Monday, November 3, 2014

Weaning with Love

Jujur saja, aku nggak tahu bagaimana rasa kontraksi maupun kontraksi palsu. Karena waktu hamil Ayra dulu, sepertinya aku nggak pernah mengalaminya.
Nah sejak mengikuti pelatihan 3 minggu yang lalu, aku mengalami rasa kencang2 di bagian bawah disertai rasa sakit untuk berdiri. Setelah 1 hari tiduran saja, kondisi sudah membaik.
Kemarin tiba2 saja aku mengalami rasa nggak nyaman lagi. Rasa mules, sampai aku sudah pup 2x, tapi mulesnya masih ada dan disertai rasa seperti dilep mau mens. Setelah sms dua dokter obsgyn, aku diberi resep dan disuruh istirahat. Kalau setelah pemberian obat, rasa sakit masih ada, aku disuruh opname.
Kondisi di rumah juga nggak ada adik dan bapak, jadi aku bener2 nggak tahu ini kondisi emergency atau bukan.

Alhasil, siangnya suami memutuskan membantu menyapih Ayra. Bagaimanapun juga Ayra sudah nggak boleh menyusu lagi.
Jadi karena nggak ada kamar lain, aku memang tetap berada satu kamar. Dari perjalanan menyapih Ayra sebelum2nya, cuma ada aku dan Ayra, dia nggak mau dipeluk, ditepuk2, dll. Yang ujung2nya dia minta nenen lagi. Pernah 1x berhasil tidur tanpa nenen, setelah dia glibak-glibuk ke sana kemari. Perjuangan Ayra berat sepertinya... :(
Nah yang kemarin, karena ada suami, dia yang berinisiatif untuk menidurkan Ayra. Dia yang membacakan buku cerita, dan aku tidur memunggungi mereka berdua.
1,5 jam kemudian, aku melihat mereka berdua sudah tertidur. Entah siapa yang tidur duluan. Aku sendiri juga sudah bilang ke Ayra kalau aku sedang sakit. Jadi minum obat, dan sholatnya sambil duduk. Itu juga mungkin membantu Ayra, dia paham bahwa mama nggak bisa menyusui dia lagi.

Begitu pula malamnya, suami yang membantu menidurkan Ayra jam 9 malam, yang mana sebenarnya belum jam tidur suami. Akupun masih belum ngantuk sebenarnya. Jadi aku memunggungi mereka berdua, dan aku mendengar kalau suami yang tertidur duluan. Ayra masih bergerak2, hingga 10 menit kemudian sudah nggak ada gerakan lagi.

Sangaaat terharu....Ayra sudah bisa paham kalau mamanya nggak bisa menyusui lagi.
Aku juga sudah bilang kalau adiknya lahir nanti, belum bisa makan apa2 kecuali minum susu mama. Jadi susunya mama buat adik saja. Kalau Ayra kan sudah bisa makan nasi, puding, dll. Ayra sendiri yang menyebutkan nama2 makanannya :)

Pengalaman kemarin benar2 membuktikan bahwa menyapih membutuhkan kesiapan 3 pihak: ayah, ibu dan anak. Kalau sebelumnya hanya aku dan Ayra yang berjuang, hasilnya nggak maksimal. Kali ini si papa sudah merasakan sendiri bahwa dia harus turun tangan :)

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review