Monday, December 17, 2012

Busy...busy...every mother is busy!

Galau....lagi lagi galau.....aku capek! Capek dengan pikiranku sendiri...hehehee.... Rasanya waktu berjalan begitu cepat, hampir nggak punya waktu untuk bersenang-senang seperti dulu (kemana2 bisa sendiri, nggak perlu pikir panjang, dll)...happiness when I was young and restless!
Not that I am old enough now, but it's just different. Ada banyak hal yang menjadi tanggung jawabku. Melihat aktivitas teman2ku yang sebaya (bukan seumuran ya), ada yang belum menikah, ada yang sudah menikah belum punya anak, ada yang sudah menikah dan punya anak 1, punya anak 2 serta ada juga yang sudah bercerai!

Melihat yang masih single (dan umurnya di atasku), betapa senangnya bisa kemana2 sendiri, peningkatan karir yang stabil (bahkan ada yang bekerja di LN). Sedangkan aku, harus mengurangi laju karirku. Bukan terpaksa, memang inilah kewajibanku sebagai seorang ibu dan istri.

Melihat yang sudah menikah dan belum punya anak, juga masih bersenang2 berdua dengan suami, foto2 di tempat2 berbeda2 setiap weekend. Sedangkan aku, begitu banyak yang harus aku lakukan (apalagi dengan pembantu yang on-off).

Melihat yang sudah menikah dan punya anak (1 ataupun 2), ada yang bisa tetap berkarir tinggi di kantoran (bahkan sampai ditugaskan ke LN), ada yang rela ikhlas melepas karirnya dan menjadi full stay-at-home-mom, atau juga work-at-home-mom.

Melihat ada temanku yang sudah bercerai (dan ada yang sudah menikah kembali), rasanya begitu cepatnya perjalanan hidup seorang manusia.

Di usiaku 28 tahun sekarang, apa aku sudah puas? Puas belum, bersyukur iya. Meski seringkali masih melihat2 "rumput tetangga", seharusnya kita selalu bersyukur dengan yang sudah kita punya. Serba serbi kehidupan manusia, terutama kehidupan perempuan dewasa muda sangat beragam dan menantang. Contohnya soal anak, mau jarak usia anak dekat dengan pertimbangan biar sekalian repotnya? Atau diberi jarak usia ideal (3 tahun) agar anak pertama bisa tumbuh kembang optimal dan ortu bisa mempersiapkan segalanya dengan lebih baik, tapi artinya sang ibu harus siap "repot" lebih lama?
Ada banyak variasi, ada banyak pertimbangan dan pemikiran. Mana yang lebih baik? Tidak ada. Karena situasi setiap keluarga berbeda. Ada banyak variabel dalam hidup. Yang pasti, aku yakin semua perempuan waras pasti menginginkan yang terbaik untuk anak dan keluarganya. Standar terbaik itulah yang berbeda.

Anyway, karena ini blog-ku, jadi back to my story. Sampai hari ini, Ayra berumur 7 bulan, aku merasa masih banyak merasakan kegalauan. But yeah, sepertinya itu karakterku, jadi bukan masalah kondisinya. Solusinya seharusnya adalah bagaimana mengelola stresku, mengubah pola pikirku dan mengelola waktuku.

Pola pikir nggak bergantung pada angka (baca: usia), it just takes practice.

Here are my activities:

  1. Urus Ayra
  2. Urus rumah
  3. Hospital management consultant - part time
  4. Lecturer
  5. AIMI Jatim's committee
  6. Regular exercise: daily yoga and monthly swim
  7. Body care: body massage, hair-spa
  8. Re-activate my online shop
How do/will I manage these?

Here's my plan:

  1. Urus Ayra --> every day; making the food every sunday; grocery shop satnite
  2. Urus rumah --> every day
  3. Hospital management consultant - part time --> weekdays
  4. Lecturer --> weekdays
  5. AIMI Jatim's committee --> weekend and any free time
  6. Regular exercise: daily yoga and monthly swim --> yoga everyday; swim on sunday once a month
  7. Body care: body massage, body or hair-spa --> any free time
  8. Re-activate my online shop --> saturday
I'll update you later!



0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review