Ayra's Toddler Class

Setelah beberapa minggu terakhir fokus mempertimbangkan tentang sekolah Ayra (karena berkaitan juga dengan pengeluaran kami ke depannya), akhirnya hari ini kami (lebih tepatnya, suami) memutuskan sekolah Ayra mulai Juli nanti. Satu minggu terakhir ini, pilihan kami mengerucut menjadi 2 pilihan, yaitu Al Azhar dan GymKidz. Detil sekolah bisa dilihat di sini.
Hari ini kebetulan suami masuk siang, dan setelah seminggu kemarin aku juga sibuk, hari ini aku juga kosong. Sebenarnya baru tadi malam mengajak suami untuk lihat dua sekolah itu. Waktu berangkat, kami sudah memutuskan untuk ke GymKidz dulu. Separuh perjalanan ke GymKidz, kami berdiskusi, entah bagaimana suami langsung ambil putar balik menuju ke Al Azhar.

Singkat cerita, kami membeli formulir pendaftarannya dan mendaftar untuk free trial lagi di tanggal 25 Januari 2014. Semoga ini yang terbaik untuk kami sekeluarga dan Ayra khususnya :)

Update 25 Januari 2014:

Akhirnya hari ini aku dan suami mengantar Ayra ikut free trial lagi di Al Azhar. Sebelumnya di bulan November, cuma aku aja yang menemani. Kali ini Ayra sepertinya excited, sampai2 semalam tidurnya nggak nyenyak. Dia sudah bangun jam 4 pagi, entah berapa jam, yg pasti aku baru liat lagi jam 6 sudah bangun lagi.
Alhasil, dia baru tidur lagi jam 6.30 dan aku bangunin jam 7.15. Mandi dan makan cepet2an, jam 07.53 kami berangkat. Untunglah memang sekolah ini dekat, cuma berjarak 3 km dari rumah. Bahkan suamiku pun semangat antar Ayra trial. Dia sudah bangun dan mandi pagi juga :D

Alhamdulillah, kami jadi mendaftarkan Ayra hari ini juga :)
So, Ayra's officially student of Al Azhar :D

Sebenarnya apa sih alasan kami memilih Al Azhar?
Pertimbangan utama adalah jarak. Kami nggak mau Ayra kecapekan di jalan, toh dia juga baru umur 2 tahun, sekolah buat dia bukan kewajiban. Setelah mendatangi beberapa preschool di sekitar rumah kami, akhirnya kami memilih Al Azhar. Karena menurut kami, semua preschool di daerah sini harganya hampir sama, sama mahalnya. Kalau sama mahalnya, kenapa kami tidak memilih yang paling bagus sekalian? Preschool di lingkungan kami mayoritas basis agama Kristen. Tentu kami keberatan kalau anak kami diajari agama lain. Selain basis Kristen, ada juga sekolah umum, tapi harganya juga rata2 sama. Selengkapnya tentang harga, baca di sini. Nah kalau sama harganya, kemudian ada sekolah yang basisnya Islam dan kualitasnya bagus, kenapa kami tidak memilih di situ?

Sekarang mengenai kenapa harus sekolah tahun ini?
Beberapa orang berpendapat, masih terlalu kecil, umur 2 tahun kok sudah sekolah. Ya aku pribadi juga setuju, anak2 tidak perlu dipaksa belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung) pada usia toddler seperti ini. Itu sebabnya aku melakukan survei dulu ke beberapa sekolah. Aku harus mencari tahu bagaimana metodenya, apa saja yang diajarkan, bagaimana lingkungan sekolahnya, dll. Aku mencari sekolah yang banyak mainannya karena memang usia Ayra usia untuk bermain. Juga playgroundnya luas, sehingga anak bisa mengembangkan aspek motoriknya. Tambahan kalau di Al Azhar, sehari diajak mengenal kebiasaan sehari2 yang baik dan Islami, misalkan ada sesi makan bersama, jadi anak diajarkan untuk cuci tangan dulu sebelum makan dan membaca doa sebelum makan. Apakah ibunya tidak bisa mengajari sendiri? Tentu saja bisa, tapi aku yakin banyak manfaat yang akan didapat Ayra di sana, terutama karena dia nggak punya teman main yang sebaya sehari-hari. Dan lagi, sehari-hari Ayra lebih banyak sama nanny-nya.
Kemudian, daya serap Ayra yang sedang tinggi-tingginya, aku rasa sayang untuk dilewatkan atau diisi dengan materi yang sembarangan.
Ayra sejak usia 18m sudah bisa berhitung 1-10 sendiri, bisa menyanyikan beberapa lagu sendiri, dsb. Dia begitu cepat menyerap segala sesuatu yang ada di lingkungannya. Kalau dia kebanyakan bersama nanny, siapa yang bisa menjamin yang diserap itu hal yang benar?
Selain itu, alasan klise lainnya, belajar bersosialisasi. Karena memang Ayra nggak pernah keluar rumah, nggak punya teman main di tetangga sekitar.
Alasan lain adalah ada kegiatan field trip dan performance di public area.
Benefit lain silakan baca di sinisini dan sini.

Tentu saja, kondisi setiap keluarga berbeda. Ada yang memang butuh preschool sebagai alat bantu orang tua, ada juga yang tidak.
Yang pasti, sebagai orang tua, kita wajib mengetahui apa konsekuensi dan manfaat memasukkan ke Preschool. Bukan sekadar ikut-ikutan trend, gengsi dan semacamnya.
Jadi kami memutuskan memasukkan Ayra ke preschool sejak usia 2 tahun. How about you?

Ini beberapa foto trial hari ini.



Senam bersama dan ikrar

Salah satu mainan yang ada di dalam kelas

pakai celemek untuk persiapan melukis dengan tangan

melukis dengan tangan

membentuk dan menghias roti

Ayra menunjukkan tanamannya

Menyiapkan tanaman

Pulang dapat balon :D



  1. semoga Ayra betah disekolah uang dipilih :)

    ReplyDelete
  2. Mantap ndin...aku pengen juga, pemikiranku juga hampir sama denganmu tapi kendala...sesbentar ikut kesana kemari dg suami, kan jadi ga mungkin baru sekolah dah pindah lagi... :(

    ReplyDelete
  3. Iya yi...setiap keluarga kan beda kondisinya ya...nggak ada satu pendapat yg benar. Menurutku idealnya ya dg ibunya sendiri. tapi memang ada kondisi2 yang tidak ideal :)

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives