Tuesday, April 23, 2013

[TriedNTested] Birthday Smash Cake

0 comments
Smash Vanilla Cake:
I made this recipe from a variety of cake recipes for inspiration and cut down the portion size. This recipe makes exactly enough for two four inch pans.
1/3 cup sugar
1/4 cup butter softened (half a stick)
1 large egg white
1/2 tsp vanilla
1/8 tsp baking soda
1/2 tsp baking powder
1 cup cake flour
pinch of salt
1/3 cup milk


Preheat oven to 350 degrees. Beat butter and sugar until light and fluffy. Add egg and blend well. Add vanilla. Mix. In a separate bowl, mix dry ingredients. Pour half into egg mixture.  Mix. Pour in milk. Mix. Add remaining dry ingredients. Mix until combined. Pour evenly into two greased four inch pans. Bake for 15-20 mins until golden brown and a toothpick comes out clean.
Let cool 5 mins in the pan. Remove from pan and let cool completely on a rack. Make your icing, I used my favorite recipe for cream cheese frosting here.


Icing recipe:
1 pound cream cheese at room temperature
3/4 pound (3 sticks) unsalted butter, room temperature
1 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
1 1/2 pounds confectioners' sugar, sifted


Trial #1


Trial #2

Friday, April 19, 2013

[Recipe] Savory Muffin

0 comments
Bahan-bahan:
bolu
150 gr Tepung premix zimuffin vanilla
60 gr minyak goreng
60 gr telur ayam
15 gr air+sedikit garam

topping
100 gr keju mozzarella potong kubus kecil
65 gr sosis bulaf iris kecil ( saya pake bulaf, sukaaa sama aromanya)
50 gr jamur merang iris halus
sedikit daun oregano, merica, garam dan sambal botol

Petunjuk
Panaskan Oven hingga suhu 190derajat celsius

bolu
campur semua bahan, mixer dengan kecepatan rendah selama 5 menit

topping
campur semua bahan sampai rata, kecuali sambal botol

penyelesaian
Ambil kurang lebih 2 sdm adonan bolu (atau 1/2 isi cup), taruh dalam cup. Ambil 1.5 sdm bahan topping, taruh diatas bolu. Tambahkan 1/2 sdt sambal botol jika suka.
panggang dalam oven sekitar 25-30 menit.

[Recipe] Best Ever Carrot Cake

0 comments
BEST EVER CARROT CAKE
Makes 12 cupcakes and one loaf
Ingredients:
1 cup Brown Sugar
1 cup Vegetable Oil
3 Large Eggs
Pinch Salt
1/2 teaspoon Bicarb Soda
2 cups Self Raising Flour
2 cups finely grated Carrot (around 4 large carrots)
1/2 cup Walnuts, finely chopped
1 teaspoon Cinnamon
1 teaspoon Nutmeg

Cream Cheese Frosting
(From Hummingbird Bakery Cookbook)
Ingredients:
300g Icing sugar
125g Cream Cheese, cold
50g Unsalted Butter, room temp

DIRECTIONS

#Cake
Heat oven to 180 degrees celsius.
Beat sugar and oil until thick, then add 1 egg at a time and keep beating for a
few more minutes.
Add salt, bicarb soda, carrots, flour, walnuts and spices.
Mix with wooden spoon until all combined.
Put batter in well greased loaf pan or tin and bake for 35-45 minutes (cake) or
15-20 minutes (cupcakes), or until light golden and cake springs back when
touched in the middle. Baking time might vary depending on your personal oven.

#Frosting
Beat the icing sugar and butter together with an electric mixer until well
mixed.
Add the cream cheese in one go and beat until it is completely incorporated.
Turn the mixer up to medium high. Continue beating until the frosting is light
and fluffy, at least 5 minutes. Do not overbeat, as it can quickly become runny.

Sumber:
http://thecakemistress.com/blog/freerecipes/cakes/carrot-cake-cream-cheese-frost\
ing/

[Recipe] Cupcake ChocoChipChiz

0 comments
Cupcakes ChocoChipChiz (1y+)
Hasil: 9pcs

»Bahan«
225gr tepung terigu serbaguna
2sdt baking powder (bisa diskip)
100gr unsalted butter
175gr gula halus/castor (bisa diskip)
150ml susu cair (uht/sufor)
1sdt vanilla extract (bisa diskip)
3 butir telur ayam, kocok lepas
150gr coklat chips
50gr keju parut
50gr cooking chocolate

»Cara membuat«
1. Ayak jadi satu tepung terigu & BP. Sisihkan
2. Kocok mentega dan gula halus hingga lembut
3. Kocok putih telur hingga kaku dan mengembang
4. Masukkan tepung terigu, vanilla extract dan kuning telur yg sudah dikocok.
Aduk hingga rata
5. Masukkan putih telur dan keju parut. Aduk rata
6. Tambahkan choco chips di atasnya
7. Tuang adonan ke dalam kertas cupcake dan panggang dg oven panas selama ±30
menit/ sekitar 180c (td aku pake otang)
8. Selagi menunggu cupcake matang, lelehkan cooking chocolate dan masukkan ke
dalam plastik segitiga yg digunting kecil ujungnya (halah apa sih itu namanya
-_-')
9. Angkat cupcake yg sudah matang dan hias dengan cooking chocolate dan taburan
choco chips

[Recipe] Bolu Kukus

0 comments
BOLU KUKUS
By Mommy Anya
Hasil : 9pcs
Bahan :
* 125gr tepung terigu (segitiga biru)
* 125gr gula pasir
* 1bitir telur ayam kampung
* 75ml air matang
Cara :
* panaskan kukusan terlebih dahulu, lapisi tutup'nya menggunakan serbet bersih
(biar air dr uap kukusan enggak netes) ini PENTING!! :D
* gula pasir & telur dimixer sampe putih halus & mengembang ±15menit (aku pake
mixer kecepatan sedang), matikan mixer
* tuang tepung terigu & air secara bergantian, sampai habis & harus sambil
diaduk terus menggunakan spatula
* siapkan cetakan bolu kukus yang sudah dilapisi kertas roti (aku pake kertas
cupcake), tuang ±2sdm adonan ke masing2 cetakan (jgn terlalu penuh, ntar mbludak
#duhbahasane.. Tapi tergantung besar/kecilnya cetakan si bolu kukus)
* kukus 15menit saja, angkat, jadi dech
Hasile ngembang booo :D (Selama proses mengukus jgn dibuka2 kukusanya yaa..)

Note : kalo mau ada warna biar cantik, bisa dikasih warna merah diatasnya :D aku
pake bit u/ pewarna, jadi ambil 1sdm adonan trz campur dgn bit yang sudah
diblender halus) ambil 1/2sdt lalu taro diatas adonan bolu kukus)

[TriedNTested] Banana Cake

0 comments
Banana Cake - 1y+
Sumber : Buku Resep NCC

Bahan : 
8kuning telur
4putih telur
250gr gula pasir
150gr mentega
250gr tepung terigu protein sedang
4buah Pisang Ambon, haluskan 
1sdm air jeruk nipis

Cara :
  1. Campur pisang yang sudah dihaluskan dgn air jeruk nipis, aduk rata, sisihkan (ini fungsinya supaya si Pisang enggak berubah warna jd item, ini terbukti looh jd tetep kuning kecokelatan si Pisang :D )
  2. Kocok mentega dan gula pasir hingga mengembang dan pucat 
  3. Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok hingga tercampur rata
  4. Tuang secara bergantian pisang yg sudah dihaluskan dan tepung terigu sambil di aduk rata, sisihkan
  5. Kocok kaku putih telur, masukkan ke dalam adonan secara bertahap, aduk rata
  6. Tuang adonan ke dalam 2 buah loyang loaf uk. 10x22x7cm yg sudah dioles rata mentega dan ditaburi sedikit tepung terigu
  7. Panggang dalam oven suhu 180dercel selama 45menit atau hingga matang, angkat, keluarkan dari loyang dan biarkan dingin, potong2, sajikan

