Sunday, October 26, 2014

Breastfeeding during Pregnancy: Oxytocyn Receptor

0 comments

Setelah beberapa saat lalu saya menuliskan tentang Nursing while Pregnant (NWP), kali ini saya juga menuliskan hal yang terkait dengan NWP.
Sejak awal kehamilan kedua ini, teman2 AIMI Jatim (lebih tepatnya, Ketua Cabangnya) memberitahu bahwa reseptor oksitosin yang biasanya menyebabkan kontraksi saat NWP, baru muncul di trimester 3. Jadi sejak awal kehamilan ini, saya santai saja menyusui Ayra meski sedang hamil.
Begitu masuk trimester 2, payudara mulai sensitif. Sehingga saat disusu Ayra terasa sedikit sakit. Tapi hanya 1 menit pertama saja.
Begitu masuk trimester 3, sakitnya nggak hilang2. Dan ditambah saya sugesti sendiri kalau bakal kontraksi. Apalagi seminggu sebelum masuk TM 3, saya memang sempat kontraksi karena kecapekan pelatihan 5 hari full dari jam 8-21.
Alhasil pada beberapa hari awal TM 3, saya sempat uring2an karena sakit dan Ayra masih tetap harus menyusu saat tidur malam (ditambah Ayra lagi batpil sehingga semakin menyulitkan proses tidurnya).

Dengan bantuan mbah Google, saya mulai browsing sendiri tentang reseptor oksitosin ini. Dan ini hasilnya...

Myths vs Facts: Breastfeeding During Pregnancy and Tandem Nursing

By Hilary Flower, author of
Adventures in Tandem Nursing: Breastfeeding During Pregnancy and Beyond, published by La Leche League International in July 2003

You have probably heard most of these common statements circulating about breastfeeding during pregnancy and tandem nursing. I set out to test their veracity, and was surprised by what I found! Test the currency of your own knowledge: which statements are myth, fact, or simply unknown?

1. “At 24 weeks gestation, the uterus changes in such a way that breastfeeding goes from being safe to risky.” …MYTH or FACT?

Myth. Oxytocin is a hormone released during breastfeeding that causes uterine contractions, usually too mild to notice. This fact has raised concern that breastfeeding could contribute to preterm labor in an otherwise healthy pregnancy. The uterus starts out pregnancy fairly insensitive to oxytocin, and somehow the rumor got started that it increases in sensitivity in mid-pregnancy. Research does not support this. Instead, the first marked increase occurs after the 37th week—with little or nothing happening before that time.

2. “When you are breastfeeding during pregnancy, your body gives first to the fetus, then to the nursling, and then what’s left over goes to your own daily needs and reserves.” …MYTH or FACT?

Myth. If your body fat is already perilously low, you will want to note that malnourished women yield some body fat to contribute to fetal weight gain. But we have no research to tell us whether the fetus or nursling gets priority in times of shortage. More importantly, we have no reason to believe that anyone needs to come up short unless the mother is malnourished. Follow your appetite, eat enough calories of a basic mixed diet, and gain weight within the same parameters as if you weren’t breastfeeding, and your body will do the rest.

3. “The newborn always needs to nurse first.” …MYTH or FACT?

Myth. Your newborn may need “first dibs” on colostrum since it is in limited supply in the first day or two. The sensation of your milk “coming in” indicates that your supply has exceeded your children’s demand; you can now count on plenty for both nurslings. Indeed, if you experience engorgement or an overly strong milk flow, your newborn may have an easier time if you nurse your toddler first!

4. “Most mothers experience a significant drop in milk supply during pregnancy.” …MYTH or FACT?

Fact. 70% of mothers notice a significant drop in supply during pregnancy. Still, a minority of mothers continue to produce an abundance of milk throughout pregnancy.

5. “Tandem nursing mothers can make a double supply of milk—just like mothers nursing twins.” …MYTH or FACT?

Fact. In one study a tandem nursing mother made a double supply of milk for the entire seven months that she tandem nursed (and her newborn was well above average in growth!). The only supply concern generally reported by tandem nursing mothers is oversupply.

6. “A majority of children self-wean during their mothers’ pregnancies.” …MYTH or FACT?

Myth. It is true that a majority of children do wean during their mothers’ pregnancies; the question is: who’s idea is it? In one study of La Leche League mothers breastfeeding during pregnancy, 26% of children self-weaned, 28% of the mothers led weaning, and the other 46% went on to tandem nurse.

7. “If you enjoy nursing your child before pregnancy, there’s no reason to believe that pregnancy would change that.” …MYTH or FACT?

Myth. It’s important to note that pregnancy does tend to change “breastfeeding as usual” for many mothers. Some mothers find that nursing during pregnancy causes pain, agitation, or nausea, and such problems can affect their feelings about continuing. (Similarly some toddlers don’t like the changes in flavor and supply of milk.)

8. “Tandem nursing will ensure a smooth sibling adjustment for your older child.” …MYTH or FACT?

Myth. Your older child may experience a range of emotions, from fear of displacement–to anger at you–to delight in the new baby. And remember that sibling relationships tend to have their own rhythms of bonding and fighting, and both can happen at your breast! Realistic expectations, lots of mama love, open communication and a sense of humor will help you move through any challenges that arise.

9. “Breastfeeding reduces morning sickness.” …MYTH or FACT?

Unknown! This appears to be true for many mothers (myself included) but only a scientific study could tell us whether statistics will bear this out or not. On the other hand, some unlucky moms do experience isolated bouts of nausea specifically during breastfeeding sessions.

10. “Tandem nursing mothers are martyrs.” …MYTH or FACT?

Myth. It is true that nursing two children is a big commitment. On the other hand, weaning a reluctant child is no easy task either, particularly if you are pregnant or caring for a new baby. Each mother must choose the option she is most prepared to follow through on.

BONUS QUESTION: “Tandem nursing is rare.” …MYTH or FACT?

Myth. Many mothers are careful about whom they tell, but this invisibility masks a common practice. In one study of 179 mothers who had breastfed at least one child for at least six months, 61% had breastfed during pregnancy, and 35% had tandem nursed.

How did you do?

Poin pertama yang menjadi keyakinan saya. Ternyata reseptor oksitosin baru muncul pada usia kandungan 37w!
Alias memang memasuki masa persalinan.
Sehingga saya lebih tenang dalam menyusui Ayra untuk tidur malamnya.
Toh sebenarnya Ayra cuma butuh 5 menit menyusu untuk tidur malam. Mulai pagi sampai malam sudah tidak menyusu lagi.
Perubahan kondisi ini mungkin tidak mudah juga untuk Ayra. Dan saya nggak tega juga untuk "memaksa" menyapih Ayra di saat2 seperti ini.

Terakhir kali periksa ke obsgyn, alhamdulillah kondisi janin sehat semua. Meski saya bilang sempat kontraksi karena kecapekan, dokter bilang tidak apa2. Cukup istirahat saja saat ada kontraksi. *yes, the doctor doesn't know if I'm still breastfeed Ayra :D

Semoga sehat semuanya yaa...

Saturday, October 11, 2014

Ketika Ayra Tidur Malam Tanpa Nenen untuk Pertama Kalinya

0 comments
Selama satu minggu kemarin, aku mengikuti pelatihan Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) untuk dosen, yang diadakan oleh KOPERTIS Wilayah 7. PEKERTI ini semacam sertifikasi supaya dosen bisa menjalankan tugasnya yaitu mulai menyusun analisis instruksional, silabus, RPP, kontrak kuliah dan praktek team teaching serta micro teaching. Pelatihan diadakan Senin sampai Jumat, jam 8-21. Tempatnya di Ketintang, yang mana jauuuuh banget dari rumah.

