Weaning with Love (again)

Ini adalah lanjutan dari postingan yang ini. Minggu ini adalah minggu ketiga masuk keempat Ayra disapih.
Kejadian setelah saya menuliskan postingan terakhir, saya tuliskan di Facebook. Akan saya copy di bawah :)

Tanggal 17 November 2014
Spt saat ini, sejak masa penyapihan 2minggu lalu, pola tidur malam Ayra terganggu. Dia baru bisa tidur 2 jam setelah masuk kamar.
Seperti kejadian kemarin, saya mengajak Ayra pergi jam 16 sehingga maghrib sudah bisa di rumah. Dan ternyata sesuai perkiraan saya, dia sudah sangat ngantuk sampai2 sudah tidur mulai dari parkiran sampai pagi ini tidak bangun samsek. Ini karena sehari sebelumnya Ayra baru tidur jam 23.30 dan bangun jam 6.20. Sedangkan siangnya hanya tidur kurang dari 1 jam.
Cerita di hari sebelumnya adalah kami mengajak Ayra keluar sampai jam 21, sehingga sampai rumah jam 21.30 dan Ayra baru masuk kamar jam 22. Sehingga baru bisa tidur jam 23.30. Tanpa nangis sebenarnya.

Tanggal 22 November 2014
Papa sekarang jadi orang favoritnya Ayra menjelang tidur malam. Spt tadi malam, selesai sholat isya, kami kaget melihat Ayra tiduran di kasur dan sudah melepas celana piyamanya, sedang berusaha melepas diapersnya.
Waktu kami tanya, kenapa lepas celana, Ayra jawab mau dipijetin papa.
Jadilah kami melipat alat sholat sambil ketawa2. Dan saya harus merayunya utk nggak melepas diapersnya juga.
Berhasil, tiba2 dia balik badan, memposisikan tengkurap, spt orang yg siap dipijat. Alhasil papa berubah profesi jd tukang pijet. Ayra pun berubah jadi klien yg suka memberi instruksi...."habis ini tangan ya..", "habis ini perutnya ya"...
Selesai pijat, Ayra balik mendekat ke mama trus bobok deh 

Hingga kejadian dua malam lalu, hari Senin tanggal 25 November 2014. Sejak bangun pagi, berangkat sekolah, Ayra mulai berulah. Tapi ulahnya ini hanya ke aku aja. Kenapa aku tahu? Karena waktu sama mbaknya (dan aku kerja), mbaknya bilang Ayra baik2 saja seperti biasa. Cuma memang tidur siangnya lebih sedikit, cuma sekitar 1-1,5 jam saja.
Jadi hari Senin sore waktu aku pulang kerja, dia nangis tanpa alasan jelas, nggak mau melanjutkan makannya. Aku ajak ke kamar, aku peluk, berhenti sebentar. Trus nangis lagi.
Belum lagi aku juga dimarahi bapakku karena seharusnya aku begini begitu....jadilah memang hari itu aku capek fisik dan mental.
Singkat cerita, malamnya saat Ayra berulah lagi, aku benar2 nggak tahan, karena aku sendiri makannya kurang, dsb. Alhasil saat ganti baju tidur, dia bikin ulah, aku benar2 meninggalkannya ke lantai bawah. Setelah sebelumnya aku kasih pilihan dulu (tentu tanpa bentak2 yaa ;) ).
Saat di bawah, aku makan lagi, sudah jam 21 tapi aku masih lapar. Aku mendengar Ayra panggil2 aku. Tapi aku biarkan saja. Selesai makan, aku naik ke atas. Lihat Ayra bersama papanya, aku masuk kamar dan bersiap2 tidur. Aku pikir biar saja Ayra dengan papanya. Tiba2 Ayra masuk kamar diantar papanya dan langsung menuju ke arahku. Sudah dengan senyum manis, panggil "mama..." trus minta tidur di sampingku. Aku tawarkan baca buku cerita, hanya dengan 2 cerita, Ayra langsung tidur tanpa ba bi bu...
Setelah itu, si papa cerita kalau saat aku di bawah, Ayra nanya ke papa, "mama kemana?" trus manggil2 aku ke bawah itu.. Setelah nggak ada jawaban, Ayra duduk di sofa dan menunduk seperti merenung sambil bilang "mama...mama".
Karena papa nggak tega, papa pangku Ayra :'(
Aku langsung nangis waktu dengar cerita itu... Sepertinya memang Ayra sengaja berbuat ulah hanya ke aku untuk mengungkapkan yang ada di hatinya, entah apapun itu.
Sejak itu, Ayra sudah bersikap normal lagi ke aku, sampai hari ini juga. Pola tidurnya juga mulai membaik. Sudah bisa tidur lebih cepat dan siang sudah bisa tidur agak lama. Semoga ini menunjukkan Ayra sudah mulai stabil :)
  1. semoga terus dilancarkan proses weaning with love nya :)

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives