First Tantrum and (Hopefully Last) Nursing Strike

Ini adalah salah satu catatan penting perjalananku sebagai mama. Senin, 10 Juni 2013 lalu tidak kusangka akan terjadi satu peristiwa yang "traumatic" buat aku. Setelah 2 minggu yang menyenangkan karena rutinitas Ayra berhasil lancar jaya, aku pingin mulai mengajarkan tentang rasa lapar.

Pagi itu Ayra malas2an sarapan, seperti biasa, dia lepeh2 lagi makanannya. Nggak satu sendokpun yang masuk. Sebenarnya aku nggak marah. Aku bilang ke Ayra, "kalau nggak makan, nggak boleh nyusu ya" dan "makan dulu, baru mimik susu". Berulang2 aku ucapkan kalimat itu sambil berusahan dulang Ayra lagi. Tapi hasilnya nihil. Bahkan setelah aku tinggal sarapan pun, dia tetap nggak mau.
Rengekannya aku cuekin, aku lanjutkan mandikan dia. Mulailah dia nangis. Seharusnya setelah mandi adalah jadwalnya tidur. Nah untuk tidur, biasanya dia nyusu dulu. Aku bilang, "karena tadi Ayra nggak makan, jadi nggak bisa nyusu ya". Mulailah dia nangis agak keras sampai aku kesulitan pakaikan bajunya karena badannya dilengkung2kan. Aku berusaha untuk cuek, karena aku tau tangisannya strategi. Tapii...hati-kepalaku mulai nggak kompak, aku nggak tega. Apalagi liat Ayra terus nangis keras dan tiba2 bisa berdiri di crib-nya dengan kedua kakinya (padahal dia belum bisa berdiri sendiri tanpa bantuan mobilnya), aku menyerah. Aku langsung gendong dia dan langsung aku susuin sambil tiduran.

Ternyata, cuma 5 menit nyusu, dia langsung lepas nenennya. Aku tawarkan makan langsung aja, tapi kali ini yang dulang mbaknya, karena aku ada perlu keluar. Sampai di rumah, mbaknya bilang kalau makannya habis bersih dan sekarang Ayra ngantuk. Aku susuin lagi untuk menidurkannya. Dan episode nursing strike-pun mulai....

Ayra menolak menyusu, dan dia kesulitan tidur kalau tanpa nyusu, padahal dia sudah ngantuk sekali. Setelah nangis karena ngantuk selama kurleb 1 jam, akhirnya dia ketiduran karena capek. Sekitar dapat 1 jam tidur, aku usaha untuk menyusui dia lagi di tengah2 tidurnya. Biasanya meski lagi nggak sadar, dia mau nyusu lahap. Tapi kali ini dia malah bangun. Dan mulai nangis lagi. Alhasil dia nggak tidur lagi, melanjutkan kegiatannya sampai malam. Jam 20.00 dia sudah terlihat ngantuk.

Ternyata....dia masih nursing strike. Perjuangan aku dan suami menenangkan Ayra sampai jam 23.00. Perjuangan yang melelahkan emosiku. Sediiihh sekali melihat Ayra menolak menyusu. Sedih sekali melihat sinar di matanya nggak seceria biasanya. Aku sangat merasa bersalah. 
Sebenarnya Ayra masih mau main dengan aku, sudah ndusel2, sudah mendekatkan mulutnya ke PD-ku, tapi setiap kali aku buka bra-ku, dia langsung menjauh sambil nangis. Suamiku yang siangnya aku sms, akhirnya percaya setelah melihat sendiri. Suamiku ambil inisiatif untuk menidurkan Ayra dengan cara digendong, tapi Ayra masih menangis. Sesekali melihat aku, seperti pingin sama aku, tapi ada sesuatu yang menahan dia. Sedih banget!

Suamiku pun tau hal itu, melihat Ayra pingin bersama aku, tapi entah kenapa seperti ada yang menahannya. Nangis mulai jam 20.30 sampai jam 22.00 tanpa henti, tentu aku khawatir Ayra lapar lagi, haus, dll. Suami memberikan air putih di gelas kecil, dan ternyata Ayra minum dengan lahap. Padahal biasanya dia cuma minum beberapa teguk saja kalau air putih. Kali ini Ayra sampai tambah 3-5x!
Jam 22.45, aku memompa ASI lagi untuk kesekian kalinya di hari itu. Iseng, gelas kecilnya aku isi ASIP, dan Ayra pun tetap meminumnya dengan lahap. Kasihan sekali anakku!
Kemudian aku tawarkan ke Ayra "mau mimik susunya langsung, ya?" dan aku ambil Ayra dari gendongan suamiku, aku arahkan ke dadaku. Dan akhirnya dia mau ngenyot langsung dari PD-ku!
Gosh...rasanya senang sekali, terharu sampai aku secara spontan menangis tanpa suara. Begitu juga suamiku, dia meneteskan air matanya.

Selasa, 11 Juni 2013. Subuh aku masih menyusui Ayra, aku pikir NS telah berakhir. Tapi ternyata, sesi menyusui pagi setelah mandi dan setelah makan siang, masih diwarnai NS. Aku sedih lagi, nggak aku sangka bayi ini masih ingat kejadian kemarin. Begitu terlukanya kah hatinya? Aku merasa sangat bersalah. Tapi aku paksa, akhirnya dia mau lagi. Dua hari ini aku sangat error secara mental. Merasa bersalah, sedih dan panik campur jadi satu.

Rabu, 12 Juni 2012. Aku berusaha menenangkan diri, waktu makan siang dan sore Ayra bersama mbaknya, aku nonton film. Seharian itu pula aku bergaul lahir batin dengan Ayra. Sepagian setelah mandi, aku dan Ayra mainan di kasur. Berusaha mengembalikan keceriaannya, berusaha meyakinkan dia kalau aku sayang dia apapun keadaannya.
Aku terus konsultasi dengan OmGe by email dan seorang teman AIMI yang psikolog anak via whatsapp.
Aku sugesti Ayra terus menerus setiap sesi menyusui. Alhamdulillah Ayra sudah kembali seperti semula. Dan yang pasti dua hari ini, Ayra nggak menyusahkan saat sarapan pagi.

Ini pelajaran yang sangat berharga buat aku. Membuat aku berjanji pada diri sendiri akan belajar lebih baik tentang parenting. Karena aku sudah mengalami sendiri, saat aku ragu2 dengan pola asuh-didikku sendiri, Ayra-lah yang akan mengalami akibatnya. Melihat betapa sedihnya dia, kehilangan cahaya di matanya, membuatku sangat sedih. 

  1. aku juga pernah mengalami itu mindy, sedih kalau inget itu. Bintang baru mau nyusu lagi setelah aku minta maaf berkali-kali, sambil nangis akunya. huhu

    ReplyDelete
  2. Baru liat, Minna :D
    Iya, minna....akunya yg error tuh...tnyt jadi ibu itu harus punya stok sabar tanpa batas :)

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives