Wednesday, June 26, 2013

[Recipe] Kroket Salmon Keju

0 comments
Bahan
  • 500 gr kentang, kupas dan rebus hingga empuk, biarkan dingin
  • 2 kuning telur
  • 1 sdm tepung terigu
  • 100 gr keju cheddar, parut (keju dapat diganti jenisnya sesuai selera)
  • Garam
  • Lada putih
  • 2 buah putih telur
  • 300 gr tepung roti (tepung panir)
  • Minyak sayur untuk menggoreng
Isian
  • 2 buah ikan tuna kalengan, pisahkan minyaknya --> aku ganti salmon, karena adanya itu di kulkas
  • 1 sdm kecap manis
  • 3 buah bawang merah
  • 1 buah jeruk nipis
  • 3 buah cabe merah
  • Garam
  • Lada hitam
  1. Haluskan kentang hingga benar-benar halus. Campurkan dengan kuning telur, tepung terigu, keju parut, garam dan lada. Aduk hingga rata.
  2. Untuk isinya, tumis bawang merah, masukkan tuna, kecap manis, jeruk nipis, cabe merah, garam, dan gula.
  3. Ambil adonan kentang, isi dengan isian tuna, lalu bentuk lonjong atau sesuai selera.
  4. Celupkan kroket yang sudah dibentuk ke dalam putih telur, lalu gulingkan diatas tepung roti hingga seluruh permukaan kroket tertutup rata.

Tuesday, June 25, 2013

Happy Now!

0 comments
Beberapa hal yang patut aku syukuri saat ini.
  1. Aku memiliki keluarga yang utuh
  2. Aku memiliki seorang anak perempuan yang sehat dan sempurna
  3. Ayra jarang sekali sakit
  4. Ayra tidak pernah menyusahkan siapapun
  5. Ayra memiliki karakter yang ceria dan mudah tertawa
  6. Aku memiliki suami yang suka bekerja keras, tidak banyak omong/membual, tidak pernah mengeluh
  7. Aku memiliki bapak yang sehat di usianya yang ke-57
  8. Aku memiliki adik yang tahun ini akan lulus menjadi dokter umum
  9. Kami memiliki rizki yang cukup untuk kehidupan kami
  10. Aku memiliki pekerjaan yang sangat fleksibel dan sesuai dengan latar belakang pendidikanku
  11. Kami memiliki seorang pembantu yang baik
  12. Kami tinggal di sebuah perumahan yang nyaman dan aman
  13. Kami mampu melakukan travelling paling tidak setahun sekali
  14. Kami mampu membeli barang yang termasuk kebutuhan tersier
  15. Kami sanggup melaksanakan kegiatan sholat, sedekah dan zakat
  16. Aku memiliki mertua yang tidak pernah ikut campur kehidupan kami dan selalu terbuka atas kedatangan kami
  17. Aku memiliki almarhumah mama yang telah mendidik kami seperti sekarang

Rasanya lebih enak kalau.....
  1. Ayra makan sendiri
  2. Ayra makan semua makanan yang ada
  3. Ayra jalan dan berlari
  4. Berat badan Ayra 11kg
  5. Aku mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan hal2 yang seimbang untuk kesehatan fisik dan mentalku
  6. Kami mempunyai penghasilan yang cukup untuk pengeluaran, investasi dan tabungan kami setiap bulan

Wednesday, June 19, 2013

Bogor-Bandung 2013

0 comments
Inilah catatan perjalanan Ayra pertama kali menggunakan pesawat. Tujuan utama kami adalah Bogor, menghadiri acara pernikahan saudara sepupu, dimana bapakku menjadi saksi nikahnya.

Sabtu, 15 Juni 2013
08.15 WIB: Berangkat dari rumah menuju bandara Juanda
09.40 WIB: take off dari SUB. Ayra nggak mau nyusu pas take off, tapi 10 menit kemudian dia nyusu dan langsung tidur sampai landing di CGK
11.00 WIB: landing di CGK
11.00-13.00 WIB: ambil bagasi, pipis, ganti popok Ayra dan makan siang
13.00-15.00 WIB: perjalanan menuju hotel
15.00-17.30 WIB: istirahat, mandi, dulang Ayra
17.30-18.00 WIB: sholat maghrib, siap2
18.00-19.00 WIB: Perjalanan menuju rumah pengantin
19.00-21.30 WIB: midodareni
21.30-22.00 WIB: pulang ke hotel
22.00-22.30 WIB: ganti baju & bikin makanan Ayra di slow cooker
22.30-05.00 WIB: tidur (Ayra bangun jam 06.00)
ps. karena di hotel di Bogor nggak ada kulkas di kamar, jadi kami harus bolak balik ke dapur hotel utk nitipin & ambil frozen food-nya Ayra