[Recipe] Brownies Kukus Sehat

0 comments
BRONIS KUKUS SEHAT
Modif By BunTal
Untuk 20 potong

60 g tepung mocaf/tepung beras campur*/tepung terigu
40 g cokelat bubuk -> aku ganti dcc 40gr di tim
½ sdt garam
3 butir telur ukuran besar (@70 g) -> aku pake 2 butir telur+2kuning telur
100 g gula pasir
50 ml minyak goreng
1 sdm minyak goreng untuk olesan
kertas roti untuk alas, potong selebar dasar loyang
Kacang almond utk taburan sckpnya (resep asli ga pake)

Cara Membuat :

1. Campur tepung, cokelat bubuk, dan garam.
2. Olesi loyang 18x8x6 cm (loyang aku ga tau dimensi nya brp :D) dengan minyak
goreng, alasi kertas roti. Panaskan dandang untuk mengukus di atas api kecil.
3. Kocok telur dan gula pasir dengan mikser kecepatan paling tinggi hingga
adonan mengembang dan kental (20 menit). [Tandanya: jika adonan dituang, tidak
mengalir jatuh.] Matikan dan angkat mikser.
4. Masukkan campuran tepung secara bertahap sambil diayak. Lakukan 3 kali; dan
setiap kali selesai memasukkan tepung, aduk balik dengan spatula hingga rata.
Tuangi minyak goreng, aduk balik hingga rata.
5. Tuang adonan ke dalam loyang, kukus dalam dandang dengan air sudah mendidih,
tutup. Besarkan api kompor ke api sedang. Kukus hingga kue masak (30 menit),
angkat. Balikkan bronis ke atas rak kue, lepaskan kertas pelapis. Segera
balikkan kembali bronis, sisihkan hingga dingin.
6. Lebih enak jika bronis dipotong-potong dan disajikan 3-4 jam berikutnya,
karena bronis sudah lembap/tidak kering.



*note: cake ketan hitam : ganti tepung + coklat dgn tepung ketan hitam, takaran
sama (100 gram)

Thursday, April 18, 2013

[TriedNTested] Cheesy Mashed Potato with Scrambled Egg ala AndinMamaAyra

0 comments
Ini sebenarnya resep modifikasi dari Mashed Potato (yang biasanya pakai susu/ASIP). Karena tadi pagi lupa mencairkan ASIP, jadi skip ASIP-nya.
So, here we go..


Bahan:
1 siung bawang putih, dipotong besar2
1/2 buah kentang, direbus, kemudian diblender
1 sdm extra light olive oil (eloo)
1 buah kuning telur
1 cube keju Belcube
air matang secukupnya (sbg pengganti ASIP)

Cara:
  1. Tumis bawang putih dengan eloo sampai harum 
  2. Masukkan kuning telur, diorak-arik
  3. Masukkan kentang rebus yang sudah diblender
  4. Masukkan keju
  5. Selesaaaii...
Mudah2an suka yaaa :)         

ParenThink: Membangun Ketrampilan Memilih

0 comments
Membangun keterampilan memilih ada tiga urutan tahap:

1. Enak vs Ga Enak :

Tahap ini bertujuan untuk melatih anak memilih apa yang enak dan ga enak.
Kalau tahap ini belum lulus, maka yang perlu dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Supaya anak memahami apa yang enak dan apa yang ga enak.
Pada tahap ini juga kesempatan ortu untuk membuat daftar hal-hal yang disuka dan hal-hal yang tidak disukai anak. Buat daftar sebanyak mungkin, kondisi saat di rumah ataupun luar rumah.

Tanda anak udah lulus pada tahap ini, anak punya kemantapan memilih. Ga terkecoh lagi dengan penempatan pilihan yang dibolak-balik.

2. Enak vs Enak :

Tahap ini bertujuan untuk mengontrol keinginan anak, supaya ga serakah. Tahap ini dimulai saat anak udah mulai bisa memaksakan keinginannya. Artinya anak sudah menunjukkan secara konsisten apa yang dimau/dituju.
Latih dengan meminta anak memilih satu dari beberapa alternatif yang ortu siapkan. Sampaikan jika anak ingin semuanya, maka ia ga dapat apapun. Evaluasi secara terus menerus daftar yang kita punya. Sehingga daftar yang kita punya semakin mantap sebagai bahan melatih kemahiran memilih.

Tanda anak udah lulus pada tahap ini, anak sudah bisa dan terbiasa memilih salah satu pilihan enak dari beberapa alternatif yang ortu bangun.

3. Ga enak vs Ga Enak :

Seperti yang diulas di buku 'kudidik' tahap ini adalah yang paling sulit dalam program memilih. Karena anak akan selalu memilih apa yang enak dan nyaman.
Tahap ini bertujuan untuk melatih kesanggupan anak untuk menghadapi situasi yang ga enak. Entah karena pilihannya ataupun karena ia lepas hak pilihnya. Latih anak dengan menawarkan 2 atau beberapa hal yang ga menyenangkan. Sampaikan kalo anak menolak memilih, berarti ia melepaskan nasibnya pada orang lain.
Contoh : Mau mandi sendiri atau dimandiin? Kalo anak ga pilih, sampaikan "karena ade ga pilih, papa yang nentukan pilihannya. papa yang mandiin ade (sambil digendong ke kamar mandi)"

Tanda anak udah lulus pada tahap ini, umumnya anak akan mengajukan alternatif pilihan baru. Kalo kita ajukan 2 pilihan, maka anak akan mengajukan pilihan ke 3. Dan juga menandakan kalo anak udah paham akan situasi pilihan dan mengerti bagaimana bisa selamat dari pilihan yang ada.
Penting untuk terus melatih tahap ini untuk mematangkan anak masuk ke kelas
berdagang

Rangkuman dari Milis ParenThink

0 comments
stop belajar saat situasi ga layak buat belajar.
klo energinya minta, jd serakah n akhirnya mikir, bkn ngrasa.
kan pelajaran pertamanya ngrasa, bkn mikir.
klo msh terus pake mikir, ya bgm mo bs ngrasa.
klo ga bs ngrasa, ya bgm bs bergaul lahbat sm anak2.
klo ga bergaul lahbat, ya bgm bs paham apa yg penting bagi si anak.
klo ga pahamin kepentingan anak, ya bgm bs ngarahin anak


----------------------------------------------------------------------------------------------------

3 pilihan dlm hadapi situasi sulit:
1. kuasai (mengatasi situasinya)
2. adaptasi (menyesuaikan diri)
3. selametin diri (klo 2 piliihan seblmnya udah dicoba n gagal)

lulus ruasdito = sgup bikin keputusan mandiri-rasional.
artinya, keputusan itu dari-oleh-untuk diri sendiri n dibuat atas
dasar kesanggupan adepin risiko atas keputusan yg dipilih saat itu

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

format upah = sebutin apa yang kita mau baru sebutin apa yang anak mau.
Misal : ade beresin dulu mainannya, baru papa beliin es krim.
Kalo dah terbiasa, nanti anak akan tanya : kalo ade lakukan itu, ade dapet
apa?

Output format upah : anak terbiasa melakukan sesuatu berdasar apa yang akan dia dapat.

Format dagang = sebutin apa yang anak mau, baru sebutin yang kita mau.
Misal : ade mau es krim? Boleh, tapi beresin dulu mainannya.
Kalo dah terbiasa : kalo ade mau itu, ade harus apa?

Output format dagang : anak terbiasa berusaha/berjuang dulu untuk dapatkan yang dimau. beda dikiit.. tapi pola pikir anak searah, berurutan..
jadi tinggal dipilih aja, mau upah atau dagang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kesepakatan yang SMART:

s = spesific. setarain pemahaman ttg apa yg dimaksud dg "makan smp abis".
m = measurable. setarain pemahaman ttg apa ukuran ato tanda klo "makannya abis". apa yg akan tjd klo ukuran itu gagal dipenuhi.
a = achievable. setarain pemahaman ttg apa yg mpu dilakuin.
r = realistic. setarain pemahaman ttg apakah yg dilakuin itu mmg masuk akal utk dilakuin.
t = time-bond. setarain pemahaman ttg batas wkt melakukan/nyelesain apa yg disepakati. apa yg jd ukuran ttg masa berlaku sepakatan itu

s = ttg porsi makan = ok.
m = ttg ukuran selesai = ok; tp ga ada konsekuensi klo ga selesai.
a = krn porsi disepakati, berarti ok.
r = krn achievable, berarti ok.
t = ga ada, shg ga ok.

ParenThink: Tentang Emosi vs Strategi

0 comments
1. ortu wjb mahir bedain tingkah anak saat itu mmg ekspresi emosi ato cm strategi utk menjajah.
2. klo emosi, artinya dia lg ngrasa ga berdaya.
3. utk itu yg dibutuhin cm dukungan hati. spy dia ngrasa kita ada buat dia.
4. cm hati, tnp aktivitas apapun.
5. itu knp syarat kedua adalah mahir kompakin ati-kepala spy bs sguh jd fasbel. bkn jd faspel.
6. klo difasilitasi dg aktivitas (verbal/nonverbal) risikonya dia jd tenang tp energi emosinya ada yg tersisa. selain itu, jg ada risiko bhw ekspresi emosi itu berubah jd strategi krn dia manfaatin kesediaan ortu utk dijajah

saluran emosi perlu dipilih yg aman nyaman.
itu knp rekreasi ati jd kebutuhan harian spt istirahat fisik.
klo rekreasi ati ga terpenuhi, emosi error, sakaw.. ya.. bs relaps

- emosi bisa berubah jd strategi
- stragegi gak bisa berubah jd emosi.
- emosi gak akan lebih dr 10 menit

syarat tantrum aman ada 3:
gak membahayakan diri sendiri
orang lain dan
gak merusak

kalo salah satu gak terpenuhi, berarti gak aman, dan gak boleh dibiarkan.

apa yg dilakukan?
tergantung emosi apa strategi..
kalo emosi, amankan pelaku
kalo strategi, amankan korban

syarat punya adik = sgup kecewa spy siap belajar bersepakat.
klo blm sgup kecewa, pake teknik memilih.
klo uda sgup kecewa, pake teknik dagang.
tp pertama-tama belajar bedain emosi ato strategi dulu

[Q&A] OmGe: Tentang Ayra

0 comments
Post-ku kali ini adalah pertanyaan yang aku ajukan di milis LearningParents (milis khusus peserta kelas kecil 14 April). Aku masukkan di blog supaya aku bisa buka setiap saat :)

Andin:
Hai all LearningParents!

Mau nanya yaa....berdasarkan catatanku ttg Ayra di kelas Minggu kemari, ada beberapa hal yg mau aku tanyakan. Masukan dari teman2 lain juga ditunggu lhoo..karena Ayra masih umur 11 bulan ya...jd belum bisa ngomong juga, akunya masih meraba2 maksudnya :D

  1. Template Ayra adalah benefit. Jadi untuk usia Ayra sekarang, apa yang bisa kami lakukan terkait template-nya? Maaf aku memang masih agak bingung dengan prakteknya Benefit vs Risiko. Aku tau definisinya, tapi utk praktek sehari2nya yg msh bingung :D
  2. Menurut OmGe, Ayra nggak pernah mengungkapkan kebutuhannya, karena ortunya (alias aku dan suami) selalu menyediakan terlebih dulu sebelum Ayra butuh. Ini nantinya bisa mempengaruhi kemampuan komunikasi Ayra. Nah setelah aku pikir2, sepertinya iya sih...karena seingatku dl, di kelas menyusui AIMI, diajarkan utk memahami tanda2 bayinya lapar, jangan sampe nangis, krn kalau sudah nangis, itu lapernya sudah parah. Jadiii...aku terbiasa menyediakan sebelum Ayra minta/butuh. Ini terkait dengan jam laparnya ya... Jadi skrg aku bingung, gimana taunya jam laparnya Ayra, sdgkan Ayra belum bisa ngomong?
  3. Masalah rutinitas yang seharusnya dibentuk, memang seharusnya Ayra nggak banyak kejadian insidentil. Sebaiknya sehari2nya relatif sama terus untuk menguatkan rutinitasnya. Apa daya, kegiatan Ayra biasanya terpengaruh dengan kegiatanku. Kalau aku harus rapat, biasanya jadwalnya Ayra juga terpengaruh. Kalau kondisinya seperti itu, menurut OmGe, kondisinya nggak layak untuk belajar alias diliburkan. Pertanyaanku, apakah yg namanya pengenalan rutinitas itu jamnya harus tepat? Atau boleh geser 30menit asalkan urutannya sama terus? misalnya, habis bangun tidur, sarapan, mandi, mainan bentar, nenen, bobok, bangun, makan siang, dst. Jamnya tergantung Ayra bangunnya jam berapa. Boleh gitu gak sih?
Sementara itu dulu, om dan teman2...ditunggu masukannya yaaa :)

Regards,
Andin


OmGe:


alo andin
1. belajar bergaul lahir-batin dulu spy relasi emosi bs terbangun.
2. belajar kompakin ati-kepala jg spy pilihan utk jd fasbel ato jd faspel bs konsisten.
3. sediain asi sblm anak nangis, krn itu mmg kebutuhan prinsip berkait keselamatan badan. tp ortu tep bth gaul lahbat spy bs kenalin tanda laparnya. jd, klo bkn lapar, ortu bs pilih jd faspel ato jd fasbel. krn itu bkn ttg isu keselamatan.
4. ttg rutinitas, itu kebutuhan krj organ tubuh. itu bkn ttg belajar dlm konteks perilaku. jd mmg bth tertib jamnya jg. klo geser2 ya si organ jg jd bth berubah trs utk beradaptasi dg situasi baru.
risikonya, dia jd terbiasa dg perubahan shg mjd sulit ngadepin situasi yg ajeg/berstruktur.

salam,
ge
______________
@sigoloktoge -- memberi saja.. percaya saja.. 



Andin:
Aku sdh baca buku berpikir sampe habis, om, bahkan sdh di-highlight segala....hehehe...kyknya perlu pemahaman lbh lanjut iniii.. *kapasitas otak terbatas*

Terbantu dg pertanyaan mb Koming.. makasih mbak.... Sptnya memang perlu latihan gaul lahbat.. adakah yg bersedia jelasin gimana sih gaul lahbat itu? Terutama gaul batin ya....perasaan sih aku kalo mainan sm ayra jg sepenuh hati...ga kepikiran yg lain...hihihi...gitu bukan sih maksudnya?

Maaf ya, oomm...ini oon tingkat dewa :D

Regards,
Andin

OmGe:
alo andin
itu masalahmya.
buku berpikir itu spt kamus. bkn novel.
dibaca sesuai kebutuhan aja. klo blm ngalamin mmg ga bs ngerti.
gaul lahbat ga bs diajarin. itu cm ttg rasa. jd ya pake rasa. bkn pake pikir.
klo ga bs ya mgk andin n ayra bkn soulmate.
salam,
ge


Andin:

Huaaaa...jleeeb bangeeet! Ga pernah berpikir kalo aku & ayra bukan soulmate... *nangis gulung2*
Oh lha pantes, aku bacanya kayak novel aja gitu, langsung habis, trus ga paham deh :D
Oke om...aku coba rasakan..
OmGe:
alo andin
itu mgk. bkn mmg.
gaul lahbat itu ttg relasi emosi. jd ya tgt energi emosinya, chemistry-nya, nyambung ato ga.
salam,
ge 


Andin:
Om, mau nanya lg, ttg rutinitas.. Kalo misal Ayra bangunnya telat. Harusnya jam 6 udh bangun, tp dia blm bgn, apa hrs dibangunkan?
Kadang kalo malemnya tidurnya telat, jd kasian kalo mau bangunin.
Begitu jg sebaliknya, kalo sdh waktunya bobok, trus sdh nenen, tp tetep ga bobok jg, hrs gmn?
Makasiih...

OmGe:
alo andin
anak itu makhluk idup. bkn benda mati.
jd, rutinitas pun bkn bersifat absolut.
pembentukannya pun lwt pembiasaan,
bkn dg cara on-off spt saklar lampu ya.
itu knp mulainya sejak keluar dari rahim.
klo skrg br bicara soal rutinitas, artinya remidi.
jd ya wajar klo sulit, krn itu = ganti kebiasaan.
utk itu ortu wjb belajar kompakin ati-kepala dulu.
klo ga, niat jd fasbel akan rusak krn dorongan jd faspel.
---
skrg dia mestinya uda mulai belajar milih.
tp wkt ktm kemaren aku blm liat hasrat belajarnya.
itu knp dia bth paparan yg bikin dia ga nyaman.
spy hasrat belajarnya terbangun shg kesiapan belajar bs ON.
salam,
ge



Monday, April 15, 2013

Catatan dari Kelas Kecil OmGe 14 April 2013

0 comments
Kemarin hari Minggu 14 April 2013, akhirnya aku berkesempatan untuk ikut kelas kecil-nya OmGe. Alhamdulillah suami juga mendukung...padahal dia awalnya orang yang malas berteori atau mengikuti semacam pendidikan/seminar..hihihi...

Anyway, ada beberapa catatan dari OmGe yang aku dapatkan tentang Ayra.
  1. Template Ayra adalah benefit.
  2. Menurut OmGe, Ayra nggak pernah mengungkapkan kebutuhannya, karena ortunya (alias aku dan suami) selalu menyediakan terlebih dulu sebelum Ayra butuh. Ini nantinya bisa mempengaruhi kemampuan komunikasi Ayra.
  3. Masalah rutinitas yang seharusnya dibentuk, memang seharusnya Ayra nggak banyak kejadian insidentil. Sebaiknya sehari2nya relatif sama terus untuk menguatkan rutinitasnya. Apa daya, kegiatan Ayra biasanya terpengaruh dengan kegiatanku. Kalau aku harus rapat, biasanya jadwalnya Ayra juga terpengaruh. Kalau kondisinya seperti itu, menurut OmGe, kondisinya nggak layak untuk belajar alias diliburkan.
Selain catatan tentang Ayra, aku dapat banyaaaaak sekali ilmu dari diskusi ortu2 yang lain. Tapiiii....sepertinya kapasitas otakku lemot.. Jadi meski aku paham diskusi waktu itu, kalau untuk menerapkan atau menjelaskan ulang, sepertinya aku masih harus buka buku...hihihi..

Ini beberapa catatan diskusi yang masih aku ingat:
  1. Jam lapar seharusnya sama dengan jam makan
  2. Anak dibiasakan untuk merasa risih dengan popoknya yang basah, sehingga mudah untuk melatih toilet training
  3. Setelah fase kenikmatan oral, seharusnya mulai umur 12-13 bulan mulai masuk ke fase kenikmatan genital. Saat itu waktu yang tepat untuk toilet training. Dengan catatan, anak sudah nggak mencari kenikmatan di oral lagi.   

Yang pasti, aku sangat bersyukur suamiku akhirnya mau ikut terlibat aktif dalam pendidikan-pengasuhan anak. Di acara itu rata2 teman2ku juga datang bersama suami. Ada juga yang datang sendiri (berdua sama anak aja), tapi juga ada yang datang rombongan (sama suami, anak dan ibunya).



Thursday, April 11, 2013

ParenThink: Rute Pengasuhan-Pendidikan Anak

0 comments


rute pengasuhan-pendidikan toge
[dikutip dari buku “Saatnya Melatih Anakku Berpikir”]


