Wednesday, January 15, 2014

Ayra's Toddler Class

4 comments
Setelah beberapa minggu terakhir fokus mempertimbangkan tentang sekolah Ayra (karena berkaitan juga dengan pengeluaran kami ke depannya), akhirnya hari ini kami (lebih tepatnya, suami) memutuskan sekolah Ayra mulai Juli nanti. Satu minggu terakhir ini, pilihan kami mengerucut menjadi 2 pilihan, yaitu Al Azhar dan GymKidz. Detil sekolah bisa dilihat di sini.
Hari ini kebetulan suami masuk siang, dan setelah seminggu kemarin aku juga sibuk, hari ini aku juga kosong. Sebenarnya baru tadi malam mengajak suami untuk lihat dua sekolah itu. Waktu berangkat, kami sudah memutuskan untuk ke GymKidz dulu. Separuh perjalanan ke GymKidz, kami berdiskusi, entah bagaimana suami langsung ambil putar balik menuju ke Al Azhar.

Singkat cerita, kami membeli formulir pendaftarannya dan mendaftar untuk free trial lagi di tanggal 25 Januari 2014. Semoga ini yang terbaik untuk kami sekeluarga dan Ayra khususnya :)

Update 25 Januari 2014:

Akhirnya hari ini aku dan suami mengantar Ayra ikut free trial lagi di Al Azhar. Sebelumnya di bulan November, cuma aku aja yang menemani. Kali ini Ayra sepertinya excited, sampai2 semalam tidurnya nggak nyenyak. Dia sudah bangun jam 4 pagi, entah berapa jam, yg pasti aku baru liat lagi jam 6 sudah bangun lagi.
Alhasil, dia baru tidur lagi jam 6.30 dan aku bangunin jam 7.15. Mandi dan makan cepet2an, jam 07.53 kami berangkat. Untunglah memang sekolah ini dekat, cuma berjarak 3 km dari rumah. Bahkan suamiku pun semangat antar Ayra trial. Dia sudah bangun dan mandi pagi juga :D

Alhamdulillah, kami jadi mendaftarkan Ayra hari ini juga :)
So, Ayra's officially student of Al Azhar :D

Sebenarnya apa sih alasan kami memilih Al Azhar?
Pertimbangan utama adalah jarak. Kami nggak mau Ayra kecapekan di jalan, toh dia juga baru umur 2 tahun, sekolah buat dia bukan kewajiban. Setelah mendatangi beberapa preschool di sekitar rumah kami, akhirnya kami memilih Al Azhar. Karena menurut kami, semua preschool di daerah sini harganya hampir sama, sama mahalnya. Kalau sama mahalnya, kenapa kami tidak memilih yang paling bagus sekalian? Preschool di lingkungan kami mayoritas basis agama Kristen. Tentu kami keberatan kalau anak kami diajari agama lain. Selain basis Kristen, ada juga sekolah umum, tapi harganya juga rata2 sama. Selengkapnya tentang harga, baca di sini. Nah kalau sama harganya, kemudian ada sekolah yang basisnya Islam dan kualitasnya bagus, kenapa kami tidak memilih di situ?

Sekarang mengenai kenapa harus sekolah tahun ini?
Beberapa orang berpendapat, masih terlalu kecil, umur 2 tahun kok sudah sekolah. Ya aku pribadi juga setuju, anak2 tidak perlu dipaksa belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung) pada usia toddler seperti ini. Itu sebabnya aku melakukan survei dulu ke beberapa sekolah. Aku harus mencari tahu bagaimana metodenya, apa saja yang diajarkan, bagaimana lingkungan sekolahnya, dll. Aku mencari sekolah yang banyak mainannya karena memang usia Ayra usia untuk bermain. Juga playgroundnya luas, sehingga anak bisa mengembangkan aspek motoriknya. Tambahan kalau di Al Azhar, sehari diajak mengenal kebiasaan sehari2 yang baik dan Islami, misalkan ada sesi makan bersama, jadi anak diajarkan untuk cuci tangan dulu sebelum makan dan membaca doa sebelum makan. Apakah ibunya tidak bisa mengajari sendiri? Tentu saja bisa, tapi aku yakin banyak manfaat yang akan didapat Ayra di sana, terutama karena dia nggak punya teman main yang sebaya sehari-hari. Dan lagi, sehari-hari Ayra lebih banyak sama nanny-nya.
Kemudian, daya serap Ayra yang sedang tinggi-tingginya, aku rasa sayang untuk dilewatkan atau diisi dengan materi yang sembarangan.
Ayra sejak usia 18m sudah bisa berhitung 1-10 sendiri, bisa menyanyikan beberapa lagu sendiri, dsb. Dia begitu cepat menyerap segala sesuatu yang ada di lingkungannya. Kalau dia kebanyakan bersama nanny, siapa yang bisa menjamin yang diserap itu hal yang benar?
Selain itu, alasan klise lainnya, belajar bersosialisasi. Karena memang Ayra nggak pernah keluar rumah, nggak punya teman main di tetangga sekitar.
Alasan lain adalah ada kegiatan field trip dan performance di public area.
Benefit lain silakan baca di sinisini dan sini.

Tentu saja, kondisi setiap keluarga berbeda. Ada yang memang butuh preschool sebagai alat bantu orang tua, ada juga yang tidak.
Yang pasti, sebagai orang tua, kita wajib mengetahui apa konsekuensi dan manfaat memasukkan ke Preschool. Bukan sekadar ikut-ikutan trend, gengsi dan semacamnya.
Jadi kami memutuskan memasukkan Ayra ke preschool sejak usia 2 tahun. How about you?

Ini beberapa foto trial hari ini.



Senam bersama dan ikrar

Salah satu mainan yang ada di dalam kelas

pakai celemek untuk persiapan melukis dengan tangan

melukis dengan tangan

membentuk dan menghias roti

Ayra menunjukkan tanamannya

Menyiapkan tanaman

Pulang dapat balon :D



Monday, January 6, 2014

Preschool Review Surabaya Timur

6 comments
Setelah mengikuti dua kali pameran pendidikan, salah satunya aku tulis di sini (dan juga di sini untuk daycare review), beberapa minggu terakhir ini aku mulai kepikiran untuk hunting preschool Ayra lagi. Secara bulan Mei ini dia umur 2 tahun, memang masih lama siih...tapi siapa tahu kalau daftar lebih awal dapat diskon :D

So, here they are.....cuma di Surabaya Timur aja yaa...

1. Cordova Islamic School

Uang gedung:
PG A (2-3th) Rp 2.500.000
PB B (3-5th) Rp 2.000.000    
Uang SPP
PG A dan B sama Rp 325.000/bulan
Uang kegiatan: Rp 1.000.000/tahun
Seragam: Rp 500.000
Form pendaftaran: Rp 100.000

Di Cordova ini tidak ada kenaikan biaya dari tahun lalu. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi: 5924536

2. PAUD Cahaya Tazkia

Kelas KB 3x/minggu (Senin, Rabu dan Jumat) jam 8-10 pagi.
Total biaya pendaftaran kelas Kelompok Bermain: Rp 3.000.000 (Gel. 1), Rp 3.750.000 (Gel.2) dan Rp 4.250.000 (Gel. 3). Biaya pendaftaran Rp 100.000 dan SPP Rp 200.000/bulan.
Biaya ini naik dari brosur tahun lalu.
Silakan hubungi 031-5925972

3. Baby Smile School

Di preschool ini, ada mulai Baby Class (mulai umur 6 bulan) sampai TK B.
Untuk PG (2tahun) jadwalnya ada dua: Senin-rabu-jumat atau Selasa-Kamis-Sabtu. Masing-masing pilihan itu juga ada pilihan jamnya: jam 08.00-09.30 atau jam 10.00-11.30. Maksimal 15 anak (kalau nggak salah ingat).
Rameee banget pas survei ke sini. Nggak ada pelajaran agamanya. Jadi mereka mengenalkan perayaan agama2 lain juga. Karena mayoritas Cina, jadi kadang mengenalkan hari2 besar agama mereka juga. Tapi gurunya banyak yang Jawa juga kok.

Uang pangkal PG I-PGII: Rp 7.000.000
Uang pengembangan PG dan TK: Rp 1.000.000
Uang tool kit: Rp 275.000
SPP/bulan: Rp 370.000

Untuk info: 031-5947201 (Kertajaya Indah Timur VI/2)

4. My Little Cottage Preschool

ada kelas GymKidz untuk bayi usia 6 bulan sampai TK B (usia 6 tahun) yang disebut Kindergarten di sini.
Untuk Ayra, karena saat survei masih usia 19m2w, maka disarankan masuk di GymKidz yang Toddler.
Nama2 kelasnya juga lucu2 (Program GymKidz):
Infants: merangkak - berjalan (40 menit)
Toddlers: berjalan - 2 tahun (45 menit)
Tiny Tots: 2-3 tahun (60 menit)
Gym Tots: 3-4 tahun (75 menit)
GymKidz Junior: 4-5 tahun (75 menit)
GymKidz Senior: 5-7 tahun (75 menit)

Untuk program preschool (My Little Cottage):
Tiny Tots: 1,5-2 tahun (1 jam)
Playgroup: 2-3 tahun (2 jam)
Nursery: 3-4 tahun (2 jam)
Kindergarten 1: 4-5 tahun (3,5 jam)
Kindergarten 2: 5-6 tahun (3,5 jam)

Biaya yg GymKidz Development yaa (karena Ayra mau masuk sini dulu):
Enrolment fee: Rp 150.000
Membership fee: Rp 600.000
Seragam Rp 130.000
SPP/bulan: Rp 400.000

GymKidz masuk 2x/minggu, khusus Toddlers hari Selasa dan Kamis jam 09.00-09.45.
GymKidz Development Program isinya berkaitan dengan physical activities, with singing and dancing. Lebih lagi harus ada pendampingnya, bisa ibu, ayah atau pengasuhnya. Bilingual, tidak ada pelajaran agama, karena memang menekankan pada aspek motoriknya. Kalau dirasa anak sudah mampu ikut kelas yang lebih "serius", bisa dipindahkan ke preschool-nya. Both are in one building.

Alamat: Jl. Raya Mulyosari 78J Surabaya
Telp. 031-5935580/5964573
Web: www.mylittlecottagepreschool.com

5. Al Azhar Pakuwon City

Di sini, paling kecil adalah kelas Toddler (usia min.1,5 tahun), kemudian kelas Playgroup (per bulan Juli usia min. 2th 10 bulan) sampai SMP.
Berhubung per bulan Juli 2014, Ayra masih umur 2 tahun 2 bulan, jadi kalau masuk ke sini, Ayra akan masuk kelas Toddler.
Biaya kelas Toddler dibayarkan setiap 4 bulan, jadi dalam 1 tahun ada 3x pembayaran.
Total biaya I: Rp 4.030.000
Total biaya II dan III @ Rp 3.780.000
Tidak ada tambahan biaya lainnya.

Kegiatannya pengenalan kebiasaan aktivitas sehari-hari, misal waktu awal datang ada senam pagi bersama, doa pagi, makan bersama (diajarkan etika makan yang baik, doa sebelum makan, cuci tangan sebelum makan, dll), semua dengan cara bernyanyi atau bermain.

Info:
Pakuwon City
Jl. Florence J-4 no. 31
Telp. 031-5922205

6. Bumble Bee Preschool

Di sini, ada kelas untuk mulai usia 6 bulan sampai TK B (di sini disebut Kindergarten). Berhubung Ayra maunya masuk yang untuk umur 2 tahun, jadi ini biaya untuk yang Playgroup A yaa... (disebut juga Pre-K1).

Uang pangkal: Rp 3.000.000 (untuk sampai Playgroup B)
Material fee (seragam, dll): Rp 500.000
SPP per bulan: Rp 650.000

Jadwalnya: 3x per minggu @ 2 jam; ada dua pilihan hari dan jam: Senin-rabu-jumat atau Selasa-Kamis-sabtu. Untuk jamnya ada pilihan jam 8-10 atau 10-12.
Kurikulumnya: umum, jadi nggak ada pelajaran agama. Di sini diajarkan untuk ketrampilan pre-write, perkenalan huruf, angka, shape dan color. Jumlah maksimal murid dalam 1 kelas 17 anak dengan 3 guru.
Untuk Pre-K1 menggunakan 90% bahasa Inggris dan 10% bahasa Indonesia. Untuk Pre-K2 (usia 3 tahun), 80% Inggris, 10% Indonesia dan 10% Mandarin.
Mereka kerjasama dengan lembaga bahasa Mandarin juga. Ada fieldtrip dan performance juga. Performance biasa dilakukan di dalam sekolah atau di luar sekolah. Di luar sekolah biasanya atas kerjasama juga, misal dengan produsen susu.

Info lebih lanjut:
Galaxy Bumi Permai E7 no. 6A
Telp. 031-5952176

Komen Andin:
begitu tahu ada kerjasama dengan produsen susu, langsung minus deh nilainya.. Bukan apa2, rasanya nggak rela aja kalau nanti misalkan Ayra performance-nya bagus, dan diaku2 sebagai hasil dari minum susu tsb (apapun merknya, karena aku nggak tahu merk susu yang kerjasama dengan preschool ini). Ya jelas nggak rela doong...Ayra minum cuma ASI aja sampai sekarang umur 19m3w!
Selain itu harganya ya nggak jauh beda dengan Al Azhar. Kalau memang sama mahalnya, mending ya sekalian di Al Azhar :D

Jadiii.....sebenarnya kalau dilihat2 secara garis besar, total biaya per tahunnya sama saja. Pembedanya cuma ada yang besar di uang pangkal tapi uang SPP bulanannya kecil. Atau langsung dibagi rata setiap bulannya.


Wednesday, January 1, 2014

Old and New: Better Brighter Future 2014

1 comments
Alhamdulillahirabbil'alamin...
Segala puji syukur kepada Allah SWT, karena masih memberi kesempatan bertemu tahun masehi yang baru. Meski aku pribadi tidak ikut merayakan pergantian tahun baru (karena sudah terlelap bersama Ayra), tapi aku menjadikan momentum ini untuk melakukan refleksi 1 tahun ke belakang dan menetapkan tujuan di tahun yang baru ini.

Tahun 2013 penuh warna. Awal tahun, Ayra masih berumur 7-8 bulan. Saat itupun aku masih beradaptasi menjadi ibu. Kondisi yang sangat nyaman dengan Ayra, semua perhatian dan fokusku untuk Ayra. Aku rajin belajar apapun yang berhubungan dengan anak, misal masalah MPASI, parenting, dsb.
Namun di sisi lain, hubunganku dengan suami menjadi dingin. Sering bertengkar, jarang ngobrol, dsb. Hingga selesai Lebaran pun aku merasa hubunganku dengan suami dingin dan hambar. Kehidupan kami tenang, dingin dan hambar. Selepas Lebaran, ART yang sudah 10 bulan ikut aku, tiba2 nggak kembali. Gejolak muncul lagi. Sempat menitipkan Ayra di daycare (baca di sini) selama 1,5 bulan, kemudian suami menyarankan untuk mencari pengasuh khusus untuk Ayra. Sejak ada nanny ini, aku mulai bisa mengatur lagi semuanya. Aku jadi punya waktu lebih fleksibel tanpa mengganggu rutinitas Ayra. Selama ini memang aku sendiri yang mengurus semua hal untuk Ayra, meski aku bekerja.

Dengan waktu yang lebih fleksibel ini, dan rutinitas Ayra nggak terganggu, aku jadi lebih tenang, bisa mulai mengatur kegiatanku. Bekerja di dua tempat, mengejar impianku, mempunyai waktu luang sendiri dan berdua suami, plus aku lebih sepenuh hati bersama Ayra. It seems that this is where I belong. I am a working mother. Being myself makes me happy, therefore makes my baby and my hubby happy too.

Bulan November-Desember, meski kesibukanku bertambah, tapi aku merasa senang. Kondisi emosionalku yang senang, rileks dan stabil ini juga yang ternyata semakin membuat kehidupan kami membaik.
Bahkan bisa dibilang, aku dan suami memasuki tahap "newly-wed" lagi :D

Lalu bagaimana dengan tahun 2014?
Dengan semua pelajaran di tahun 2013, tentu saja aku berharap lebih baik lagi. Membaca berita buruk yang mendominasi media massa memang membuat cemas. Banyaknya kekerasan, pembunuhan, penculikan, pergaulan bebas di remaja, dsb. Tentu aku cemas. Cemas dengan masa depan anak-anak, terutama anak(-anak)ku. 
Oh well, aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik untuk anakku. Memberikan lingkungan yang sehat, pendidikan yang baik, dsb. Semoga dia menjadi anak yang kuat, mempunyai fisik, mental, iman dan islam yang kuat. Aku percaya Allah SWT akan menjaga anakku.

Rencana lainnya, alhamdulillah, aku bisa membicarakannya dengan suami. Tentang keuangan, kami mulai terbuka, mulai bisa menyamakan persepsi. Tentang impian kami, kami memiliki impian yang berbeda, tapi kami yakin kami akan menemukan jalan terbaik bagi keluarga kami. Tentang anak, kami juga mulai memiliki persepsi yang sama tentang pendidikan Ayra.

Aku tahu, kami masih terlalu muda untuk mengatakan inilah tips terbaik untuk mengelola sebuah keluarga. Perjalanan kami masih sangat panjang. Masih banyak cerita, skenario dan pemeran lainnya yang bisa saja masuk dalam kehidupan kami. Semoga saja kami bisa melaluinya sebaik mungkin.

It is a journey....
A journey of a lifetime..
So just hold my hand
And we'll walk together hand on hand...

Happy new year 2014!
May Allah always Guides us throughout this year...
Have a blessed year... 
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review