My Journey of Breastfeeding

Untuk yang belum tahu, aku sedang hamil 22 minggu saat ini. Ayra umur 27 bulan, dan sedang dalam proses menyapih.
Aku nggak pasang target apa2, memang proses weaning with love (WWL) baru dimulai tepat Ayra usia 2 tahun.
Sebagai konselor laktasi, aku tahu teori tentang Nursing while Pregnant (NWP) dan WWL. Dan aku bersyukur bisa menjalani kedua proses tersebut. Bukan cuma teori :D
Hambatan selama menjalani NWP alhamdulillah nggak ada. Hanya saja masuk trimester kedua, payudara mulai terasa sensitif. Jadi agak sakit waktu Ayra baru memulai menyusu.
Waktu hamil Ayra dulu, nggak terasa kalau sensitif. Mungkin karena memang payudaranya belum difungsikan :D
Proses WWL saat ini Ayra hanya menyusu pada malam hari saja. Maksimal cuma 3x. Biasanya hanya 1x saat mau tidur saja. Jadi 2-3x karena Ayra sering mimpi buruk :D *nurun sapa cobaaaa...

Berikut ini sedikit cuplikan dari dokumen FB AIMI tentang Nursing while Pregnant :)

Kadangkala seorang ibu dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya hamil lagi ketika masih dalam fase menyusui. Menurut mitos yang berkembang, banyak yang menyatakan bahwa menyusui saat hamil (Nursing While Pregnant) atau menyusui bersama kakak dengan adik (Tandem Nursing) dianggap sesuatu yang tidak wajar bahkan tidak boleh dilakukan. Ada mitos yang mengatakan, ASI-nya bisa membuat si kakak menjadi idiot karena ASI-nya bisa meracuni si kakak . Atau ada yang berpendapat bahwa ASI-nya akan basi sehingga tidak bisa diminum oleh si adiknantinya jika si ibu tetap menyusui si kakak. Faktanya, Nursing While Pregnant dan Tandem Nursing adalah hal yang sangat mungkin dilakukan bahkan dianjurkan karena berbagai sebab:
  1. Untuk menjamin kebutuhan ASI bagi si kakak dan si adik
  2. Untuk mengajarkan makna berbagi pada si kakak, yang seringkali efektif untuk mencegah kecemburuan akibat lahirnya si adik
  3. Membuat proses transisi lahirnya si adik menjadi lebih lancar dan mudah bagi si kakak karena dengan tetap menyusui si kakak, dia merasa yakin bahwa kasih sayang ibunya tidak berubah
NURSING WHILE PREGNANT

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seorang ibu ingin tetap menyusui selama hamil, antara lain:
  1. Tidak pernah mengalami keguguran. Jika pernah keguguran, maka dokter yang pro-ASI biasanya juga akan memastikan dulu apa sebab kegugurannya sebelum melarang atau mengijinkan NWP
  2. Tidak pernah mengalami pendarahan selama masa kehamilan terdahulu, apalagi yang memerlukan bed-rest
  3. Tidak pernah mengalami kelahiran prematur.
  4. Kondisi janin dinyatakan dalam keadaan sehat oleh dokter atau bidan
  5. Berkonsultasi dengan dokter dan bidan pro-ASI apabila si ibu ingin tetap menyusui selama hamil
  6. Apabila mengalami kontraksi yang intens ketika menyusui, terutama jika itu terjadi saat trimester pertama, dianjurkan untuk segera berhenti menyusui dan segera menghubungi bidan atau dokter.
  7. Perhatikan baik-baik asupan harian ibu. Menyusui saat hamil sering kali menguras kondisi fisik ibu hamil, sehingga penting agar ibu hamil yang tetap menyusui selalu mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang banyak, dan cukup istirahat.
  8. Jika si kakak sudah memasuki masa MPASI, maksimalkan peran MPASI-nya. Berikan makanan yang bergizi dan bervariasi, perbanyak asupan cairan berupa air putih dan jus buah segar serta maksimalkna pemberian menu double protein. Gunanya terutama untuk mengantisipasi jika aliran ASI berkurang saat kehamilan ibu memasuki usia trimester kedua.
  9. Apabila ibu pernah mengalami sejarah keguguran atau kelahiran prematur dan pada kehamilan selanjutnya ingin menyusui di masa hamil, diskusikan secara komprehensif dengan bidan atau dokter. Pada beberapa kondisi, ibu dengan riwayat keguguran atau kelahiran prematur tetap bisa menjalankan NWP apabila dokter atau bidan melihat sebab kelahiran prematur aau kegugurannya tidak terkait dengan kondisi lemahnya kondisi rahim atau jika tenaga kesehatan meihat bahwa kondisi janin dinilai cukup kuat.

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan mungkin terjadi pada ibu yang menyusui ketika hamil:
  1. Ketika memasuki kehamilan trimester kedua, ada kemungkinan terjadi penurunan produksi ASI. Hal ini wajar karena ASI matang dalam payudara bertahap berubah menjadi kolostrum. Silakan tetap menyusui jika si kakak masih mau. Karena ada kalanya perubahan ini membuat si kakak tidak mau lagi menyusu.
  2. Banyak mitos yang menyebutkan bahwa kalau tetap menyusui si kakak, maka si adik tidak akan mendapatkan kolostrum karena sudah dihabiskan oleh si kakak. Jangan khawatir, si adik akan tetap medapatkan kolostrum yang nanti diperlukannya setelah dia lahir. ASI yang keluar saat hamil komposisinya berbeda dengan kolostrum. Kolostrum yang sebenarnya akan keluar segera setelah si adik lahir. Pastikan bahwa ibu dan si adik menjalani proses IMD (Inisasi Menyusu Dini) yang benar untuk menunjang sukses menyusui.
  1. wahh kebetulan sama dengan anak saya usianya Ayra mb.. sya jg pingin wwl, tpi bgung memulainya..hehehe... tpi memang 3 terakhir sdh tdk aktif pumping, tpi klo nenenin dirumah sih tetep, apalagi pasti klo mo tidur harus nen, klo g nen g bs bubu #haduh
    selain itu jg klo dia lg g nyaman dengan ssuatu *jadi semacam pelarian* gtu....

    ReplyDelete
  2. Oooh...saya sudah nggak pumping sejak Ayra umur 23m, mbak...sudah malas...hehe...
    seharian nggak nenen juga nggak papa sebenernya, kalau saya lagi di kantor. Yang paling susah pas jam2 tidur, terutama tidur malamnya :D

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives