cm501 grams
24 weeks11.81 inches1.32 pound30 cm600 grams
25 weeks13.62 inches1.46 pound34.6 cm660 grams
26 weeks14.02 inches1.68 pound35.6 cm760 grams
27 weeks14.41 inches1.93 pound36.6 cm875 grams
28 weeks14.80 inches2.22 pounds37.6 cm1005 grams
29 weeks15.2 inches2.54 pounds38.6 cm1153 grams
30 weeks15.71 inches2.91 pounds39.9 cm1319 grams
31 weeks16.18 inches3.31 pounds41.1 cm1502 grams
32 weeks16.69 inches3.75 pounds42.4 cm1702 grams
33 weeks17.20 inches4.23 pounds43.7 cm1918 grams
34 weeks17.72 inches4.73 pounds45 cm2146 grams
35 weeks18.19 inches5.25 pounds46.2 cm2383 grams
36 weeks18.66 inches5.78 pounds47.4 cm2622 grams
37 weeks19.13 inches6.30 pounds48.6 cm2859 grams
38 weeks19.61 inches6.80 pounds49.8 cm3083 grams
39 weeks19.96 inches7.25 pounds50.7 cm3288 grams
40 weeks20.16 inches7.63 pounds51.2 cm3462 grams
41 weeks20.35 inches7.93 pounds51.7 cm3597 grams
42 weeks20.28 inches8.12 pounds51.5 cm3685 grams
 Sumber: http://www.babycenter.com/average-fetal-length-weight-chart

Cerita lain adalah, sabtu minggu lalu, senam hamil di RS Putri ditiadakan. Iseng aku cari di RS lain yg punya kelas senam hamil di hari Sabtu. Akhirnya dapat di RS Husada Utama. RS ini sudah cukup terkenal pro ASI, jadi penasaran juga untuk ikut kelas senam hamilnya. Waktu aku ikut, kelas senam hamilnya hanya berisi 6 orang termasuk aku, mulainya tepat waktu dan memang promosinya yang mengarah untuk support pemberian ASI (jadi bukan promo sufor seperti di RS Putri). Tapi sebenernya sama aja, karena produk yang ditawarkan meliputi botol dan dot juga (yang memang harus dihindari untuk menghindari bingung puting).
Yang nggak aku suka adalah, matrasnya cuma dari spons yang berukuran 50cm x 50 cm, jadi bukan bentuk persegi panjang. Matrasnya tipis banget, jadi bikin sakit semua dan menyusahkan aku untuk bangun atau pindah posisi :(
Biayanya sama aja, Rp 25.000/datang.
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review