Hari Senin masuknya jam 15 sampai jam 21. Hari pertama Ayra tidurnya nungguin aku pulang. Jadi baru tidur jam 22. Selasa masuk jam 8 dan untungnya bisa pulang cepat, jam 19.30 sudah sampai rumah. Jadi Ayra tidur sama aku lagi jam 20. Hari Rabu nih yang berat. Masuknya jam 8 dan selesainya benar2 jam 21. Sampai rumah jam 22. Dan dikabari ART kalau Ayra sudah bobok jam 20.30.


Pertama kalinya aku ninggalin Ayra 14 jam maraton. Pertama kalinya Ayra tidur malam tanpa ditidurkan oleh mama. Pertama kalinya Ayra tidur malam tanpa nenen sepanjang malam.

Rabu dikabari suami, paginya Ayra sekolah juga pintar. Turun dari mobil ya jalan sendiri, begitu masuk gerbang ya masuk aja tanpa rengek2an atau tangis2an ke papa. Dijemput juga begitu, jalan sendiri menuju gerbang dan dg sabar menunggu antrian untuk dijemput masing2.
Antara senang dan terharu...

Kamisnya mulai jam 8 dan alhamdulillah bisa pulang cepat jam 20 sampai rumah, dan Ayra belum tidur. Akhirnya ya nenen lagi :D meski cuma 5 menit trus dia langsung tidur. Ayra sempat terlihat excited di kasur sambil bilang "bersama...bersama". Dia senang karena tidur bareng papa dan mama seperti biasanya. Terharu :')

Jumat masuk jam 8 selesai jam 11.30, rasanya badan sudah benar2 rontok.

Friday, October 3, 2014

Malaikat Kecil

0 comments

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembałi
Saat malaikat kecilmu terus membututi
Dan tak ingin engkau pergi
Sementara tumpukan piring kotor menanti untuk dicuci
Percayalah... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika malaikat kecilmu ditahan di tangan kiri
Karena menangis tak mau ditinggal sendiri
Sementara tangan kananmu memegang kuali
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau sibuk penuhi kebutuhan asi
Berbaring memeluk diatas dipan yang tak pernah rapi
Sementara malaikat kecilmu yang lain berteriak dari kamar mandi
Meminta bantuanmu untuk bersuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau tak bisa membaca dengan penuh konsentrasi
Karena tangan kecil menarik memintamu menemani
bermain masak-masakan atau kereta api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Pakaian kotor yang menggunung menantimu membilas kembali
yang diwarnai beragam noda hasil kreasi
Sementara kesibukan menyusui
Membuatmu sulit sekedar untuk nyalakan mesin cuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika meja makan selalu dihiasi
Tumpahan susu dan remahan roti
Atau nasi yang berserak setiap hari
Sementara semut terlanjur menghampiri
Sebelum sempat kau bersihkan kembali
Percayalah..... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika menyusul si kecil yang kabur berlari
Menyusuri jalan keluar dari garasi
Sementara masakanmu menghitam dibakar api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Alas kasur yang khas berbau air seni
Buka tutup popok yang diganti berkali-kali
Sementara hujan terus menerus membasahi
Kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika satu persatu merantau pergi
Jalani masa depan membentuk jati diri
Dan ketika kelak mereka menjadi suami atau istri
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan hiasi masa ini dengan amarahmu yang akan terekam dalam memori
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan lewati masa ini dengan luapan emosi
Yang kelak hanya dapat kau sesali
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan biarkan sosok lain menempati posisi yang lebih berarti
Karena dimasa ini engkau lewati dengan kesibukan diri sendiri
Percayalah.... masa-masa seperti ini akan berganti sebentar lagi
Dengan kerepotan yang lebih banyak pada urusan pikiran dan hati

Saat menemukan puisi tersebut di media sosial, hati ini begitu tersentuh. Ingin rasanya menuliskan perasaan di hati untuk anakku tersayang, Ayra.
Ayra sayang, hingga tulisan ini mama buat, tidak pernah sedetik pun mama melupakanmu.

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review