My Love Letter for My Ayra

Dear Ayra,

saat mama menulis surat ini, usiamu genap 2,5 tahun. Dua setengah tahun yang sangat berharga untuk mama. Banyak hal yang mama pelajari setelah menjadi ibu.
Sejak hamil, mama mempelajari tentang ASI dan menyusui. Mempersiapkan segalanya untuk menyambut kehadiranmu. Semangat dan niat mama sangat kuat dari dalam diri sendiri karena memang sudah tidak ada ibunya mama atau nenekmu. Sedangkan kakek dan nenek dari papamu tinggal di luar kota.
Sejak kelahiranmu, semua mama kerjakan sendiri karena memang bertepatan dengan keluarnya asisten rumah tangga. Jadi mama merawatmu 100% sendiri tanpa bantuan siapapun, dan mama beruntung karena papa mau ikut terlibat merawatmu.
Pengalaman itu sangat berharga untuk mama. Dari mama yang biasa kemana-mana sendiri, sekarang harus mempertimbangkan kamu yang pasti harus ikut mama. Perubahan pola tidur, pengalaman menyusui yang awalnya mengalami puting lecet sampai terasa demam, mencari pengasuh karena mama harus kembali bekerja, hingga akhirnya mama meminta untuk bekerja secara part time dan lain sebagainya. Begitu banyak yang mama alami selama memilikimu.
Hingga kamu berusia 1,5 tahun mama mendapatkan tambahan pekerjaan, sebenarnya susah memutuskan karena mama ingin mempunyai banyak waktu denganmu. Tapi mama sadar, mama harus tetap bekerja selain untuk membantu papa menyiapkan masa depanmu, tapi juga untuk keseimbangan hidup mama. Dengan bergaul dengan banyak orang dan berkutat dengan passion mama, juga membuat mama menjadi lebih sehat secara mental. Mama ingin menjadi mama yang sehat untukmu, nak..
Tapi komitmen mama untuk selalu memprioritaskan anak akan selalu mama jaga. Terbukti mama masih bisa mengantar jemputmu sekolah, mengajakmu pergi berdua dan mengerjakan banyak hal lainnya bersamamu. 
Tepat usia 2,5 tahun ini Ayra sudah menjadi anak yang hebat dan pintar. Saat ini kita sedang menjalani masa penyapihan dan menyambut kehadiran adikmu. Mama sangat bangga karena Ayra paham dan mau menahan diri untuk tidak menyusu lagi. Proses menyapih dengan cinta ini sudah kita mulai sejak beberapa bulan lalu, tapi sudah 3 minggu ini kamu berhasil tidak menyusu lagi secara penuh. 
Proses weaning with love ini memang membutuhkan keikhlasan 3 pihak: mama, papa dan Ayra. Beberapa kali mama yang tidak ikhlas, merasa kehilangan dengan momen menyusui. Tapi papa yang selalu menguatkan. Selalu terbayang momen menyusuimu, nak, mama bisa memelukmu, mencium bau rambutmu yang segar dan memandang wajahmu yang menyusu dengan antusias. Meski sampai sekarang kamu selalu bilang sayang mama dan tidak ada perubahan sikap lainnya, tetap saja mama akan merindukan momen menyusuimu, nak..
Perjalanan kita masih panjang, Ayra, kita akan selalu belajar bersama, bergandengan tangan dengan papa dan calon adikmu kelak. 
Terimakasih Allah telah memberi kesempatan untuk menjadi ibumu, mama sangat bangga menjadi ibumu dan akan selalu begitu. Mama sayang Ayra selamanya, baik kamu sadari maupun tidak.

Love,
Mama

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives