Monday, May 27, 2013

Flexible Work: Working from Home

2 comments
Sebenarnya topik ini sudah agak lama, tapi karena aku baru punya kesempatan untuk menulis..so, please forgive me :)

Beberapa bulan yang lalu, dunia digemparkan dengan CEO Yahoo! Marissa Mayer yang tidak menggunakan hak cuti melahirkannya. Marissa hanya mengambil 2 minggu cuti setelah melahirkan, kemudian mengambil kebijakan bagi seluruh karyawan Yahoo! untuk tidak bekerja dari rumah lagi.

Banyak wanita di Amerika yang mengkritik keputusan Marissa. Sebagian besar tidak setuju dengan keputusan itu, seakan-akan menunjukkan pada dunia, begitulah seharusnya seorang working mother.
Well, Marissa seorang CEO, dia bisa mempekerjakan nanny, maid, dia juga mempunyai suami dengan pekerjaan yang fleksibel. Sehingga suami bisa mengatur jadwal untuk membawa anaknya ke dokter/RS. Selain itu, Marissa mempersiapkan sebuah tempat di dekat ruang kerjanya untuk menjadi baby room, specially for her son. Jadi tidaklah mengherankan kalau Marissa tidak perlu lama2 mengambil cuti melahirkan kan?

Tapi apakah semua wanita mempunyai keistimewaan seperti itu? Itulah yang menjadi kritikan sebagian besar wanita di US.

Sejak ada berita Marissa Mayer, aku pribadi baru mengenal istilah "telecommute", flexible work dan working from home. Ternyata sejak sekitar 1 dekade silam, di negara barat sudah mulai menjamur para profesional wanita yang memilih bekerja dari rumah. Mereka mengatur jadwal untuk datang ke kantor dalam waktu tertentu. Banyak keuntungan yang didapat: menghemat waktu perjalanan, mengurangi polusi udara akibat kendaraan, meningkatkan produktivitas, menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, mengurangi stres kerja, mengurangi turnover karyawan, dll.
Sedangkan Marissa mengklaim kerugian kalau tidak berada di kantor: mengurangi brainstorming ide antar karyawan yang mungkin saja menghasilkan ide bagus.

Kondisi setiap keluarga berbeda. Kondisiku sekarang, aku yang lebih banyak bekerja di rumah dan suami yang bekerja 8-16 di kantor. Kenapa? Alasannya ada beberapa:
  1. Sulit menemukan pembantu yang sesuai kriteria keluarga kami
  2. Mamaku sudah meninggal 6 bulan sebelum aku menikah, bapakku alhamdulillah masih kerja dan mertuaku di luar kota
  3. Saudara lain yang satu kota juga masih aktif bekerja semua (jadi tidak ada kemungkinan untuk dititipkan)
  4. Pekerjaan suami yang lebih banyak menghasilkan income, selain dari usaha sampingannya 
  5. Syukur alhamdulillah my employer allows me to work from home.
ps. poin no 2 & 3 --> aku pribadi memang nggak pernah berniat untuk menitipkan anakku ke siapapun. Dulu rencananya memang pakai 2 pembantu (1 untuk pekerjaan rumah dan 1 untuk khusus pegang Ayra). Kenapa? Sampai sekarang pun aku agak "gemes" dengan orang tua muda yang "seenaknya" menitipkan anaknya ke ortu/mertuanya. Karena menurutku menjadi ortu ya harus tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anaknya dong, jangan mau enaknya aja, bikin2 terus, tapi nggak mau merawat anaknya... :D

Memang tidak semua orang mendapat keistimewaan seperti aku, bekerja di perusahaan yang membolehkan seperti ini. Tapi ini pun bukan tanpa konsekuensi. Pendapatan bulananku berkurang sangat jauh. Konsekuensi lain adalah aku harus sangat disiplin dengan diriku sendiri, manajemen waktu sangat penting.
Tapi dari pengalamanku sejauh ini (7 bulan bekerja dari rumah), aku merasa jauh lebih produktif seperti ini. Aku bisa mengurangi jauh lebih banyak waktu yang terbuang untuk ngobrol dengan teman lainnya. Dan ternyata, dengan waktu bekerja di rumah yang lebih sedikit (karena aku juga masih mengurus anak sendiri), aku bisa lebih efektif dan efisien dalam mengerjakan pekerjaan kantor. Satu pekerjaan yang sama bisa aku kerjakan dalam beberapa hari saja, dibandingkan kalau dikerjakan di kantor butuh waktu beberapa minggu. Karena jujur saja, dengan kondisi kantorku, lebih banyak gangguan. Kalau di rumah, aku bisa bekerja kapanpun aku mau dan bisa. Kalau ngantuk, tinggal tidur dulu, kemudian dilanjutkan lagi beberapa jam kemudian.

Yang jelas, aku sangat bersyukur diberi kepercayaan oleh atasan, bekerja dari rumah. Mereka mengijinkan aku tentu saja karena percaya bahwa produktivitasku tidak menurun kalau aku bekerja dari rumah. And I have to prove it :)


But of course, my company is also a growing company. Everything can change. Aku juga tidak tahu sampai kapan bisa begini. Selama aku bisa melakukannya, aku tentu akan melakukannya.
The future is still mystery. But I'm pretty confident that whatever I do now is not useless. It's gonna give me experience.

Tapi lagi2, tidak semua keluarga atau perempuan dihadapkan pada kondisi yang sama. Apapun itu, seorang perempuan diberkahi kemampuan untuk multitasking. Dan lebih dari itu, menjadi ibu adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan menyibukkan! 



http://www.usnews.com/opinion/articles/2013/03/15/telecommuting-can-boost-productivity-and-job-performance
http://www.npr.org/2013/02/27/173069965/presence-vs-productivity-how-managers-view-telecommuting
http://www.eweek.com/small-business/telecommuting-boosts-productivity-but-it-issues-persist-staples/
http://www.businessinsider.com/marissa-mayer-doubles-the-length-of-yahoos-paid-maternity-leave-gives-new-dads-eight-weeks-off-2013-4
http://articles.latimes.com/2012/oct/08/news/la-ol-marissa-mayer-end-pregnancy-discrimination-20121008
http://www.forbes.com/sites/learnvest/2012/07/19/the-pregnant-ceo-should-you-hate-marissa-mayer/2/
http://www.huffingtonpost.com/2013/04/19/marissa-mayer-work-from-home_n_3117352.html
http://www.bbc.co.uk/news/magazine-21588760
http://www.businessinsider.com/marissa-mayer-defends-her-work-from-home-ban-2013-4

Saturday, May 25, 2013

[TriedNTested] Lasagna Tahu

0 comments

Lasagna tahu (Resep dari Mother & Baby edisi November 2008)

Bahan: 
400gr tahu putih, iris setebal 1 cm 
100 gr keju cheddar parut untuk taburan

Saus Merah tumis semua bahan hingga matang: 
1 sdm margarin 
2 sdm bawang bombay cincang 
2 siung bawang putih cincang 
100 gr daging sapi cincang 
1sdt tomat pasta (diskip aja, tambahin aja tomat lebih banyak) 
300 gr tomat, seduh, kupas, cincang hingga halus 
½ sdt garam (bisa diskip/dikurangi) 
¼ sdt merica bubuk 
½ sdm gula pasir (bisa diskip) 
¼ sdt oregano

Saus putih: 
50 g margarin
50 g tepung terigu 
220 ml susu cair 
½ sdt garam (bisa diskip) 
¼ sdt merica

Cara bikin: 
Saus putih: 
1.     Lelehkan margarin, tambahkan tepung aduk hingga berbutir. Tambahkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk terus hingga rata. Tambahkan garam dan merica, aduk rata. Masak hingga mendidih angkat, sisihkan.

2.     Susun ½ bagian tahu dalam pinggan tahan panas yang sudah diolesi mentega. Tuang saus merah diatasnya, ratakan. Susun sisa tahu, rapikan.

3.     Tuang saus putih diatasnya, ratakan. Taburi dengan keju parut hingga rata panggang dalam oven panas suhu 180° selama 30 menit hingga matang.

Wednesday, May 22, 2013

Let Me Introduce Myself: I'm Mindy :)

0 comments
Sejak tanggal 21 Mei 2013, saya resmi menjadi salah satu admin Facebook Group Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Kenapa? Saya akan jawab, kenapa nggak? Saya rasa saya mampu untuk tugas ini, dan yang pasti saya selalu mempunyai minat untuk mensosialisASIkan ASI anywhere and anytime :)
Saya memang belum Konselor Laktasi, semoga tahun depan bisa ikut pelatihannya. Paling nggak, untuk sementara waktu, peran saya di sini akan menambah ilmu saya.

Kenapa Mindy? Well semua admin (total sampai saat ini ada 9 orang) mempunyai nama sendiri, ada Minka, Minli, Minny, Minna, dll. Semua gabungan dari kata "admin" dan nama aslinya. Mindy = adMIN + anDini Yulina pramono 

Wish me the best!

Tuesday, May 21, 2013

A Year with Ayra and More Years to Come

0 comments
Anakku sayang, Ayra...

Sudah 1 tahun umurmu, begitu cepat rasanya. Rasanya seperti masih kemarin mama bawa kamu ke mana-mana di dalam perut besar mama.
Sejak kamu lahir, begitu banyak yang mama alami dan pelajari. Mama jadi belajar banyak tentang menjadi perempuan, tentang kedewasaan, kesabaran, kekuatan, dan mungkin masih banyak lagi nantinya.
Memang mama dan papa bukan manusia sempurna, kami sama sepertimu, nak...kita sama-sama belajar ya.. Ayra tumbuh dan belajar jadi seorang anak yang cerdas, insyaAllah, mama papa juga belajar menjadi orang tua yang terbaik buat kamu.

Kalau mungkin ibu2 lain mengatakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada bayinya yang baru saja keluar dari rahimnya, ternyata mama nggak begitu. Suara tangisanmu begitu kencang di kamar operasi, nak, mama yang masih terpengaruh obat bius sampai merasa terganggu. Tapi seiring berjalannya waktu, mama jatuh cinta sama kamu. Mama sayang sama kamu.

Sewaktu mama menjadi ibu, mama sudah nggak punya ibu lagi, nak. Bukan hilangnya petunjuk dan support dari seorang nenek ke ibu baru yang mama sedihkan, tapi karena banyaknya pelajaran yang kamu berikan ke mama tentang arti seorang ibu sehingga mama sebenarnya ingin mengucapkan maaf dan terimakasih untuk yanguti-nya Ayra atau mamanya mama.

Begitu banyak yang mama lalui bersama papa selama 1 tahun ini. Tangismu, senyummu, tawamu, semua kelakuanmu.  Maafkan mama dan papa kalau dalam 1 tahun ini masih belum menjadi orang tua yang baik untukmu.

Ada pepatah Inggris: The days are long, but the years are short. Itu benar adanya. Memang sejak kamu hadir, hari-hari terasa begitu panjang dengan segala kesibukan yang harus mama jalani, tapi setelah ulang tahunmu yang ke 1, semua terasa begitu singkat. Mama benar2 nggak percaya, kamu sudah berumur 1 tahun.

Perjalananmu masih panjang, semoga Allah selalu melindungi, nak...selalu membimbingmu, kuat fisik dan iman. Semoga Allah memberikan kepercayaan pada kami untuk terus dapat membimbing hingga saatnya kami melepasmu jadi perempuan dewasa.

Mama membuat tulisan ini agar kamu dapat membacanya kapanpun kamu mau. Semoga kamu merasakan bahwa dimanapun kamu dan mama berada, rasa sayang mama akan selalu ada untukmu.
Ayra harus selalu ingat bahwa Allah selalu sayang Ayra. Begitu juga mama.

I have loved you for a thousand years
And I'll love you for a thousand more.. 






Wednesday, May 8, 2013

Healthy Life Habit

0 comments
Kenapa aku keukeuh belajar bikin makanan (MPASI) Ayra sendiri?
Alasannya sudah sangat sering didengar, tapi mungkin jarang dimaknai dalam. Agar Ayra memulai hidupnya dengan kebiasaan sehat, termasuk masalah pola makan.

Aku sendiri adalah produk dari orang tua yang bekerja, khususnya ibu bekerja yang sangat sibuk. Orang tuaku nggak pernah membolehkan aku ikut masak sewaktu aku kecil, mengakibatkan aku sangat tidak suka memasak. Tujuannya baik, ingin melindungi aku dari bahaya di dapur.
Dulu mamaku punya pembantu yang sangat loyal, jadi setiap hari kami dimasakkan lauk. So, ya...kami makan masakan rumahan. Semakin tahun, semakin sulit mencari pembantu yang loyal. Apalagi sejak mama meninggal, semua urusan rumah tangga menjadi tanggung jawabku.

Kembali ke masa sekarang, semakin banyak makanan cepat saji, yang semua orang pun tahu, tidak sehat: tinggi garam dan tinggi lemak!
Bukan hanya makanan cepat saji, jangan mengira makanan murah yang dijual di pinggir jalan itu sehat. Belum tentu...coba cek kebersihannya, pakai air apa dia mencuci sayurannya, bahan2nya? Cek minyak goreng yang dipakai, sudah dipakai berapa puluh kali, sampai warnanya menghitam begitu?

Masalah makanan di Indonesia, mungkin berbeda dengan di negara maju. Tapi ada kecenderungan Indonesia mengikuti ke arah sana, which is penyakit2 yang berkaitan dengan pola makan, seperti obesitas, diabetes, dll.
Apalagi ada pandangan umum di masyarakat Indonesia, bahwa balita yang gemuk itu sehat. Maka banyak orang tua menginginkan anaknya gemuk, alasannya bayi gemuk itu lucu, menggemaskan. Memang iya lucu dan menggemaskan, tapi nggak perlu lah menghalalkan segala cara untuk bikin anak jadi terlihat gemuk. Banyak faktor yang mempengaruhi kegemukan, termasuk genetis bentuk tubuh ortunya.

Maka seringkali aku gemas kalau dengar seseorang yang mengeluh anaknya nggak gemuk (padahal anaknya sehat). Dalam hati selalu berpikir, waktu bayi diminta gemuk, nanti masuk masa remaja diminta jadi kurus. Orang tua yang nggak konsisten. Mengajarkan pola makan yang nggak sehat (asalkan bisa gemuk) sejak bayi, kemudian saat dewasa mengeluh lagi karena kegemukan. Ya tentu saja nggak bisa diulang lagi dong ya...kan ortunya sendiri yang mengajarkan pola makan nggak benar. *ini nggak termasuk yang memang secara genetis bertubuh besar ya* 

Memang sulit mengubah kebiasaan kita, aku misalnya, terbiasa makan banyak, tapi nggak bisa masak. Apa akibatnya? Aku makan apapun yang bisa aku dapatkan atau aku beli, apapun itu.
Maka dari itu, aku SANGAT KEUKEUH untuk belajar memasak, at least untuk Ayra. 
Sejauh ini, makanan dewasa di rumahku masih pakai katering, tapi makanan Ayra selalu bikin sendiri. Rencana selanjutnya adalah kami semua bisa makan masakan rumah.

Alasan itu pula yang bikin aku KEUKEUH belajar bikin Ayra's first birthday cake!
Untuk alasan yang emosional, aku ingin Ayra makan kue ultah pertamanya dari buatan tanganku sendiri. Meski mengingat Ayra bukan tipe "love at the first taste", butuh 10x makan menu baru untuk membuat Ayra suka menu tersebut.

Tantangan lainnya adalah mengubah kebiasaan lidah kami akan rasa masakan yang terlalu berasa, asin yang berasa asin (meski nggak terlalu tinggi garam seperti di fast food) atau manis yang berasa manis. Tentu saja mengubah kebiasaan kami yang dewasa ini tidak mudah.

Satu hal lagi yang menguatkanku, aku ingin mengenalkan pola hidup sehat untuk Ayra sejak hari pertama kelahirannya. Selain itu, aku ingin kami yang dewasa bisa terus sehat, membimbing dan mendampingi Ayra (dan adiknya kelak) sampai dewasa. Amin...


Healthy is not just about you and yourself, but it also will effect your loved ones  

Monday, May 6, 2013

[TriedNTested] Cheesy Beef Misoa: My 2nd Creation!

0 comments
Ini adalah kreasi keduaku, setelah Balmchiz Cookies. Karena ini kreasi ngawur alias bukan modifikasi dari resep manapun, jadi harap maklum kalau takarannya pake ilmu kira2 :D

Bahan:
2 gulung misoa, direbus sampai matang, kmdn tiriskan
1 siung bawang putih
1 siung bawang merah
2 cubes keju
daging giling sesuai selera
1/2 buah tomat, potong kecil2
air putih secukupnya
1 butir telur, kocok
*kalau mau ditambah garam, silakan...karena Ayra belum 1 tahun, jadi skip garam yaa...

Cara:

  1. Tumis bawang putih dan bawang merah menggunakan eloo
  2. Masukkan daging giling, tumis sampai berubah warna
  3. Masukkan keju
  4. Masukkan misoa yg sudah direbus
  5. Masukkan tomat
  6. Tambahkan air secukupnya
  7. Masukkan adonan misoa ke dalam pinggan tahan panas
  8. Olesi telur yg sudah dikocok di atasnya
  9. Panaskan oven 170 dercel selama 10 menit
  10. Panggang adonan misoa dalam oven 170 dercel selama 25-30 menit


Sunday, May 5, 2013

[Recipe] SKUTEL MIE YOGURT LEMBUT (12 Bulan+)

0 comments

Oleh: Mamaku KokiHandal – MPASI Rumahan
Kategori: One dish meal
Untuk 5 Porsi bayi

BAHAN:
100 Gr Mie Cap Ayam 2 Telor rebus sesuai instruksi kemasan, sisihkan. (bisa dipotong jika perlu)
3 sdm minyak/1 sdm butter
50 gr bawang bombay cincang
50 gr daging sapi cincang
50 gr wortel parut kasar
1 ½ sdm tepung terigu
175 ml air matang + 100 ml yogurt
75 gr keju parut + ekstra untuk taburan
2 telur, pisahkan kuning dan putihnya
pala parut secukupnya

CARA MEMBUAT:
1. Panaskan pan, lalu masukkan butter/minyak. Tumis bawang bombay hingga harum dan lau, lalu masukkan daging cincang. Masak hingga bergerindil. Tambahkan pala parut hingga harum.
2. Tambahkan tepung terigu, tumis sebentar lalu masukkan campuran air dan yogurt. Masukkan wortel parut dan keju parut, masak hingga mengental. Angkat.
3. Sambil menunggu saus krim yogurt daging agak dingin, kocok 2 putih telur hingga kaku, sisihkan.
4. Masukkan 2 kuning telur dalam saus, aduk cepat. Masukkan putih telur ke dalam saus dengan teknik fold-in.
5. Tambahkan Mie Cap Ayam 2 Telor ke dalam saus tadi. Tuang dalam pinggan-pinggan tahan panas. Bisa dikukus selama 20 menit atau panggang di oven suhu 180 dercel selama 15-20 menit.
6. Sajikan bersama sup supaya lebih nikmat

[Recipe] Saus Tomat Homemade

0 comments
500 gram tomat masak
100 gram strawberry (bisa ganti air jeruk nipis/lemon)
500 ml air
2 sdm minyak zaitun


Bumbu:
4 siung bawang putih
3 sdt garam
3 sdm gula pasir

Cara membuat:

  1. Rebus air sampai mendidih.
  2. Masukkan tomat. Jerang sampai setengah lunak lalu masukkan strawberry.
  3. Setelah tomat dan strawberry lunak, angkat dan tiriskan. Sisa air rebusan jangan dibuang.
  4. Haluskan tomat dan strawberry.
  5. Panaskan minyak zaitun, tumis bawang putih yang sudah dihaluskan sampai wangi.
  6. Masukkan tomat dan strawberry yang sudah diblender dan sisa rebusan air.
  7. Jerang di atas api kecil sekitar 30 menit sampai mengental. Jangan lupa aduk sesekali.
  8. Jika sudah kental, matikan api. Saus tomat siap digunakan.

[Recipe] Setup Makaroni 8m+

0 comments


Bahan:
2 sdm makaroni
1 sdm mentega tawar (unsalted butter)
2 butir bawang merah iris tipis/parut
2 butir bawang putih iris tipis/parut
20 gr daging sapi cincang
100 ml kaldu sapi
2 sdm keju parut
1 sdm peterseli/seledri iris halus
2 sdm oatmeal halus dicairkan dengan 50 ml air matang (resep aslinya pake susu bubuk)

Cara membuat:
Didihkan air , rebus makaroni hingga matang dan empuk benar. Tiriskan, haluskan, sisihkan.
Panaskan unsalted buter, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging, aduk hingga matang dan berubah warna.
Tuang oatmeal cair dan kaldu, didihkan.
Masukkan makaroni, aduk rata, angkat. Tambahkan keju parut dan peterseli cincang, aduk rata.
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review