Sunday, December 21, 2014

Happy Mother's Day 2014!

1 comments










Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, terasa istimewa tahun ini. Sekolah Ayra mengadakan acara untuk memperingati Hari Ibu kemarin tanggal 20 Desember 2014.
Aku sama sekali nggak tahu detil acaranya seperti apa. 
Ternyata ada performance dari anak2, pemberian hasil karya anak dan surprise dari para suami :)

Dijadwalkan kami harus datang jam 7.30, jadi Ayra sejak pagi sudah aku persiapkan untuk bangun pagi. Pagi itu sebenarnya aku sering merasa kontraksi. Aku yang dari awal memang nggak berharap bisa datang, pasrah aja. Dan aku ikhlaskan untuk datang aja.
Sesampainya di sekolah, Ayra dipisah dari aku karena harus menuju ruang backstage khusus toddler. Biasanya nggak pernah nangis, kemarin Ayra menolak pisah sama aku dan menangis. Tapi aku sih tenang saja karena yakin Ayra nggak akan nangis lama.


Surprisingly, Ayra mau berdiri di depan sendiri, nyanyi dan goyang2. Itu boneka bukan punya Ayra, tapi punya sekolah dan nggak ada yang nyuruh dia bawa boneka.
Proud to be her mom :')

Selesai tampil, masih di ruang backstage toddler, Ayra terlihat tenang main sendiri. Sementara sebagian besar teman2nya pada nangis. Bu guru pun juga kewalahan karena banyak yg menangis hari itu.
Cuma karena kasihan, aku datangi Ayra untuk kasihkan kue. Yakin banget Ayra lapar. Karena datang ke sekolah jam 7.30 cuma makan mie aja. Sedangkan tampilnya jam 9.30. Di antara waktu tunggu itu kami sudah berpisah, Ayra di backstage dan aku menunggu di depan panggung.
Alhasil waktu selesai perform, dia langsung habis kue 1,5 bungkus dan susu 1 botol penuh. Trus dilanjut makan mienya 

Selesai Ayra perform, masih banyak performance kelas lain, dan kami diberitahu untuk jangan pulang dulu. Menunggu sekitar 1 jam (dan itu terasa lama untuk bumil sepertiku karena duduk di bawah), akhirnya bu guru masuk ke kelas toddler dan memberikan hasil karya Ayra. Bu guru menyerahkan bunga ke Ayra untuk diberikan ke aku. Serta ada kado dari papa Ayra!
Ternyata oh ternyata, bu guru sudah berkoordinasi dengan para papa secara rahasia. Dan para papa sebenarnya diundang juga ke acara ini, tapi karena papa Ayra masih kerja, jadi kadonya dititipkan saja :)
It was enough for me...I was happy yesterday and proud of my daughter :)
Dan pastinya berterimakasih ke sekolahnya Ayra karena mengadakan acara ini, sudah menyiapkan semua acara serta berkoordinasi secara rahasia dengan para suami..

Selamat hari Ibu untuk semua ibu dan calon ibu!

Friday, December 19, 2014

Refleksi Kelahiran Ayra untuk Menyambut Adiknya

0 comments

Hari ini adalah H-7 kelahiran adik Ayra, insyaAllah... operasi direncanakan tgl 27 Desember 2014.
Ada beberapa hal yang ingin aku evaluasi terkait kelahiran Ayra. Meski aku berhasil menyusui Ayra sampai usia 30 bulan, tapi ada beberapa hal yang masih kurang menurutku.

1. IMD Ayra cuma 15 menit. Saat itu aku memang belum tahu kalau IMD itu minimal dilakukan 1 jam. Dan target utamanya bukan bayi bisa menyusu pada payudara.
2. Pola tidur Ayra yang terbalik sampai usia 3 bulan. Ini yang bikin aku kacau karena sangat capek. FYI, meski tinggal di rumah bapak, tapi mamaku sudah meninggal, mertua hanya datang saat hari H melahirkan, adikku masih kuliah, suami & bapak hanya cuti 3 hari plus pembantu minta keluar semua bertepatan dg aku pulang dari RS.
3. Pemberian ASIP yang gagal. Tapi lebih karena faktor eksternal siih...krn waktu itu benar2 nggak ada pengasuhnya. Jd memang nggak bisa kasih ASIPnya.
4. Masa MPASI yang salah. Ayra mengalami sembelit dan aku semakin memberi dia banyak sayuran dan buah. Ekspektasi yang terlalu tinggi saat MPASI, berharap Ayra langsung lahap saat masa MPASI. Padahal usia 6-12 bulan nutrisi masih 70% dari ASI.

Di luar itu aku sangat bersyukur dan bangga dengan pola asuh kami terhadap Ayra.
1. Penerapan duduk sendiri di carseat sejak lahir membuat dia disiplin saat di mobil. Plus menggunakan seatbeltnya :)
2. Kami selalu menggunakan istilah sebenarnya. Meskipun istilah itu dalam bahasa inggris dan Ayra kesulitan menirukannya.
3. Aku selalu menekankan pemberian alasan yang sebenarnya untuk segala hal. Misalnya aku harus meninggalkan dia untuk kerja, ya itu yang aku katakan pada Ayra. Atau saat dia tidak boleh dekat2 kompor karena ada api yang panas untuk tangannya. Atau pisau, dll.
Semua aku berikan alasan yang sebenarnya dan memberikan batasan waktu kapan dia bisa melakukannya. Jadi kalau pegang pisau belum boleh karena bahaya, kalau sudah besar boleh.
Ini juga berpengaruh pada kebiasaan Ayra utk ikut sholat. Aku nggak pernah meminta dia sholat. Tapi dia yang minta sendiri. Nggak selalu sih, tapi paling nggak dia sudah ada keinginan untuk sholat.

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review