0-2 tahun -- membangun rutinitas.
1-3 tahun -- membangun keterampilan memilih (enak-vs-ga-enak, enak-vs-enak, ga-enak-vs-ga-enak).
2-4 tahun -- membangun keterampilan menawar (sebagai pembeli).
3-5 tahun -- membangun keterampilan menawar (sebagai penjual).
4-6 tahun -- membangun keterampilan berdagang (win-win transaction).
5-7 tahun -- membangun keterampilan memperjuangkan keinginan (sanggup (mau+mampu) melakukan apa yg perlu dilakukan untuk dapet apa yang diinginkan).
6-8 tahun -- membangun keterampilan menghadapi resiko (mengalami akibat; masih  didukung penuh).
7-9 tahun -- membangun keterampilan menghadapi resiko (mencoba solusi; berupa alternatif solusi).
8-10 tahun -- membangun keterampilan menghadapi resiko (membangun solusi; evaluasi thd alternatif solusi yg dibuatnya).
9-11 tahun -- membangun keterampilan menghadapi resiko (memeriksa solusi; berupa pendampingan untuk menindaklanjuti solusi yang dipilihnya).
10-12 tahun -- membangun keterampilan menentukan pilihan perilaku (mengatur strategi) secara mandiri, berdasarkan pertimbangan resiko.
11-13 tahun -- proses pengasuhan sewajarnya sudah tuntas sehingga proses pendampingan bisa dimulai.

keterangan:
apa yang sudah dibangun, bukan berarti lalu berhenti dan ditinggalkan setelah batas usianya terlewati ya.
contoh: soal rutinitas, walau proses pembangunannya ada di usia 0-2 tahun, tetapi si anak tetap perlu terus diingatkan & dikuatkan spy kebiasaan akan rutinitas itu menjadi sesuatu yang melekat dalam pribadinya, hingga akhirnya dia menjadi tidak nyaman ketika rutinitasnya terganggu. Hal ini penting karena kebiasaan punya rutinitas itu akan jadi bekal pembentukan sikap tuntas dan bertanggungjawab.
---
kalau mengacu pada ajarannya Ki Hajar Dewantara, paparan di atas akan bisa dipahami sbb:
0-5/6 tahun -- ing ngarso sung tulodho (di depan memberi teladan).
5/6-11/12 tahun -- ing madyo mangun karso (di tengah menemani proses berkarya).
> 11/12 tahun -- tut wuri handayani (di belakang menjadi acuan/ pedoman/referensi).



MEMBANGUN RUTINITAS
1.      memahani pola kerja alami tubuh anak
�� karena organ tubuh butuh struktur kerja
�� berlangsung dikisaran usia 0-3(4) bulan
�� jadi landasan untuk belajar tanggung jawab
2.      bisa diselaraskan bila ortu terganggu pola kerja alami tubuh anak diubah agar bisa sesuai dengan pola keseharian ortu

SANGGUP KECEWA
1.      bukan supaya menjadi tidak kecewa
�� karena kecwa itu bagian dari perasaan
�� energi Cuma bisa dipindah atau diubah ujud
�� kantong emosi sebagai halte, bukan gudang
2.      dibangun lewat pengalaman kecewa
�� dilatih dengan teknik memilih (enak-vs-tidak enak)

SANGGUP BERSEPAKAT
1.      mengakomodasi masa transisi pertama
�� masa bayi sudah lewat, masa kanak-kanak belum datang
�� secara alami akan mulai menuntut otonomi
�� dihambat jadi musuh, dilepas jadi penjajah
2.      dibangun lewat aktivitas berdagang

SANGGUP BERJUANG
1.      bersedia melakukan hal yang tidak enak
�� ini batas wilayah “anak-anak” dengan “orang dewasa”
��  stop rumus “enak”, ganti dengan rumus “perlu”
�� siap belajar untuk jadi bisa, tidak hanya jadi terbiasa
2.      membutuhkan teman bukan oposan

SANGGUP MEMBUAT KEPUTUSAN
1.      belajar berdaulat atas diri dan hidupnya
�� mengalami akibat atas pilihan yang dibuatnya
�� memahani alternatif solusi dan mencobanya
�� membangun kelayakan solusi sesuai dengan situasi
2.      membutuhkan konsultan, bukan tuhan

MENJADI MANUSIA DEWASA
1.      hidup mandiri secara bertanggungjawab
�� memaknai fakta sebagai berkah, bukan sebagai musibah
�� menghadapi fakta sebagai sarana belajar hidup
�� menjalani hidup selaras dengan hukum semesta
2.      menunaikan tanggung jawab hidupnya
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review