Minggu, 16 Juni 2013
05.00-06.00 WIB: sholat subuh, bikin sarapan Ayra & nyiapin makan siangnya Ayra dari slow cooker
06.00-07.30 WIB: dulang Ayra, mandi, dandan
07.30-08.00 WIB: (kehabisan) sarapan di hotel
08.00 WIB: sampai di gedung resepsi
08.00-09.00 WIB: prosesi akad nikah
09.00-11.00 WIB: sarapan di gedung, alhamdulillah Ayra mau makanan dewasa: lontong cap gomeh!
10.00-11.00 WIB: Ayra tidur di stroller
11.00-13.00 WIB: prosesi resepsi
13.00-14.00 WIB: foto2
14.00-17.30 WIB: istirahat di hotel, masak makanan Ayra, mandi, Ayra bobok!
17.30 WIB: Ayra mandi
18.30-19.00 WIB: Ayra makan, tapi cuma masuk sedikit
19.00-20.00 WIB: nunggu jemputan
20.30 WIB: sampai di rumah yang punya hajatan
21.30 WIB: pulang ke hotel
22.00 WIB: masak makanan Ayra untuk besoknya

Senin, 17 Juni 2013
Ritual pagi tetap sama...
09.00 WIB: baru bisa beres semua dan off to Bandung
13.00 WIB: baru sampai Bandung, meleset dari jadwal :(
13.00-15.30 WIB: check in hotel, makan siang, dulang Ayra, mandi & istirahat
15.30-20.30 WIB: ke Trans Studio!!
20.30-21.00 WIB:


Semua catatan perjalanan ini terlihat longgar, padahal aslinya super duper hectic dan melelahkan...well I guess that's what you get when travelling with a baby in such short time...
Membawa anak batita rasanya memang membuat sibuk, apalagi Ayra belum bisa ngomong, belum bisa jalan. Apalagi dalam waktu yang begitu singkat. Total bersih kami sebenarnya hanya 3 hari saja, apalagi sebagian besar waktu dihabiskan di perjalanan, baik di mobil maupun di pesawat.

Kekhawatiran terbesarku adalah Ayra sakit karena kecapekan. Karena aku tahu anak seumur itu kalau kondisinya nggak enak, pasti males makan. Untungnya Ayra mau makanan yg lain selain yang punya dia.
Daaan....meski tidurnya banyak di mobil, pesawat atau stroller, Ayra nggak rewel sama sekali. Alhamdulillah...

Sepertinya catatan untuk aku sendiri adalah: travelling harus dengan waktu yang agak longgar dan fleksibel kalau mau bawa anak.

So, our next destination of travelling is...... just wait and see ;)

Thursday, June 13, 2013

First Tantrum and (Hopefully Last) Nursing Strike

2 comments
Ini adalah salah satu catatan penting perjalananku sebagai mama. Senin, 10 Juni 2013 lalu tidak kusangka akan terjadi satu peristiwa yang "traumatic" buat aku. Setelah 2 minggu yang menyenangkan karena rutinitas Ayra berhasil lancar jaya, aku pingin mulai mengajarkan tentang rasa lapar.

Pagi itu Ayra malas2an sarapan, seperti biasa, dia lepeh2 lagi makanannya. Nggak satu sendokpun yang masuk. Sebenarnya aku nggak marah. Aku bilang ke Ayra, "kalau nggak makan, nggak boleh nyusu ya" dan "makan dulu, baru mimik susu". Berulang2 aku ucapkan kalimat itu sambil berusahan dulang Ayra lagi. Tapi hasilnya nihil. Bahkan setelah aku tinggal sarapan pun, dia tetap nggak mau.
Rengekannya aku cuekin, aku lanjutkan mandikan dia. Mulailah dia nangis. Seharusnya setelah mandi adalah jadwalnya tidur. Nah untuk tidur, biasanya dia nyusu dulu. Aku bilang, "karena tadi Ayra nggak makan, jadi nggak bisa nyusu ya". Mulailah dia nangis agak keras sampai aku kesulitan pakaikan bajunya karena badannya dilengkung2kan. Aku berusaha untuk cuek, karena aku tau tangisannya strategi. Tapii...hati-kepalaku mulai nggak kompak, aku nggak tega. Apalagi liat Ayra terus nangis keras dan tiba2 bisa berdiri di crib-nya dengan kedua kakinya (padahal dia belum bisa berdiri sendiri tanpa bantuan mobilnya), aku menyerah. Aku langsung gendong dia dan langsung aku susuin sambil tiduran.

Ternyata, cuma 5 menit nyusu, dia langsung lepas nenennya. Aku tawarkan makan langsung aja, tapi kali ini yang dulang mbaknya, karena aku ada perlu keluar. Sampai di rumah, mbaknya bilang kalau makannya habis bersih dan sekarang Ayra ngantuk. Aku susuin lagi untuk menidurkannya. Dan episode nursing strike-pun mulai....

Ayra menolak menyusu, dan dia kesulitan tidur kalau tanpa nyusu, padahal dia sudah ngantuk sekali. Setelah nangis karena ngantuk selama kurleb 1 jam, akhirnya dia ketiduran karena capek. Sekitar dapat 1 jam tidur, aku usaha untuk menyusui dia lagi di tengah2 tidurnya. Biasanya meski lagi nggak sadar, dia mau nyusu lahap. Tapi kali ini dia malah bangun. Dan mulai nangis lagi. Alhasil dia nggak tidur lagi, melanjutkan kegiatannya sampai malam. Jam 20.00 dia sudah terlihat ngantuk.

Ternyata....dia masih nursing strike. Perjuangan aku dan suami menenangkan Ayra sampai jam 23.00. Perjuangan yang melelahkan emosiku. Sediiihh sekali melihat Ayra menolak menyusu. Sedih sekali melihat sinar di matanya nggak seceria biasanya. Aku sangat merasa bersalah. 
Sebenarnya Ayra masih mau main dengan aku, sudah ndusel2, sudah mendekatkan mulutnya ke PD-ku, tapi setiap kali aku buka bra-ku, dia langsung menjauh sambil nangis. Suamiku yang siangnya aku sms, akhirnya percaya setelah melihat sendiri. Suamiku ambil inisiatif untuk menidurkan Ayra dengan cara digendong, tapi Ayra masih menangis. Sesekali melihat aku, seperti pingin sama aku, tapi ada sesuatu yang menahan dia. Sedih banget!

Suamiku pun tau hal itu, melihat Ayra pingin bersama aku, tapi entah kenapa seperti ada yang menahannya. Nangis mulai jam 20.30 sampai jam 22.00 tanpa henti, tentu aku khawatir Ayra lapar lagi, haus, dll. Suami memberikan air putih di gelas kecil, dan ternyata Ayra minum dengan lahap. Padahal biasanya dia cuma minum beberapa teguk saja kalau air putih. Kali ini Ayra sampai tambah 3-5x!
Jam 22.45, aku memompa ASI lagi untuk kesekian kalinya di hari itu. Iseng, gelas kecilnya aku isi ASIP, dan Ayra pun tetap meminumnya dengan lahap. Kasihan sekali anakku!
Kemudian aku tawarkan ke Ayra "mau mimik susunya langsung, ya?" dan aku ambil Ayra dari gendongan suamiku, aku arahkan ke dadaku. Dan akhirnya dia mau ngenyot langsung dari PD-ku!
Gosh...rasanya senang sekali, terharu sampai aku secara spontan menangis tanpa suara. Begitu juga suamiku, dia meneteskan air matanya.

Selasa, 11 Juni 2013. Subuh aku masih menyusui Ayra, aku pikir NS telah berakhir. Tapi ternyata, sesi menyusui pagi setelah mandi dan setelah makan siang, masih diwarnai NS. Aku sedih lagi, nggak aku sangka bayi ini masih ingat kejadian kemarin. Begitu terlukanya kah hatinya? Aku merasa sangat bersalah. Tapi aku paksa, akhirnya dia mau lagi. Dua hari ini aku sangat error secara mental. Merasa bersalah, sedih dan panik campur jadi satu.

Rabu, 12 Juni 2012. Aku berusaha menenangkan diri, waktu makan siang dan sore Ayra bersama mbaknya, aku nonton film. Seharian itu pula aku bergaul lahir batin dengan Ayra. Sepagian setelah mandi, aku dan Ayra mainan di kasur. Berusaha mengembalikan keceriaannya, berusaha meyakinkan dia kalau aku sayang dia apapun keadaannya.
Aku terus konsultasi dengan OmGe by email dan seorang teman AIMI yang psikolog anak via whatsapp.
Aku sugesti Ayra terus menerus setiap sesi menyusui. Alhamdulillah Ayra sudah kembali seperti semula. Dan yang pasti dua hari ini, Ayra nggak menyusahkan saat sarapan pagi.

Ini pelajaran yang sangat berharga buat aku. Membuat aku berjanji pada diri sendiri akan belajar lebih baik tentang parenting. Karena aku sudah mengalami sendiri, saat aku ragu2 dengan pola asuh-didikku sendiri, Ayra-lah yang akan mengalami akibatnya. Melihat betapa sedihnya dia, kehilangan cahaya di matanya, membuatku sangat sedih. 

Monday, June 10, 2013

Letter for Ayra

0 comments
Dear Ayra sayang,

whenever you read this, I'd love you to know that I love you..

Satu hal yang mamancil rasakan setelah punya kamu ya, nak...mamancil dulu nggak pernah bisa membayangkan rasa sayang seorang ibu ke anaknya. Kalaupun anak juga sayang ke ibunya, itu nggak seberapa besar dibanding dengan rasa sayang ibu ke anaknya. Bukan bermaksud meremehkan siapapun sebagai anak, tapi begitu yang mamancil rasakan ke almarhumah mamanya mamancil.
Tentu mamancil sayang ke mamanya mamancil, tapi setelah punya kamu, mamancil bisa menjamin bahwa rasa sayang mamancil lebih besar ke kamu daripada ke mamanya mamancil.

Mungkin begitu juga yang dirasakan mamanya mamancil, beliau begitu sayang ke mamancil. Sayangnya, mamancil telat taunya ya...mamanya mamancil sudah meninggal sebelum mamancil menikah dengan papantah.

Semoga kamu nggak mengulangi kesalahan yang sama dengan mamancil ya, nak, semoga kamu menjadi perempuan yang lebih baik daripada mamancil.

Love you always,
your mamancil
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review