Monday, October 21, 2013

Masa Transisi dalam Hidup Manusia

0 comments
sepanjang perjalanan hidup manusia, ada 3 (tiga) masa transisi yg scr alamiah akan dilalui n berisi tgs utk hadapi halang-rintang. #katatoge
tgs halang-rintang itu dimaksudkan sbg alat periksa apakah si manusia sdh layak masuk ke tahap belajar di kehidupan yg berikutnya. #katatoge
halang-rintang pertama ada di masa transisi dr bayi ke anak2 yg biasa tjd di kisaran usia 3-6 thn n berisi tgs utk blajar mandiri. #katatoge
itu knp anak2 di kisaran usia 3-6 thn (kdg sdh ON sejak usia 2 taunan) mjd wajar (bahkan seharusnya) nampilin perilaku "sok gede". #katatoge
anak2 yg sdg berada di masa transisi pertama ini akan berontak (pasif/agresif) bila diperlakukan sbg kuda delman, walo sblmnya ok.
#katatoge
itu knp anak2 di usia itu perlu dikenalkan-diajak-dikelola utk belajar bersepakat spy tgs alaminya utk belajar mandiri dpt tuntas. #katatoge
halang-rintang kedua ada di masa transisi dr anak2 ke dwasa yg biasa disebut sbg masa remaja n berisi tgs belajar utk layak dwasa.
#katatoge
halang-rintang kedua biasa tjd di kisaran usia 12-15 th n bs lanjut sampai kisaran usia 18 th (bila blm tuntas atau perlu revisi).
#katatoge
halang-rintang kedua ini tdk lg ditandai perilaku "sok gede", spt yg pertama, krn kali ini tandanya adalah perilaku "sok penting".
#katatoge
itu knp mjd wajar (bahkan seharusnya) bila anak2 di kisaran usia ini nampilin diri utk jd sosok yg punya andil (memberi pengaruh).
#katatoge
utk itulah sgup buat kputusan mndiri bdasar timbangan risiko jd target yg perlu tuntas sbelum usia 13 th (transisi anak ke dwasa). #katatoge
halang-rintang ketiga ada di masa transisi dr dwasa ke lansia yg biasa dsebut sbg "puber ke-2" n berisi tgs belajar utk siap mati. #katatoge
halang-rintang ketiga bs tjd sblm memasuki usia 60 th (tergolong "kebelet") tp jg bs tjd setelah usia 60 th (tergolong "kasihan").
#katatoge
halang-rintang ketiga ini ditandai oleh perilaku "sok kuat" shg wajar (bahkan seharusnya) klo mrk nampilin diri sbg "muda-enerjik" #katatoge
masa transisi dr dwasa ke lansia perlu mulai disiapkan sejak masuk usia 55 th dg cara evaluasi diri utk periksa apa yg blm tuntas.
#katatoge
jd, rentang wkt antara usia 55-60 th bs dipakai utk menjalani prog remidial klo ada kesanggupan2 berkait kedewasaan yg blm tuntas.
#katatoge
masa transisi dr dwasa ke lansia dpt disebut berlangsung aman nyaman bila si manusia mampu menilai diri n hidupnya sbg "sdh baik".
#katatoge
kriteria/ukuran yg dpt digunakan utk menilai diri n hidupnya "sdh baik" adalah (a) puas dg apa yg sdh dilakukan di sepanjang hidup.
#katatoge
kriteria/ukuran berikutnya utk menilai bhw diri n hidupnya "sdh baik" adalah (b) puas dg apa yg sdh diperoleh/dialami selama hidup. #katatoge
kriteria/ukuran terakhir utk menilai bhw diri n hidupnya "sdh baik" adalah (c) puas dg kenyamanan hidup yg dimilikinya pd saat itu.
#katatoge

Saturday, October 19, 2013

Perkembangan Ayra (16m)....dan Ortunya!

0 comments
Alhamdulillaaahh.....1 bulan tanpa ART lama, Ayra di daycare 2-3x seminggu, sudah merasa nyaman. Hebat juga bocah kecil ini, adaptasinya cepat. Tetap saja, aku pakai mantra "percaya saja, memberi saja" dan tetap ngiklanin ke Ayra.
Minggu2 terakhir di daycare, Ayra sudah bisa bobok 1,5-2 jam di sana. 

Nah karena beberapa pertimbangan, aku dan suami memutuskan untuk menggunakan jasa nanny harian. Sudah 2 hari ini, Ayra sama nanny-nya dan alhamdulillah langsung cocok. Ayra bisa tidur spt biasa di rumah, rutinitasnya nggak terganggu samsek.


Sebenarnya penerapan ruasdito ini nggak hanya untuk Ayra, tapi juga aku. Ada impian lama yang muncul lagi 1 bulan terakhir dan alhamdulillah direstui suami untuk diwujudkan. Untuk mewujudkan impian ini, butuh usaha dan kerja keras, dan mungkin saja berbulan2 atau bertahun2. Dan usaha mencapai impian ini pun membawa konsekuensi, yaitu aku harus lebih sering meninggalkan Ayra, atau paling tidak aku punya pekerjaan yang lebih banyak untuk aku kerjakan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memakai nanny. 
Selain itu, sebenarnya perkembangan ruasdito Ayra berjalan lambat. Alasannya lebih karena ke-error-anku sendiri.Karena untuk memantapkan hati terkait impianku dan konsekuensi2nya, aku sempat nggak kompak antara hati dan kepala :D
Butuh waktu 2 minggu lebih untuk memantapkannya, itu juga karena 1 bulan terakhir pekerjaanku sangat padat.

Selain konsekuensi ke Ayra, sebenarnya impian ini juga akan berdampak pada bapakku. Memang sampai saat ini aku belum punya solusinya. Tapi aku yakin Allah akan memberikan jalan yang terbaik tepat pada saatNya :)

Keyakinan itu bertambah kuat ketika bapak sakit kemarin. Tiba2 sejak subuh, bapak muntah2 dan vertigo. Dalam 2 jam muntah 10x. Memaknai fakta sebagai berkah. Untung saja, bapak sakit saat pekerjaanku di konsultan sudah mulai longgar dan pekerjaanku sbg dosen masih bisa ditinggalkan sementara. Untung juga, saat repot urus bapak di RS spt ini, Ayra sudah dapat nanny, yang baru masuk sehari sebelumnya dan langsung cocok. Memang semua Allah yang mengatur.
Kadang memang sempat muncul keraguan apa bisa aku melakukan atau menjalaninya. Tapi waktu yang membuktikan kalau aku bisa karena Allah yang sudah menyiapkan segalanya :)

Oh ya, Ayra masih di tahap memilih ga enak vs. ga enak; enak vs. enak dan tahap dagang. Untuk tahap dagang ini, akunya masih agak lemot dg harga yang bisa aku ajukan :p
Ayra sudah mulai paham tentang bersepakat, meski hanya dari gerakannya. Kalau aku sudah mengajukan tawaran, trus aku tanya "oke?" atau "sepakat?", dia angkat tangannya untuk toss sama aku...hehee...meski kadang dia mengingkari kesepakatan :))

Selain itu, hasil dari daycare, Ayra sudah bisa merangkak dan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Inggris, seperti "bye-bye" dan "no..no..no". Tapi karena dominan masih dari kami, ya masih dominan bahasa Indonesia. Akupun nggak pernah berniat ajarin Ayra bahasa Inggris dulu.

Ayra sudah bisa bernyanyi "Burung Kakaktua", "Helly" dan "Cicak". Untuk kosakatanya sudah banyak. Kadang aku bilang "ayo Ayra makannya cepetan, nanti mama tinggal lho", kemudian dia jawab "tinggal dua". Maksudnya nyanyi burung kakaktua yang bagian "giginya tinggal dua".
Sewaktu ke supermarket juga ada hal yang mengejutkan, Ayra tiba2 ambil deodorant merk R*xona yang bukan roll-on, dan bilang "kelek..kelek" (maksudnya ketiak). Suami yang tahu pertama kali, pertamanya dia nggak paham, tapi setelah itu Ayra mempraktekkan cara pakainya. Padahal deodorant-ku bukan merk itu dan bentuk roll-on.

Untuk perkembangan jalannya, masih terlambat. Tapi 1 bulan terakhir ini, Ayra sudah lancar turun kasur sendiri. Bahkan di tengah2 menyusu pun, kalau dia belum mau tidur, tiba2 dia turun sendiri. Padahal akunya sudah liyer-liyer. Jadi sering juga kejadian, akunya sudah tidur, Ayra turun sendiri dan acak2 lemarinya. Kemudian dia naik lagi, tanpa aku sadar, langsung nyusu dan tidur di sebelahku. Begitu aku bangun, kagetlah aku karena kamar sudah berantakan :))))

She's just amazing! The best gift Allah ever given to me...alhamdulillah!
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review