Sunday, December 21, 2014

Happy Mother's Day 2014!

1 comments










Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, terasa istimewa tahun ini. Sekolah Ayra mengadakan acara untuk memperingati Hari Ibu kemarin tanggal 20 Desember 2014.
Aku sama sekali nggak tahu detil acaranya seperti apa. 
Ternyata ada performance dari anak2, pemberian hasil karya anak dan surprise dari para suami :)

Dijadwalkan kami harus datang jam 7.30, jadi Ayra sejak pagi sudah aku persiapkan untuk bangun pagi. Pagi itu sebenarnya aku sering merasa kontraksi. Aku yang dari awal memang nggak berharap bisa datang, pasrah aja. Dan aku ikhlaskan untuk datang aja.
Sesampainya di sekolah, Ayra dipisah dari aku karena harus menuju ruang backstage khusus toddler. Biasanya nggak pernah nangis, kemarin Ayra menolak pisah sama aku dan menangis. Tapi aku sih tenang saja karena yakin Ayra nggak akan nangis lama.


Surprisingly, Ayra mau berdiri di depan sendiri, nyanyi dan goyang2. Itu boneka bukan punya Ayra, tapi punya sekolah dan nggak ada yang nyuruh dia bawa boneka.
Proud to be her mom :')

Selesai tampil, masih di ruang backstage toddler, Ayra terlihat tenang main sendiri. Sementara sebagian besar teman2nya pada nangis. Bu guru pun juga kewalahan karena banyak yg menangis hari itu.
Cuma karena kasihan, aku datangi Ayra untuk kasihkan kue. Yakin banget Ayra lapar. Karena datang ke sekolah jam 7.30 cuma makan mie aja. Sedangkan tampilnya jam 9.30. Di antara waktu tunggu itu kami sudah berpisah, Ayra di backstage dan aku menunggu di depan panggung.
Alhasil waktu selesai perform, dia langsung habis kue 1,5 bungkus dan susu 1 botol penuh. Trus dilanjut makan mienya 

Selesai Ayra perform, masih banyak performance kelas lain, dan kami diberitahu untuk jangan pulang dulu. Menunggu sekitar 1 jam (dan itu terasa lama untuk bumil sepertiku karena duduk di bawah), akhirnya bu guru masuk ke kelas toddler dan memberikan hasil karya Ayra. Bu guru menyerahkan bunga ke Ayra untuk diberikan ke aku. Serta ada kado dari papa Ayra!
Ternyata oh ternyata, bu guru sudah berkoordinasi dengan para papa secara rahasia. Dan para papa sebenarnya diundang juga ke acara ini, tapi karena papa Ayra masih kerja, jadi kadonya dititipkan saja :)
It was enough for me...I was happy yesterday and proud of my daughter :)
Dan pastinya berterimakasih ke sekolahnya Ayra karena mengadakan acara ini, sudah menyiapkan semua acara serta berkoordinasi secara rahasia dengan para suami..

Selamat hari Ibu untuk semua ibu dan calon ibu!

Friday, December 19, 2014

Refleksi Kelahiran Ayra untuk Menyambut Adiknya

0 comments

Hari ini adalah H-7 kelahiran adik Ayra, insyaAllah... operasi direncanakan tgl 27 Desember 2014.
Ada beberapa hal yang ingin aku evaluasi terkait kelahiran Ayra. Meski aku berhasil menyusui Ayra sampai usia 30 bulan, tapi ada beberapa hal yang masih kurang menurutku.

1. IMD Ayra cuma 15 menit. Saat itu aku memang belum tahu kalau IMD itu minimal dilakukan 1 jam. Dan target utamanya bukan bayi bisa menyusu pada payudara.
2. Pola tidur Ayra yang terbalik sampai usia 3 bulan. Ini yang bikin aku kacau karena sangat capek. FYI, meski tinggal di rumah bapak, tapi mamaku sudah meninggal, mertua hanya datang saat hari H melahirkan, adikku masih kuliah, suami & bapak hanya cuti 3 hari plus pembantu minta keluar semua bertepatan dg aku pulang dari RS.
3. Pemberian ASIP yang gagal. Tapi lebih karena faktor eksternal siih...krn waktu itu benar2 nggak ada pengasuhnya. Jd memang nggak bisa kasih ASIPnya.
4. Masa MPASI yang salah. Ayra mengalami sembelit dan aku semakin memberi dia banyak sayuran dan buah. Ekspektasi yang terlalu tinggi saat MPASI, berharap Ayra langsung lahap saat masa MPASI. Padahal usia 6-12 bulan nutrisi masih 70% dari ASI.

Di luar itu aku sangat bersyukur dan bangga dengan pola asuh kami terhadap Ayra.
1. Penerapan duduk sendiri di carseat sejak lahir membuat dia disiplin saat di mobil. Plus menggunakan seatbeltnya :)
2. Kami selalu menggunakan istilah sebenarnya. Meskipun istilah itu dalam bahasa inggris dan Ayra kesulitan menirukannya.
3. Aku selalu menekankan pemberian alasan yang sebenarnya untuk segala hal. Misalnya aku harus meninggalkan dia untuk kerja, ya itu yang aku katakan pada Ayra. Atau saat dia tidak boleh dekat2 kompor karena ada api yang panas untuk tangannya. Atau pisau, dll.
Semua aku berikan alasan yang sebenarnya dan memberikan batasan waktu kapan dia bisa melakukannya. Jadi kalau pegang pisau belum boleh karena bahaya, kalau sudah besar boleh.
Ini juga berpengaruh pada kebiasaan Ayra utk ikut sholat. Aku nggak pernah meminta dia sholat. Tapi dia yang minta sendiri. Nggak selalu sih, tapi paling nggak dia sudah ada keinginan untuk sholat.

Thursday, November 27, 2014

Weaning with Love (again)

1 comments
Ini adalah lanjutan dari postingan yang ini. Minggu ini adalah minggu ketiga masuk keempat Ayra disapih.
Kejadian setelah saya menuliskan postingan terakhir, saya tuliskan di Facebook. Akan saya copy di bawah :)

Tanggal 17 November 2014
Spt saat ini, sejak masa penyapihan 2minggu lalu, pola tidur malam Ayra terganggu. Dia baru bisa tidur 2 jam setelah masuk kamar.
Seperti kejadian kemarin, saya mengajak Ayra pergi jam 16 sehingga maghrib sudah bisa di rumah. Dan ternyata sesuai perkiraan saya, dia sudah sangat ngantuk sampai2 sudah tidur mulai dari parkiran sampai pagi ini tidak bangun samsek. Ini karena sehari sebelumnya Ayra baru tidur jam 23.30 dan bangun jam 6.20. Sedangkan siangnya hanya tidur kurang dari 1 jam.
Cerita di hari sebelumnya adalah kami mengajak Ayra keluar sampai jam 21, sehingga sampai rumah jam 21.30 dan Ayra baru masuk kamar jam 22. Sehingga baru bisa tidur jam 23.30. Tanpa nangis sebenarnya.

Tanggal 22 November 2014
Papa sekarang jadi orang favoritnya Ayra menjelang tidur malam. Spt tadi malam, selesai sholat isya, kami kaget melihat Ayra tiduran di kasur dan sudah melepas celana piyamanya, sedang berusaha melepas diapersnya.
Waktu kami tanya, kenapa lepas celana, Ayra jawab mau dipijetin papa.
Jadilah kami melipat alat sholat sambil ketawa2. Dan saya harus merayunya utk nggak melepas diapersnya juga.
Berhasil, tiba2 dia balik badan, memposisikan tengkurap, spt orang yg siap dipijat. Alhasil papa berubah profesi jd tukang pijet. Ayra pun berubah jadi klien yg suka memberi instruksi...."habis ini tangan ya..", "habis ini perutnya ya"...
Selesai pijat, Ayra balik mendekat ke mama trus bobok deh 

Hingga kejadian dua malam lalu, hari Senin tanggal 25 November 2014. Sejak bangun pagi, berangkat sekolah, Ayra mulai berulah. Tapi ulahnya ini hanya ke aku aja. Kenapa aku tahu? Karena waktu sama mbaknya (dan aku kerja), mbaknya bilang Ayra baik2 saja seperti biasa. Cuma memang tidur siangnya lebih sedikit, cuma sekitar 1-1,5 jam saja.
Jadi hari Senin sore waktu aku pulang kerja, dia nangis tanpa alasan jelas, nggak mau melanjutkan makannya. Aku ajak ke kamar, aku peluk, berhenti sebentar. Trus nangis lagi.
Belum lagi aku juga dimarahi bapakku karena seharusnya aku begini begitu....jadilah memang hari itu aku capek fisik dan mental.
Singkat cerita, malamnya saat Ayra berulah lagi, aku benar2 nggak tahan, karena aku sendiri makannya kurang, dsb. Alhasil saat ganti baju tidur, dia bikin ulah, aku benar2 meninggalkannya ke lantai bawah. Setelah sebelumnya aku kasih pilihan dulu (tentu tanpa bentak2 yaa ;) ).
Saat di bawah, aku makan lagi, sudah jam 21 tapi aku masih lapar. Aku mendengar Ayra panggil2 aku. Tapi aku biarkan saja. Selesai makan, aku naik ke atas. Lihat Ayra bersama papanya, aku masuk kamar dan bersiap2 tidur. Aku pikir biar saja Ayra dengan papanya. Tiba2 Ayra masuk kamar diantar papanya dan langsung menuju ke arahku. Sudah dengan senyum manis, panggil "mama..." trus minta tidur di sampingku. Aku tawarkan baca buku cerita, hanya dengan 2 cerita, Ayra langsung tidur tanpa ba bi bu...
Setelah itu, si papa cerita kalau saat aku di bawah, Ayra nanya ke papa, "mama kemana?" trus manggil2 aku ke bawah itu.. Setelah nggak ada jawaban, Ayra duduk di sofa dan menunduk seperti merenung sambil bilang "mama...mama".
Karena papa nggak tega, papa pangku Ayra :'(
Aku langsung nangis waktu dengar cerita itu... Sepertinya memang Ayra sengaja berbuat ulah hanya ke aku untuk mengungkapkan yang ada di hatinya, entah apapun itu.
Sejak itu, Ayra sudah bersikap normal lagi ke aku, sampai hari ini juga. Pola tidurnya juga mulai membaik. Sudah bisa tidur lebih cepat dan siang sudah bisa tidur agak lama. Semoga ini menunjukkan Ayra sudah mulai stabil :)

Saturday, November 22, 2014

My Love Letter for My Ayra

0 comments
Dear Ayra,

saat mama menulis surat ini, usiamu genap 2,5 tahun. Dua setengah tahun yang sangat berharga untuk mama. Banyak hal yang mama pelajari setelah menjadi ibu.
Sejak hamil, mama mempelajari tentang ASI dan menyusui. Mempersiapkan segalanya untuk menyambut kehadiranmu. Semangat dan niat mama sangat kuat dari dalam diri sendiri karena memang sudah tidak ada ibunya mama atau nenekmu. Sedangkan kakek dan nenek dari papamu tinggal di luar kota.
Sejak kelahiranmu, semua mama kerjakan sendiri karena memang bertepatan dengan keluarnya asisten rumah tangga. Jadi mama merawatmu 100% sendiri tanpa bantuan siapapun, dan mama beruntung karena papa mau ikut terlibat merawatmu.
Pengalaman itu sangat berharga untuk mama. Dari mama yang biasa kemana-mana sendiri, sekarang harus mempertimbangkan kamu yang pasti harus ikut mama. Perubahan pola tidur, pengalaman menyusui yang awalnya mengalami puting lecet sampai terasa demam, mencari pengasuh karena mama harus kembali bekerja, hingga akhirnya mama meminta untuk bekerja secara part time dan lain sebagainya. Begitu banyak yang mama alami selama memilikimu.
Hingga kamu berusia 1,5 tahun mama mendapatkan tambahan pekerjaan, sebenarnya susah memutuskan karena mama ingin mempunyai banyak waktu denganmu. Tapi mama sadar, mama harus tetap bekerja selain untuk membantu papa menyiapkan masa depanmu, tapi juga untuk keseimbangan hidup mama. Dengan bergaul dengan banyak orang dan berkutat dengan passion mama, juga membuat mama menjadi lebih sehat secara mental. Mama ingin menjadi mama yang sehat untukmu, nak..
Tapi komitmen mama untuk selalu memprioritaskan anak akan selalu mama jaga. Terbukti mama masih bisa mengantar jemputmu sekolah, mengajakmu pergi berdua dan mengerjakan banyak hal lainnya bersamamu. 
Tepat usia 2,5 tahun ini Ayra sudah menjadi anak yang hebat dan pintar. Saat ini kita sedang menjalani masa penyapihan dan menyambut kehadiran adikmu. Mama sangat bangga karena Ayra paham dan mau menahan diri untuk tidak menyusu lagi. Proses menyapih dengan cinta ini sudah kita mulai sejak beberapa bulan lalu, tapi sudah 3 minggu ini kamu berhasil tidak menyusu lagi secara penuh. 
Proses weaning with love ini memang membutuhkan keikhlasan 3 pihak: mama, papa dan Ayra. Beberapa kali mama yang tidak ikhlas, merasa kehilangan dengan momen menyusui. Tapi papa yang selalu menguatkan. Selalu terbayang momen menyusuimu, nak, mama bisa memelukmu, mencium bau rambutmu yang segar dan memandang wajahmu yang menyusu dengan antusias. Meski sampai sekarang kamu selalu bilang sayang mama dan tidak ada perubahan sikap lainnya, tetap saja mama akan merindukan momen menyusuimu, nak..
Perjalanan kita masih panjang, Ayra, kita akan selalu belajar bersama, bergandengan tangan dengan papa dan calon adikmu kelak. 
Terimakasih Allah telah memberi kesempatan untuk menjadi ibumu, mama sangat bangga menjadi ibumu dan akan selalu begitu. Mama sayang Ayra selamanya, baik kamu sadari maupun tidak.

Love,
Mama

Monday, November 10, 2014

1 Minggu Tanpa Nenen

0 comments
Kejadian malam ini mungkin adalah kejadian yang paling menyentuh hati saya sebagai seorang ibu. Kejadian ini adalah salah satu bukti kuatnya bonding ibu dan anak berkat menyusui.

Flashback...

Status FB tanggal 4 November 2014

Perjuangan Ayra utk menyapih dirinya sendiri masih berlanjut. Ini hari ke 3 tanpa nenen full day. Sejak mama kontraksi hari minggu lalu, papa sepakat utk ikut serta menyapih Ayra. Hari ke 1 & 2 Ayra sukses tidur sama papa hanya dengan dibacain buku cerita dan mama tidur memunggungi mereka.
Tapi malam ini, sampai buku cerita habis, Ayra masih full charge. Sampai papa pura2 tidur, Ayra masih gelibukan.
Alhasil ndusel2 mama lagi...
Tapi mama bilang kalau nggak bisa nenenin Ayra lg, mama peluk saja ya. Tanpa menjawab, Ayra menempatkan posisi di pelukanku dan nggak lama kemudian sudah tidur. Mama bisikin Ayra anak pintar ya..
Mbrebes miliii..betapa besar perjuangan Ayra untuk menyapih dirinya sendiri. Krn mungkin sbnrnya dia masih sangat menyukai aktivitas menyusu, tp dia sudah mulai paham kalau ada adik di perut mama yg semakin besar..
Pelukan mama akan selalu ada utk Ayra sampai kapanpun :')
#dansayapunmenangissekarang
#sambilmasihpelukAyra
#Ayra2y5m2w
#pregnant31w
#weaningwithlove

Status FB tanggal 6 November 2014

Hari ke 4 dan 5 Ayra tidur malam tanpa nenen...
Yang patut diacungi jempol adalah papanya...
Malam ke 4, Ayra nangis hebat krn mau nenen aja. Hampir aja aku nyerah utk nyusuin Ayra lagi. Tapi papa yg ambil alih gendong Ayra sampai tertidur.
Malam ke 5, malam ini, papa lagi2 membacakan dongeng utk Ayra. Tapi aku sdh ngantuk banget. Jd aku tidur duluan sambil memunggungi mereka.
Tahu2 saja pas aku ngelilir, Ayra sdh tidur sambil peluk aku dari belakang. Waktu aku tanya, si papa cuma bacain dongeng aja. Tapi memang agak lama dan Ayra juga sempat duduk, gelibukan lagi cari posisi yg nyaman.
Ini bukti bahwa WWL memang harus atas kesiapan 3 pihak: ayah, ibu dan anak.
Agak sedih rasanya...mengingat sudah 2,5th aku menyusui Ayra...and it comes to an end now..
She's growing up...but she'll always be my baby :')


Dan ini status saya hari ini di facebook jam 22.

Sudah genap 1minggu Ayra nggak nenen lagiii...
Hiksss...I'm gonna miss that moment, I even already missed those moments..
I missed how she enjoyed sleeping at my breast, how comfortable she was while sleeping at my hands, how I smelled her hair while breastfeed her, and much more..
She's my baby and always be my baby..

Setelah menulis status itu, Ayra tiba2 saja seperti mimpi buruk. Tiba2 nangis tapi matanya masih merem. Saya dan suami berusaha menepuk2 menenangkannya. Tapi gagal. Ayra ditanya masih bisa menjawab meski masih tidur. Dia menjawab "nggak mau" untuk semua pertanyaan yang kami ajukan. Akhirnya suami yg menggendong Ayra. Ayra masih tetap dengan mata tertutup. Dia bisa tidur di gendongan papa. Tapi begitu ditaruh kasur, dia nangis2 lagi. Begitu terus sampai berulang 3x, kemudian saya berinisiatif utk memeluk dia sambil duduk. Ternyata dia menolak saya langsung dan langsung mengarahkan tangannya ke papa.
Rasanya patah hati. Dia lebih memilih papanya. Sebenarnya tidak masalah buat saya kalau Ayra bisa tidur dg papanya. Malah saya sangat bersyukur hubungan mereka sangat dekat. Saya tidak cemburu sama sekali...not at all. 100%.

Hanya saja saya merasakan kami seperti dipisahkan secara tiba2 dalam momen tidur malam. Sepertinya itu juga yang dirasakan Ayra.
Biasanya tidur malam identik dengan tidur di pelukan mama, seminggu terakhir saya tidur memunggunginya. Sebenarnya saya pun nggak tega. Tapi suami yang meminta demikian dengan asumsi itu akan memudahkan Ayra untuk tidur tanpa nenen. Saya pikir juga begitu.
Tapi kejadian malam ini sungguh menyayat hati saya.

Setelah berulang 3x, saya tidak bisa menahan tangis. Saya malu sebenarnya, saya pikir untuk apa saya menangis, masa saya patah hati, cemburu karena Ayra lebih memilih papanya?
Saya menutupi tubuh dan muka saya dengan selimut dan memunggungi mereka berdua. Berharap suami tidak menyadari saya menangis. Kemudian saya mendengar suami meletakkan Ayra di belakang punggung saya. Rupanya dia sudah tertidur. Saya segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan ingus dan air mata. Saya nyalakan kran air untuk menutupi suara di dalam kamar mandi. Sayapun tidak bisa mendengar suara di dalam kamar tidur.

Sekitar 5 menit, saya kembali ke kamar dan melihat Ayra digendong papanya lagi. Kali ini dg mata yang terbuka dan basah karena menangis. Dan begitu melihat saya, dia langsung mengarahkan tangannya ke saya. Langsung saja saya menggendong dia dan kembali menangis.
Dia meminta saya untuk tiduran. Jadi kami kembali dengan posisi menyusui biasanya. Dia berada di atas tangan saya. Saya melihat matanya lega. Nggak lama kemudian, dia sudah tertidur di posisi itu.
Saya masih melanjutkan menangis. Dan suami yang menyaksikan itu semua juga ikut meneteskan air mata.

Saya yakin Ayra sebenarnya merasa tidak nyaman selama 1 minggu ini. Tapi dia belum bisa mengungkapkannya. Sejak beberapa hari yang lalu saya juga ragu apakah ini jalan yang benar, mungkin terlihat dari status2 saya di facebook.
Dengan kejadian ini saya merasakan bonding yang kuat di antara saya dan Ayra.

Lalu bagaimana selanjutnya? Saya juga belum bisa memastikan. Apakah proses penyapihan ini akan dilanjutkan ataukah saya melanjutkan NWP dan diteruskan dengan tandem nursing?
Apapun pilihannya, semoga itu yang terbaik untuk kami. Apapun itu, saya harus kuat secara fisik maupun mental. Kalau memang mau NWP lagi, berarti saya yang harus kuat untuk kedua anak saya. Kalaupun memang sudah berhenti, itu juga harus dengan keikhlasan Ayra. Semoga papanya bisa memahami dan mendukung seperti yang sudah dilakukannya selama ini. Semoga semuanya dilancarkan Allah SWT. Amiin yra...

Monday, November 3, 2014

Weaning with Love

0 comments
Jujur saja, aku nggak tahu bagaimana rasa kontraksi maupun kontraksi palsu. Karena waktu hamil Ayra dulu, sepertinya aku nggak pernah mengalaminya.
Nah sejak mengikuti pelatihan 3 minggu yang lalu, aku mengalami rasa kencang2 di bagian bawah disertai rasa sakit untuk berdiri. Setelah 1 hari tiduran saja, kondisi sudah membaik.
Kemarin tiba2 saja aku mengalami rasa nggak nyaman lagi. Rasa mules, sampai aku sudah pup 2x, tapi mulesnya masih ada dan disertai rasa seperti dilep mau mens. Setelah sms dua dokter obsgyn, aku diberi resep dan disuruh istirahat. Kalau setelah pemberian obat, rasa sakit masih ada, aku disuruh opname.
Kondisi di rumah juga nggak ada adik dan bapak, jadi aku bener2 nggak tahu ini kondisi emergency atau bukan.

Alhasil, siangnya suami memutuskan membantu menyapih Ayra. Bagaimanapun juga Ayra sudah nggak boleh menyusu lagi.
Jadi karena nggak ada kamar lain, aku memang tetap berada satu kamar. Dari perjalanan menyapih Ayra sebelum2nya, cuma ada aku dan Ayra, dia nggak mau dipeluk, ditepuk2, dll. Yang ujung2nya dia minta nenen lagi. Pernah 1x berhasil tidur tanpa nenen, setelah dia glibak-glibuk ke sana kemari. Perjuangan Ayra berat sepertinya... :(
Nah yang kemarin, karena ada suami, dia yang berinisiatif untuk menidurkan Ayra. Dia yang membacakan buku cerita, dan aku tidur memunggungi mereka berdua.
1,5 jam kemudian, aku melihat mereka berdua sudah tertidur. Entah siapa yang tidur duluan. Aku sendiri juga sudah bilang ke Ayra kalau aku sedang sakit. Jadi minum obat, dan sholatnya sambil duduk. Itu juga mungkin membantu Ayra, dia paham bahwa mama nggak bisa menyusui dia lagi.

Begitu pula malamnya, suami yang membantu menidurkan Ayra jam 9 malam, yang mana sebenarnya belum jam tidur suami. Akupun masih belum ngantuk sebenarnya. Jadi aku memunggungi mereka berdua, dan aku mendengar kalau suami yang tertidur duluan. Ayra masih bergerak2, hingga 10 menit kemudian sudah nggak ada gerakan lagi.

Sangaaat terharu....Ayra sudah bisa paham kalau mamanya nggak bisa menyusui lagi.
Aku juga sudah bilang kalau adiknya lahir nanti, belum bisa makan apa2 kecuali minum susu mama. Jadi susunya mama buat adik saja. Kalau Ayra kan sudah bisa makan nasi, puding, dll. Ayra sendiri yang menyebutkan nama2 makanannya :)

Pengalaman kemarin benar2 membuktikan bahwa menyapih membutuhkan kesiapan 3 pihak: ayah, ibu dan anak. Kalau sebelumnya hanya aku dan Ayra yang berjuang, hasilnya nggak maksimal. Kali ini si papa sudah merasakan sendiri bahwa dia harus turun tangan :)

Saturday, November 1, 2014

Pengambilan Raport Ayra

0 comments
Kemarin adalah pengambilan raport Ayra untuk cawu I. Meski sudah dibilangin beberapa hari sebelumnya bahwa Jumat mama mau ambil raport bareng sama Ayra, sepertinya Ayra belum paham apa itu raport. Jadi waktu Jumat kami ke sekolahnya, Ayra bilang kalau mama di mobil saja. Maksudnya sama seperti hari sekolah biasanya, mama cuma antar sampai gerbang saja :D

Semua hasil karya Ayra sepanjang cawu I, dirangkai menjadi satu :)


Portofolio Ayra, isinya: remasan kertas, mencoret, merobek kertas, dll :))
,
Antri dulu yaa..



Sejauh ini aku puas dengan pelayanan dan pendidikan di Al-Azhar. Semua kurikulum terjadwal dengan baik, petugasnya juga ramah, guru2nya komunikatif, kita bisa diskusi dengan gurunya, malah justru diharapkan orangtua di rumah dan sekolah bisa bekerjasama, sehingga nggak ada ajaran yang bertolak belakang antara di rumah dan di sekolah. Biaya sekolah memang relatif di atas rata2 PAUD milik pemerintah, meski tetap saja relatif sama dengan preschool di daerah Surabaya timur, tapi menurutku sesuai dengan yang kami dapatkan. It's worth it.

Ayra juga sangat senang sekolah, nggak ada beban untuk menghafalkan angka atau huruf, dsb. Penilaian juga diberikan secara deskriptif, bukan memberikan angka (penilaian 1-10) atau huruf (penilaian A - E). Memang ini yang aku cari saat survei dulu, karena menurutku untuk pendidikan anak usia dini, bukan nilainya yang penting, tapi lebih ke arah pengembangan karakternya. Dan itu tidak bisa dikuantitatif.










Semua dilakukan atas dasar pembiasaan, jadi murid2 dibiasakan untuk antri, cuci tangan sebelum makan, berdoa, dsb. Sesuai dengan prinsipku. Karena aku berkeyakinan, anak2 kecil hanya bisa karena terbiasa, mereka belum terlalu paham manfaatnya.

Melihat manfaatnya sejauh ini, aku merasa cocok dengan Al Azhar sebagai mitraku dalam mendidik anak. Oh ya, nggak ada juga tuh yang namanya pembedaan status sosial di sana. Karena sempat ada gosip bahwa petugasnya menanyakan sampai sejauh mana orang tua mampu membayar biayanya. Aku nggak pernah ditanyain menyangkut hal tersebut..
Satu lagi kelebihannya adalah aku nggak pernah diminta tambahan biaya apapun lagi selain pembayaran yang di awal. Sesuai janji mereka, bahwa biaya yang dibayarkan di awal sudah bersih, jadi selama sekolah nggak akan ada tambahan biaya ini itu lagi. Jadi waktu fieldtrip, gathering, dsb, aku sudah nggak mengeluarkan biaya lagi :)

Semoga selalu diberi rejeki untuk menyekolahkan anak di tempat yang baik...amiinnn :)

Sunday, October 26, 2014

Breastfeeding during Pregnancy: Oxytocyn Receptor

0 comments

Setelah beberapa saat lalu saya menuliskan tentang Nursing while Pregnant (NWP), kali ini saya juga menuliskan hal yang terkait dengan NWP.
Sejak awal kehamilan kedua ini, teman2 AIMI Jatim (lebih tepatnya, Ketua Cabangnya) memberitahu bahwa reseptor oksitosin yang biasanya menyebabkan kontraksi saat NWP, baru muncul di trimester 3. Jadi sejak awal kehamilan ini, saya santai saja menyusui Ayra meski sedang hamil.
Begitu masuk trimester 2, payudara mulai sensitif. Sehingga saat disusu Ayra terasa sedikit sakit. Tapi hanya 1 menit pertama saja.
Begitu masuk trimester 3, sakitnya nggak hilang2. Dan ditambah saya sugesti sendiri kalau bakal kontraksi. Apalagi seminggu sebelum masuk TM 3, saya memang sempat kontraksi karena kecapekan pelatihan 5 hari full dari jam 8-21.
Alhasil pada beberapa hari awal TM 3, saya sempat uring2an karena sakit dan Ayra masih tetap harus menyusu saat tidur malam (ditambah Ayra lagi batpil sehingga semakin menyulitkan proses tidurnya).

Dengan bantuan mbah Google, saya mulai browsing sendiri tentang reseptor oksitosin ini. Dan ini hasilnya...

Myths vs Facts: Breastfeeding During Pregnancy and Tandem Nursing

By Hilary Flower, author of
Adventures in Tandem Nursing: Breastfeeding During Pregnancy and Beyond, published by La Leche League International in July 2003

You have probably heard most of these common statements circulating about breastfeeding during pregnancy and tandem nursing. I set out to test their veracity, and was surprised by what I found! Test the currency of your own knowledge: which statements are myth, fact, or simply unknown?

1. “At 24 weeks gestation, the uterus changes in such a way that breastfeeding goes from being safe to risky.” …MYTH or FACT?

Myth. Oxytocin is a hormone released during breastfeeding that causes uterine contractions, usually too mild to notice. This fact has raised concern that breastfeeding could contribute to preterm labor in an otherwise healthy pregnancy. The uterus starts out pregnancy fairly insensitive to oxytocin, and somehow the rumor got started that it increases in sensitivity in mid-pregnancy. Research does not support this. Instead, the first marked increase occurs after the 37th week—with little or nothing happening before that time.

2. “When you are breastfeeding during pregnancy, your body gives first to the fetus, then to the nursling, and then what’s left over goes to your own daily needs and reserves.” …MYTH or FACT?

Myth. If your body fat is already perilously low, you will want to note that malnourished women yield some body fat to contribute to fetal weight gain. But we have no research to tell us whether the fetus or nursling gets priority in times of shortage. More importantly, we have no reason to believe that anyone needs to come up short unless the mother is malnourished. Follow your appetite, eat enough calories of a basic mixed diet, and gain weight within the same parameters as if you weren’t breastfeeding, and your body will do the rest.

3. “The newborn always needs to nurse first.” …MYTH or FACT?

Myth. Your newborn may need “first dibs” on colostrum since it is in limited supply in the first day or two. The sensation of your milk “coming in” indicates that your supply has exceeded your children’s demand; you can now count on plenty for both nurslings. Indeed, if you experience engorgement or an overly strong milk flow, your newborn may have an easier time if you nurse your toddler first!

4. “Most mothers experience a significant drop in milk supply during pregnancy.” …MYTH or FACT?

Fact. 70% of mothers notice a significant drop in supply during pregnancy. Still, a minority of mothers continue to produce an abundance of milk throughout pregnancy.

5. “Tandem nursing mothers can make a double supply of milk—just like mothers nursing twins.” …MYTH or FACT?

Fact. In one study a tandem nursing mother made a double supply of milk for the entire seven months that she tandem nursed (and her newborn was well above average in growth!). The only supply concern generally reported by tandem nursing mothers is oversupply.

6. “A majority of children self-wean during their mothers’ pregnancies.” …MYTH or FACT?

Myth. It is true that a majority of children do wean during their mothers’ pregnancies; the question is: who’s idea is it? In one study of La Leche League mothers breastfeeding during pregnancy, 26% of children self-weaned, 28% of the mothers led weaning, and the other 46% went on to tandem nurse.

7. “If you enjoy nursing your child before pregnancy, there’s no reason to believe that pregnancy would change that.” …MYTH or FACT?

Myth. It’s important to note that pregnancy does tend to change “breastfeeding as usual” for many mothers. Some mothers find that nursing during pregnancy causes pain, agitation, or nausea, and such problems can affect their feelings about continuing. (Similarly some toddlers don’t like the changes in flavor and supply of milk.)

8. “Tandem nursing will ensure a smooth sibling adjustment for your older child.” …MYTH or FACT?

Myth. Your older child may experience a range of emotions, from fear of displacement–to anger at you–to delight in the new baby. And remember that sibling relationships tend to have their own rhythms of bonding and fighting, and both can happen at your breast! Realistic expectations, lots of mama love, open communication and a sense of humor will help you move through any challenges that arise.

9. “Breastfeeding reduces morning sickness.” …MYTH or FACT?

Unknown! This appears to be true for many mothers (myself included) but only a scientific study could tell us whether statistics will bear this out or not. On the other hand, some unlucky moms do experience isolated bouts of nausea specifically during breastfeeding sessions.

10. “Tandem nursing mothers are martyrs.” …MYTH or FACT?

Myth. It is true that nursing two children is a big commitment. On the other hand, weaning a reluctant child is no easy task either, particularly if you are pregnant or caring for a new baby. Each mother must choose the option she is most prepared to follow through on.

BONUS QUESTION: “Tandem nursing is rare.” …MYTH or FACT?

Myth. Many mothers are careful about whom they tell, but this invisibility masks a common practice. In one study of 179 mothers who had breastfed at least one child for at least six months, 61% had breastfed during pregnancy, and 35% had tandem nursed.

How did you do?

Poin pertama yang menjadi keyakinan saya. Ternyata reseptor oksitosin baru muncul pada usia kandungan 37w!
Alias memang memasuki masa persalinan.
Sehingga saya lebih tenang dalam menyusui Ayra untuk tidur malamnya.
Toh sebenarnya Ayra cuma butuh 5 menit menyusu untuk tidur malam. Mulai pagi sampai malam sudah tidak menyusu lagi.
Perubahan kondisi ini mungkin tidak mudah juga untuk Ayra. Dan saya nggak tega juga untuk "memaksa" menyapih Ayra di saat2 seperti ini.

Terakhir kali periksa ke obsgyn, alhamdulillah kondisi janin sehat semua. Meski saya bilang sempat kontraksi karena kecapekan, dokter bilang tidak apa2. Cukup istirahat saja saat ada kontraksi. *yes, the doctor doesn't know if I'm still breastfeed Ayra :D

Semoga sehat semuanya yaa...

Saturday, October 11, 2014

Ketika Ayra Tidur Malam Tanpa Nenen untuk Pertama Kalinya

0 comments
Selama satu minggu kemarin, aku mengikuti pelatihan Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) untuk dosen, yang diadakan oleh KOPERTIS Wilayah 7. PEKERTI ini semacam sertifikasi supaya dosen bisa menjalankan tugasnya yaitu mulai menyusun analisis instruksional, silabus, RPP, kontrak kuliah dan praktek team teaching serta micro teaching. Pelatihan diadakan Senin sampai Jumat, jam 8-21. Tempatnya di Ketintang, yang mana jauuuuh banget dari rumah.

Hari Senin masuknya jam 15 sampai jam 21. Hari pertama Ayra tidurnya nungguin aku pulang. Jadi baru tidur jam 22. Selasa masuk jam 8 dan untungnya bisa pulang cepat, jam 19.30 sudah sampai rumah. Jadi Ayra tidur sama aku lagi jam 20. Hari Rabu nih yang berat. Masuknya jam 8 dan selesainya benar2 jam 21. Sampai rumah jam 22. Dan dikabari ART kalau Ayra sudah bobok jam 20.30.


Pertama kalinya aku ninggalin Ayra 14 jam maraton. Pertama kalinya Ayra tidur malam tanpa ditidurkan oleh mama. Pertama kalinya Ayra tidur malam tanpa nenen sepanjang malam.

Rabu dikabari suami, paginya Ayra sekolah juga pintar. Turun dari mobil ya jalan sendiri, begitu masuk gerbang ya masuk aja tanpa rengek2an atau tangis2an ke papa. Dijemput juga begitu, jalan sendiri menuju gerbang dan dg sabar menunggu antrian untuk dijemput masing2.
Antara senang dan terharu...

Kamisnya mulai jam 8 dan alhamdulillah bisa pulang cepat jam 20 sampai rumah, dan Ayra belum tidur. Akhirnya ya nenen lagi :D meski cuma 5 menit trus dia langsung tidur. Ayra sempat terlihat excited di kasur sambil bilang "bersama...bersama". Dia senang karena tidur bareng papa dan mama seperti biasanya. Terharu :')

Jumat masuk jam 8 selesai jam 11.30, rasanya badan sudah benar2 rontok.

Friday, October 3, 2014

Malaikat Kecil

0 comments

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembałi
Saat malaikat kecilmu terus membututi
Dan tak ingin engkau pergi
Sementara tumpukan piring kotor menanti untuk dicuci
Percayalah... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika malaikat kecilmu ditahan di tangan kiri
Karena menangis tak mau ditinggal sendiri
Sementara tangan kananmu memegang kuali
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau sibuk penuhi kebutuhan asi
Berbaring memeluk diatas dipan yang tak pernah rapi
Sementara malaikat kecilmu yang lain berteriak dari kamar mandi
Meminta bantuanmu untuk bersuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau tak bisa membaca dengan penuh konsentrasi
Karena tangan kecil menarik memintamu menemani
bermain masak-masakan atau kereta api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Pakaian kotor yang menggunung menantimu membilas kembali
yang diwarnai beragam noda hasil kreasi
Sementara kesibukan menyusui
Membuatmu sulit sekedar untuk nyalakan mesin cuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika meja makan selalu dihiasi
Tumpahan susu dan remahan roti
Atau nasi yang berserak setiap hari
Sementara semut terlanjur menghampiri
Sebelum sempat kau bersihkan kembali
Percayalah..... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika menyusul si kecil yang kabur berlari
Menyusuri jalan keluar dari garasi
Sementara masakanmu menghitam dibakar api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Alas kasur yang khas berbau air seni
Buka tutup popok yang diganti berkali-kali
Sementara hujan terus menerus membasahi
Kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika satu persatu merantau pergi
Jalani masa depan membentuk jati diri
Dan ketika kelak mereka menjadi suami atau istri
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan hiasi masa ini dengan amarahmu yang akan terekam dalam memori
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan lewati masa ini dengan luapan emosi
Yang kelak hanya dapat kau sesali
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan biarkan sosok lain menempati posisi yang lebih berarti
Karena dimasa ini engkau lewati dengan kesibukan diri sendiri
Percayalah.... masa-masa seperti ini akan berganti sebentar lagi
Dengan kerepotan yang lebih banyak pada urusan pikiran dan hati

Saat menemukan puisi tersebut di media sosial, hati ini begitu tersentuh. Ingin rasanya menuliskan perasaan di hati untuk anakku tersayang, Ayra.
Ayra sayang, hingga tulisan ini mama buat, tidak pernah sedetik pun mama melupakanmu.

Sunday, September 21, 2014

[TriedNTested] Pompom Potatoes

0 comments

Pom pom potatoes
1/2 kg kentang
100 gr keju parut
2 sdm susu
1 butir telur, kocok lepas
Tepung panir secukupnya

Cara:
1 Rebus kentang, haluskan, campur dg keju parut dan susu sampai merata.
2. Bentuk sampai adonan habis, boleh lonjong boleh bulat.
3. Masukkan ke kocokan telur, lumuri dg tepung panir sampai rata.
4. Simpan di dalam kulkas selama tiga jam supaya nempel.
5. Goreng sampai kecokelatan

Thursday, September 4, 2014

My Journey of Breastfeeding

2 comments
Untuk yang belum tahu, aku sedang hamil 22 minggu saat ini. Ayra umur 27 bulan, dan sedang dalam proses menyapih.
Aku nggak pasang target apa2, memang proses weaning with love (WWL) baru dimulai tepat Ayra usia 2 tahun.
Sebagai konselor laktasi, aku tahu teori tentang Nursing while Pregnant (NWP) dan WWL. Dan aku bersyukur bisa menjalani kedua proses tersebut. Bukan cuma teori :D
Hambatan selama menjalani NWP alhamdulillah nggak ada. Hanya saja masuk trimester kedua, payudara mulai terasa sensitif. Jadi agak sakit waktu Ayra baru memulai menyusu.
Waktu hamil Ayra dulu, nggak terasa kalau sensitif. Mungkin karena memang payudaranya belum difungsikan :D
Proses WWL saat ini Ayra hanya menyusu pada malam hari saja. Maksimal cuma 3x. Biasanya hanya 1x saat mau tidur saja. Jadi 2-3x karena Ayra sering mimpi buruk :D *nurun sapa cobaaaa...

Berikut ini sedikit cuplikan dari dokumen FB AIMI tentang Nursing while Pregnant :)

Kadangkala seorang ibu dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya hamil lagi ketika masih dalam fase menyusui. Menurut mitos yang berkembang, banyak yang menyatakan bahwa menyusui saat hamil (Nursing While Pregnant) atau menyusui bersama kakak dengan adik (Tandem Nursing) dianggap sesuatu yang tidak wajar bahkan tidak boleh dilakukan. Ada mitos yang mengatakan, ASI-nya bisa membuat si kakak menjadi idiot karena ASI-nya bisa meracuni si kakak . Atau ada yang berpendapat bahwa ASI-nya akan basi sehingga tidak bisa diminum oleh si adiknantinya jika si ibu tetap menyusui si kakak. Faktanya, Nursing While Pregnant dan Tandem Nursing adalah hal yang sangat mungkin dilakukan bahkan dianjurkan karena berbagai sebab:
  1. Untuk menjamin kebutuhan ASI bagi si kakak dan si adik
  2. Untuk mengajarkan makna berbagi pada si kakak, yang seringkali efektif untuk mencegah kecemburuan akibat lahirnya si adik
  3. Membuat proses transisi lahirnya si adik menjadi lebih lancar dan mudah bagi si kakak karena dengan tetap menyusui si kakak, dia merasa yakin bahwa kasih sayang ibunya tidak berubah
NURSING WHILE PREGNANT

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seorang ibu ingin tetap menyusui selama hamil, antara lain:
  1. Tidak pernah mengalami keguguran. Jika pernah keguguran, maka dokter yang pro-ASI biasanya juga akan memastikan dulu apa sebab kegugurannya sebelum melarang atau mengijinkan NWP
  2. Tidak pernah mengalami pendarahan selama masa kehamilan terdahulu, apalagi yang memerlukan bed-rest
  3. Tidak pernah mengalami kelahiran prematur.
  4. Kondisi janin dinyatakan dalam keadaan sehat oleh dokter atau bidan
  5. Berkonsultasi dengan dokter dan bidan pro-ASI apabila si ibu ingin tetap menyusui selama hamil
  6. Apabila mengalami kontraksi yang intens ketika menyusui, terutama jika itu terjadi saat trimester pertama, dianjurkan untuk segera berhenti menyusui dan segera menghubungi bidan atau dokter.
  7. Perhatikan baik-baik asupan harian ibu. Menyusui saat hamil sering kali menguras kondisi fisik ibu hamil, sehingga penting agar ibu hamil yang tetap menyusui selalu mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang banyak, dan cukup istirahat.
  8. Jika si kakak sudah memasuki masa MPASI, maksimalkan peran MPASI-nya. Berikan makanan yang bergizi dan bervariasi, perbanyak asupan cairan berupa air putih dan jus buah segar serta maksimalkna pemberian menu double protein. Gunanya terutama untuk mengantisipasi jika aliran ASI berkurang saat kehamilan ibu memasuki usia trimester kedua.
  9. Apabila ibu pernah mengalami sejarah keguguran atau kelahiran prematur dan pada kehamilan selanjutnya ingin menyusui di masa hamil, diskusikan secara komprehensif dengan bidan atau dokter. Pada beberapa kondisi, ibu dengan riwayat keguguran atau kelahiran prematur tetap bisa menjalankan NWP apabila dokter atau bidan melihat sebab kelahiran prematur aau kegugurannya tidak terkait dengan kondisi lemahnya kondisi rahim atau jika tenaga kesehatan meihat bahwa kondisi janin dinilai cukup kuat.

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan mungkin terjadi pada ibu yang menyusui ketika hamil:
  1. Ketika memasuki kehamilan trimester kedua, ada kemungkinan terjadi penurunan produksi ASI. Hal ini wajar karena ASI matang dalam payudara bertahap berubah menjadi kolostrum. Silakan tetap menyusui jika si kakak masih mau. Karena ada kalanya perubahan ini membuat si kakak tidak mau lagi menyusu.
  2. Banyak mitos yang menyebutkan bahwa kalau tetap menyusui si kakak, maka si adik tidak akan mendapatkan kolostrum karena sudah dihabiskan oleh si kakak. Jangan khawatir, si adik akan tetap medapatkan kolostrum yang nanti diperlukannya setelah dia lahir. ASI yang keluar saat hamil komposisinya berbeda dengan kolostrum. Kolostrum yang sebenarnya akan keluar segera setelah si adik lahir. Pastikan bahwa ibu dan si adik menjalani proses IMD (Inisasi Menyusu Dini) yang benar untuk menunjang sukses menyusui.

Wednesday, August 20, 2014

One Random Week in My Life

2 comments
Mungkin orang melihat saya dengan 3 pekerjaan, akan menilai saya adalah seorang yg career-minded dan full meninggalkan anak dengan pengasuh.
Mungkin juga orang melihat saya di sekolah anak atau di mall pada jam2 kerja, akan menilai saya adalah orang yang sangat santai, yang kaya sehingga bisa jalan2 saja tanpa perlu susah2 kerja, anak sudah ada yg urus, pokoknya ala selebritis banget deh.
Kalau ada yang bertanya kapan bisa menemui saya, saya juga menjawab tidak akan sama antara satu penanya dengan penanya yang lain, pada minggu ini dan minggu lainnya.
Begini contoh kegiatan saya minggu ini...
Jadwal Senin:
Pagi urus anak dan mempersiapkan bekal sekolah anak
Jam 8-9.30 antar anak sekolah, ambil laundry & belanja keperluan rumah dan antar ke rumah
Jam 10 jemput anak sekolah dan antar pulang.
(Karena ini hari pertama dengan pengasuh baru, jadi saya ijin tidak kerja di RS).
Jam 16-19 kerja di kantor konsultan
Jadwal Selasa:
Jam 8-14 kerja di RS
Jam 16-17 konseling home visit klien AIMI Jatim
Then just stayed at home, played with Ayra :)
Jadwal Rabu:
Jam 8 antar anak sekolah
Jam 10 jemput anak sekolah
Jam 10.30-13 muter2 toko buku utk cari buku ttg merger perusahaan.
Jam 13.30 tepar di rumah.
Jam 16-19 di RS.
Jadwal Kamis:
Pagi urus anak & browsing ttg merger perusahaan.
Jam 10-11.15 menguji skripsi S1 FKM dg topik perilaku ibu bekerja dalam pemberian ASIX.
Jam 11.15-12 urus legalisir ijazah suami.
Jam 12 antar es buah ke kantor WJP.
Jam 12.30-17.45 di RSIA Kendangsari Merr.
Jadwal Jumat:
Jam 8 antar anak sekolah, lanjut kerja sambil nunggu anak pulang sekolah jam 10.
Jam 10 antar anak pulang.
Jam 10.30-15 kerja di RS.
Jam 15.30 meluncur ke kantor WJP.
Jam 16-17.30, meeting awal dg klien WJP utk pendirian holding company.
Di sela2 itu, saya masih menyiapkan pengajian di rumah untuk hari minggu dan memasakkan cemilan untuk anak saya.
Masa2 akhir puasa hingga lebaran tanpa pembantu, masih ketambahan urus anak full, bersih2 rumah dan masak!
Untuk minggu depan, sudah ada permintaan menguji skripsi S1 FKM Unair pada tanggal 28 Agustus dan 5 September. Serta presentasi Studi Kelayakan rumah sakit klien WJP di Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada tanggal 26 Agustus.
Jadi kadang kalau ada yg bertanya ke saya apa pekerjaan saya, kalau saya malas membahas panjang lebar, saya cuma jawab pegawai swasta. Tapi kadang ada juga orang yang begitu peduli (atau kepo?), meski nggak kenal, masih terus bertanya swasta dimana.
Yaaah...selanjutnya tergantung juga sih...kalau dia kepo banget dan saya nggak malas menjawab, saya jelaskan semua. Tp ada kalanya lagi pijet di salon dan mbaknya kepo juga...itu yg males....pijet kan pinginnya sambil istirahat :(
Jadi begitulah sedikit gambaran keseharian saya..
Tapi saya juga yakin ada banyak perempuan di luar sana yang jauuuuhhh lebih sibuk dan tetap mengurus anaknya secara full. Kondisi setiap keluarga berbeda. Saya bersyukur diberi kesempatan beraktivitas sesuai bidang minat saya, diberi ijin suami dan para employers percaya pada saya.
Semoga semua yang saya lakukan bermanfaat untuk lingkungan saya dan tidak malah merugikan para employer(s).
Prioritas utama tetap anak. Alhamdulillah selama ini saya selalu bisa ijin jika ada keperluan anak yg urgent.
Tentu saja saya masih banyak kekurangan, baik sebagai istri, ibu maupun pekerja.
Semoga Allah mengampuni saya...

Friday, August 15, 2014

Happy School!

2 comments
Pertama kalinya Ayra sekolah langsung daycare krn terpaksa belum ada pengasuh dan mama ada rapat sampai siang. 
Pertama kalinya Ayra di daycare tanpa adaptasi dulu bersama mama.
Dan kabar dari gurunya sangat menyenangkan...
Proud to be your mom, dear :)
*terharu
Sewaktu jemput Ayra jam 15.30, Ayra sdg asyik main sambil didulang makan dari katering daycare. Bu guru cerita kalau Ayra sdh makan siang bekal dari rumah jam 11. Kemudian tidur jam 12 sampai jam 14an. 
Bangun tidur, ternyata didulang makan nasi dan soto, Ayra mau lagi.
Bu guru juga kagum krn Ayra suka makan sayur (cuma kangkung rebus) bekal dari rumah.
Waktu liat mama, Ayra menghampiri mama dg ceria bawa bola sambil berceloteh riang.
Semoga hari2mu selalu menyenangkan ya nak.. :*




Tuesday, July 22, 2014

Ayra at School

1 comments
Akhirnya Ayra mulai sekolah di Al Azhar mulai tanggal 7 Juli 2014. And she was very excited at school!
Karena minggu pertama masih boleh ditungguin orang tuanya di dalam kelas, tapi sayangnya cuma 1 penunggu per hari, jadi hari pertama Ayra bersama papanya







Akhirnya Ayra bisa bangun pagi tanpa nangis, bisa sarapan pagi sebelum sekolah juga, dengan kesepakatan. Intinya, I'm proud to be her mom :)
Alhamdulillaah..




Minggu kedua, Ayra sudah tidak boleh ditungguin lagi di dalam kelas. Senin, karena berangkatnya telat, jadi aku antar Ayra terburu2. Jadi waktu ditinggal di sekolah, perubahannya mungkin terlalu mendadak, sehingga Ayra nangis waktu digendong gurunya. Tapi dari foto2 guru yang dikirim ke BBM Grup Toddler, Ayra sudah enjoy lagi di kelas. 
Fyi, 1 kelas toddler berisi 15 anak yang terdiri dari 4 anak perempuan dan 11 anak laki-laki dengan 3 guru dan ada nanny sendiri yang bertugas untuk membersihkan anak jika pup atau mengantar pipis ke kamar mandi. Dari cerita gurunya di Bbg, ada 4 anak yang nangis sepanjang kelas hingga akhirnya ketiduran.

Ini foto Ayra waktu aku jemput hari ke empat sekolah.....Ayra keluar sendiri, bawa tas sendiri :D


Sunday, June 29, 2014

My "Weaning with Love" Story

1 comments
Story #1
Ayra (2y1m) masih menyusu kalau pas ada saya saja dan sudah sangat jarang. Kalau pas bobok malam, mungkin sktr 1-3x aja.
Prinsip WWL "don't offer, don't refuse" juga saya jalankan. Tapi memang WWL butuh keikhlasan anak, ibu dan ayah!
Kalau tidak, spt ini jadinya...

Kalau Ayra nggak mau tidur malam, padahal sudah jam 23, tp masih minta main, saya sih cuek aja...tapi papanya yg nggak bisa cuek...alhasil si papa yg ngiklan... "ya....ga bobok ta? Itu lho enak mimik susu mama" dan diulang2...



Story #2

Mama: ya, aya kan sudah besar, sdh ultah ke 2. Sudah nggak mimik susu mama lagi...yg mimik itu adik bayi...
Ayra: nggaaaak...mimik susu mama sajaaa....
Mama: lhooo kan sudah besar.....tuh liat....papa sudah besar kaan...jd ga mimik susu mama lagi..
Papa: masih kok
Ayra: *menikmati nenen*

Story #3

Dialog malam ini dg Ayra (2y3m)
Ayra: mimik susu mamaaa...
Mama: kan sudah besar ga mimik mama lagi..
A: mimik mamaaaa...
M: susunya buat adek..
A: ya nanti mimik bareng2 ya..
M: bareng sapa?
A: mimik bareng adek..
M: *tepokjidat*

#Weaningwithlove #NursingWhilePregnant
#akankahberlanjut
#TandemNursing

Saturday, June 7, 2014

Hello June!

0 comments
Heihoooo...
It's been a loooong time since the last time I posted here..

Well....karena sejak awal bulan Mei, tiba2 kedua ART dan nanny Ayra keluar bersamaan -oh well it's a long story and I'm not keen on telling it over and over. Yang pasti terakhir2 memang sudah mulai bermasalah :(
Dan tahu sendiri mencari ART itu lebih sulit daripada cari jodoh :D
Jadi aku menghabiskan 2 minggu tanpa ART, dan alhamdulillah 2 minggu terakhir sudah mendapatkan ART lagi. Bahkan untuk nanny, dalam 2 minggu ini sudah ganti 2x...poor Ayra :(
Tapi bersyukur sekali aku mempunyai pekerjaan yang sangat fleksibel dan bos2 yang sangat pengertian. Selama pekerjaanku beres, they didn't care whether I came to office or not :)

And next happy news is.........I'm pregnant! Alhamdulillah...
It's official that I'm pregnant, I did my ultrasound check on last may and there was that tiny little embrio were seen. It's planned, but we were still surprise that Allah Gave us this fast. Only two months after the contraception was off :D

Oh ya, tanggal 16 Mei lalu, Ayra ulang tahun yang ke 2...alhamdulillah bisa menyusui Ayra sampai 2 tahun.

Another happy news is.... I was asked to be an operational manager at a children and maternal hospital in Surabaya. They have asked me since April, but I was not sure to accept it because of that maid things and my inconfidence of the time management :D
But then until mid of May, they still asking me, so I thought it was a sign from Allah. So I accept the offer....bismillah...

So since this June, I officially work in 3 places: as a consultant, a lecturer and a hospital manager.
Bismillaah...

Wednesday, June 4, 2014

Prenatal Yoga Class Morning Flow

0 comments

Wednesday, April 2, 2014

MPASI: Apakah harus selalu puree buah dulu?

1 comments
Banyak sekali beredar saran untuk memberikan bayi makan buah saja, terutama pada saat sarapan...Sebetulnya tidak ada yang salah memberikan buah pada bayi karena buah adalah salah satu sumber vitamin yang penting bagi manusia. Tetapi ada yang harus diperhatikan soal pemberian buah ini yaaa: 
PERTAMA, bayi bukan orang dewasa. Kebutuhan serat pada bayi itu berbanding terbalik dengan orang dewasa. Kalau bayi asupanya harus kaya lemak, kaya protein tapi rendah serat. Sementara untuk dewasa, asupan harus rendah lemak tapi kaya serat. Kenapa? Karena bayi di bawah usia 2 tahun itu punya keterbatasan mencerna serat yang tinggi. Itu makanya, konsumsi terlalu banyak serat pada bayi bisa memunculkan sembelit. Itu makanya kalau kita perhatikan feses bayi, kita akan melihat jelas serat2 makanan terutama buah dan sayur yang dia konsumsi. Buah harus tetap diberikan tiap hari, tapi perhatikan juga unsur2 serat pada makanan yang Anda berikan ke bayi ya...

KEDUA, buah bisa diperkenalkan sebagai salah satu makanan yg diperkenalkan pertama kali ke bayi, selain makanan pokok. WHO/UNICEF sendiri sebetulnya lebih mengutamakan perkenalan makanan pokok/serealia sebagai MPASI pertama. Golongan serealia atau makanan pokok serta buah dan sayur cocok diberikan di awal MPASI karena golongan makanan ini berpotensi alergi rendah.

KETIGA, terkait dengan poin pertama, bayi harus makan makanan yang kaya protein dan kaya lemak. Kenapa? Karena protein adalah elemen utama pertumbuhan untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Konon, protein berkontribusi 60-75% terhadap elemen pertumbuhan bayi. Makanya untuk bayi yg ingin mengejar berat badan menu double protein (dua jenis protein dalam satu menu makanan) dalam makanan harus diberikan. Pemberian sumber2 lemak pada makanan juga penting untuk pertumbuhan bayi. 


Terkait dengan tingginya demand protein ini, untuk bayi yang SUDAH menjalani masa awal perkenalan MPASI (yang 1-2 kali makan dengan menu tunggal), dimana dia sudah bisa makan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan maka menu makanan besarnya SANGAT DISARANKAN memenuhi semua elemen nutrisi. Di piringnya harus ada karbohidrat, protein, lemak, serta micronutrients (vitamin dan mineral). Lalu di mana letak konsumsi buahnya? Buah diberikan sebagai cemilan, yang 1-2 kali itu, jadi bukan dijadikan makanan utama atau makan besar yang menggeser posisi menu lengkap yang saya sebut di atas. Metode food combining yang memberikan buah saja untuk sarapan sejatinya lebih cocok diberikan pada orang dewasa yg butuh banyak serat, terutama untuk mereka yang sedang menjalani diet karena sifatnya yang kaya serat. Tetapi untuk bayi dan anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun, menu makan besarnya harus dioptimalkan pada pemenuhan semua elemen gizi. 

Ingat bahwa kunci asupan yang benar akan sangat vital pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Jadi jangan sia-siakan golden age pertumbuhannya ya, karena itu sifatnya irreversible atau tidak akan terulang kembali. Dan ingat juga, bahwa angka anemia defisiensi besi di Indonesia untuk golongan bayi usia 6-12 bulan adalah tinggi, sekitar 40%. Jadi ada baiknya, optimalisasi menu kaya protein ini sangat diperhatikan.

Saturday, March 22, 2014

Update Ayra (22m): Toilet Training dan Ruasdito

0 comments
Si bayi (22m) lagi seneng2nya nyanyi...she sings almost all the time, even when she's being breastfed.
Yang lucu adalah setiap kali mau nyusu, dia dorong badanku supaya tiduran... "ma tiduran ma..."
Trus waktu nenen, dia bilang "mimik mama ada dua, yang kiri, yang kanan....(trus dia nyanyi) kiriii..kanan...kulihat saja banyak pohon cemaraa..aa.."
Ada lagi obrolan di sela2 dia nyusu..
Mama: enak susunya, ya?
Ayra: iya enak
M: Ayra suka?
A: Suka
M: rasanya apa? manis?
A: iya manis
M: asin?
A: mm..ndak..

Progress lain adalah tentang toilet training Ayra. Cerita tentang toilet training Ayra sebelumnya ada di sini. Singkat cerita sekitar 1 bulan lalu, Ayra tiba2 panas tinggi sampai 39,8 dercel, tanpa ada batpil ataupun diare. Hari pertama langsung aku bawa ke IGD, karena sudah sangat lemas. Meski secara teori aku tahu bahwa sakit panas pada hari pertama nggak bisa diapa2kan. Sudah diberi penurun panas, tapi panasnya cuma turun sampai di kisaran 38,1-38,3. Hari pertama minum penurun panas 4x, hari kedua minum 3x, hari ketiga aku bawa ke dokter anaknya, dr. Hartoyo.


Oleh dsa-nya, Ayra diperiksa secara fisik, dan kecurigaan mengarah ke ISK. Disuruh melakukan pemeriksaan lab urine lengkap dan kultur. Tapi susaaah banget ngumpulin pipisnya. Hingga akhirnya 1 minggu terakhir ini, aku merasakan dia ada perkembangan dengan TTnya. Dia berhasil nahan pipisnya, sehingga celana dalamnya tetap kering. Tapiii...ternyata Ayra menahan pipis setiap kali dia pakai CD, dia nggak bisa pipis di kamar mandi, meski sudah diajak ke kamar mandi setiap 1 jam dan dia sudah seringkali lihat aku pipis juga. Jadi pernah pakai CD selama 3 jam, ya selama itu pula dia nggak pipis. Padahal dipegang bladdernya oleh adikku, katanya penuh. Begitu dipakein clodi, dalam 1 jam sudah pesing banget.

Aku menyimpulkan bahwa Ayra belum siap untuk TT. Akhirnya sudah 1 minggu ini Ayra pakai popok lagi.
Baca di sini untuk bahaya toilet training dini

Another progress is about Ayra's ruasdito. Setelah mengikuti seminar om Ge terakhir, aku jadi bersemangat lagi untuk menerapkan ruasdito secara konsisten. Memang nggak bisa terus menerus, karena banyak faspel di rumah, seperti akung dan papanya. Begitu ada mereka, langsunglah banyak gratisan. Ayra jadi manja.

Padahal kalau cuma berdua sama aku, she's really a nice girl. Enak banget mengelolanya.
Contohnya semalam waktu mau tidur malam, waktu nungguin aku sholat, dia bongkar kotak yang isinya bandana2 dan karet rambutnya. Selesai sholat, males dong ya kalau aku yang harus beresin semua perbuatan Ayra, aku tanya Ayra "Ayra mau bobok sama mama? Kalau ya, dimasukkan dulu semua pita2nya ke dalam kotak".
Awalnya dia masih mau mainan (kotaknya dijadikan pijakan), aku tinggal tiduran di kasur. Begitu lihat aku tiduran, dia bilang "mimik mama".
Aku jawab lagi "kalau mau mimik mama, dimasukkan dulu semua pitanya ke dalam kotak ya".. dan dia langsung melakukannya, bahkan sampai karet2 yang kecil pun dia masukkan, dia raba semua bagian karpet untuk cari karet yang kecil2 itu. She needs to learn that everything that she does has consequences. She needs to learn about difficult situation unlike me, I was so protected by my parents. 

Cerita lainnya adalah ketika aku pergi berdua dengan Ayra. Nggak ada itu namanya nangis2 di jalan, caper, dsb. She sits on her carseat, sings all her songs all the way and sleeps when she's sleepy. Kalaupun ada dialog, ya cuma sekadar ngobrol, bukan untuk berstrategi. Beda banget dong kalau ada papanyaa :)))

mungkin dia memang bisa merasakan, kalau sama papa, bisa minta gratisan dan selalu diturutin :D
Kalau sama aku, kalau di mobil cuma berdua, dia tahu nggak akan bisa minta yang aneh2. Ya aku sendiri sejak Ayra lahir memang sering pergi berdua dengan Ayra, dan dulu memang minta apa2, dan nggak bisa aku turuti karena memang cuma ada aku di mobil dan aku sedang nyetir.
Dulu pernah ada akung & tantenya di mobil, dan dia minta aneh2 hanya untuk berstrategi. Karena direspon positif oleh akungnya, jadilah dia menangis sepanjang jalan. Dan ya, terpaksa aku berhenti di pinggir jalan, dan akungnya yang nyetir :D





Sunday, March 9, 2014

Seminar Toge tentang Gadget: Kawan atau Lawan

0 comments




Hari ini aku mengikuti seminar dengan pembicara Om Ge. Mumpung masih segar di ingatan, langsung aku tulis yaa...

Jadi sebenarnya gadget itu baik atau jahat sih untuk anak?

Dimulai dengan slide pertama om Ge, bahwa biasanya gadget digunakan ortu sebagai sarana untuk mendiamkan anaknya. Jadi kalau anaknya rewel, atau minta diajak main sedangkan ortunya sedang sibuk, dikeluarkanlah gadget supaya anak bisa asyik main atau bisa duduk diam. Inilah yg disebut om Ge sebagai "shut-up game"....demi supaya anak jadi diam.
Padahal memang anak usia 2-5 tahun secara alamiah memang selalu butuh bergerak. Nanti setiap kali ortu butuh anak diam, dikeluarkanlah gadget itu. Lama kelamaan anak akan belajar, bahwa untuk bisa main gadget, dia harus rewel dulu atau bikin ulah dulu...pokoknya bikin sesuatu yang "mengganggu" ortunya. Inilah yang kemudian dilihat ortu sebagai "kecanduan" gadget.
Padahal gadget adalah sebuah alat, sifatnya netral. Bisa jadi baik atau buruk tergantung penggunanya.

Jadi gimana dong supaya penggunaan gadget nggak menjadi buruk untuk anak?
Berikan gadget bukan untuk shut-up game. Berikan gadget sebagai salah satu bentuk kesepakatan dengan anak, sebagai upah atas upaya yang sudah dia lakukan. Upaya atau kesepakatannya apa saja?
Kesepakatannya bisa apa saja tergantung situasi dan kondisi.
Contohnya: anak mau diajak ke seminar parenting, tentu anak akan dicuekkin selama seminar karena ortu butuh mendengarkan materi. Di sini gadget bisa berperan dalam kesepakatan, misalnya: "Ayra mau main gadget? Kalau ya, nanti di seminar, mama dengerin materi, Ayra duduk sambil main gadget sampai selesai seminar ya" atau semacamnya.
Atau di situasi lain, "Ayra mau main gadget? kalau ya, sekarang Ayra ganti baju dulu, nanti bisa main gadget 15 menit ya".
Kalimat kesepakatannya harus SMART alias specific, measurable, achievable, relevant, time-bound.

Jangan lupa, karena anak masih menggunakan bahasa enak, sedangkan ortu menggunakan bahasa perlu, jadi kita harus merubah mindset kita dulu.
Bahasa enak maksudnya anak2 melakukan sesuatu karena menurut dia enak. Sedangkan ortu menggunakan bahasa perlu karena ortu melakukan sesuatu karena perlu. Kenapa demikian? Karena anak memang belum bisa mikir. Dia nggak berpikir apa yang diperlukan untuk dirinya, tapi dia melakukan karena hal itu enak. Jadi kalau mau meminta anak melakukan sesuatu, buatlah hal tersebut menjadi enak menurut anak.
Misalkan tentang sekolah, kalau anak sudah merasa sekolah sebagai sesuatu yang nggak enak, dia nggak akan mau melakukannya. Misalkan setiap mau berangkat sekolah, ibunya bangunin pagi2 dengan terburu2 dan tanpa senyuman. Padahal kalau hari libur, ibunya membangunkannya dengan senyum dan ramah. Anak akan melihat pola ini, dia jadi merasakan bahwa setiap kali mau sekolah ibu akan terburu2 dan tidak senyum, jadi dia akan menghubungkan kalau sekolah berarti paginya ibu akan marah2 dulu. Pada akhirnya anak akan nggak suka sekolah.
Dan sebagainya.

Kalau mengikuti ruasdito dari awal, sebenarnya lebih mudah. Karena semakin besar anak, dia akan semakin mampu untuk menolak secara fisik. Sehingga untuk mengelola anak, semakin butuh effort yang lebih.
Dan meski saya mengenal ruasdito sejak Ayra umur 2 bulan, tapi saya merasa ruasdito Ayra nggak berjalan dengan lancar. Tapi semoga saya bisa menerapkannya dengan konsisten, meski banyak yang "kasih gratisan" :)
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review