Wednesday, April 2, 2014

MPASI: Apakah harus selalu puree buah dulu?

Banyak sekali beredar saran untuk memberikan bayi makan buah saja, terutama pada saat sarapan...Sebetulnya tidak ada yang salah memberikan buah pada bayi karena buah adalah salah satu sumber vitamin yang penting bagi manusia. Tetapi ada yang harus diperhatikan soal pemberian buah ini yaaa: 
PERTAMA, bayi bukan orang dewasa. Kebutuhan serat pada bayi itu berbanding terbalik dengan orang dewasa. Kalau bayi asupanya harus kaya lemak, kaya protein tapi rendah serat. Sementara untuk dewasa, asupan harus rendah lemak tapi kaya serat. Kenapa? Karena bayi di bawah usia 2 tahun itu punya keterbatasan mencerna serat yang tinggi. Itu makanya, konsumsi terlalu banyak serat pada bayi bisa memunculkan sembelit. Itu makanya kalau kita perhatikan feses bayi, kita akan melihat jelas serat2 makanan terutama buah dan sayur yang dia konsumsi. Buah harus tetap diberikan tiap hari, tapi perhatikan juga unsur2 serat pada makanan yang Anda berikan ke bayi ya...

KEDUA, buah bisa diperkenalkan sebagai salah satu makanan yg diperkenalkan pertama kali ke bayi, selain makanan pokok. WHO/UNICEF sendiri sebetulnya lebih mengutamakan perkenalan makanan pokok/serealia sebagai MPASI pertama. Golongan serealia atau makanan pokok serta buah dan sayur cocok diberikan di awal MPASI karena golongan makanan ini berpotensi alergi rendah.

KETIGA, terkait dengan poin pertama, bayi harus makan makanan yang kaya protein dan kaya lemak. Kenapa? Karena protein adalah elemen utama pertumbuhan untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Konon, protein berkontribusi 60-75% terhadap elemen pertumbuhan bayi. Makanya untuk bayi yg ingin mengejar berat badan menu double protein (dua jenis protein dalam satu menu makanan) dalam makanan harus diberikan. Pemberian sumber2 lemak pada makanan juga penting untuk pertumbuhan bayi. 


Terkait dengan tingginya demand protein ini, untuk bayi yang SUDAH menjalani masa awal perkenalan MPASI (yang 1-2 kali makan dengan menu tunggal), dimana dia sudah bisa makan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan maka menu makanan besarnya SANGAT DISARANKAN memenuhi semua elemen nutrisi. Di piringnya harus ada karbohidrat, protein, lemak, serta micronutrients (vitamin dan mineral). Lalu di mana letak konsumsi buahnya? Buah diberikan sebagai cemilan, yang 1-2 kali itu, jadi bukan dijadikan makanan utama atau makan besar yang menggeser posisi menu lengkap yang saya sebut di atas. Metode food combining yang memberikan buah saja untuk sarapan sejatinya lebih cocok diberikan pada orang dewasa yg butuh banyak serat, terutama untuk mereka yang sedang menjalani diet karena sifatnya yang kaya serat. Tetapi untuk bayi dan anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun, menu makan besarnya harus dioptimalkan pada pemenuhan semua elemen gizi. 

Ingat bahwa kunci asupan yang benar akan sangat vital pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Jadi jangan sia-siakan golden age pertumbuhannya ya, karena itu sifatnya irreversible atau tidak akan terulang kembali. Dan ingat juga, bahwa angka anemia defisiensi besi di Indonesia untuk golongan bayi usia 6-12 bulan adalah tinggi, sekitar 40%. Jadi ada baiknya, optimalisasi menu kaya protein ini sangat diperhatikan.

1 comments:

basekosmetik.com said...

menarik sekali, baca juga yang ini ya >> cara memutihkan kulit

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review